Pembukaan Kajian internal IQT UNIDA Putri

Mantingan – Dalam rangka pembukaan kajian internal program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA GONTOR kampus putri. Pembukaan kajian kali ini dibuka dengan sambutan dosen pembimbing serta arahan-arahan demi menjunjung keberlangsungannya setiap program-program prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam jangka panjang. Bertempat di Ruang terbuka, Sabtu (09/12) pada pukul 20.00 WIB.

Pembukaan Kajian internal IQT UNIDA Putri
Poster Pembukaan Kajian (Opening Internal Studies) HMP IQT Mantingan Kampus putri

Pada acara pembukaan kajian kali ini dibimbing oleh Al-Ustadzah Ridani Faulika Permana M.Ag. Dan di lengkapi oleh petugas-petugas panitia pelaksana yang dipimpin oleh saudari Lidya Dwiyanti bersama sekretarisnya saudari Luthfiah Al-Adawiyah. Adapun pembukaan kajian ini membahas seputar kajian internal yang akan dilaksanakan dalam periode Himpunan Mahasiswi Ilmu AL-Qur’an dan Tafsir di Universitas Darussalam Gontor divisi mantingan, yaitu pembagian kelompok serta tema kajian dan sistematika penulisan makalah kajian.

Hasil Kajian

Setelah dibukanya kajian internal, maka hasil yang didaptakan adalah:

  1. Kajian internal (perkelompok) diadakan setiap Sabtu malam dengan menggunakan Bahasa resmi yaitu bahasa Inggris dan Bahasa Arab
  2. Pengumpulan makalah atau resume, dikumpulkan 2 hari sebelum kajian berlangsung
  3. Kajian kitab Al-Lama’at yang akan di bimbing oleh Al-Ustadzah Ridani Faulika Permana M.Ag. Dilaksanakan pada hari Rabu malam

Demikianlah hingga diakhir penghujung acara, yang diharapkan ialah semangat kajian dengan niatan perintah wajib menuntut ilmu ibadah karena Allah semata. Semoga dari kegiatan yang bermanfaat ini mudah-mudahan bisa menjadi bekal kelak dimasa yang akan datang. Aamiin Allahumma Aamiin. Wallahu ‘alam bissawab. (Ed.Husein)

Diskusi Lintas Prodi: HMP IQT Bersama KKK

UNIDA Gontor – Bagian Internal dan Eksternal Himpunan Mahasiswa Program studi (HMP) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir periode 2019/2020 bersama HMP D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja telah mengadakan Diskusi lintas Prodi dengan tema Penerapan KKK (K3) di tempat kerja berbasis Islam Rahmatan Lil Alamin yang diselenggarakan di Musholla lt.4 Asrama Utsman bin Affan dimulai pada pukul 20.00-21.30 WIB dengan jumlah peserta 9 Orang. Sabtu (8/8). Tentunya acara ini merupakan Program Kerja Bagian Internal dan Eksternal HMP Studi IQT guna menambah wawasan antar masing-masing anggota Program Studi serta juga saling mengintegrasikan ilmu-ilmu dari antar Program Studi.

Diskusi Lintas Prodi: HMP IQT Bersama KKK
Diskusi Lintas Prodi HMP IQT bersama HMP KKK UNIDA Gontor

Titik Temu Permasalahan

Pada acara kali ini sebagai Muqoddimah Akhdan Rafif Sophian dari Perwakilan Bagian Internal dan Eksternal HMP IQT mengawali suasana diskusi. Menurutnya: “Diskusi sudah mulai sering ditinggalkan mahasiswa, maka dengan berdiskusi inilah yang akan membangun ruh mahasiswa khususnya Mahasiswa UNIDA Gontor. Oleh karenanya Diskusi sebagai salah satu Ruh Perguruan Tinggi dan juga untuk Menambah Wawasan segenap mahasiswa terutama apabila dilaksanakan dengan lintas Prodi.” Jelasnya.

Kemudian dilanjutkan oleh saudara Luqman perwakilan dari HMP D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Menyampaikan “Bahwa kekurangan mahasiswa KKK apabila berkecimpung didunia KKK ini adalah Kurangnya Penerapan Islamisasi di tempat kerja khususnya pada pembangunan proyek atau sebuah program. Salah Satu Problematika KKK ditempat kerja dikarenakan harus benar-benar bekerja keras dan fokus dalam Pembangunan Proyek atau Program, walhasil akhirnya Sholat atau ibadah lainnya dikesampingkan bahkan ditiadakan. Hal ini juga dipengaruhi oleh Pimpinan/Direktur pada Pendirian Program tersebut. Di samping itu juga Sistem KKK yang didukung oleh UU Nomor 1 ayat 70 dimana Isinya lebih mengarah terhadap Ideologi Kapitalisme.” Pungkasnya.

Pemecahan masalah (Problem Solving)

Berangkat dari masalah di atas, maka beberapa dari Mahasiswa HMP IQT menanggapi dengan memberi solusi sebagai pemecahan masalah ini sesuai dengan dalil ayat Al-Qur’an. QS Al-Baqarah ayat 195 “Bahwa Allah SWT menciptakan secara aman dan baik, kelompok atau individu yang tidak amanlah yang berbuat kerusakan.” Sehingga yang harus digaris bawahi juga seperti salah satu hadist yang menerangkan bahwa “Dua Kenikmatan yang dilupakan banyak orang yaitu kesehatan dan waktu luang.”

Selain itu, apabila dalam setiap pekerjaan tidak kita bersamai Agama atau Allah SWT disana, maka pekerjaan tersebut sama seperti yang dilakukan orang-orang Atheis, Liberal, sekuler dan lain-lain. Dengannya pekerjaan lancar dan sukses tetapi tidak keselarasan antara hati dan otak mereka, karena dalam hal tersebut hanya bersifat duniawi saja. Tentunya kita sebagai Makhluk hidup yang diciptakan Allah SWT harus dapat meraih kesuksesan di Dunia maupun di akhirat.

Selanjutnya dilanjutkan dengan diskusi singkat atau sharing sessions tentang Pemahaman Keprodian dari HMP D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Seperti pembahasan tentang tugas KKK, Macam-macam perusahaan yang menerapkan KKK dam juga beberapa sistem yang berhubungan dengan KKK. Hingga akhirnya Sampailah pada penghujung acara dengan bertambahnya wawasan, pengetahuan baru Serta Problem Solving (Pemecahan masalah) yang ditemukan setelah pelaksanaan Diskusi lintas Prodi ini.

Harapannya

Dengan semangat diskusi dan haus akan ilmu antar masing-masing prodi membuat diskusi lintas prodi kali ini berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga harapannya bahwa salah satu yang menjadi ruh mahasiswa adalah Diskusi ini dapat tetap berjalan di UNIDA Gontor ini. Adapun pertemuan diskusi lintas prodi ini Merupakan yang pertama kali, dengan demikian akan terus berlanjut sampai akhir perkuliahan di UNIDA Gontor Aamin ya Rabbal Alamin. Wallahu ‘Alam bissawab. (Pen.Fahmi Akhyar/Ed.Husein)

Persiapan Jelang Ujian Tahfidz 2020

iqt.unida.gontor.ac.id Persiapan jelang ujian tahfidz 2020 yang dibawah kendali atau naungan Pusat Markas Al-Qur’an dan islamisasi ilmu pengetahuan UNIDA Gontor. Seperti biasanya tiap semester akan diadakannya ujian tahfidz guna sebagai pelengkap prasyarat mengikuti UAS. Disamping itu, sebagai bekal pribadi masing-masing dalam meniti kehidupan. Oleh karenanya agenda ujian tahfidz ini yang akan dilaksanakan pada hari jum’at, 11 september 2020.

Persiapan jelang ujian tahfidz tentunya sangat perlu diperhatikan. Jika sebelum-sebelumnya para mahasantri disibukkan dengan muraja’ah hafalan, memperbagus qiro’ah, bahkan sampai silih bergantian sima’an bersama teman maupun asatidz pembimbing. Hal yang tidak boleh luput dari perhatian yaitu mahasantri mesti dan harus tau terlebih dahulu tempat atau lokasi ujian sebagaimana dalam denah ujian tahfidz yang sudah di sebarkan.

Denah Ujian Tahfidz

Di bawah ini penulis akan bagikan denah lokasi ujiah tahfidz 2020 sebagaimana berikut:

Persiapan Jelang Ujian Tahfidz 2020
Denah 1 lantai 3

Denah diatas adalah denah yang berlokasi pada sekitar lantai 3 gedung utama baru UNIDA Gontor. Dimana bisa di lihat bahwa denah tersebut menunjukkan ruang kelas yang di mulai dari: 306 SAA/7+, 307 TI/1A, 308 PM/1, 309 PBA/3, 310 IQT/3, 311 PM/9, 312 PM/5, 313 AGRO/1-7+, 314 EI/7+, 315 IQT/1, 317 EI/5, 318 KKK/1-7+, 319 TBI/1, 320 HI/3, 321 PAI/1, 323 TIP/1-7+, 324 EI/3, 325 ILKOM/1-3, 326 AFI/1, 327 MNJ/1, 328 HI 5-7+, 329 MNJ/7+, 330 PBA/9+, 331 HES/5, 334 HI/1, 335 SAA/3, 336 AFI/3, 337 TIP/3, dan 338 PM/7.

Persiapan Jelang Ujian Tahfidz 2020
Denah 2 lantai 4

Adapun denah lokasi pada lantai 4 yaitu dimulai dari ruang kelas: 406 SAA/1, 407 HES/7, 408 HES/1, 409 PBA/1, 410 MNJ/3, 412 AFI/5, 414 ILKOM/5-7+, 416 PBA/7, 317 SAA/5 418 HES/3, 419 PAI/3, 420 PAI/5, 421 MNJ/5, 422 PAI/7+, 424 TI/5-7+, 425 PBA/5, 426 IQT/7+, 427 IQT/5, 433 TI/3, 434 EI/, 435 PM/3, dan 436 AFI/7+.

Demikianlah denah ujian tahfidz 2020 mahasantri yang dapat penulis bagikan, semoga ujian tahfidz kali ini dimudahkan dan mudah-mudahan informasi ini bermanfaat. Wallahu a’lam bissawab. (Ed.Husein)

Kiat-kiat Menguatkan Hafalan dan Kecerdasan

Iqt.unida.gontor.ac.id Wahai sahabat pembaca yang budiman, berikut ini penulis akan berbagi tips, langkah-langkah atau kiat-kiat mengenai cara menguatkan hafalan dan meningkatkan kecerdasan. Berhubungan dengan itu, tentunya langkah awal yang sangat kondusif ialah memantapkan niat. Mengapa mesti dengan niat? karena niat adalah bagaikan surat, jika anda salah tulis alamat maka pasti akan salah tempat. Berangkat dari sini sebelum melakukan amalan-amalan alangkah baiknya memperbaiki serta memantapkan niat semata-mata karena Allah Ta’ala. Dan jangan lupa selalu istiqomah untuk melakukan amalan-amalan sunnah yang bisa disebut tips dan kiat-kiatnya sebagaimana berikut:

Kiat-kiat Menguatkan Hafalan dan Kecerdasan
Ilustration

Menghafalkan Al-Qur’an itu tidak perlu cepet-cepet dan banyak-banyak dalam sehari…
Namun yang penting tiap hari hafalan tadi dibawa dalam sholat…
Jika tidak dibawa dalam sholat, maka hafalannya mudah hilang…

Kalamun Mufid
Tips dan Kiat-kiatnya adalah:
  1. Membaca Al-Qur’an dengan melihat Mushaf
  2. Perbanyak Dzikir
  3. Perbanyak Sholawat ketika lupa
  4. Memakai siwak
  5. Menipiskan rambut kepala atau gundul
  6. Membaca ayat ke 6 dari surah Al-A’la 7 kali sebelum menghafal
  7. Sering-sering membaca Al-Qur’an setelah sholat maghrib dan
  8. Sering-sering membaca Al-Qur’an setelah sholat shubuh.

Hai nak jika hafalanmu sering lupa…

cobalah perbanyak Sholawat…Lupa lagi…Sholawat lagi…

Terus lakukanlah berulang-ulang…

Ust. H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M,Ls. (Dekan Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor)

Demikianlah tips atau kiat-kiat yang bisa penulis sampaikan dan bagikan, selebihnya akan kembali kepada diri kita masing-masing. Oleh karena itu mari bersihkan hati untuk membina diri agar terhindar dari segala macam-macam gangguan ataupun penyakit, maka tutuplah celah-celah jendela yang membuka peluang gangguan untuk masuk. Seperti patah kata berikut ini.

Kenapa anda merasa hati anda kotor dan penuh dengan penyakit hati…
Karena anda biarkan jendela-jendelanya terbuka dan anda biarkan segala kotoroan masuk sampai membuat hati anda menjadi tempat sampah…
Ingat…Jendelanya ada tiga yaitu mata, telinga, dan mulut…

Kalamun Mufid

Harapannya Dengan mengamalkan amalan-amalan sunnah, dan menutup celah atau jendela dari segala penyakit yaitu mata, telingan dan mulut seperti yang dijelaskan di atasa tadi. InsyaAllah mudah-mudahan kita terjaga oleh Allah Swt sehingga memudahkan kita untuk menguatkan hafalan dan meningkatkan kecerdasan intelektual. Aamiin Allahumma Aamiin. Wallahu A’lam Bissawab. (Ed.Husein)

Analisis Tentang Wacana Bias Gender

Iqt.unida.gontor.ac.id Memebahas Analisis Tentang Wacana Bias Gender tentunya dengan besarnya pengaruh ideologi patriarki, Angelina Sondakh adalah salah satu perempuan yang mendapatkan kesempatan untuk mengaktualisasikan diri dan menunjukkan kemampuannya sebagai seorang perempuan yang berpendidikan. Hal ini memberikan sebuah kekuatan publik yang cukup tinggi terhadap Angelina Sondakh. Angelina Sondakh berhasil menggebrak segala stereotip tentang perempuan yang dianggap lemah. Menyusul kemudian Angelina Sondakh membuktikan bahwa dia adalah kaum intelektual yang terpilih menjadi wakil rakyat di DPR RI. Kekuatan tersebut semakin bersinar karena didukung melalui sebuah partai besar yang sedang berkembang di masa itu. Posisi Angelina Sondakh sedikitnya membuktikan bahwa perempuan juga berhak dan mampu berada pada sektor publik.

Angelina Sondakh dan Bias Gender

Angelina Sondakh dapat dikatakan sebagai seorang perempuan yang mendobrak ideologi patriarki yang selama ini membungkam posisi perempuan. Sehingga sebenarnya, jika dilihat dari hasil analisis wacana, ada bias gender yang cukup ekstrim jika dikaitkan dengan posisi Angelina Sondakh di ruang publik. Perilaku korupsi tentu tidak dapat disetujui oleh siapapun. Pelakunya juga tidak terbatas gender. Perbedaan gender sesungguhnya tidak menjadi masalah selama tidak terjadi ketimpangan atau ketidakadilan gender. Namun yang menjadi persoalan ternyata perbedaan gender telah menghasilkan berbagai ketimpangan yang menjadi sistem dan struktur masyarakat. Kemudian perempuan menjadi salah satu korban dari struktur dan sistem yang terbentuk tersebut. Hal inilah yang disebut dengan bias gender. 

Berita tentang kasus korupsi yang melibatkan koruptor perempuan seperti Angelina Sondakh tidak harus memunculkan persoalan-persoalan lain diluar proses hukum yang melibatkan dirinya. Pemberitaan dalam surat kabar cenderung mendeskripsikan permasalahan yang terjadi dengan penambahanpenambahan cerita lain sebagai bumbu berita tersebut. Terkadang tidak sadar bahwa hal tersebut dapat membentuk realitas sosial yang semakin melekat dalam masyarakat. Terkesan bumbu-bumbu cerita yang tidak seharusnya digunakan dalam pemberitaan berfungsi untuk membuat berita menjadi lebih menarik untuk dibaca. Sifat penelitian ini berada pada level mikro, sehingga analisis data akan membuktikan kecenderungan bias gender dalam kalimat yang digunakan dalam sebuah teks pemberitaan.

Hal ini juga akan membuktikan ideologi ataupun perspektif gender yang dimiliki oleh Kompas. Fakta-fakta kecenderungan perempuan menangis, lemah lembut, tidak berdaya adalah realitas yang telah terhegemoni dalam masyarakat. Penting sekali media membukakan informasi yang dapat membuka wawasan masyarakat dalam persfektif gender. Pemberitaan dalam harian Kompas juga memiliki warna lain, selain dari fokus utama pemberitaan tentang kasus korupsi itu sendiri. Ada hal-hal yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan perilaku korupsinya yang ditambahkan dalam pemberitaan. Tidak relevan membahas kasus korupsi dari sisi penyebab dengan status atau jenis kelamin. 

Warna Berita harian Kompas

Secara kritis, peneliti menemukan bahwa harian Kompas, walaupun tidak secara dominan telah menjadi sarana dimana kelompok dominan dapat mengontrol kelompok yang tidak dominan. Dalam hal ini, Angelina Sondakh selalu diposisikan sebagai objek pemberitaan. Pemberitaan yang mengandung bias gender tidaklah objektif. Dengan melihat hasil analisis data, dapat dibenarkan bahwa perjuangan kaum feminis wajar diperjuangkan  demi kepentingan hak-hak perempuan. Harian Kompas, dalam menyajikan pemberitaan mengenai koruptor perempuan menampilkan semua proses hukum dengan baik. Namun, dalam kaitannya dalam menampilkan perempuan, harian Kompas juga turut memberikan warna lain dari pemberitaan kasus korupsi.

Dalam pemberitaan di harian Kompas, Angelina Sondakh direpresentasikan sebagai seorang pejabat perempuan yang melakukan tindak pidana korupsi. Pembaca menikmati setiap alur pemberitaan dengan baik tanpa melihat ketimpangan dalam pemberitaan tersebut, pembaca dapat terhegemoni dengan cepat dan akibat hegemoni tersebut, pemikiran akan perempuan sebagai kaum nomor dua tidak akan pernah dapat terselesaikan. Terdapat negosiasi antara pembaca dan penulis, dimana penulis menempatkan posisi pembaca sebagai penikmat alur pemberitaan dan perkembangan kasus korupsi Angelina Sondakh.

Kompas sebagai media massa professional dalam produksi teks berita khususnya mengenai pemberitaan kasus korupsi yang dilakukan perempuan hendaknya tetap menyajikan informasi dengan persfektif adil gender, agar tidak bias dalam menampilkan perempuan. Representasi subjek dalam sebuah pemberitaan akan menghasilkan muatan ideologi tertentu. Diharapkan setiap media massa memiliki sebuah misi pemberdayaan bagi posisi kesetaraan gender. Setiap wartawan juga semakin memperhatikan penggunaan bahasa dalam menulis sebuah berita.Wallahu’Alam Bissawab. (Pen.Safirah IQT Mantingan/Ed.Husein)

Bukti Analisis Tentang Ruh Dalam Tafsir

Iqt.Unida.Gontor.ac.id Kali ini penulis akan mencoba memberikan bukti analisis dengan menjelaskan makna ruh. Term mengenai ruh sendiri memiliki makna beragam dengan ditinjau dari berbagai sudut pandang. Dalam ilmu semantik sendiri memiliki dua cara dalam pendekatan makna, yaitu makna dasar dan makna relasional. Makna dasar ruh yang ada dalam Al-Qur’an ada 6 makna, yaitu wahyu, Jibril, rahmat, Isa, malik, dan hidup. Sedangkan makna dasarnya adalah ruh, angin, dan nyaman. Apabila dikaitkan semua makna tersebut akan menjadi sebuah pengertian, bahwa ruh itu adalah sesuatu yang ghoib, hidup, bersih, dan suci dari segala keburukan, dan menjadikan manusia itu hidup, sehingga dia dapat melakukan kebajikan.

