Tasyakuran UAS 1442/2021: Qur’anic Tafsir Raih beberapa penghargaan

iqt.unida.gontor.ac.id Main Hall – Dalam acara penutupan Ujian Akhir Semester (UAS) UNIDA Gontor yang acap kali dikenal dengan Tasyakuran, tentunya tidak lain ialah sebagai bentuk rasa syukur civitas akademika dari terlaksananya beberapa rentetan kegiatan. Terutama berakhirnya masa-masa ujian tulis 1442 H/2021 M. Oleh karenanya, dari kesyukuran inilah acara tersebut dibalut dengan sedimikian rupa yang di isi dengan penyampaian beberapa laporan-laporan. Seperti laporan panitia ujian, laporan wakil rektor 1, laporan wakil rektor 2 dan 3 hingga diakhiri dengan sambutan Rektor UNIDA Gontor Al-Ustadz KH. Prof. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A.Ed, M.Fhil. hari selasa, 05 April 2021.

Sementara itu, acara yang sangat menarik pada tasyakuran UAS kali ini tentu tidak luput melalui beberapa hasil laporan-laporan yang disampaikan. Namun, benarkah Program studi Qur’anic Tafsir (IQT) sangat antusias dalam memeriahkan acara ini? Oleh karena itu, mari kita simak bersama isi laporan tersebut sebagaimana berikut ini.

Laporan Wakil Rektor 1, 2 dan 3

Pada laporan wakil rektor 1 yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. Abdul Hafidz Zaid dalam bidang akademik dan kemahasiswaan. Beliau mengumumkan beberapa penghargaan yang diberikan kepada beberapa nominasi yaitu terdiri dari: a) mahasiswa berprestasi, b) pengawas teladan dari dosen (putra & putri), c) pengawas teladan dari staf (putra & putri), dan d) peserta UAS teladan dari mahasiswa.

Adapun laporan wakil rektor 2 yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. Setiawan bin Lahuri dalam bidang administrasi dan keuangan, yang tidak luput beliau umumkan adalah terkait data-data kuantitatif berupa hasil laporan keuangan laziswaf selama satu semester. selain itu juga, beliau mengumumkan sekaligus penyerahan secara simbolis kepada para mahasiswa penerima beasiswa minhati.

Sedangkan, pada laporan wakil rektor 3 yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. Khairul Umam dalam bidang hubungan kerjasama eksternal. Beliau melaporkan berupa hasil laporan LPPM/LPKM yang terdiri dari: Penghargaan lomba Program kreativitas Mahasiswa (PKM), penghargaan kepada program studi terbaik yang berkontribusi dalam PKM, dan ditutup dengan penghargaan kepada program studi terbaik dalam pengelolaan website.

Disamping itu, berdasarkan hasil laporan-laporan yang disampaikan di atas tadi, ternyata fakta mengatakan bahwa Program studi Qur’anic Tafsir (IQT) sangat antusias dalam memeriahkan tasyakuran kali ini yaitu dengan menerima beberapa penghargaan-penghargaan yang diraihnya seperti keterangan di bawah ini.

Penghargaan Yang Diraih Prodi IQT

Penghargaan yang diraih oleh program studi Qur’anic Tafsir (IQT) secara individu (mahasiswa & dosen) maupun prodi adalah sebagai berikut:

Pertama, peraih penghargaan mahasiswa teladan dengan nomor urut 1. Dianugerahkan kepada saudara Fahmi Akhyar Al Farabi mahasiswa IQT Semester 6. Selebihnya, penghargaan mahasiswa teladan dengan nomor urut 2. Diberikan kepada saudara Azhar Nur Fuadi mahasiswa IQT Semester 2.

Kedua, peraih penghargaan nominasi pengawas teladan dari dosen dan tenaga kependidikan (putra). Yang dinilai dari kerapian, ketanggapan dan kecepatan adalah Al-Ustadz Ali Mahfudz Munawar, M.Hum

ketiga, peraih penghargaan peserta UAS teladan yang dinilai dari kehadiran dan kerapian, tidak lain diberikan kembali kepada saudara Azhar Nur Fuadi mahasiswa IQT Semester 2.

Keempat, peraih penghargaan PKM hibah internal yang terdiri dari PKM-Kewirausahaan (K) adalah saudara M. Abdi Kurniawan mahasiswa IQT Semester 8. Sedangkan, PKM-Karya Cipta (KC) adalah saudara Fahmi Akhyar Al Farabi mahasiswa IQT Semester 6.

