Pengertian Qira’at, Riwayah, Thariq, dan Wajh

Iqt.Unida.Gontor.ac.id Al-Qur’an berperan sebagai kitab umat Islam sepanjang zaman, menjadi pedoman bagi kehidupan, juga pusat dari sumber keilmuan. Kemudian as-sunnah sebagai penjelasan dari al-Qur’an. Dalam mengarungi beratnya kehidupan dengan tantangan zaman, kedua sumber ini kaya akan solusi dari segala masalah kehidupan manusia, di dalamnya terdapat perintah dan larangan, juga ilmu yang berlimpah lainnya. Salah satu ilmu dalam Al-Qur’an yang harus kita ketahui adalah Ilmu Qira’at. Oleh karenanya penulis akan mengajak para pembaca yang budiman mengenal pengertian tentang Qira’at, Riwayah, Thariq, dan Wajh

Pengertian Qira’at, Riwayah, Thariq, dan Wajh
Mengenal Definisi Qira’at

Ilmu Qira’at adalah Suatu ilmu untuk mengetahui kesepakatan serta perbedaan para ahli qira’at tentang cara pengucapan lafaz-lafaz dari Al-Qur’an, baik yang menyangkut aspek kebahasan, I’rab, hafz, isbat, fashl, washl, ibdal, yang diperoleh dengan cara periwayatan. Menurut Abd al-Fattah al-Qadi dalam al-Budur al-Zahirah Ilmu Qira’at adalah

“Ilmu yang berbicara tentang tata cara pengucapan kata-kata dalam Al-Qur’an dan metode penyampaiannya, baik disepakati ataupun yang ikhtilaf dengan cara menyandarkan setiap qira’at atau bacaannya kepada salah seorang perawinya”.

Eksistensi ilmu Qira’at sangatlah penting, karena sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa qira’at ini bukanlah ijtihadi para sahabat atau tabi’in akan tetapi tauqifi yang langsung diberikan Allah kepada Rasul-Nya dan disandarkan pada sistem sanad. Didalam ilmu Qira’at terdapat pengertian-pengertian yang harus kita pahami, diantaranya; Pengertian tentang Qira’at, Riwayah, Thariq, dan Wajh

Pengertian Qira’at, Riwayah, Thariq, dan Wajh

Qira’at secara behasa berarti bacaan. Maksud dari istilah ini adalah setiap bacaan yang disandarkan kepada salah seorang Qari’ (Ulama ahli bacaan Al-Qur’an) tertentu. Maka, kita akan mendengan istilah Qira’at Ashim, Qira’at Nafi’, Qira’at Ibnu Katsir, dan lainnya. Mereka adalah para imam yang menjadi sumber qira’at tertentu.

Riwayah adalah sesuatu yang disandarkan kepada perawi atau orang yang mengutip qira’at secara langsung dari Imam Qira’at tertentu. Para Imam Qira’at memiliki murid-murid yang melalui ilmu qira’at tersebar luas. Misalnya riwayah Warasy dari Nafi’, Riwayah Hafsh dari ‘Ashim, riwayah Ibnu Wardan dari Abu Ja’far.

Thariq secara bahasa berarti jalur, jalan. Maksudnya adalah rangkaina sanad (yakni para perawi) yang berakhir pada seorang perawi dari Imam Qira’at atau guru (Syaikh) bacaan Al-Qur’an tertentu. Istilah ini dipergunakan untuk menunjuk apa yang diriwayatkan oleh seorang Qari’ dari generasi lebih akhir (yakni, yang hidup sesudah Rawi pertama dari Qari’ tertentu). Misalnya Tharhq atau jalur al-Azraq dari Warasy, thariq Abu Rabi’ah dari al-Bazzy, thariq ‘Ubaid Ibnu ash-Shabbah dari Hafsh.

Tiga istilah diatas disebut juga dengan khilaf wajib, dengan kata lain seseorang yang membaca al-Qur’an dengan riwayat tertentu harus mengikuti kaeda-kaedah yang berlaku dalam Qira’at, riwayah thariq tersebut.

Sedangkan Wajh secara bebas dapat dimaknai versi atau ragam, yaitu semua bentuk perbedaan atau khilafnya yang diriwayatkan dari Qari’ tertentu, lalu dalam kasus ini seseorang dipersilahkan untuk memilih mana yang akan dibacanya, karena semuanya shahih dari Qira’ tersebut. Namun disandarkan oleh Ibnul Jazari agar kita memilih satu versi saja dalam satu kali pengkhataman.

Yang terakhir ini disebut juga dengan Khilaf Jaiz yaitu perbedaan para qurra dalam memilih bentuk bacaan, seperti bacaan istia’dzah, bacaan basmalah antara dua surah, memilih untuk berhenti secara sukun, roum atau isymama, memilih bacaan dengan kadar panjang ishba’ (panjang) 6 harakat, tawassut (pertengahan) 4 harakat atau qashar (pendek) 2 harakat dalam mad’aridh lissukun.

(Pen.Haila Fardyatullail IQT/7 Mantingan. Ed.Husein)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *