PANGGUNG GEMBIRA 695 GONTOR KAMPUS 2

KAMPUNG DAMAI-Panggung Gembira 695 sukses digelar pada kamis malam(17/12). Acar ini menjadi puncak dari rentetan kegiatan pekan perkenalan Khutbatu-l-‘arsy. Kesuksesan acara ini menyusul kesuksesan pagelaran seni sebelumnya, Drama Arena yang dipanitiai siswa kelas 5 KMI. Keberhasilan pangguang gembira ini tak lepas dari cuaca cerah sepanjang penyelenggaran. Walaupun sempat turun hujan pada kamis pagi, tapi berkat doa seluruh pihak, cuaca sangat bersahabat pada malam tadi.
Penampilan hadroh menjadi pembuka rentetan penampilan, dimana seluruh pesertanya merupakan siswa kelas dua. Pembawa acara lantas menjelaskan isi dan tujuan pagelaran seni ini dengan tiga Bahasa rapi dan apik. Setelah pembacaan ayat suci al-qur’an, Al-Ustadz Hudaya memberi sambutannya. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa semua pihak memiliki andil besar dalam penyuksesan panggung kali ini. Bapak pimpinan pondok K.H Akrim Mariyat lantas memberi sambutan singkat yang disusul dengan pembukaan acara secara resmi “tak berbeda jauh dari DA, acara ini mengandung unsur pendidikan dan sama sama menumbuhkan ukhuwah Islamiyah”.
Grand opening berlangsung atraktif, bermula dari penampilan perbeda disusul dengan taruan yang diiukuti seluruh peserta acara membuat panggung terkesan warna warni. Paduan suara dan puisi berisi nasehat para pendahulu agar selalu taat akan perintah allah membuat diri semakin bersyukur ditempatkan di kampung damai ditengah keadaan dunia yang tak jelas arahnya.
Drama kolosal juga menmpilkan acting terbaik, mengisahkan sultan agung tirtayasa yang berjuang keras untuk merebut Batavia, perjuangannya emang belum mebuahkan hasil, tapi kemudian beliau memerintahkan seluruh adipatinya untuk mengajarkan generasi penerus di kerajaan mataram, ia tak ingin generasi setelnya dibodoh bodohi para penjajah.
Tarian daerah lantas unjuk kebolehan, tari aceh tampil dengan ciri khasnya, kekompakan dalam gerakan tangan yang tak kalah apik dari pentas drama arena. Tari Sumatra, reog,jaranan bali dan malulo menyusul setelahnya. Semuanya menari dengan lentur dan penuh kegembiraan. Untuk campursari, ada inovasi baru tahun ini. Dimana penampilan wayang yang sering dianggap membosankan dikemas rapi dengan laju jawa setelahnya. Lagu los dol yang dibawakan Al-Akh Raka Al-Akh Rizal, rafa dan fathir sukses menghibur hadirin dan mengubah pola piker mereka terhadap acara wayang.

ISTANA MEGAH DI TENGAH SINTESA

Acara kemudian berlanjut dengan penampi;an dangdut, kali ini Al-Ustadz Hudaya unjuk gigi dalam membawakn lagu Rhoma Irama.”lagu kehilangan dan malapetaka sengaja saya bawakan mengingat jasa orang yang mendahului kita, sekalgus tanggapan atas apa yang terjadi di luar sana”. Vicky Irama, salah satu anak Rhoma Irama mengapresiasi Al-Ustadz hudaya yang seri membawakan lagu ayahnya. “terimakasih ustadz karena sudah sering melantunkan lagu dari sonata” ujar anak raja dangdut tersebut pada vidio yang dipertayangkan langsung dipertengahan acara.
Tak sampai disitu saja, beberapa tarian modern juga tampil pada acara yang dipanitiai kelas enam sendiri. Dan tak terpaku pada tarian tarian, pagelaran seni malam tadi juga mementaskan virtuous band dengan lagu monokrom ditambah lagi aksi acrobat yang hebat serta drama cabaret yang menghibur dan mendidik sukses mengisi bagian akhir acara. Al-Alh Nasrohan Pulungan memerankan sosok marco dengan baik.
Ost panggung gembirapun menutup seluruh rangkaian acara. Setelah itu mereka duduk rapi di panggujng sambil mendengarkan evaluasi dan penilaian langsung dari bapak wakil pengasuh. Beliau berkata bahwasanya malam tadi merupakan malam yang spektakuler, dimana cuaca bersahabat, penampilan semuanya berjalan meriah dan semua ini tak akan terwujud tanpa adanya kerjasama seluruh pihak. “untuk panggung yang megah ini,dan penampilan yang spektakuler, saya beri predikat excellent mumtaz, nilanya 9.85” ujar beliau.untuk konsep panggung beliau mengapresiaisi lebih karena berhasil membuat panggung yang luas tapi tidak kosong begitu juga dengan hiasan hiasan yang sarat akan kesan walimatul-‘ursy. Begitu juga dengan tatanan taman yang enak dipandang. “untuk taman kali ini melebihi DA kemarin” ucap beliau pada sesi penilaian.
Spirit qiyam islamiya,memperkokoh identitas gontory,mewujudkan khoiru ummah menjadi motto panggung gembira kali ini. Tak pelak lagi bahwasnya virtuous generation menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam setiap perbuatan.
Predikat mumtaz yang diberikan tak didapatkan dengan mudah semua itu dimulai pada bulan ramdhan saat pemilihan ketua acara panggung gembira yang sepakat menunjuk al-akh choirunnas, al akh astono dan al-akh aflah sebgai ketua. Ketiganya lantas membentuk kepanitiaan, mengonsep panggung dan acara hingga akhirnya dapat memukau seluruh penonton .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *