Sihir Dalam Al-Qur’an (2/102)

iqt.unida.gontor.ac.id Sahabat-Sahabat Ushuluddin semuanya, apa kabar? Semoga sehat dan selalu berada dalam naungan Sang Pencipta. Apakah anda tahu apa itu Black Magic (Sihir Hitam) yang terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 102. Di sini akan sedikit dijelaskan apakah maksud dari Black Magic (Sihir Hitam) dalam ayat tersebut?

Tafsir Al-Misbah

Dalam tafsir al-Mishbah di jelaskan bahwa kerajaan Bani Isra’il terbagi dua setelah wafatnya Nabi Suliman as. Yang pertama adalah kerajaan putra nabi Sulaiman bernama Rahbi’am dengan ibu kotanya Yerussalem. Kerajaan ini tidak diikuti siapapun kecuali cucu Yahudza dan cucu Benyamin. Yang kedua dipimpin oleh Yurbi’am putra Banath salah seorang anak buah Nabi Suliman yang gagah dan berani serta dikasih oleh beliau kekusaan yang berpusat diSamirah. Ia digelari dengan raja Isra’il. Tetapi masyarakatnya sangat bejat dan mengaburkan ajaran agama.

Kemudian terjadilah permusuhan di antara dua kerajaan tersebut. Putra Nabi Sulaiman tentunya membanggakan dirinya sebagai anak nabi, yang memiliki nama sangat harum di masyarakat. Sedangkan musuh-musuhnya berusaha memperkecil keutamaannya dengan menyebarkan isu-isu negatif atau kebohongan ajaran nabi Sulaiman. Contohnya mereka mengatakan bahwa Nabi Sulaiman telah kafir, dan kekuasaannya yang begitu besar adalah karena sihir.

Mereka itulah yang di maksud dalam ayat ini yang menyatakan bahwa “Dan mereka mengikuti apa yang di baca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman, yakni Kitab Allah mereka tinggalkan,lalu mereka membaca kitab setan”. Orang-orang Yahudi mengikuti apa yakni sihir yang diturunkan kepada dua malaikat yang merupakan hamba-hamba Allah yang tercipta dari cahaya dan hanya dapat taat kepada nya, atau dua manusia yang saleh bagaikan malaikat. Mereka berdua berada di daerah Babil yaitu harut dan Marut. Harut dan Marut memang mengajarkan mengajarkan sihir, tetapi berbeda dengan setan dan juga kaum Yahudi yang mengikuti setan. Keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seorang pun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu sebab itu jangan lah kamu kafir ”.

Kedua malaikat tersebut selalu menasihati bagi siapapun yang mempelajari sihir itu dari mereka, karena sensungguh nya apa yang mereka ajarkan itu adalah cobaan. Cobaan itu bertujuan untuk membedakan yang taatan yang durhaka, serta membuktikan perbedaan antara sihir dan mukjizat. Demikian lah nasihat Harut dan Marut, tetapi sebagian dari mereka yang mempelajari nya mereka membangkang dan enggan mengikuti nasihat. Mereka menggunaan sihir tersebut untuk menceraikan seseorang dengan pasangan nya (suami istri).

Pendapat Ulama

Ulama berpendapat mengenai definisi sihir, ada yang berpendapat bahwa sihir adalah pengetahuan yang dengan nya seseorang memiliki kemampuan kejiwaan yang dapat melahirkan hal-hal aneh dan sebab-sebab tersembunyi. Ulama menilai bahwa sihir sebagai alat setan untuk memperdaya manusia. Dengan demikian kita telah mengetahui pendapat ulama mengenai sihir, yang pada inti nya dengan sihir mereka memperdaya manusia, dan inilah yang di maksud dengan Black Magic yaitu sihir. Dan jangan lupa setan hanya memperdaya manusia dengan hal-hal yang jelek, tetapi setan dapat memperindah sesuatu yang buruk dengan tipu muslihat nya.  

Allah swt berfirman : “ Tidak akan beruntung tukang sihir itu, dari mana saja ia datang ” ( QS. At-Thaha : 69 ).

Dari ayat ini juga diketahui bagaimana sikap kaum yahudi terhadap Nabi Sulaiman, kepada Nabi Sulaiman saja mereka membangkang, apalagi kepada Rasulullah saw.Untuk itu kita semuanya jangan lah mendekati perbuatan tercela tersebut,tidak hanya di dalam al-quran, dalam hadis Rasulullah juga di jelaskan bahwa sihir salah satu dari kabair (dosa besar). 

Yang telah dipaparkan ini adalah salah satu al-hadisah al-ghobiroh, yaitu peristiwa yang terjadi pada nabi-nabi terdahulu. Masih banyak peristiwa-peristiwa dalam al-qur’an yang belum di ketahui, untuk itu marilah sahabat-sahabat Ushuluddin semuanya mentadaburi ayat-ayatnya, dan semoga kita semuanya selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin Wallahu A’lam Bissawab. (Pen.Rowiyah/Ed.Husein)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *