Webinar Nasional “Al-Qur’an dan Generasi Muda”

Mantingan – Minggu 3 januari 2020, Himpunan Mahasiswi IQT periode 2020/2021 mengadakan Webinar Nasional  dengan tema “Al-Qur’an dan Generasi Muda”. Tema ini diangkat melihat generasi muda yang kini telah jauh dari Al-Qur’an

Mantingan – Minggu 3 januari 2020, Himpunan Mahasiswi IQT periode 2020/2021 mengadakan Webinar Nasional  dengan tema “Al-Qur’an dan Generasi Muda”. Tema ini diangkat melihat generasi muda yang kini telah jauh dari Al-Qur’an. Padahal sejatinya, Al-Qur’an merupakan solusi di setiap problematika yang dihadapi manusia. Maka dari itu, problem yang dihadapi generasi muda saat ini memerlukan justifikasi, injeksi, suplemen dan nutrisi dari Al-Qur’an sehingga generasi muda benar benar tunduk dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang luar biasa. Dari Webinar Nasional ini diharapkan agar generasi muda dapat mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam kehidupan sehari-hari agar terwujudnya masyarakat yang selalu perpegang teguh dengan ajaran Al-qur’an. Acara ini diadakan pada pukul 08.00 WIB dan bertepatkan di aula pascasarjana UNIDA Gontor Kampus Putri.

Seminar yang berdurasi 3 jam ini menghadirkan pemateri Ilham Habibbullah, M. Ag, dosen prodi IQT UNIDA Gontor yang juga merupakan kepala Pondok pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Ihsan dan juga Tsani Liziah, S.Hum, Dipl, alumni Gontor Putri Kampus 1 yang kini menjadi salah satu kandidat Master Liga Arab University Cairo, Mesir dan dibuka oleh Dr. Asif Trisnani, Lc, M.Ag selaku wakil dekan fakultas Ushuluddin.

Acara ini disambut meriah oleh para peserta seminar, terlebih terdapat beberapa mahasiswi yang berasal dari luar fakultas Ushuluddin yang juga ikut berpartisipasi dengan sangat baik. Dalam seminar ini, Ilham Habibbullah, M. Ag menyampaikan kehebatan Rasulullah dalam mendidik para shohabah hingga para shohabah menjadi orang-orang yang luar biasa. Salah satunya adalah Abdullah bin Mas’ud atau yang lebih sering dikenal dengan nama Ibnu Mas’ud, seorang shoohabah yang sangat bagus budi perkertinya untuk ditiru karena ia memiliki akhlak, karakter dan sifat yang menyamai Rasulullah. Ibnu Mas’ud dikenal dengan sebutan Sang pemegang Rahasia Rasulullah (shohibus Sirri Rasulillah), disebut demikian karena beliau merupakan salah satu shohabah yang sangat dipercaya oleh Rasulullah.

Dijelaskan bahwa Ibnu Mas’ud merupakan seorang hafidz, qori dan mufassir yang selalu menyertai Rasulullah kemana pun beliau pergi. Ia juga merupakan salah seorang yang membacakan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang paling banyak menafsirkan Al-Qur’an.

Sedangkan materi kedua diisi oleh Tsani Liziah, S.Hum, Dipl yang menyampaikan langsung via zoom dari Alexandria. Pada kesempatan kali ini, beliau menyampaikan manfaat-manfaat dan kelebihan Al-Qur’an jika al-Qur’an diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, beliau juga bercerita tentang salah satu manusia yang masuk surga sedang amalannya sama seperti orang-orang mukmin sediakala, namun terdapat satu kelebihan dalam dirinya, yaitu memaafkan semua kesalahan orang lain terhadapnya sebelum tidur dan meminta ampunan kepada Allah agar semua kesalahanya baik sengaja ataupun tidak disengaja diampuni, sehingga orang ini tidak mempunyai penyakit di hatinya. Dalam penjelasannya, beliau menekankan bahwa penyakit hati lebih dahsyat dari penyakit fisik dan penyembuhnya adalah Syifaa, yaitu Al-Qur’an.

Seminar ditutup dengan hamdalah yang menandakan lancarnya Webinar Nasional ini dengan baik tanpa ada hambatan yang tak terkendali, sesuai dengan rencana. Acara yang selesai pada pukul 12.00 WIB ini membuat panitia bersyukur sekaligus menarik nafas karena 1 kegiatan telah terlewati dan akan memulai kegiatan selanjutnya.

Seminar ini merupakan start kegiatan El-Furqon yang akan diadakan selama 5 hari , dimulai dari 3 januari hingga 8 januari, El-Furqon sendiri adalah kegiatan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswi IQT untuk seluruh warga UNIDA kampus putri, dalam kegiatan ini mahasiswi bukan hanya diharapkan untuk olahraga, namun juga olahrasa, olahdzikir, dan olahpikir. Lomba-lomba yang diadakan bermacam-macam seperti, Man Tasra’ atau perlombaan mengetik dalam bahasa arab, Mash Up Sholawat atau perlombaan Mash up / remix lagu bertajukan sholawat, Aksi Akademi Unida atau perlombaan pidato, Qur’anic Cross Campus atau perlombaan croos campus yang akan mengerjakan kuis sepanjang jalan tentang Ilmu tajwid, sambung ayat dan menyanyikan sholawat, dan tidak lupa dengan perlombaan LKTI, Essay, HTQ dan MHQ.

(Suvi Inayah, Relya Aulia/ Ed. Nindhya Ayomi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *