SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP MUSIBAH YANG MENIMPA

Sebagai seorang muslim yang beriman, kita meyakini akan konsep takdir yang termasuk dalam Rukun Iman yang 6. Dimana maksud dari beriman kepada takdir adalah mengimani bahwa segala yang kita alami merupakan bagian dari takdir yang sudah Allah SWT. Tentukan kepada hambanya, baik itu berupa nikmat ataupun musibah yang diterima. Takdir tersebut disebut sebagai Qada’ dan Qadar. Qada’ adalah takdir yang masih bisa kita rubah berdasarkan apa yang kita pilih dalam kehidupan kita, apakah kata hidup dengan berbuat baik, ataukah kita hidup dengan berbuat buruk. Segala Qada’ yang kita dapat merupakan hasil dari apa yang talah kita lakukan. Adapun Qadar adalah takdir yang sudah Allah tentukan kepada kita dan tidak bis akita rubah. Seperti halnya kita yang dilahirkan sebagai laki-laki ataupun perempuan, atau kita terlahir dari keluarga yang kaya atau miskin.

                Lalu bagaimanakah sikap kita sebagai seorang muslim dalam menghadapi musibah yang kita dapat dalam kehidupan kita sehari-hari? Terkhusus apabila musibah tersebut berupa bencana alam yang sekarang sedang banyak terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Sebagai bentuk keimanan dan juga ketakwaan kita sebagai seorang muslim, terkhusus dalam meyakini konsep tentukan dan tetapkan kepada setiap hambanya. Maka hendaknya kita :

  1. Meyakini bahwa setiap musibah yang kita terima adalah bentuk penghapusan dari dosa-dosa yang telah kita kerjakan di masa lalu.
  2. Meyakini bahwa musibah yang kita alami sekarang suatu saat akan Allah balas dengan kenikmatan yang berlipat ganda.
  3. Menyakini bahwa tujuan Allah memberikan musibah kepada hambaNya adalah karena Allah tahu bahwa hambanya tersebut pasti mampu melewati cobaan tersebut.
  4. Meyakini bahwa musibah yang Allah berikan adalah sebuah ujian yang akan membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
  5. Meyakini bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terdapat hikmah di dalamnya.

Dari sikap sikap yang sudah disebutkan tadi, dapat kita simpulkan bahwa semua yang Allah berikan kepada hambanya semata-mata bertujuan bahwa Allah ingin hamba-Nya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Maka hendaknya kita menyikapi berbagai cobaan yang kita dapat dengan sikap berlapang dada dan niatan baru untuk menyambut hari esok dengan kualitas keimanan dana ketaqwaan yang lebih baik lagi. Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam kitab suci-Nya :

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengeluarkan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Q.S. At-Thalaq : 2-3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *