Kajian FASSIR tentang tata cara mengurus jenazah

FASSIR (3/4) – Aula pertemuan gedung Shiroh Nabawiyyah kembali ramai dengan kajian Fassir mahasiswa tafsir. Kali ini yang baru dari kajian adalah bukan berkutat seputar tafsir akan tetapi lebih kepada cara atau tindakan untuk mengurus jenazah. Dari sini dapat disimpulkan bahwa Mahasiswa Tafsir bukan hanya mampu menafsirkan akan tetapi harus juga bisa berguna di masyarakat dalam hal ini mengurus jenazah.

Kajian FASSIR tentang tata cara mengurus jenazah
Kajian FASSIR tentang tata cara mengurus jenazah

Kajian fassir kali ini diisi oleh Al-Ustadz Dr. Muhammad Ghozali M.A beliau adalah Wakil Dekan Fakultas Syariah. Untuk malam hari ini lebih dari 50 Mahasiswa mengikuti kajian. Bukan hanya dari prodi Tafsir dari Mahasiswa Fakultas Syariah pun sangat banyak.

Acara dijadikan dua sesi yang pertama adalah teori kemudian praktek tata cara memandikan jenazah dan mengkafani jenazah. Dari sini kita melihat bahwa masih banyak hal yang belum kita tahu perihal pengurusan jenazah. Dan masih perlu banyak diketahui lagi dan dikaji lagi.

Serunya belajar Tafsir dengan para Masyayikh di Pondok Pesantren IsyKarima

Serunya belajar Tafsir di Isykarima membawa angin segar bagi mahasiswa prodi IQT. Tidak hanya berbeda dengan kajian tafsir di kampus UNIDA Gontor, karena mahasiswa dari semester 4 dan 6 berkolaborasi untuk mengadakan pembelajaran diluar kampus agar mendapatkan atsmosfer baru seputar pelajaran Tafsir di luar kampus.

Kamis siang diteras hijau masjid Jami’ UNIDA Gontor seluruh Mahasiswa semester 4 dan 6 berkumpul untuk mengawali agenda akhir tahun ini. Pelepasan secara resmi oleh Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin Al-Ustadz Dr. Jarman Arroisi M.A. beliau (Ustadz Jarman) memberikan beberapa Nasehat agar mahasiswa dan dosen pembimbing tidak menganggap hal ini sebagai liburan atau refreshing keluar, melainkan sebagai bentuk memperoleh ilmu maka dari itu niat yang jelek tidak usah dibawa. Perbarui niat untuk mendapatkan Ilmu yang baik disana diambil dan dipraktekan di Universitas.

Setelah mendengar beberapa arahan dari bapak Wakil dekan kemudian dilanjutkan dengan arahan oleh panitia acara. Setelah itu perjalanan menuju pondok pesantren Isy Karima terletak didaerah Karang Anyar. Pondok ini merupakan pondok Tahfidz dimana salah satu dosen dari prodi Tafsir pernah belajar disana. Yaitu Al-Ustadz Ilham Habibullah M.Ud. perjalanan menuju pondok pesantren Isy Karima sekitar 4 jam, karena kami tepat sampai di Masjid Pondok saat melaksanakan Sholat Maghrib.

Setelah selesai melaksanakan Sholat Maghrib berjamaah, kami menuju ketempat penginapan ada dua tempat penginapan. Sepanjang perjalanan udaranya sangat sejuk dan masyarakat sekitarpun baik dan terkesan sangat ramah. yang tentu akan menambah serunya belajar tafsir di sana.

Setelah beristirahat sejenak kemudian kami melaksanakan sholat berjamaan di tempat perkumpulan, setelah itu sebelum dimulainya sesi pertama kamidisambut oleh wakil pimpinan pondok Isy Karima beliau menyambut kami dengan sangat baik, beliau mengucapkan ahlan wa sahlan dan harapan beliau hal seperti ini bisa berlanjut dan antara UNIDA khususnya prodi IQT dengan pondok Isy Karima bisa terus menjalin silaturrahmi.

Belajar Tafsir dengan Syeh Muammar

Sesi pertama diisi oleh Syeh Muammar dari Yaman. Beliau menerangkan tentang surat Al-Fatihah dari manfaat dan tafsir serta beberapa hal mengenai surat Al-Fatihah yang beliau terangkan selama satu setengah jam. Kemudian sesi kedua setelah sholat Subuh diisi oleh syeh  As-Shobahi, beliau mengisi tentang pergerakan pemuda dan perkembangan Islam pada era modern.

Serunya belajar Tafsir dengan para Masyayikh di Pondok Pesantren IsyKarima
Serunya belajar Tafsir dengan para Masyayikh di Pondok Pesantren IsyKarima

Kami pun diajak berkeliling pondok melihat beberapa peternakan kuda dan panahan yang menjadi aktifitas para santri di pondok Isy Karima yaitu memanah dan berkuda. Acara ditutup setelah sholat jumat. Dan kami diharuskan untuk kembali ke kampus tercinta Universitas Darussalam Gontor.

Ruqyah, menjadikan pribadi yang tabah! Inilah tekhniknya

UNIDA Putri – Ruqyah, menjadikan pribadi yang tabah! Inilah tekhniknya

Faktanya ruqyah tidak hanya untuk orang yang kesurupan saja. Terbukti, Apabila anda akhir-akhir ini sering Mimpi, mimpi bertemu dengan orang yang sudah meninggal, ketindihan disaat tidur, atau bahkan mengingau, hal ini menandakan anda mengalami gangguan psikis.

Maka sebaiknya anda segera melakukan ruqyah. Inilah yang disebut ruqyah nasihah atau kejiwaan.
Apakah ruqyah nasihah harus dilakukan oleh orang ahli saja?. Ternyata tidak, harus kita ketahui, bahwasannya kita dapat meruqyah diri kita sendiri tanpa bantuan orang lain.

Al- Qur’an adalah As-Syifa. Allah menurunkan Al-Qu’an dari surat Al-Fatihah sampai surat An-Nas yang didalamnya adalah syifa wa rahmah untuk para hambanya di bumi.
Bagaimanakah agar Al-Qur’an dapat mengefek untuk penyakit fisik bahkan psikis?
Pertama adalah niat bahwa kesehatan datangnya dari Allah, kedua sengaja dalam membacakan ayat-ayat Al-Qur’an dan tidak membacakannya dalam hati, ketiga kita sadar dan paham akan tekhnik ruqyah, keempat dekatkan diri kepada Sang Maha Kuasa yang akan menjadi benteng kita dari kejahatan.
Tekhnik ruqyah bermacam-macam, yaitu dengan cara ditiup, ditunjuk, ditepuk, dipukul dan dipegang ubun-ubunya. Apabila anda ingin merukiyah diri sendiri, maka gunakanlah tekhnik memegang ubun-ubun.
Hal ini dibahas Pada hari Rabu, 13 Maret 2019 – Dewan Mahasiswa Gontor Putri Kampus 2, mengadakan acara seminar dengan Tema Keajaiban Terapi Al-Qur’an untuk penyembuhan penyakit fisik dan psikis oleh Ust. Sumito Anas S.Ag, seorang yang ahli dalam pengobatan rukiyah.
Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswi Gontor Putri Kampus 2, Mantingan. Para peserta sangat antusias dalam mengikuti acara ini, bahkan didalamnya mereka praktek secara langsung untuk meruqyah diri sendiri, agar menjadi pribadi yang optimis,kuat dan tabah dalam menghadapi cobaan dari-Nya.

Percaya bahwa Allah Maha Pengasih lagi Maha penyayang, yang tidak akan memberi cobaan kepada hambanya kecuali sesuai dengan kemampunnya. Semoga kita selalu dalam perlindungannya, amin.

Mahasiswa Tafsir IQT UNIDA sebagai Founder UKM Thibbun Nabawi

Namanya Faishal Hibban dan Zayyan Aji mereka berdua adalah beberapa Founder UKM Thibbun Nabawi di Universitas Darussalam Gontor dari tujuh mahasiswa mereka berdua tergolong mahasiswa junior di semester 2. UKM Thibbun Nabawi ini adalah salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa yang berjalan dalam pengobatan yang diajarkan Rasullullah SAW berupa Hijamah atau Bekam. Didirikan pada tanggal 7 April 2018.

UKM inipun resmi disahkan oleh Wakil Rektor Al-Ustadz Dr. Setiawan Bin Lahuri M.A saat menggelar acara Bekam massal yang dihadiri oleh 120 peserta dari dalam dan dari luar kampus yang disebut acara Bakti Sosial Persatuan Bekam Indonesia (PBI).

Sejak didirikannya sampai sekarang UKM ini tergolong menjadi UKM ynag sangat aktif dalam kegiatan dan kerjasamanya. Tingkat kualitas pengembangannyapun begitu pesat. Menurut Faishal Hibban selaku Founder menjelaskan bahwa “UKM ini sudah melakukan kerjasama dengan Asosiasi Bekam Indonesia cabang Ponorogo. Dengan itu kita bisa mengadakan even diantaranya praktek bekam didalam kampus dan acara bakti sosial diluar kampus”.

Mahasiswa Tafsir IQT UNIDA sebagai Founder UKM Thibbun Nabawi

Sebagai Founder UKM Thibbun Nabawi, menurut mahasiswa kelahiran yogyakarta tersebut mahasiswa sangat antusias mengikuti UKM ini apalagi mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir terhitung diantara prodi lain anggota UKM banyak sekali dari prodi Tafsir ini.

Hibban menambahkan kedepannya ia akan membuat acara khusus untuk mahasiswa tafsir untuk menjelaskan dan memperdalam mengenai Bekam dan akan bekerjasama dalam pengembangan keilmuan. Antara manfaat bekam didalam Al-Quran atau tata cara pengobatan lain didalam Al-Quran. Karena Al-Quran merupakan sebaik baiknya obat dimuka bumi ini.  

Kajian FASSIR Menemukan Pola Sains dan Al-Qur’an

FASSIR – Gedung Shiroh  Nabawiyyah (25/3) Al-Ustadz Faqih Nidzom M.Ag mengisi kajian untuk mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir serta Prodi Aqidah dan Filsafat. Kajian kali ini begitu menarik karena mengangkat tema Menemukan Pola Sains dalam Al-Qur’an. Judul diangkat dari dua prodi yang berbeda didalam satu naungan Fakultas yaitu Fakultas Ushuluddin.

Kajian FASSIR Menemukan Pola Sains dan Al-Qur'an

Malam ini kajian menerangkan tentang filsafat yang meliputi sains islam. Bagaimana beliau menuturkan bahwa Al-Quran merupakan pedoman hidup yang sudah sempurna. Selain mencakupi hukum dalam islam di dalamnya pun mengandung ilmu pengetahuan.

Beliau juga menunjukan beberapa referensi rujukan dari berbagai ulama dan filosof islam kontemporer. Dan juga menjelaskan mengenai cara terbaik menanggapi perbedaan cara pandang antara satu dengan yang lain dalam hal keyakinan atau dasar pemikiran.

Acara yang bertajuk Menemukan Pola Sains dalam Al-Qur’an berjalan lancar dengan beberapa pertanyaan yang dilontarkan dari mahasiswa Tafsir dan Aqidah Filsafat.

Kajian Fassir tentang Hermeunetik dalam Penafsiran Al-Quran

Kajian FASSIR- Hall Shiroh UNIDA Gontor (18/3) Mahasiswa prodi tafsir melaksanakan rutinitas mingguannya dalam kajian ilmu. Demi mengembangkan pengetahuan mahasiswa, kali ini kajian mengakat tema mengenai Kajian Hermeunetik dalam Penafsiran Al-Quran. Dimana penafsiran ini sangat kontroversial. Banyak sekali para akademisi yang mengkritik dan mendukung tentang metode penafsiran ini.

Kajian Fassir tentang Hermeunetik dalam Penafsiran Al-Quran

Kajian diisi oleh Alumni PKU UNIDA Gontor. Yaitu Al-Ustadz Habibie S.Ag, beliau menjelaskan seputar Kajian Hermeunetik dalam Penafsiran Al-Quran dari sejarah dan bahayanya. Acara kajian ini dihadiri oleh 31 mahasiswa bahkan ada beberapa yang bukan dari mahasiswa Tafsir.

Dari kajian ini mahasiswa sangat antusias terhitung beberapa pertanyaan yang sangat unik seputar metode penafsiran ini. Hal ini disebabkan karena metode ini akan diajarkan disemester 6 mendatang dan sangat mengasyikan karena di universitas luar metode ini sangat populer.

Ada yang BEDA di Family Gathering IQT UNIDA tahun ini

Taman Keanekaragaman Ponorogo 15/3 – Keluarga Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir kembali mengadakan Family Gathering IQT UNIDA untuk tahun ajaran 2019. Beda halnya dengan tahun lalu, untuk tahun ini acara diselenggarakan di Taman Wengker Ponorogo.

Jam 7 pagi seluruh mahasiswa berangkat dengan menggunakan truck dari Universitas Darussalam Gontor menuju ke lokasi. Acara ini bertujuan untuk mempererat ukhwah keluarga antara Mahasiswa dan Dosen. Kaprodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir menerangkan bahwa “Acara ini diadakan untuk mereview niat kita berada di UNIDA Gontor khususnya di Prodi Tafsir dan menguatkan kembali rasa betah kita agar tidak mudah keluar dari prodi tanpa alasan yang jelas”.

Ada yang BEDA di Family Gathering IQT UNIDA tahun ini
Makan Siang Bersama memupuk persaudaraan

Beliau menuturkan bahwa “prodi kita memiliki banyak sekali keunggulan dilihat dari kerjasama dengan Universitas IPB, untuk meningkatkan mutu Tafsir Sains dalam prodi kita”.

Kemudian acara dilanjutkan dengan Sarapan bersama secara sederhana di Taman Wengker. Terlihat bagaiman seluruh mahasiswa bercengkrama dan saling bertukar cerita walaupun masih ada beberapa orang yang tidak dapat hadir karena sakit, atau urusan lainnya.

Setelah itu Acara dilanjut dengan penyampaian keluh kesah dan saran serta solusi dari Mahasiswa kepada Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir. Agar dapat meningkatkan kualitas Prodi untuk kedepannya. Berbagai macam masukan disampaikan dari semester 2 yaitu mengenai bahasa, kemudian dari semester 4 mengenai organisasi dan lain sebagai dilanjut dari semester 6  dan seterusnya.

Disela waktu Family Gathering IQT UNIDA diselipkan penyerahan bunga dari Prodi Tafsir untuk Taman Keanekaragaman Ponorogo sebagai bentuk kepedulian mahasiswa tafsir terhadap taman di Ponorogo ini.

Mahasiswa Tafsir Juara MFQ dan MHQ tingkat Karesidenan Madiun

IAIN Ponorogo 15/3 – Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir mengikuti acara perlombaan MTQ tingkat karasidenan Madiun di Institut Agama Islam Negeri Ponorogo dengan 4 cabang lomba. Dan Alhamdulillah Mahasiswa Tafsir Juara

Dan Universitas Darussalam Gontor mengirimkan pesertanya  untuk keempat cabang lomba (MFQ, MHQ-10, MHQ-15, MSQ), kemudian Alhamdulillah dari kelima cabang lomba yang diikuti UNIDA Gontor dengan izin Allah mendapatkan 3 gelar Juara.

Untuk cabang MFQ UNIDA Mahasiswa Tafsir juara 1 dengan total nilai 1.650 disusul MAN 1 Madiun 570 kemudian diurutan ketiga Pondok Darul Taqwa 50. Perlombaan ini diikuti oleh Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Ahmad Fadhil Ali Semester 4 kemudian Afief Rahardian Pratama dan Akhdan Rafif Sopian semester 2 dari Kampus Siman.

Mahasiswa Tafsir Juara MFQ dan MHQ tingkat Karesidenan Madiun
Mahasiswa Tafsir Juara MFQ dan MHQ tingkat Karesidenan Madiun

Kemudian untuk cabang lomba MHQ 10 juz meraih juara 3 oleh M. Firdaus Bin Azmi mahasiswa prodi Aqidah Filsafat  semester 2 Kampus Rabithah. Untuk cabang MHQ 15 Juz oleh Ana Miftahul Hidayah Mahasiswa Tafsir semester 4 Kampus Putri. Kemudian untuk cabang MSQ dari 12 peserta yang mengikuti perlombaan ini, UNIDA Gontor berada di posisi kelima.

Kesan dari salah satu peserta “Kita sangat senang dengan ada nya lomba ini yang diadakan oleh IAIN Ponorogo. Dan sangat berterima kasih kepada seluruh panitia yang menyambut baik peserta khususnya dari UNIDA Gontor.” Kata Fadhil Ali

Kemudian Penyabet gelar juara 1 MFQ itupun berpesan “Mari kita fahami al qur’an dan mentadabburinya karena al qur’an adalah kunci awal untuk meraih ilmu kemudian untuk teman2 akademisi unida gontor khusus nya prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir mari kita hidup kan nilai2 Al-Quran dalam kehidupan ini. Agar kita selalu di naungi oleh cahaya nya dan dipermudah dalam menuntut ilmu.

Belajar Menulis Mahasiswa Semester DUA

Unida – Menulis adalah salah satu makanan sehari-hari bagi mahasiswa pada umumnya. Menjadi hal yang biasa apabila seorang mahasiswa mampu mengeluarkan karya-karyanya lewat tulisan. Kali ini mahasiswa program studi (prodi) ilmu qur’an dan tafsir (IQT) semester 2 diberikan pelatihan khusus oleh ustadz Muttaqin, M.Ag. Mereka diberikan tips dan trik bagaimana belajar menulis dengan baik sesuai kaidahnya.

Dosen tetap prodi studi agama-agama itu juga menjelaskan bahwasannya sebelum menulis ada beberapa tahap yang harus dilewati sebelum menulis. “sebelum kalian menulis, ada beberapa tahapan yang harus kalian lewati; yang pertama yaitu membaca, lalu berdiskusi dan setelah itu barulah kalian bisa menulis.” Ungkapnya saat acara berlangsung.

Belajar Menulis Mahasiswa Semester DUA
Belajar Menulis Mahasiswa Semester DUA

Acara yang diselenggarakan di gedung shiroh rabu ((13/3) malam ini disambut antusias oleh mahasiswa prodi IQT semester 2. Terlihat dari raut wajah mereka yang serius memperhatikan jalannya acara. Tak hanya itu, panitia penyelenggara juga menyediakan makanan ringan untuk para peserta workshop. “makanan yang kita siapakan memang sudah kita anggarkan untuk acara ini.” Ujar Juan Verrel selaku panitia penyelenggara bagian konsumtor.

Salah satu peserta workshop, Muhammad Ilham, merasa sangat beruntung karena bisa ikut acara belajar menulis ini. Menurut mahasiswa asal Riau tersebut, acara ini sangat berguna bagi mahasiswa prodi IQT semester 2 ini karena dengan ini kita mengetahui kaidah-kaidah penulisan yang baik khususnya dalam menulis karya tulis ilmiah.” Banyak sekali ilmu yang kita dapatkan disini. Ada beberapa kaidah-kaidah penulisan yang baru saya ketahui sehingga menjadi modal untuk menghasilkan karya tulis ilmiah yang saya buat nantinya.” Ungkapnya saat ditemui didepan gedung shiroh sesaat setelah acara selesai.

Fathur Rahman/IQT2

Menghidupkan tradisi menulis dengan workshop tulis-menulis

UNIDA – Mahasiswa program studi Ilmu Qur’an dan Tafsir(IQT) semester 2 akan menghidupkan tradisi menulis dengan mengadakan workshop penulisan karya ilmiah yang diselenggarakan di gedung shiroh rabu (13/2) malam. Kegiatan ini rencananya akan diisi oleh ustadz Muttaqin, M.Ag.

Menghidupkan tradisi menulis dengan workshop tulis-menulis

Kegiatan ini merupakan salah satu rentetan kegiatan tahunan yang diadakan oleh prodi (program studi). Tujuannya tak lain adalah untuk menghidupkan kembali rasa cinta tulis-menulis bagi mahasiswa prodi IQT khususnya semester 2 yang belum terlalu lama terjun dalam dunia perkuliahan.

“ yang namanya tulis-menulis kan memang makanan sehari-harinya mahasiswa, jadi kita mau agar mahasiswa semester 2 menghidupkan tradisi menulis yang mungkin sebelumnya belum mereka biasakan sebelum masuk bangku perkuliahan.” Ujar ustadz Mahmud, M.A, selaku pembimbing acara ini.

Beliau juga mengatakan, adanya kegiatan ini untuk menyaring para mahasiswa untuk mengikuti program latihan lanjutan guna menjadi prwakilan prodi di setiap lomba-lomba tulis-menulis kedepannya. Total akan ada 12 orang yang benar-benar di fokuskan dalam dunia tulis-menulis demi kemajuan prodi.

Acara ini nantinya akan memakai konsep pelatihan teori sekaligus praktek. Yang dimana mahasiswa semester 2 prodi IQT akan dibagi menjadi 8 kelompok. Dimana setiap kelompoknya terdiri dari 4 orang. “mahasiswa semester 2 IQT tahun ini berjumlah 39 orang, jadi akan kita bagi menjadi delapan kelompok supaya masing-masing individu bisa mendapatkan pelatihan secara menyeluruh.” Ujar Fandi Erdiansyah sebagai ketua acara workshop kali ini saat ditemui dikamarnya abu bakar 301.