Adapun sebagai penutup, penghargaan terkakhir dari nominasi Program studi terbaik yang berkontribusi dalam PKM ialah diberikan kepada prodi Agroteknologi dengan nilai 680, dan disusul Prodi IQT sebagai nomor urut 2 dengan nilai 605.

Dengan demikian, mudah-mudahan dari pencapaian tadi semoga bisa memotivasi diri kita untuk lebih berlomba-lomba dalam hal kebaikan bahkan bisa memperbaiki dikemudian hari. Wallahu ‘alam bisawab.

Ketokohan Mufassir Kontemporer Badiuzzaman Sa’id Nursi

Iqt.unida.gontor.ac.id Siman – kali ini penulis menggiring para pembaca yang budiman lebih mengenal Ketokohan mufassir kontemporer. Tiada lain dan bukan ialah seorang Mufassir terkemuka bernama Sa’id dan dengan kedalaman ilmunya sehingga beliau pun dikenal dengan sebutan “Badi’u Az-Zaman” karena keilmuannya yang intens melakukan penafsiran sehingga dari penafsirannya tersebut mampu menjawab berbagai persoalan keagamaan kontemporer. Nama lengkap beliau adalah Badiuzzaman Sa’id Nursi, sedangkan kata “Nurs” adalah yang dinisbahkan dari tempat kelahirannya. Oleh karenanya, agar informasi menjadi lebih jelas tentunya dengan menelusuri kehidupan beliau sebagaimana biografi singkat berikut ini:

Ketokohan Mufassir Kontemporer Badiuzzaman Sa'id Nursi
Iqt.unida.gontor.ac.id

Biografi Singkat

Badiuzzaman Sa’id Nursi lahir pada tahun 1293 H (1877 M) di desa Nurs, daerah Bitlis, Anatolia timur. Menurut sejarah keilmuan dan pendidikannya, mula-mula ia berguru kepada kakak kandungnya, Abdullah. Kemudian ia berpindah-pindah dari satu kampung ke kampung yang lain, dari satu kota ke kota yang lain guna menimba ilmu dari sejumlah guru dan madrasah dengan semangat penuh ketekunan.

Sejak masa inilah ia mulai menyelam lautan ilmu seperti mempelajari tafsir, hadis, nahwu, ilmu kalam, fikih, mantiq, dan ilmu-ilmu keislaman lainnya. Dengan kecerdasannya yang luar biasa, sebagaimana yang diakui oleh semua gurunya, ditambah dengan kekuatan ingatannya yang sangat tajam, ia mampu menghafal hampir 90 judul buku referensial. Bahkan ia mampu menghafal buku Jam‘ul Jawâmi’ (di bidang usul fikih) hanya dalam tempo satu minggu. Ia sengaja menghafal di luar kepala semua ilmu pengetahuan yang dibacanya. Dengan bekal ilmu yang telah dipelajarinya, kini Said Nursi memulai fase baru dalam kehidupannya. Seperti beberapa forum munâzharah (adu argumentasi dan perdebatan) telah dibuka dan ia tampil sebagai pemenang mengalahkan banyak pembesar dan ulama di daerahnya.  

Kedalaman Ilmu hingga julukannya

Pada tahun 1894 M, ia pergi ke kota Van. Di sana ia sibuk menelaah buku-buku tentang matematika, falak, kimia, fisika, geologi, filsafat, dan sejarah. Ia benar-benar mendalami semua ilmu tersebut hingga bisa menulis tentang subjek-subjek tersebut. Karena itulah, ia kemudian dijuluki “Badiuzzaman” (Orang yang tak ada bandingan di zamannya) sebagai bentuk pengakuan para ulama dan ilmuwan terhadap kecerdasannya, pengetahuannya yang melimpah, dan wawasannya yang luas.

Pada saat itu, di sejumlah harian lokal, tersebar berita bahwa Menteri Pendudukan Inggris, Gladstone, dalam Majelis Parlemen Inggris, mengatakan di hadapan para wakil rakyat, “Selama al-Qur’an berada di tangan kaum muslimin, kita tidak akan bisa menguasai mereka. Oleh karena itu, kita harus melenyapkannya atau memutuskan hubungan kaum muslimin dengannya.” Berita ini pun sangat mengguncang diri Sa’id Nursi hingga membuatnya tidak bisa tidur. Ia berkata kepada orang-orang di sekitarnya, “Akan kubuktikan kepada dunia bahwa al-Qur’an merupakan mentari hakikat yang cahayanya tak akan padam dan sinarnya tak mungkin bisa dilenyapkan.” Tegasnya.

Kiprah Dunia Perantauannya

Pada tahun 1908 M, ia pergi ke Istanbul. Ia mengajukan sebuah proyek kepada Sultan Abdul Hamid II untuk membangun Universitas Islam di Anatolia Timur dengan nama “Madrasah az-Zahra” guna melaksanakan misi penyebaran hakikat Islam. Pada universitas tersebut studi keagamaan di padukan dengan ilmu sains, sebagaimana ucapannya yang terkenal, “Cahaya kalbu adalah ilmu-ilmu agama, sementara sinar akal adalah ilmu sains. Dengan perpaduan antara keduanya, hakikat akan tersingkap. Adapun jika keduanya dipisahkan, maka fanatisme akan lahir pada pelajar ilmu agama, dan skeptisisme akan muncul pada pelajar ilmu sains.

Pada tahun 1911 M, ia pergi ke negeri Syam dan menyampaikan pidato yang sangat berkesan, di atas mimbar Masjid Jami Umawi. Dalam pidato tersebut, ia mengajak kaum muslimin untuk bangkit. Ia menjelaskan sejumlah penyakit umat Islam dan solusi cara mengatasinya. Setelah itu, ia kembali ke Istanbul dan menawarkan proyeknya terkait dengan Universitas Islam kepada Sultan Rasyad. Sultan ternyata menyambut baik proyek tersebut. Anggaran demi anggaran segera dicairkan dan peletakan batu pertama pun dilakukan di tepi Danau Van. Namun, Sangat sayang Perang Dunia Pertama membuat proyek ini terhenti.

Ada Apa Pada Perang Dunia Pertama

Sa’id Nursi tidak setuju dengan keterlibatan Turki Utsmani bergabung dalam perang tersebut. Namun ketika negara mengumumkan informasi perang, ia bersama para muridnya tetap ikut dalam perang melawan Rusia yang menyerang lewat Qafqas. Ketika itu, pasukan Rusia memasuki kota Bitlis, Sa’id Nursi bersama dengan para muridnya mati-matian mempertahankan kota tersebut hingga akhirnya terluka parah dan tertawan oleh Rusia, sehingga Ia pun dibawa ke penjara tawanan di Siberia.

Dalam penawanannya, ia terus memberikan pelajaran-pelajaran keimanan kepada para panglima yang tinggal bersamanya, yang jumlahnya mencapai 90 orang. Lalu dengan cara yang sangat luar biasa dan dengan pertolongan Allah SWT, ia berhasil melarikan diri. Ia pun berjalan menuju Warsawa, Jerman, dan Wina.

Bahkan ketika sampai di Istanbul, ia dianugerahi medali perang dan mendapatkan sambutan luar biasa dari khalifah, syeikhul Islam, pemimpin umum, dan para pelajar ilmu agama. Sa’id Nursi kemudian diangkat menjadi anggota Darul Hikmah al-Islamiyyah oleh pimpinan militer di mana lembaga tersebut hanya diperuntukkan bagi para tokoh ulama. Di lembaga inilah sebagian besar bukunya yang berbahasa Arab diterbitkan. Di antaranya adalah tafsirnya yang berjudul Isyârât al-I’jaz fî Mazhân al-Îjâz, yang ditulis di tengah berkecamuknya perang, dan buku al-Matsnawi al-Arabî an-Nûrî.

Ketokohan Mufassir Kontemporer Badiuzzaman Sa'id Nursi
Picture: Salah satu karya kitab tafsir Badiuuzaman Sa’id Nursi

Meredupnya Kekhalifahan hingga ke pengasingan

Pada tahun 1922 M, Badiuzzaman Sa’id Nursi pergi ke kota Van dan di sana ia beruzlah (Mengasingkan diri untuk memusatkan perhatian dalam beribadah berzikir dan tafakkur lepada Allah Swt) di Gunung Erek yang dekat dari kota selama dua tahun. Ia melakukan hal tersebut dalam rangka melakukan ibadah dan kontemplasi.

Setelah Perang Dunia Pertama berakhir, kekhalifahan Turki Utsmani runtuh dan digantikan dengan Republik Turki. Pemerintah yang baru ini tidak menyukai semua hal yang berbau Islam dan membuat kebijakan-kebijakan yang anti-Islam. Akibatnya, terjadi berbagai pemberontakan dan negara yang baru berdiri ini menjadi tidak stabil. Namun, semuanya dapat dibungkam oleh rezim yang sedang berkuasa.

Meskipun tidak terlibat dalam pemberontakan, Badiuzzaman Sa’id Nursi ikut merasakan dampaknya. Ia pun diasingkan bersama banyak orang ke Anatolia Barat pada musim dingin 1926 M. Kemudian ia diasingkan lagi seorang diri ke Barla, sebuah daerah terpencil. Para penguasa yang memusuhi agama itu mengira bahwa di daerah terpencil itu riwayat Sa’id Nursi akan berakhir. Popularitasnya akan redup, namanya akan dilupakan orang, dan sumber energi dakwahnya akan mengering.

Risalah Nur: Sinar sebagai cahaya dari kegelapan

Sejarah membuktikan sebaliknya. Di daerah terpencil itulah Sa’id Nursi menulis sebagian besar Risalah Nur, kumpulan karya tulisnya. Lalu berbagai risalah itu disalin dengan tulisan tangan dan menyebar ke seluruh penjuru Turki.

Jadi, ketika Sai’d Nursi dibawa dari satu tempat pembuangan ke tempat pembuangan yang lain. Kemudian dimasukkan ke penjara dan tahanan di berbagai wilayah Turki selama seperempat abad. Allah Swt menghadirkan orang-orang yang menyalin berbagai risalah itu dan menyebarkannya kepada semua orang. Risalah-risalah itu kemudian menyorotkan cahaya iman dan membangkitkan spirit keislaman yang nyaris padam di kalangan umat Islam Turki saat itu. Risalah-risalah itu dibangun di atas pilar-pilar yang logis, ilmiah, dan retoris yang bisa dipahami oleh kalangan awam dan menjadi bekal bagi kalangan khawas.

Demikianlah, Badiuuzaman Sa’id Nursi terus menerus menulis berbagai risalah sampai tahun 1950 dan jumlahnya mencapai lebih dari 130 risalah. Semua risalah itu dikumpulkan dengan judul Kulliyyât Rasâ’il an-Nûr (Koleksi Risalah Nur), yang berisi empat seri utama, yaitu al-Kalimât, al-Maktûbât, al-Lama‘ât, dan asy-Syu‘â‘ât. Badiuuzaman Sa’id Nursi sendiri yang langsung mengawasi hingga semuanya selesai tercetak. Sehingga karya-karya beliau dibaca dan dikaji secara luas di Turki dan di berbagai belahan dunia lainnya.

Ketokohan Mufassir Kontemporer Badiuzzaman Sa'id Nursi
Picture: Wafatnya Badiuuzaman Sa’id Nursi

Mengenang wafatnya

Badiuuzaman Sa’id Nursi wafat pada tanggal 25 Ramadhan 1379 H, bertepatan pada tanggal 23 Maret 1960 M, di kota Urfa. Lebih tepatnya 61 Tahun yang lalu dalam usia 83 Tahun. Beliau tinggalkan sebuah jubah yang ada 100 tambalannya, beberapa helai pakaikan. Satu buah teko yang biasa beliau untuk membuat teh dan juga beberapa barang lainnya. Dari segi keduniaan beliau tokoh yang tidak punya apa-apa, tapi yang beliau tokoh yang meninggalkan sebuah karya monumental, Risalah Nur beserta murid-muridnya. Sedangkan Risalah Nur sudah diterjemahkan lebih dari 60 bahasa dan dibaca serta dikaji di seluruh dunia. Wallahu ‘Alam Bissawab.

Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni

Iqt.unida.gontor.ac.id SimanInna lillahi wa inna ilaihi raj’iun. Turut berduka cita yang sangat mendalam atas wafatnya ulama terkemuka Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni yang bertepatan pada hari Jum’at, 19 Maret 2021 M. Dimana beliau semasa hidupnya adalah seorang Mufassir dan ulama suriah serta guru besar dalam bidang Ilmu Tafsir di universitas Umm Al-Qura, Makkah.

Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni
Picture: Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni

Mari kita do’akan bersama-sama semoga beliau khusnul khatimah

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ (وَعَذَابِ النَّارِ), له الفاتحة

Beberapa Kitab karyanya

Dibawah ini adalah sebagian dari beberapa kitab yang dikarang atau bisa disebut hasil karya tulis dari Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni, sebagaimana berikut ini:

Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni
Picture : Syekh Muhammad Ali Ash-Shabuni beserta karya tulisnya
  1. صفوة التفاسير.
  2. المواريث في الشريعة الإسلامية.
  3. من كنوز السّنّة.
  4. روائع البيان في تفسير آيات الأحكام.
  5. قبس من نور القرآن الكريم.
  6. السنة النبوية قسم من الوحي الإلهي المنزّل.
  7. موسوعة الفقه الشرعي الميسر (سلسلة التفقه في الدين).
  8. الزواج الإسلامي المبكر سعادة وحصانة.
  9. التفسير الواضح الميسر.
  10. الهدي النبوي الصحيح في صلاة التراويح.
  11. إيجاز البيان في سور القرآن.
  12. موقف الشريعة الغرّاء من نكاح المتعة.
  13. حركة الأرض ودورانها حقيقة علمية أثبتها القرآن.
  14. التبيان في علوم القرآن.
  15. عقيدة أهل السنة في ميزان الشرع.
  16. النبوة والأنبياء.
  17. رسالة الصلاة.
  18. المهدي وأشراط الساعة.
  19. المقتطف من عيون الشعر.
  20. كشف الافتراءات في 21- رسالة التنبيهات حول صفوة التفاسير.
  21. درة التفاسير (على هامش المصحف).
  22. جريمة الربا أخطر الجرائم الدينية والاجتماعية.
  23. التبصير بما في رسائل بكر أبو زيد من التزوير.
  24. شرح رياض الصالحين.
  25. شبهات وأباطيل حول 27- تعدد زوجات الرسول.
  26. رسالة في حكم التصوير.
  27. معاني القرآن (للنحاس).
  28. المقتطف من عيون التفاسير (للمنصوري).
  29. مختصر تفسير ابن كثير.
  30. مختصر تفسير الطبري.
  31. تنوير الأذهان من تفسير روح البيان (للبروسوي).
  32. المنتقى المختار من كتاب الأذكار (للنووي).
  33. فتح الرحمن بكشف ما يلتبس في القرآن (للأنصاري).

Demikianlah yang dapat disampaikan, semoga menjadi hikmah serta motivasi bagi diri kita semua yang masih diberikan kesehatan dan kehidupan sehingga disisa waktu yang sangat sebentar bahkan sementara ini tentunya agar kita berlomba-lomba dalam menebarkan segala hal yang positif bermanfaat bagi bangsa agama dan ummat. Wallahu ‘Alam bissawaab.

Minggu Literasi: Klinik proposal dan Workshop Penulisan proposal Skripsi

Iqt.unida.gontor.ac.id. Hall Cios – Minggu literasi adalah upaya untuk meningkatkan intelektualitas mahasiswa. Sebagaimana Universitas Darussalam Gontor secara bersamaan adalah perguruan tinggi bersistem pesantren yang sangat mendukung adanya kegiatan Akademik dan Non-Akdemik. Kegiatan Non-Akademik tentunya dilaksanakan diluar perkuliahan di mana harapannya dapat memberikan sumbangsih pengetahuan dan intelektual sebagai penunjang kegiatan Akademik. Oleh karenanya klinik proposal dan workshop penulisan proposal skripsi ini adalah bagian dari rentetan acara minggu literasi yang dikhususkan bagi segenap mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester 6. Hari Ahad, 21 Maret 2021, pukul 08.00-10.47.

Minggu Literasi: Klinik proposal danWorkshop Penulisan proposal Skripsi
Photo: Sambutan oleh Ust. Ahmad Fadli Rahman (Kaprodi IQT) dalam acara pembukaan minggu literasi

Opening Acara

Pada pembukaan acara ini yang dibuka secara resmi oleh Kepala Program Studi IQT yaitu Al-Ustadz Ahmad Fadli Rahman Akbar. M.Us, beliau berpesan bahwa “Kegiatan ini sangatlah begitu penting, skripsi itu penting, dan dari proses yang dijalani inilah berguna untuk mencapai keinginan dalam penulisan proposal skripsi yang baik dan cepat selesai menjadi sarjana. Maka jangan lupa saling me-suport sesama teman dan sangatlah merugi bagi yang tidak memanfaatkan waktu berharga ini dengan tidak mendapatkan apa-apa dari kegiatan ini.” Jelasnya.

Adapun kegiatan pertama dalam rentetan “minggu literasi” ini, yaitu berupa “klinik proposal dan workshop penulisan proposal skripsi” yang diisi dan dipandu oleh Al-Ustadz Dr. Sujiat Zubaidi Saleh. M.A. Tentunya sebelum masuk pada klinik proposal. Ust. Sujiat menyampaiakan “Agar masing-masing memiliki motivasi yang kuat sehingga dapat mengembangkan diri, mengembangkan prestasinya serta memunculkan potensinya.” Tegasnya.

Selebihnya, beliau telah menyiapkan 5 contoh model desain proposal skripsi yang mencakup beberapa tema dari judul-judul yang akan direview yaitu terdiri dari (Kajian sains, kajian semantik, kajian munasabah, kajian tokoh dan kajian tematik). Sebagai bahan representasi dan acuan para peserta dalam menyusun proposal.

Minggu Literasi: Klinik proposal danWorkshop Penulisan proposal Skripsi
Photo: Penyampaian materi Klinik proposal dan Workshop penulisan proposal skripsi bersama Ust. Dr. Sujiat Zubaidi Saleh. M.A.

Poin Penting Acara

Pada inti acara ini adalah Ust. Sujiat juga berpesan sebagaimana dalam catatan beliau kepada para peneliti bahwa “Untuk teman-teman yang memiliki judul, juga masih perlu untuk memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan judul. Bukan hanya sebatas judul tersebut mempunyai 2 hal penting dimana terdapat objek formal dan objek pendukung, melainkan sangat perlu diperhatikan adalah apasih dari korelasi dan signifikansinya? Apakah dari judul itu mungkin dapat diambil manfaatnya? Ataukah hanya sekedar judul yang mengambang mengangkasa dan memang terlalu dalam untuk diungkapkan.” Pungkasnya.

Begitupun dalam mencari sumber data tentunya peniliti harus jeli dan harus bisa memilih serta memilah yang terpenting dari yang penting-penting.

Minggu Literasi: Klinik proposal danWorkshop Penulisan proposal Skripsi
Photo: Kebersamaan Mahasiswa IQT Semester 6 Bersama Ust. Dr. Sujiat Zubaidi, Ust. Ahmad Fadli Rahman (Kaprodi IQT), dan Ust. Mahmud Rifanuddin (Dosen Pembimbing Akademik).

Penutup

Dengan demikian, sebagai penutup dalam hal kegiatan semacam ini tentunya memiliki muara yang dituju dengan tujuan yaitu mendalami pengetahuan tentang proposal dan karya tulis ilmiah (skripsi) dengan baik dan benar, sehingga akan menjadikan penelitiannya yang bermanfaat dan sesuai dengan target lulusan program studi.

Langkah-Langkah Penerapan SEO Pada Tulisan Artikel

Iqt.Unida.Gontor.ac.id Salam sahabat para pembaca yang budiman, beberapa hari kemarin anda sudah diajak traveling dengan mengenal sedikit apa itu SEO beserta manfaatnya dalam website. Nah pada tulisan sederhana kali ini, penulis akan kembali mengajak anda supaya memahami sedikit dan banyaknya berkaitan dengan “langkah-langkah penerapan SEO pada postingan tulisan Artikel di website.”

Selanjutnya, sangat perlu anda perhatikan sebelum anda memposting artikel tentunya terdapat beberapa hal yang mesti sudah anda siapkan diantaranya yaitu: a). Sudah mempunyai tulisan artikel (Makalah, Berita, Opini, kajian dan lain sebagainya) minimal 300 karakter / kata (Sesuai dengan stadar SEO Text length), b). Mempunyai lingkungan jaringan internet yang mendukung terutama di sekitar anda, c). Memasuki Dasbor website yang akan di isi tulisan. Misalnya: Anda ingin mengisi postingan tulisan pada website Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA Gontor, dengan alamat link Hosting: Iqt.Unida.Gontor.ac.id/admin.

Dan berikutnya penerapan penilaian SEO pada tulisan Artikel dimana kali ini terdapat langkah-langkahnya sebagai berikut:

Langkah Pertama
Langkah-Langkah Penerapan SEO Pada Tulisan Artikel
  • Masuk ke tampilan POS, kemudian klik Tambah baru.
  • Sediakan tulisan Artikel yang akan dimuat, lalu tekan Ctrl-C (Copy semua tulisan) pada Judul & Isi.
  • Tekan Ctrl-V (Copy Paste) Yang disesuaikan pada kolomnya (Judul = Judul & Isi = Isi).

Jika langkah bagian pertama sudah selesai sampai warna Hijau (Dengan nilai Good) maka silahkan lanjut ke tahap bagian ke dua.

Langkah Kedua
Langkah-Langkah Penerapan SEO Pada Tulisan Artikel
  • Pilih kolom kotak kecil Edit Snippet, dimana pada bagian ini terdiri dari 3 kriteria yaitu: a). SEO Tittle (Link situs Judul artikel), b). Slug (alamat Link dibawah judul), c). Meta Description (Deskripsi pendekatan singkat artikel).
  • Silahkan Ctrl-C judul artikel kemudian Ctrl-V pada kolom SEO title dengan syarat memenuhi agar menjadi warna hijau: a). SEO Title Width (Judul yang melebar tidak terlalu sedikit ataupun terlalu panjang), b). Keyphrase in title (Kata kunci pada judul).
  • Jika sudah mengisi judul dengan baik maka SEO title berwarna hijau, begitupun pada Slug (Silahkan Ctrl-C judul artikel kemudian Ctrl-V pada kolom Slug) secara otomatis akan mengikutiSEO titleyang disertakan dengan Keyphrase in Slug (Kata kunci pada slug). Kemudian isilah sedikit penjelasan pada kolom Meta Description (Deskripsi pendekatan singkat), biasanya tinggal Ctrl-C pada sedikit kalimat artikel di pendahuluan, lalu Ctrl-V pada kolom Meta Description, dengan syarat harus terpenuhi Keyphrase in Meta Description (Adanya kata kunci pada deskripsi singkat), dan Meta description length (Deskripsi singkat tidak terlalu pendek).
  • Pada gambar no.4 diatas adalah contoh 3 kriteria yang yang sudah terpenuhi dengan warna hijau.
Langkah Ketiga           
  • Edit pada Readibility Analysis ini terdapat 3 kriteria yaitu: a). Subheading Distrubution (anak judul), b). Paragraph Length (Panjang paragrap) dan c). Sentence Length (Panjang kalimat). Bisa anda lihat nilai SEO pada gambar Readibility Analysis diatas masih warna Orange dan bagaimanapun caranya agar 3 kriteria tadi berubah menjadi warna hijau.
  • Untuk menambahkan Subheading Distrubution (anak judul), silahkan klik tanda plus ([+] yang ada pada setiap kolom), Kemudian pilih (T=Tajuk) dan tulislah tema pada kolom anak judul sesuai dengan isi pembahasan dalam paragrap.
  • Sesuaikan ukuran Subheading Distrubution (anak judul) dengan klik (H=Header 4/5) yang berada pada (Blok-Pengaturan tingkat Tajuk).
  • Jika langkah 1-3 sudah dilakukan maka penilaian SEO pada bagian ini secara otomatis akan berubah. Dan pada gambar diatas no.4 semua kriteria Readibility Analysis sudah terpenuhi yang ditandai dengan warna hijau.
Langkah Keempat
  • Yang dimaksud dengan Focus keyphrase adalah kita memfokuskan atau menentukan satu kata kunci keyword dalam artikel yang akan di post. dengan catatan harus Previously used keyphrase (kata kunci keyword belum pernah digunakan pada postingan artikel sebelumnya).
  • Seperti pada gambar di atas kata Cara adalah contoh keyword yang ditentukan, lalu blok kata tadi dan tekan Ctrl-C.
  • Lalu Tekan Ctrl-V untuk mengcopy paste kata Cara pada kolom Focus Keyphrase.
  • Jangan lupa juga agar selalu memperhatikan Focus keyphrase atau kata kunci keyword di paragrap dengan memenuhi kriteria seperti: a) keyphrase In Introduction, b). keyphrase length, dan c). keyphrase density (Minimal 3 kata kuci yang ditemukan pada tulisan artikel)

Jika Focus Keyphrase = kata kunci keywordnya sudah ditentukan maka selanjutnya memenuhi sisa kriteria yang ada pada penilaian SEO, sebagai berikut:

Langkah Terakhir Finishing

Cara menghilangkan perasaan Galau Menurut Al-Qur’an

Iqt.unida.gontor.ac.id Setiap permasalahan pasti ada jalan keluar dengan berbagai cara penyelesaian bagi setiap individu yang menghadapinya. Hal ini senada dengan perasaan galau yang tak sedikit mampir kepada kehidupan manusia sehingga terkurung rasa gundah gulana. Dan terkadang hampir membuat seluruh manusia berkeluh kesah hingga tak jarang ada yang gantung diri atau bunuh diri. Oleh karenanya Maha benar Al-Quran sebagai jalan yang lurus (Solusi) dan tali Allah yang kokoh.

Barangsiapa yang berpegang teguh pada Al-Qur’an maka ia telah berpegang teguh pada tali yang kuat dan tidak akan putus. Maka dapat di pahami bahwa Al-Qur’an bukan hanya petunjuk hidup manusia, melainkan juga sebagai problem solving terhadap seluruh problematika kehidupan.

Sesungguhnya, jika setiap permasalahan dikembalikan kepada Allah, maka hati akan menjadi lapang. Sebagaimana dalam Firman Allah Swt berikut:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (Qs. Al-Ra’du: 28).

Di antara ajaran Al-Qur’an dan Sunnah yang dapat kita implementasikan dalam mengatasi kesulitan kehidupan salah satunya cara menghilangkan perasaan galau adalah sebagai berikut:

Bersabar dan shalat

Bersabar dalam menghadapi musibah atau tantangan, artinya terus menerus berusaha merubah nasib atau keadaan dengan penuh optimis, tidak mengenal lelah putus asa, dan menyerah sampai masalahnya dapat terselesaikan atau terpecahkan. Sebab dunia tidak akan peduli dengan kesedihan kita, sampai kita sendiri yang bangkit dari kedukaan atau keterpurukan. Sebagaimana Allah Swt berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak merohah Keadaan sesuatu kaum sehingga merelai meroboh keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Q.S Ar-Ro’du: 11)

Sedekah

Cara lain yang mujarab untuk mengatasi kesulitan adalah dengan bersedekah. Apabila kita ingin dimudahkan segala urusan, maka cara yang paling ampuh adalah bersedekah seawal mungkin, sebelum kita memulai urusan tersebut. Melalui wasilah (perantara) sedekah, maka bantuan Allah akan segera turun menuntaskan segala urusan, menghalau segala bala’, mempermudah segala yang sulit, mengurai semua kerumitan, menghasilkan segala maksud dan mewujudkan semua harapan.

Memudahkan urusan orang

Mereka yang suka memudahkan urusan orang lain, maka urusannya pun akan dimudahkan lagi oleh Allah. Siapa saja yang selalu menolong sesama, maka ia pun akan ditolong lagi oleh Yang Maha Kuasa dengan berbagai cara yang dikehendakiNya. Allah Swt berfirman:

Artinya: ”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.”(Q.S.Al-lsra : 7)

Sadarilah bahwa lebih banyak kemudahan yang kita nikmati dari pada kesusahan yang kita derita

Salah satu bukti kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya adalah mengkaruniai lebih banyak nikmat daripada cobaan. Orang lebih panjang mengalami masa sehat daripada masa sakit. Lebih lama merasakan masa jaya daripada masa kejatuhan. Lebih sering untung daripada ruginya. Lebih banyak sukanya daripada dukanya Karenanya janganlah kita melupakan kebaikan-kebaikan Allah begitu saja, hanya lantaran sedang dicoba dengan suatu musibah.

Yakinlah bahwa Allah tidak akan menimpakan musibah atau cobaan di luar batas kesanggupan seseorang. 

Allah Yang Maha Bijaksana sudah pasti lebih mengetahui batas-batas kemampuan tiap hambaNya dalam menanggung musibah atau cobaan. Karena itu setiap musibah tidak akan ditimpakan begitu saja tanpa kadar yang bisa dipikul oleh hamba yang ingin dicintaiNya. Maka janganlah kita berburuk sangka sedikit pun kepada Allah atas musibah yang menimpa kita.

Al-Qur’an menegaskan dalam ayatnya yaitu: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah : 286).

Hakikat Ujian Dan Cobaan

Cobaan yang ditimpakan kepada seorang hamba yang saleh bukaniah karena Allah membencinya, sebaliknya justru Allah sedang mencintainya.

Nabi Muhammad SAW bersabda :“Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Pia akan menguji hamba tersebut dengan aneka cobaan demi mendengar curahan hatinya.” (H.R Al-Baihaqy dan Ad-dailamy).

Berdo’a

Do’a adalah senjata orang yang beriman, tiangnya agama, dan cahaya yang mencerahkan langit dan bumi (H.R. Al-Hakim dan Abu Ya’la). Allah Swt juga menyuruh hamba-hambaNya agar banyak berdoa. Dalam berdo’a tersimpan harapan besar tanpa akan pertolongan dan kasih sayang Allah Yang Maha Kuasa sekaligus penegasan atas kedho’ifan (kelemahan) manusia sebagai hamba yang tiada daya dan upaya untuk meraih manfaat atau menolak madharat (bahaya) tanpa izin dan pertolongan Allah Swt.