Plantikan HMP IQT UNIDA Gontor Periode 2019/2020

UNIDA Gontor – Himpunan Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA Gontor melaksanakan pergantian dan pelantikan HMP IQT pengurus baru periode 2019/2020, Senin (14/01). Agenda tersebut bertempat di Gedung Hall CIOS.

Adapun tujuan diadakanya pelantikan pengurus :

Adalah untuk menciptakan wadah baru bagi mahasiswa-mahasiswa prodi dalam melaksanakan kegiatan akademik maupun non-akademik, kemudian sebagai re-generasi dalam keorganisasian.

Sebelum mengadakan pelantikan, mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an danTafsir mengkaderkan beberapa kandidat calon Ketua HMP IQT (IlmuAlQur’andanTafsir). Kemudian disahkan oleh hasil musyawarah dosen-dosen prodi, khususnya atas kebijakan Kaprodi IQT Al-Ustadz Fadhli Rahman Akbar M.Us.

Calon Kandidat Ketua HMP

Maka ditetapkanlah tiga kandidat sebagai ketuanya, diantaranya adalah: 1. AldyPangestu (Bogor), 2. Aziz AnugrahanRifa’I (Madiun), dan 3. Muhammad Jarim (Palembang).

Mahasiswa dan Dosen Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir hadir dalam acaraini.Dekan dan Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin Al- Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A.M.Ls dan Al-Ustadz JarmanAr-roisi M.A., pun ikut hadir ditengah kesibukanya. Dalam kesempatan ini Wakil Dekanlah yang memberi sambutan, beliau mengatakan bahwa kedepannya mahasiswa program studiIlmu Al-Qur’an danTafsir harus meningkatkanprestasi-prestasi yang ada dalam segala bidang, karena keahlian tidak musti tergantung pada jurusan yang ditempuh seseorang. Pemaparan ini disampaikan pada sambutan beliau sebelum pelantikan pengurus baru.

Jumlah   pengurus yang dilantik berjumlah 42 orang yang terdiridari semester 2dan4. Tidak semua mahasiswa IQT hadir dalam acara ini, terkhusus semester 8 yang sedang menyusun skripsi.

Acara dimulai pada pukul 19.45 WIB dan selesai pada pukul 22.15 WIB. Setelah acara selesai kemudian mereka bekumpul untuk evaluasi.Berdasarkan pengalaman-pengalaman terdahulu banyak kekurangan dari pengurus sebelumnya.Tidak  sedikit dari kegiatan yang tidak terlaksaan atau terlaksana akan tetapi tidak sesuai dengan yang diharapkan. Untuk itu perlu adanya rapat kerja untuk membahas itu semua.

Dengan dilantiknya pengurus baru, HMP IQT UNIDA diharapkan bisa lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.Seperti apa yang dikatakan Al- Ustadz Jarman Ar-Roisi, M.A., bahwa kedepannya mahasiswa program studi Ilmu Al-Qur’an danTafsir harus meningkatkan prestasi-prestasi yang ada dalam segala bidang. Sehingga mahasiswa-mahasiswa prodi bisa dan harus siap untuk bersaing dalam ranah Nasional bahkan Internasional.

Sertifikat Akreditasi Prodi IQT Dari BAN-PT

UNIDA Gontor- Suatu kesyukuran bersama atas Akreditasi Prodi IQT UNIDA Gontor melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN–PT) yang telah mengirimkan sertifikat resmi hasil Akreditasi Prodi IQT (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir) UNIDA Gontor dan meraih nilai hasil (A) dengan No. 806/SK/BAN-PT/Akred/S/III/2018, dan ini berlaku sejak tanggal 20 Maret 2018 sampai dengan 20 Maret 2023.

Menurut Data Resmi BAN-PT

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN–PT) yang merupakan satu-satunya badan akreditasi yang memperoleh wewenang dari Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi, menunjukan bahwa jumlah perguruan tinggi negeri dan swasta berakreditasi A di Indonesia masih minim dan kurang. Dari sekitar 4.529 perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia, hanya 50 saja yang terakreditasi A. (Data Ban-PT per 3 Mei 2017)

Akreditasi sendiri menjadi tuntutan wajib dari pemerintah kepada perguruan tinggi. Tuntutan ini diatur dari UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 61. Dengan akreditasi ini, menjadi upaya pemerintah menjamin mutu suatu lembaga pendidikan oleh lembaga yang independen, disini BAN-PT. Angka akreditasi jadi bukti bahwa kegiatan pendidikan dan pengajaran sudah sesuai dengan standar jaminan mutu.

Klasifikasi program studi atau perguruan tinggi ini akan dibagi kedalam bebrapa nilai, yaitu: C, B, atau A. Dengan nilai A sebagai patokan standar jaminan mutu tertinggi, dan nilai ini akan menjadi asset penting bagi perguruan tinggi atau program studi. Selain itu nilai akreditasi bisa jadi tolak ukur kelayakan lulusan yang dihasilkan.

Jurnal Studia Quranika Terindeksasi DOAJ

UNIDA Gontor- Jurnal Studia Quranika yang dimiliki oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA Gontor telah terindeksasi DOAJ (Directory Open Access Journals).

Salah satu bentuk mengetahui ukuran kualitas jurnal adalah dengan terindeks di DOAJ. Kualitas jurnal bukan semata ditentukan oleh artikel yang dimuat, tetapi juga pengelolaannya. Indeks adalah alat, terutama digunakan online atau dalam dunia Internet, yang digunakan oleh para peneliti dan pustakawan untuk menemukan konten ilmiah. Beberapa indeks menyediakan daftar judul jurnal, beserta link dan kategorisasi subjek.

Direktori Open Access Jurnal (DOAJ) adalah salah satu dari daftar jurnal yang paling terkenal. indeks umum yang berguna untuk orang-orang yang melakukan pencarian luas untuk konten penelitian yang dicari. Indeks lain melangkah lebih jauh, dan tidak hanya mencakup daftar judul, tetapi juga memungkinkan untuk mencari artikel individu. Indeks digunakan untuk pencarian yang lebih tepat, sering didasarkan pada kata kunci atau istilah subjek. Web of Science (WOS) adalah contoh yang baik dari layanan pengindeksan utama. Hal ini penting untuk mengetahui bahwa beberapa indeks yang tersedia secara bebas di web (seperti DOAJ), dan bahwa orang lain (seperti wos) tidak, dan memerlukan biaya untuk menggunakan (atau harus diakses melalui perpustakaan setempat, yang membayar biaya untuk).

Selain itu, beberapa indeks sebagai indikator keberhasilan daripada journal yang lain, dan sebagai ukuran yang mencerminkan kualitas publikasi. Semoga pengelolaan Jurnal Studia Quranika semakin baik.

Family Gathering Prodi IQT UNIDA Gontor

UNIDA Gontor- Family Gathering Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Guna mempererat tali kekeluargaan dan meningkatkan ukhuwah islamiyah, beranjak dari sini prodi IQT Universitas Darussalam Gontor mengadakan acara Family Gathering (kumpul keluarga) pada 20 April 2018.

Family Gathering Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir
photo big family IQT

Acara Family Gathering Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir kali ini diikuti oleh Dekan fakultas Ushuluddin H.Syamsul Hadi Untung, M.A. M.Ls, Wakil Dekan Ust. Jarman Ar-Roisyi M.Ud, Kaprodi Tafsir Ust. Rochmad M.A., Pembimbing Akademik Kemahasiswaan Ust. Ali Mahfuz Munawar Lc. M.Hum, Bendahara Prodi Ust. Hikmatiar Pasya, Lc. M.A., Keilmuan dan Pengabdian Masyarakat Ust. Ilham Habibullah Lc. M.Ag, Pakar Tafsir Sains Dr. SujiatZubaidi M.Ag dan para dosen lainnya sebagai pengajar kampus.

Serta mahasiswa-mahasiswa yang meliputi semester 2 – 8, baik mahasiswa  UNIDA Siman maupun UNIDA Robithoh. yang juga diikuti oleh mahasiswi-mahasiswi Mantingan, Ngawi.

Point Penting Sambutan Kaprodi IQT

Ujar Kaprodi Tafsir dalam sambutan pertama sambil membuka acara. “Semua kegiatan mahasiswa prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta prestasi-prestasi yang kita raih patut disyukuri, bahkan para dosen yang memiliki kualitas nasional maupun internasional, layaknya mahasiswa pun agar demikian. Kita berharap, insyaallah akan mengadakan Laboratorium Tafsir sendiri, dan akan melaksanakan SA (Studi Akademik), SPL (Studi Pengayaan Lapangan) ke LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) yang ada di Bandung, Batam, dan lain-lain, agar lebih luas ilmu dan pengalaman yang kita dapatkan.”