Ruh Menurut Ibnu Ma’dzum

Ibnu Ma’dzum dalam kitabnya mengatakan bahwa Ruh berarti tiupan. dinamakan tiupan karena didalam ruh itu seperti angin, yaitu dzat yang lembut dan bersih yang ada dalam diri manusia. Ruh itu sendiri merupakan dasar kehidupan manusia. Ketika kita membicarakan tentang ruh itu sendiri, kita tidak akan dapat menemukan jawaban yang tepat atau jawaban yang pastitentang ruh itu sendiri. Hal itu dikarenakan bahwasannya ruh tidak dapat dilihat atau dirasakan oleh panca indra. Ruh merupakan ilmu yang tidak mampu dipelajari oleh manusia, seperti yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an tentang ruh:

وَ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُوْحُ قُلِ الرُوْحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَ ما أُوتِيْتُمْ منَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيْلاً

Memahami makna Ruh

Bukti analisis bahwa Ruh diartikan sebagai wahyu, karena wahyu merupakan sebuah kabar atau berita yang Allah turunkan kepada para Nabi untuk menegakkan kalimat Allah di dunia. Wahyu merupakan sebuah hal yang dikatakan didalam Mu’jam Wasit bahwasannya wahyu berbentuk seperti sebuah suara yang disampaikan oleh Allah SWT lewat Jibril.

Ruh diartikan sebagai sebagai Jibril karena Jibril merupakan salah satu nama malaikat. Dalam agama Nasrani, Jibril disebut sebagai salah satu ketua dari para malaikat. Dalam Islam, Jibril merupakan malaikat yang paling dekat dengan Rasul. Jibril mempunyai pengaruh besar dalam hal sampainya wahyu kepada Rasulullah SAW.

Ruh diartikan sebagai rahmat, karena rahmat merupakan sebuah hadiah atau pemberian dari Allah kepada hambanya. Rahmat artinya adalah kebaikan dan nikmat. Hubungan antara ruh dan rahmat adalah bahwa ruh merupakan perintah dari Allah. Dan rahmat merupakan nikmat dan kebaikan dari Allah. Semua itu menyebabkan pada pergerakan dalam diri manusia.

Ruh diartikan sebagai Isa, karena Isa merupakan salah satu Nabi yang dikirim oleh Allah kepada orang-orang Nasrani. Ketika itu manusia sedang dalam keadaan melenceng, tidak berada pada jalan yang lurus, maka Allah menunjuk Nabi Isa untuk menuntun mereka ke jalan yang lurus. Nabi Isa membawa kitab Injil kepada manusia sebagai wahyu dari Allah.

Ruh diartikan sebagai malik. Malik merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah yang terkenal dengan ketaatan nya kepada Allah SWT. malik merupakan jamak dari dari malaikat.

Ruh diartikan sebagai kehidupan. Kehidupan merupakan sebab hadirnya manusia didunia ini. Kehidupan merupakan kebalikan  dari kematian. Kehidupan merupakan sesuatu yang berbicara. Dan ruh merupakan suatu hal yang menyebabkan sebuah makhluk dapat hidup. Wallahu’Alam Bissawab. (Pen.Sarah IQT Mantingan/Ed.Husein)

Mufassir dan Musikus

Iqt.unida.gontor.ac.id Mufassir adalah sebutan bagi sesorang yang di anggap sangat ahli atau menguasai pada bidang ilmu-ilmu tafsir. Menjadi seorang mufassir tentu sebuah impian banyak kalangan yang cinta akan Al-Qur’an, yang terbukti dengan adanya komunitas gerakan Living Qur’an dan tercetaknya generasi qur’ani. Di samping itu, Musikus juga merupakan sebutan bagi orang yang menciptakan dan menampilkan musik atau pencipta dan pemain musik, tentunya menjadi seorang musikus sangat banyak diminati, karena jika musiknya bagus pasti digemari semua kalangan, mulai dari anak kecil hingga lansia. hal ini terbukti nyata dengan sering adanya konser-konser musik yang diadakan di berbagai tempat.

Antara Mufassir dan Musikus

Di antara mufassir dan musikus jika di lihat dengan melek memang terdapat hal-hal yang bertolak belakang, yang kerap kali kita dengar dengan sebutan istilah antara langit dan bumi, antara air dan api bahkan antara anak pesantren dan anak rock’n roll. kemudian mengapa dikatakan demikian? simplenya, mungkin karena adanya perbedaan pandangan bahkan perspektif di berbagai kalangan.

Namun, lain halnya seperti yang di sebutkan oleh akang mahasantri. Menurutnya: menjadi seorang Mufassir dan Musikus itu penting, dan antara Mufassir dan Musikus memang tidak menjadi perdebatan karena ia merupakan sebuah pilihan, terkait suka atau cinta akan kedua hal tersebut. Mahasantri harus mampu menimbang dan menyesuaikan, selama tidak merugikan (Lalai) dan tentunya sesuai dengan apa yang sudah diajarkan pada worldview keislaman atau islamisasi worlview.

Mufassir dan Musikus
Mahasiswa IQT Peraih juara 1 pada ajang lomba musik Muharram Cup dan JoyFull UNIDA.
kiri: Bahar (IQT/3), Hamlan (IQT/7), Oesman (IQT/5) dan Agil (IQT/3)

Sebagai contoh seperti yang telah di lakukan mahasiswa tafsir UNIDA Gontor pada ajang lomba musik yang bertemakan JOYFULL UNIDA 2020. Acara yang di inisiasi oleh Dewan Mahasiswa dan di dukung penuh Direktorat Kepengasuhan. Walaupun jiwa mahasiswa tafsir terpaut dengan Al-Qur’an. Namun tidak menutup kemungkinan tertutup dengan hal yang lain. Buktinya 2 group band musik yang didominasi oleh mahasiswa IQT tersebut telah berhasil menyabet juara 1 dan juara ke 2 pada ajang ini.

Mufassir dan Musikus
Mahasiswa IQT Peraih juara 2 pada ajang lomba musik Joyfull UNIDA 2020 berfoto bersama wakil dekan fakultas Ushuluddin Ust. Khasib Amrullah M.Ud

Harapannya kepada segenap mahasiswa, raihlah dan kembangkanlah potensi serta bakat kalian yang terpendam. Berbuatlah dengan sesuai agar kelak engkau mengerti arah kehidupan. Dan mudah-mudahan bagi para pemenang juara lomba musik tersebut, dengan adanya binaan dan latihan yang mumpuni bisa menjadi ikon yang di harapkan. Wallahu’ Alam Bissawab (Ed.Husein)

Muharram Cup 2020: Ada Yang Beda?

Iqt.unida.gontor.ac.id Muharram Cup 2020 pada tahun ini agak sedikit berbeda dengan melirik perbandingan pada tahun-tahun sebelumnya. Tentunya tahun ini lebih banyak ujian dan cobaan yang sedang dihadapi dunia secara umum. Namun, bukan berarti hal ini menjadi halangan maupun rintangan bagi mahasiswa santri (Mahasantri) untuk menjalankan amanah dalam berkegiatan meningkatkan potensi. Buktinya syukur alhamdulillah muharram cup 2020 tahun ini telah sukses dilaksanakan, yaitu dimulai sejak hari jum’at (28/08) dan di tutup pada jum’at malam (4/09) di depan gedung utama baru Universitas Darussalam Gontor, Kampus Siman.

Mengapa Berbeda?

Muharram Cup 2020 memang sangat berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana pada tahun sebelumnya pemegang juara umum di raih oleh fakultas Ushuluddin. Tetapi tidak menutup kemungkinan fakultas yang lain akan segera menyusul karena tahun demi tahun perebutan gelar juara umum pun semakin hangat dan persaingan bertambah ketat. Seperti dari beberapa hasil perlombaan sebagaimana berikut:

Juara umum ke 2 pada perhelatan lomba Muharram Cup 2020
Hasil Peraihan Perlombaan Muharram Cup 2020

Setelah beberapa peraihan yang di raih dari fakultas ushuluddin pada beberapa lomba seperti olah raga, olah rasa, olah fikir serta olah zikir. Alhamdulillah dengan hasil gemilang yang diraih oleh mahasiswa AFI, SAA, dan IQT bisa membawa fakultas Ushuluddin meraih posisi juara umum ke 2 pada muharram cup 2020 kali ini. Walaupun sejatinya prestasi yang menurun, namun demikian tidak lain merupakan usaha yang sudah di buktikan. Selalu belajarlah dari kekalahan, kegagalan bahkan pengalaman pahit sekalipun, sehingga kelak rasa pahit itu berganti rasa menjadi kemanisan yang nikmat dan tidak sesaat. Semangat terus Allahu Akbar. Wallahu’Alam Bissawab (Ed.Husein)

Sihir Dalam Al-Qur’an (2/102)

iqt.unida.gontor.ac.id Sahabat-Sahabat Ushuluddin semuanya, apa kabar? Semoga sehat dan selalu berada dalam naungan Sang Pencipta. Apakah anda tahu apa itu Black Magic (Sihir Hitam) yang terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 102. Di sini akan sedikit dijelaskan apakah maksud dari Black Magic (Sihir Hitam) dalam ayat tersebut?

Tafsir Al-Misbah

Dalam tafsir al-Mishbah di jelaskan bahwa kerajaan Bani Isra’il terbagi dua setelah wafatnya Nabi Suliman as. Yang pertama adalah kerajaan putra nabi Sulaiman bernama Rahbi’am dengan ibu kotanya Yerussalem. Kerajaan ini tidak diikuti siapapun kecuali cucu Yahudza dan cucu Benyamin. Yang kedua dipimpin oleh Yurbi’am putra Banath salah seorang anak buah Nabi Suliman yang gagah dan berani serta dikasih oleh beliau kekusaan yang berpusat diSamirah. Ia digelari dengan raja Isra’il. Tetapi masyarakatnya sangat bejat dan mengaburkan ajaran agama.

Kemudian terjadilah permusuhan di antara dua kerajaan tersebut. Putra Nabi Sulaiman tentunya membanggakan dirinya sebagai anak nabi, yang memiliki nama sangat harum di masyarakat. Sedangkan musuh-musuhnya berusaha memperkecil keutamaannya dengan menyebarkan isu-isu negatif atau kebohongan ajaran nabi Sulaiman. Contohnya mereka mengatakan bahwa Nabi Sulaiman telah kafir, dan kekuasaannya yang begitu besar adalah karena sihir.

Mereka itulah yang di maksud dalam ayat ini yang menyatakan bahwa “Dan mereka mengikuti apa yang di baca oleh setan-setan pada masa kerajaan Sulaiman, yakni Kitab Allah mereka tinggalkan,lalu mereka membaca kitab setan”. Orang-orang Yahudi mengikuti apa yakni sihir yang diturunkan kepada dua malaikat yang merupakan hamba-hamba Allah yang tercipta dari cahaya dan hanya dapat taat kepada nya, atau dua manusia yang saleh bagaikan malaikat. Mereka berdua berada di daerah Babil yaitu harut dan Marut. Harut dan Marut memang mengajarkan mengajarkan sihir, tetapi berbeda dengan setan dan juga kaum Yahudi yang mengikuti setan. Keduanya tidak mengajarkan sesuatu kepada seorang pun sebelum mengatakan: “Sesungguhnya kami hanya cobaan bagimu sebab itu jangan lah kamu kafir ”.

Kedua malaikat tersebut selalu menasihati bagi siapapun yang mempelajari sihir itu dari mereka, karena sensungguh nya apa yang mereka ajarkan itu adalah cobaan. Cobaan itu bertujuan untuk membedakan yang taatan yang durhaka, serta membuktikan perbedaan antara sihir dan mukjizat. Demikian lah nasihat Harut dan Marut, tetapi sebagian dari mereka yang mempelajari nya mereka membangkang dan enggan mengikuti nasihat. Mereka menggunaan sihir tersebut untuk menceraikan seseorang dengan pasangan nya (suami istri).

Pendapat Ulama

Ulama berpendapat mengenai definisi sihir, ada yang berpendapat bahwa sihir adalah pengetahuan yang dengan nya seseorang memiliki kemampuan kejiwaan yang dapat melahirkan hal-hal aneh dan sebab-sebab tersembunyi. Ulama menilai bahwa sihir sebagai alat setan untuk memperdaya manusia. Dengan demikian kita telah mengetahui pendapat ulama mengenai sihir, yang pada inti nya dengan sihir mereka memperdaya manusia, dan inilah yang di maksud dengan Black Magic yaitu sihir. Dan jangan lupa setan hanya memperdaya manusia dengan hal-hal yang jelek, tetapi setan dapat memperindah sesuatu yang buruk dengan tipu muslihat nya.  

Allah swt berfirman : “ Tidak akan beruntung tukang sihir itu, dari mana saja ia datang ” ( QS. At-Thaha : 69 ).

Dari ayat ini juga diketahui bagaimana sikap kaum yahudi terhadap Nabi Sulaiman, kepada Nabi Sulaiman saja mereka membangkang, apalagi kepada Rasulullah saw.Untuk itu kita semuanya jangan lah mendekati perbuatan tercela tersebut,tidak hanya di dalam al-quran, dalam hadis Rasulullah juga di jelaskan bahwa sihir salah satu dari kabair (dosa besar). 

