Tasyakuran UAS 1442/2021: Qur’anic Tafsir Raih beberapa penghargaan

iqt.unida.gontor.ac.id Main Hall – Dalam acara penutupan Ujian Akhir Semester (UAS) UNIDA Gontor yang acap kali dikenal dengan Tasyakuran, tentunya tidak lain ialah sebagai bentuk rasa syukur civitas akademika dari terlaksananya beberapa rentetan kegiatan. Terutama berakhirnya masa-masa ujian tulis 1442 H/2021 M. Oleh karenanya, dari kesyukuran inilah acara tersebut dibalut dengan sedimikian rupa yang di isi dengan penyampaian beberapa laporan-laporan. Seperti laporan panitia ujian, laporan wakil rektor 1, laporan wakil rektor 2 dan 3 hingga diakhiri dengan sambutan Rektor UNIDA Gontor Al-Ustadz KH. Prof. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A.Ed, M.Fhil. hari selasa, 05 April 2021.

Sementara itu, acara yang sangat menarik pada tasyakuran UAS kali ini tentu tidak luput melalui beberapa hasil laporan-laporan yang disampaikan. Namun, benarkah Program studi Qur’anic Tafsir (IQT) sangat antusias dalam memeriahkan acara ini? Oleh karena itu, mari kita simak bersama isi laporan tersebut sebagaimana berikut ini.

Laporan Wakil Rektor 1, 2 dan 3

Pada laporan wakil rektor 1 yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. Abdul Hafidz Zaid dalam bidang akademik dan kemahasiswaan. Beliau mengumumkan beberapa penghargaan yang diberikan kepada beberapa nominasi yaitu terdiri dari: a) mahasiswa berprestasi, b) pengawas teladan dari dosen (putra & putri), c) pengawas teladan dari staf (putra & putri), dan d) peserta UAS teladan dari mahasiswa.

Adapun laporan wakil rektor 2 yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. Setiawan bin Lahuri dalam bidang administrasi dan keuangan, yang tidak luput beliau umumkan adalah terkait data-data kuantitatif berupa hasil laporan keuangan laziswaf selama satu semester. selain itu juga, beliau mengumumkan sekaligus penyerahan secara simbolis kepada para mahasiswa penerima beasiswa minhati.

Sedangkan, pada laporan wakil rektor 3 yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. Khairul Umam dalam bidang hubungan kerjasama eksternal. Beliau melaporkan berupa hasil laporan LPPM/LPKM yang terdiri dari: Penghargaan lomba Program kreativitas Mahasiswa (PKM), penghargaan kepada program studi terbaik yang berkontribusi dalam PKM, dan ditutup dengan penghargaan kepada program studi terbaik dalam pengelolaan website.

Disamping itu, berdasarkan hasil laporan-laporan yang disampaikan di atas tadi, ternyata fakta mengatakan bahwa Program studi Qur’anic Tafsir (IQT) sangat antusias dalam memeriahkan tasyakuran kali ini yaitu dengan menerima beberapa penghargaan-penghargaan yang diraihnya seperti keterangan di bawah ini.

Penghargaan Yang Diraih Prodi IQT

Penghargaan yang diraih oleh program studi Qur’anic Tafsir (IQT) secara individu (mahasiswa & dosen) maupun prodi adalah sebagai berikut:

Pertama, peraih penghargaan mahasiswa teladan dengan nomor urut 1. Dianugerahkan kepada saudara Fahmi Akhyar Al Farabi mahasiswa IQT Semester 6. Selebihnya, penghargaan mahasiswa teladan dengan nomor urut 2. Diberikan kepada saudara Azhar Nur Fuadi mahasiswa IQT Semester 2.

Kedua, peraih penghargaan nominasi pengawas teladan dari dosen dan tenaga kependidikan (putra). Yang dinilai dari kerapian, ketanggapan dan kecepatan adalah Al-Ustadz Ali Mahfudz Munawar, M.Hum

ketiga, peraih penghargaan peserta UAS teladan yang dinilai dari kehadiran dan kerapian, tidak lain diberikan kembali kepada saudara Azhar Nur Fuadi mahasiswa IQT Semester 2.

Keempat, peraih penghargaan PKM hibah internal yang terdiri dari PKM-Kewirausahaan (K) adalah saudara M. Abdi Kurniawan mahasiswa IQT Semester 8. Sedangkan, PKM-Karya Cipta (KC) adalah saudara Fahmi Akhyar Al Farabi mahasiswa IQT Semester 6.

Adapun sebagai penutup, penghargaan terkakhir dari nominasi Program studi terbaik yang berkontribusi dalam PKM ialah diberikan kepada prodi Agroteknologi dengan nilai 680, dan disusul Prodi IQT sebagai nomor urut 2 dengan nilai 605.

Dengan demikian, mudah-mudahan dari pencapaian tadi semoga bisa memotivasi diri kita untuk lebih berlomba-lomba dalam hal kebaikan bahkan bisa memperbaiki dikemudian hari. Wallahu ‘alam bisawab.

Minggu Literasi: Klinik proposal dan Workshop Penulisan proposal Skripsi

Iqt.unida.gontor.ac.id. Hall Cios – Minggu literasi adalah upaya untuk meningkatkan intelektualitas mahasiswa. Sebagaimana Universitas Darussalam Gontor secara bersamaan adalah perguruan tinggi bersistem pesantren yang sangat mendukung adanya kegiatan Akademik dan Non-Akdemik. Kegiatan Non-Akademik tentunya dilaksanakan diluar perkuliahan di mana harapannya dapat memberikan sumbangsih pengetahuan dan intelektual sebagai penunjang kegiatan Akademik. Oleh karenanya klinik proposal dan workshop penulisan proposal skripsi ini adalah bagian dari rentetan acara minggu literasi yang dikhususkan bagi segenap mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester 6. Hari Ahad, 21 Maret 2021, pukul 08.00-10.47.

Minggu Literasi: Klinik proposal danWorkshop Penulisan proposal Skripsi
Photo: Sambutan oleh Ust. Ahmad Fadli Rahman (Kaprodi IQT) dalam acara pembukaan minggu literasi

Opening Acara

Pada pembukaan acara ini yang dibuka secara resmi oleh Kepala Program Studi IQT yaitu Al-Ustadz Ahmad Fadli Rahman Akbar. M.Us, beliau berpesan bahwa “Kegiatan ini sangatlah begitu penting, skripsi itu penting, dan dari proses yang dijalani inilah berguna untuk mencapai keinginan dalam penulisan proposal skripsi yang baik dan cepat selesai menjadi sarjana. Maka jangan lupa saling me-suport sesama teman dan sangatlah merugi bagi yang tidak memanfaatkan waktu berharga ini dengan tidak mendapatkan apa-apa dari kegiatan ini.” Jelasnya.

Adapun kegiatan pertama dalam rentetan “minggu literasi” ini, yaitu berupa “klinik proposal dan workshop penulisan proposal skripsi” yang diisi dan dipandu oleh Al-Ustadz Dr. Sujiat Zubaidi Saleh. M.A. Tentunya sebelum masuk pada klinik proposal. Ust. Sujiat menyampaiakan “Agar masing-masing memiliki motivasi yang kuat sehingga dapat mengembangkan diri, mengembangkan prestasinya serta memunculkan potensinya.” Tegasnya.

Selebihnya, beliau telah menyiapkan 5 contoh model desain proposal skripsi yang mencakup beberapa tema dari judul-judul yang akan direview yaitu terdiri dari (Kajian sains, kajian semantik, kajian munasabah, kajian tokoh dan kajian tematik). Sebagai bahan representasi dan acuan para peserta dalam menyusun proposal.

Minggu Literasi: Klinik proposal danWorkshop Penulisan proposal Skripsi
Photo: Penyampaian materi Klinik proposal dan Workshop penulisan proposal skripsi bersama Ust. Dr. Sujiat Zubaidi Saleh. M.A.

Poin Penting Acara

Pada inti acara ini adalah Ust. Sujiat juga berpesan sebagaimana dalam catatan beliau kepada para peneliti bahwa “Untuk teman-teman yang memiliki judul, juga masih perlu untuk memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan judul. Bukan hanya sebatas judul tersebut mempunyai 2 hal penting dimana terdapat objek formal dan objek pendukung, melainkan sangat perlu diperhatikan adalah apasih dari korelasi dan signifikansinya? Apakah dari judul itu mungkin dapat diambil manfaatnya? Ataukah hanya sekedar judul yang mengambang mengangkasa dan memang terlalu dalam untuk diungkapkan.” Pungkasnya.

Begitupun dalam mencari sumber data tentunya peniliti harus jeli dan harus bisa memilih serta memilah yang terpenting dari yang penting-penting.

Minggu Literasi: Klinik proposal danWorkshop Penulisan proposal Skripsi
Photo: Kebersamaan Mahasiswa IQT Semester 6 Bersama Ust. Dr. Sujiat Zubaidi, Ust. Ahmad Fadli Rahman (Kaprodi IQT), dan Ust. Mahmud Rifanuddin (Dosen Pembimbing Akademik).

Penutup

Dengan demikian, sebagai penutup dalam hal kegiatan semacam ini tentunya memiliki muara yang dituju dengan tujuan yaitu mendalami pengetahuan tentang proposal dan karya tulis ilmiah (skripsi) dengan baik dan benar, sehingga akan menjadikan penelitiannya yang bermanfaat dan sesuai dengan target lulusan program studi.

El-Furqon 1.0 “Al-Qur’an Sebagai Solusi Generasi Muda Untuk Menyongsong Masa Depan”

iqt.unida.gontor.ac.id– Al-Qur’an adalah kitab suci yang menjadi pedoman bagi semua manusia disemua bidang kehidupan. Banyak permasalahan yang datang dalam kehidupan, karena pada hakikatnya kehidupan adalah gerakan untuk menyelesaikan masalah, bukan untuk menghindarinya atau bahkan membuat masalah baru yang merisaukan umat. Mahasiswi sebagai agent of change dapat berperan langsung di kalangan masyarakat kelak dan dapat memberikan inovasi serta kreasinya dalam memajukan bangsa. Oleh karena itu, mereka memerlukan pedoman sebagai rujukan dalam mengatasi segala permasalahan dalam kehidupan, sehingga mereka mampu mengemban amanat serta memajukan bangsa Indonesia. Salah satu sumbangsih mahasiswa dalam hal ini adalah menciptakan lingkup pendidikan salah satunya dengan kegiatan keilmuan. Untuk itulah Himpunan mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) mengadakan El-Furqon 1.0, yaitu suatu kegiatan yang diketuai oleh Wafiq Muthiah Ulya Ibrahim (IQT/4), Ulfa Hanifah (IQT/4) dan Aliefa Rani Iswara (IQT/2),  mencakup didalamnya seminar, serta beberapa macam perlombaan yang melibatkan seluruh mahasiswi UNIDA Kampus Putri.

Acara yang berlangsung pada 3-8 Januari 2021 ini bertema “Al-Qur’an Sebagai Solusi Generasi Muda Untuk Menyongsong Masa Depan” dan dibuka dengan Webinar Nasional dengan pemateri Al-Ustadz Ilham Habibbullah, M. Ag  dan Al-Ustadzah Tsani Liziah, S.Hum, Dipl. Tujuan diadakan El-Furqon 1.0 adalah untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan spiritualitas Mahasiswi dengan cara mengkaji Al-Qur’an lebih dalam dan menjadikannya pedoman di setiap aspek kehidupan dalam lingkup Universitas pesantren. Diambil dari salah satu nama Al-Qur’an Al-Furqon (pembeda), Program Studi IQT berharap dengan diadakannya kegiatan ini, mahasiswi UNIDA dapat menjadi pribadi yang lebih baik yang dapat membedakan antara kebathilan dan kebenaran.

Pada penutupan El-Furqon 1.0, Al-Ustadz Nur Hadi Ihsan, MIRKH, selaku Dekan UNIDA Kampus Putri memberikan apresiasi atas diselenggaranya acara ini. Beliau menyampaikan bahwa dengan dimulainya El-Furqon 1.0 dapat memicu keilmuan kita dengan menjadikan Al-Qur’an sebagai pondasi ilmu dan akhlak kita. Karena Al-Qur’an adalah mabda’ dan mashdar ilmu pengetahuan. (Nindhya Ayomi)

Forum kajian Tafsir (FASSIR) Memahami makna lita’arofu pada surat al hujurat dalam bersosialisasi

http://iqt.unida.gontor.ac.id/ Salah satu agenda rutin yang dimiliki prodi ilmu alqur’an dan tafsir adalah forum kajian tafsir (FASSIR). Pada kajian pekan ini Senin, 21 Desember 2020, Pada kesempatan kali ini, FASSIR mengangkat materi dengan tema “Memahami Makna Lita’arofu Pada Surat Al Hujurat Dalam Bersosialisasi” yang dibawakan oleh Al Ustadz Dr. Khoirul Umam, M.Ec. selaku Wakil Rektor III Universitas Darussalam Gontor.

Dalam kesempatan kali ini Al Ustadz Dr. Khoirul Umam, M.Ec. mengulas makna lita’arofu pada surat al hujurat dalam bersosialisasi dan beliau merujuk pada Tafsir Jalalain yang ditulis oleh Jalal Al Makhalliy dan Jalal As Suyuti.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْا ۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْ ۗاِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.

dalam tafsir tersebut dijelaskan manusia memang diciptakan dalam kondisi yang berbeda-beda atau bervariatif, dan dari perbedaan inilah manusia akan saling mengenal. dijelaskan bahwa makna “Min dzakarin wa unsa” bermakna dua, yaitu (Nabi Adam dan Hawa) dan (Laki-laki dan Perempuan), dan adapun Sa’ab adalah kelompok yang paling tinggi di bangsa Arab dan khobail adalah kelompok yang posisinya di bawahnya Sa’ab.

Dalam Bersosialisasi

Dalam bersosialisasi, semua manusia sama dan setara, dan perbedaannya hanya dari segi ketaqwaan. Hal ini bukan untuk sombong dalam bergaul atau dalam pertemanan, karena buah dari ta’arofu adalah akhlaq. Mengutip dari ayat Al Qur’an; “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Al Hujurat: 13).

Makna Lita’arofu

Penjelasan dari ayat tersebut, yakni;  Diciptakannya manusia berbeda-beda “Li ta’arofu” (untuk saling mengenal). dalam implementasi ta’arofu ini terdapat adab dan cara, dengan ta’arofu seharusnya kita lebih menghargai orang lain, karena tingkat ketaqwaan kita berbeda-beda dan kita tidak akan bisa menilai ketaqwaan orang lain, karena boleh jadi ketaqwaan orang lain jauh lebih tinggi daripada kita. Maka orang mu’min tidak boleh merasa lebih tinggi dan tidak boleh merasa lebih rendah dari orang lain (Inna akromakum ‘indallahi atqokum).

hadist Nabi pernah menjelaskan tentang hal ini yaitu; “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada rupa dan harta kalian. Namun yang Allah lihat adalah hati dan amalan kalian” (HR. Muslim). 

Letak taqwa ada di dalam hati (tidak terlihat) dan muncul dalam perbuatan sehari-hari. “Taqwa itu adalah ketika kita bisa bergaul dengan siapapun, termasuk dengan orang kafir tanpa mengurangi atau menghilangkan ketaqwaan dan identitas kita sebagai seorang muslim”.

Berbagai perbedaan yang ada di dunia ini adalah tanda kebesaran Allah SWT, seperti perbedaan bahasa yang ada. Asbabun nuzul dari ayat ini adalah kisah Bilal Bin Rabbah, yang mana dia dulunya adalah seorang budak, namun dipilih untuk mengumandangkan adzan oleh Nabi, walaupun Bilal merupakan mantan seorang budak dan berkulit hitam. hal Ini adalah bukti kebenaran Islam dalam keadilan dan kesetaraan, tidak memandang seseorang dari derajat atau pun kulitnya, namun melihat dari ketaqwaan hambanya kepada Allah. sehingga bila dikaitkan dengan konsep toleransi, maka islam telah mengajarkan konsep ini sejak dahulu, sehingga jangan mengajari islam tentang tolernsi, karena dari dulu islam sudah bertoleransi. Justru orang-orang yang tidak beragama lah yang tak bertoleransi. Namun pada zaman sekarang, fakta diputar-balikkan dan justru kita lah yang diajari untuk bertoleransi, lanjut al ustadz Dr. Khoirul Umam, M.Ec.

DEMA 2020: Mahasiswa Tafsir Kembali Jadi kandidat

IQT.unida.gontor.ac.id SIMAN – DEMA merupakan singkatan dari Dewan Mahasiswa UNIDA Gontor. Nah khususnya DEMA kabinet garuda periode 2019-2020 kini telah memasuki masa-masa akhir jabatan. Tentunya suasana saat ini tengah menjadi hangat dengan adanya beberapa koalisi yang saling bersaing sebagai bentuk regenerasi untuk kepengurusan periode selanjutnya. Persaingan yang tidak lain merupakan sebuah pendidikan dalam artian berlomba-lomba dalam kebaikan. Maka timbullah pertanyaan sederhana siapakah yang akan menjadi nahkoda kepenguruusan berikutnya, who will be the next leader?

DEMA 2020: Mahasiswa Tafsir Kembali Jadi kandidat
IQT.unida.gontor.ac.id

Beberapa kandidat kuat yang di bagi menjadi dua koalisi sudah memasuki 3 besar jelang pemilihan umum Dewan Mahasiswa diantaranya adalah koalisi nomor urut 01: Fitrah Alfiansyah HI, Rofi Aji SAA, dan Ahmad Adnan MB dengan koalisi SERASI (Serempak Bersinergi). Disamping itu juga ada koalisi nomor urut 02: Fahmi Akhyar Al farabi IQT, Nur Alamsyah EI, dan Fatan Faqihul Wafa PAI dengan koalisi UNIDA BERSAMA (Bersatu Dalam Solidaritas Mahasiswa).

Rentetan Acara Pergantian Pengurus Dewan Mahasiswa

Universitas Darussalam Gontor mengadakan pergantian DEMA Dewan Mahasiswa periode 1442-1443 H/2020-2021 M yang akan dilaksankan pada tanggal 26 september 2020. Adapun pergantian pengurus Dewan Mahasiswa sebagaimana berikut:

  • pada tanggal 14 september 2020, pemilihan utusan dari setiap prodi
  • pada tanggal 15 september 2020, pemanggilan pemilihan kandidat ketua Dewan Mahasiswa
  • pada tanggal 16 september 2020, Rapat penentuan pasangan kandidat
  • pada tanggal 17 september 2020, pemanggilan 6 ketua DEMA menjadi 2 bagian
  • pada tanggal 19 september 2020, Debat babak pertama (Pemaparan visi & misi)
  • pada tanggal 21 september 2020, Debat babak kedua (Pemaparan Program Kerja)
  • pada tanggal 23 september 2020, pemungutan suara atau pemilihan umum calon ketua DEMA dan perhitungan suara
  • pada tanggal 26 september 2020, pergantian pengurus dan serah terima amanah antara DEMA lama dan DEMA baru

Dengan demikian milikilah hak suara anda dan mari memilih dengan baik, pilihlah yang terbaik dari yang terbaik. Dari dua koalisi di atas tadi nantinya sebagai wadah pemersatu, penampung aspirasi dan penyalur bakat mahasiswa untuk DEMA UNIDA yang maju menuju cita-cita perguruan tinggi yang bermutu dan berarti. Wallahu a’lam bissawab. (Ed.Husein)

Pembukaan Kajian internal IQT UNIDA Putri

Mantingan – Dalam rangka pembukaan kajian internal program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA GONTOR kampus putri. Pembukaan kajian kali ini dibuka dengan sambutan dosen pembimbing serta arahan-arahan demi menjunjung keberlangsungannya setiap program-program prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam jangka panjang. Bertempat di Ruang terbuka, Sabtu (09/12) pada pukul 20.00 WIB.

Pembukaan Kajian internal IQT UNIDA Putri
Poster Pembukaan Kajian (Opening Internal Studies) HMP IQT Mantingan Kampus putri

Pada acara pembukaan kajian kali ini dibimbing oleh Al-Ustadzah Ridani Faulika Permana M.Ag. Dan di lengkapi oleh petugas-petugas panitia pelaksana yang dipimpin oleh saudari Lidya Dwiyanti bersama sekretarisnya saudari Luthfiah Al-Adawiyah. Adapun pembukaan kajian ini membahas seputar kajian internal yang akan dilaksanakan dalam periode Himpunan Mahasiswi Ilmu AL-Qur’an dan Tafsir di Universitas Darussalam Gontor divisi mantingan, yaitu pembagian kelompok serta tema kajian dan sistematika penulisan makalah kajian.

Hasil Kajian

Setelah dibukanya kajian internal, maka hasil yang didaptakan adalah:

  1. Kajian internal (perkelompok) diadakan setiap Sabtu malam dengan menggunakan Bahasa resmi yaitu bahasa Inggris dan Bahasa Arab
  2. Pengumpulan makalah atau resume, dikumpulkan 2 hari sebelum kajian berlangsung
  3. Kajian kitab Al-Lama’at yang akan di bimbing oleh Al-Ustadzah Ridani Faulika Permana M.Ag. Dilaksanakan pada hari Rabu malam

Demikianlah hingga diakhir penghujung acara, yang diharapkan ialah semangat kajian dengan niatan perintah wajib menuntut ilmu ibadah karena Allah semata. Semoga dari kegiatan yang bermanfaat ini mudah-mudahan bisa menjadi bekal kelak dimasa yang akan datang. Aamiin Allahumma Aamiin. Wallahu ‘alam bissawab. (Ed.Husein)