Dilanjutkan Sambutan Dekan dan Wakil Dekan

H.Syamsul Hadi Untung M.A. M.Ls menyatakan, “UNIDA, Pondok Gontor bisa berjaya diatas semua golongan, lancar segala perkaranya, serta keberkahan yang kita rasakan itu karena berkat para mahasiswa/I dan santriwan/wati yang memiliki jiwa bersih seperti antum semuanya.” tegas beliau dengan memberi apresiasi serta support kepada para pelajar.

Selanjutnya sambutan Wakil Dekan sebagai penutup yang intinya menjelaskan beberapa urgensi peran program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UNIDA Gontor, bahwa point pentingnya adalah sebagai pengembangan Islamisasi dilingkungan kampus. Setelah beberapa pidato, kemudian Dr. Sujiat Zubaidi M.Ag. menutup acara dengan do’a.

Festival Qur’an Nasional Unida Gontor 2018

UNIDA Gontor, 24-25 Maret 2018. Markaz Al-Qur’an Unida Gontor bekerjasama dengan Fakultas Ushuluddin, Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) serta Markaz Siroh Unida Gontor berkonsolidasi menyelenggarakan Festival Qur’an nasional Unida Gontor (FQUG) 2018.

Acara ini disusun secara akseleratif dan inovatif hingga dapat melestarikan budaya hafalan dan pemahaman dalam konteks Al-Qur’an. inilah diselenggarakannya festival Qur’an nasional di Unida Gontor 2018.

Festival Qur’an Nasional Unida Gontor 2018
cabang musabaqoh hifdzil qir’an
Tujuan Acara

Tujuan dari festival ini diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Melestarikan budaya hafalan Al-Qur’an di seluruh Universitas di Indonesia,
  2. Meningkatkan pemahaman dan penghayatan isi kandungan Al-Qur’an,
  3. Meningkatkan Syrah dan Ukhuwah Islamiyah antara Perguruan Tinggi dan Pondok Pesantren di Indonesia
  4. Serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman bagi setiap mahasiswa dan santri di Indonesia.
Jenis Perlombaan

Bidang yang dilombakan dalam perlombaan diantaranya yaitu Musabaqoh Fahmil Al-Qur’an (MFQ) dan Musabaqoh Hifdzil Al-Qur’an.

احفظ الله والله يحفظك

Jagalah Allah Maka Allah akan menjaga mu…

Partisipasi peserta

Peserta yang mengikuti festival ialah datang dari berbagai Universitas dan Pondok Pesantren di Indonesia yang berasal dari Jawa Timur sampai Jawa Barat. Adapun total peserta musabaqoh tahfiz Qur’an 102 regu dan 48 peserta untuk peserta fahmil Qur’an.

Dengan demikian diakhir sesi keluarlah hasil sebagai pemenang untuk fahmil Qur’an adalah Rofidah Auliatul Rohmah dan Nailul Muna utusan dari Unida Gontor Putri Kampus Mantingan, sedangkan untuk tahfidz Qur’an diraih oleh Ayu Fajar Lestari dari lembaga Panti Asuhan Tuna Netra Aisyah Ponorogo.

Seminar Nasional Living Qur’an

Pada hari Ahad (18/03/2018). Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor, mengadakan seminar nasional tentang Living Qur’an dan Menggali Potensi Pemuda Dalam Peradaban Islam.

Dalam kesempatan seminar nasional living Qur’an ini yang akan disampaikan oleh Prof. DR. Hamdhani Anwar, M.Ag guru besar Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Jakarta (PTIQ).

Point penting sambutan

Prof Hamdhani Anwar menyampaikan bahwa Indonesia terdiri dari masyarakat yang majemuk dalam budaya, bahasa dan agama. Dalam hal ini menjadikan Indonesia rentan dengan berbagai konflik. Pemahaman agama yang benar akan membuat masyarakat Indonesia hidup berdampingan secara harmonis, sebagai makhluk-makhluk Tuhan.

Sayangnya, agama yang sejatinya merupakan petunjuk bagi manusia untuk menjalankan kehidupan yang berkualitas, seringkali dipahami hanya dalam bentuk simbol-simbol dan ritual belaka. Tidak heran bila kemudian nilai-nilai agama tidak muncul di masyarakat. Agama kadang dijadikan kambing hitam dalam konflik-konflik horizontal di masyarakat.

Beliau juga menyampaikan bahwa Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan, namun termasuk juga kandungan nilai-nilainya. Tidak sebatas mampu membaca al-Qur’an atau mengetahui kandungannya, namun juga  mengaplikasikannya dalam keseharian “Qur’an in Everyday Life” dari sinilah Living Qur’an penting untuk dikaji.

Prof Hamdani juga memaparkan bahwa perjuangan pemuda muslim dapat ditunjukkan melalui berbagai macam cara. Sebagai muslim tentunya cara yang digunakan tidaklah sembarangan, namun harus tetap dalam koridor syari’at Islam. Kembali kita menengok pada sejarah kebangkitan Islam diraih oleh tangan-tangan para pemuda yang aktif berkontribusi untuk mendedikasikan hidupnya demi Islam. Ketekukan mereka dalam menuntut ilmu selalu mendorongnya untuk menyebar luaskan ilmunya kepada umat.

Salah satu cara yang dilakukan oleh para pemuda muslim dalam membangkitkan umat adalah melalui literatur. Islam mewajibkan sorang muslim harus produktif. Seperti hadits Rasulullah SAW “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat diantara manusia yang lainnya.”

Akreditasi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA Gontor

Fakultas Ushuluddin Unida Gontor mengadakan Visitasi Akreditasi untuk Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) pada Jum’at (16/3/2018) di Hall Senat Lantai II Unida Gontor.
Dalam akreditasi kali ini Tim Asesor BAN-PT Yusuf Rahman, M.A., Ph.D (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Prof. Dr. Arifuddin Ahmad, M.Ag (UIN Alaudin Makassar). Dihadiri juga para Civitas Akademika Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor.
Terdapat tujuh aspek penilaian peringkat akreditasi institusi, di antaranya: yaitu (1) Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran serta Strategi Pencapaian, (2) Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu, (3) Mahasiswa dan Lulusan (4) Sumber Daya Manusia, (5) Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik, (6) Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, Serta Sistem Informasi, dan (7) Penelitian, Pelayanan/Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama.
Site visit Asesor BAN-PT menghadirkan Ketua Biro Universitas Darussalam Gontor serta unsur pimpinan Fakultas, Prodi dan tenaga kependidikan yang diharapkan mempunyai pemahaman yang komprehensif atas pengelolaan Program Studi dan menghasilkan borang dengan kualitas yang maksimal.
Penilaian penting serta evaluasi oleh Asesor BAN-PT terhadap Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Unida Gontor adalah penyesuaian visi-misi Prodi harus realistis; “unggul dan terkemuka menyangkut spesifikasinya bagaimana dan kekhasannya seperti apa? Selain itu harus ada kebijakan terkait kualitas Prodi itu tergantung Diktis dengan mengembalikan dosen sesuai keahlian. Selain itu juga peminat di Prodi sangat tinggi diharapkan input lebih baik.” terang Arifuddin Ahmad
“Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk mewujudkan visi-misi Prodi harus menyesuaikan Pedoman, karena Penelitian dan Pengabdian yang kita ketahui adalah program pesanan. Selain itu diupayakan Penelitian dan Pengabdian dosen dibuatkan Surat Tugas/SK. Semoga hasil akreditasi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Unida Gontor mendapatkan hasil yang terbaik.

Kunjungan Yayasan Wadun Mubarok Bogor ke Prodi IQT UNIDA Gontor

Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Darussalam Gontor sangat antusias dalam menerima kunjungan dari manapun untuk menambah jalinan atau relasi keilmuan.

Kunjungan Yayasan Wadun Mubarok Bogor ke Prodi IQT UNIDA Gontor

Pada Jum’at 21 Oktober 2016 para asatidz dari Yayasan Wadun Mubarok Bogor Jawa Barat berkunjung ke Universitas Darussalam Gontor guna berdiskusi tentang Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Wadun Mubarok merupakan yayasan yang fokus dalam dunia pendidikan Al-Qur’an, sehingga terjadilah banyak pertukaran pemikiran dan info penting terkait pengembangan pembelajaran Al-Qur’an.

Tentu semua pihak berharap hubungan baik ini akan terus berlanjut sehingga melahirkan sebuah hasil yang nyata dari kedua belah pihak.

Al-Qur’an Dengan Sahabat Rasulullah : Abdullah Ibn Mas’ud

Al-Qur’an Dengan Sahabat Rasulullah

Abdullah Ibn Mas’ud merupakan sahabat Rasulullah yang akan dibahas dalam kajian kali ini, karena beliau merupakan sahabat yang terkenal dekat dengan Al-Qur’an. Sesuai dengan tema yang akan kita kaji pada sore hari ini.

Dengan demikian Ustadz Ilham Habibullah, M.Ag melalui kajian FASSIR beriktiar menanggulangi kekosongan figure islam dengan menyampaikan sosok sahabat Nabi, Abdullah Ibn Mas’ud. Nama beliau ialah Abdullah Ibn Mas’ud bin Ghafil bin Habib. Beliau masuk Islam karena kekagumannya dengan figure Rasulullah, Khadijah, dan paman Nabi Muhammad.

“Abdullah Ibnu Mas’ud hafal Al-Qur’an beserta asbabun nuzulnya, beliau juga menjadi qira’ah para sahabat, dan belaiu termasuk empat sahabat yang paling tau Al-Qur’an, beliau mnejadi duta tafsir ke Iraq dan orang yang paling tau Al-Qur’an setelah Ibnu Abbas, Ibnu mas’ud juga merupakan sosok guru dari Abu Al aswad Ad du’aily, sang pencetus ilmu nahwu.” Kata ustadz ilham dalam kajiannya.

Beliau menuturkan sebenarnya banyak sahabat Rasulullah yang dekat dengan Al-Qur’an. Akan tetapi sosok Abdullah bin Mas’ud ini memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh sahabat lainnya.

Islam zaman ini mengalami krisis figur, sehingga banyak pandangan yang menyeleweng dari cara pandang islam. Sebagaimana praktik sunnah dipandang ekstrim, bahkan sahabat Nabi direlatifkan. Susah kalo harus hidup tanpa figur, banyak anak yang besar tanpa ayah.

Al-Qur’an Sebagai Pusat Islamisasi Ilmu

 “Al-Qur’an Sebagai Pusat Islamisasi Ilmu”

Ide islamisasi ilmu lahir dikarenakan adanya perbedaan cara pandang (worldview) yang menjadi dasar keilmuan. Setiap orang   pasti memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menyikapi berbagai keilmuan. Sehingga, cara pandang tersebut memiliki pengaruh krusial dalam mencetuskan suatu konsep ilmu.

Dalam kajiannya, Ustadz Shohibul Mujtaba’ memaparkan, bahwa ideologi dan kultur merupakan bagian dari pembentuk worldview seseorang. melalui worldview, mengantarkan manusia pada pemaknaan segala sesuatu yang ada di alam semesta, termasuk bagi ilmu pengetahuan. Jika keyakinannya mengajarkan kebaikan, maka akan muncul sebuah cara pandang yang baik. Maka, inilah letak perbedaan dari sesebuah worldview.

“sumber keilmuan islam adalah khobar shodiq yang melalui dari dua sumber otentik, yaitu Al-Qur’an dan sunnah yang berbanding terbalik dengan keilmuan barat yang hanya menggunakan pengalaman empiris saja”. jelas beliau pada kajian sore hari di Masjid.(25/09)

Seraya berkata demikian, beliau menjelaskan makna islamisasi menurut Syeikh Muhammad Naquib al-Attas yaitu membebaskan manusia yang berawal dari tradisi magis, mitologi, animistis, kultur nasional yang bertentangan dengan islam, kemudian dari belenggu paham sekuler atas pikiran dan bahasanya.

Dan dapat disimpulkan bahwa umat muslim sekarang sedang berhadapan dengan peradaban barat yang sedang mendominasi dunia pada saat ini. Hegemoni barat saat ini juga telah menyebar luas, khususnya melalui IPTEK, dan mereka tidak mempercayai dan tidak mengakui akan adanya wahyu sebagai sumber utama segala keilmuan. Dan ini sangat berbeda dengan sumber keilmuan islam yang telah di sebutkan dan mutlak kebenaran sumbernya.