Yang telah dipaparkan ini adalah salah satu al-hadisah al-ghobiroh, yaitu peristiwa yang terjadi pada nabi-nabi terdahulu. Masih banyak peristiwa-peristiwa dalam al-qur’an yang belum di ketahui, untuk itu marilah sahabat-sahabat Ushuluddin semuanya mentadaburi ayat-ayatnya, dan semoga kita semuanya selalu berada dalam lindungan Allah SWT. Aamiin Wallahu A’lam Bissawab. (Pen.Rowiyah/Ed.Husein)

BAGAIMANA CARA MENGGAPAI KHUSYU’ DALAM SHALAT

Salah satu tanda muslim-muslimah yang beriman adalah khusyu’ dalam menunaikan ibadah kepada Allah SWT terutama shalat. Kita membutuhkan kesungguhan dan fokus untuk mencapai kekhusyu’an dalam shalat sebagai tiang/pondasi agama Islam. Kesungguhan dalam melaksanakannya dengan fokus kepada Sang Khaliq, Allah SWT. Sebagaimana pemanah yang harus fokus ketika ia akan membidik anak panah menuju satu titik. Sebagaimana pula ketika pengemudi kendaraan harus memfokuskan matanya untuk melihat ke depan tanpa menoleh ke arah lain. Terfokusnya seseorang pada satu titik di depannya itulah yang disebut khusyu’ hanya kepada Sang Maha Kuasa.

BAGAIMANA CARA MENGGAPAI KHUSYU’ DALAM SHALAT
Muslim man prays in mosque

Secara bahasa arti khusyu’ yaitu tunduk, tenang, dan merendahkan diri. Sedangkan menurut para ulama, khusyu’ memiliki arti yang cukup luas yaitu kelunakan hati, ketenangan pikiran, dan tunduknya kemauan yang rendah yang disebabkan oleh emosi dan hati yang menangis ketika berada di hadapan Allah sehingga hilang segala kesombongan yang melekat dalam hati tersebut. Nah bagaimana langkah-langkah khusyu’ dalam sholat.

1. Memahami makna setiap bacaan

Khusyu’ dalam shalat adalah memahami makna setiap bacaannya dan menjiwai setiap gerakannya. Karena shalat bukan hanya sekedar menghafalkan dan melafadhkan bacaannya dan bukan sekedar pergerakan tubuh. Tapi shalat membutuhkan jiwa dan hati untuk mencapai kekhusyu’an.

عَنْ أبِي هُرَيْرَةَ أنَّ النَّبِيَّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلاً يَبْعَثُ بِلِحْيَتِهِ فِي الصَّلاَةِ فَقَالَ: لَوْ خَشَعَ قَلْبُ هَذَا لَخَشَعَتْ جَوَارِحُهُ. (رواه الترمذي)

Dari Abi Hurairah RA, bahwa Nabi SAW melihat seseorang memainkan jenggotnya ketika shalat. Maka beliau berkata,”Seandainya hatinya khusyu’ maka khusyu’ pula anggota badannya. (HR. Tirmidzi)

2. Merasakah Ketenangan dan Kedamaian

Kekhusyu’an bisa dicapai seorang hamba apabila ia mampu merasakan ketenangan dan kedamaian dalam hati dan jiwanya, sehingga fikirannya terpenuhi oleh Allah dan juga sikapnya yang selalu menunjukkan kesopanan di hadapan Allah SWT. Seolah ia bisa berdialog dengan-Nya lewat dzikir-dzikir  yang ia lafadhkan dan doa-doa yang ia panjatkan. Hingga ia merenung lama menyaksikan dirinya yang setiap hari mendapatkan nikmat-nikmat Allah yang tak terduga sedang dirinya diliputi oleh dosa-dosa. Sampai pada puncaknya, air mata pun menetes di antara ketentraman hati dan jiwa yang menyambut suasana cinta, takut, khawatir, bercampur malu. Sebagaimana Allah SWT berfirman:

وَيَخِرُّوْنَ لِلأَذْقَانِ يَبْكُوْنَ وَيَزِيْدُهُمْ خُشُوْعًا (الإسراء : 109)

“Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu’.” (QS. Israa’: 109). Sehingga secara otomatis, jika hati dan jiwa kita telah khusyu’, maka anggota badan dan lisan kita pun khusyu’ dalam melaksanakan shalat.

3. Fokus

Ada beberapa hal yang menyerupai makna khusyu’, namun jika ditilik lagi ternyata sangat jauh berbeda. Khusyu’ yang berarti fokus menuju Allah hingga merasakan ketentraman lahir batin, bukan berarti keluar dari dunia nyata. Seperti contoh yang telah disebutkan, khusyu’ itu ibarat mengemudi di jalan raya dengan fokus melihat ke depan. Namun fokus yang dimaksud tentu bukan berarti matanya tertutup atau telinga tersumbat sehingga tidak melihat atau mendengar apapun, agar dapat fokus tanpa gangguan. Justru jika hal-hal tersebut dilakukan, maka besar kemungkinan akan terjadi kecelakaan di jalan. Karena apa yang dilakukannya bukanlah fokus, melainkan menutup diri dari semua petunjuk dan lalu lalang di jalan raya.

Jadi, kekhusyu’an dalam shalat itu bukanlah shalat dengan menutup mata, telinga dan menutup diri dari lingkungan sekitarnya. Sebaliknya, dikatakan khusyu’ jika ia sadar dan peduli dengan apa yang terjadi pada dirinya, lingkungannya, serta situasi yang ada saat itu.

Dengan shalat yang khusyu’ berarti seorang hamba telah menganggap Allah sebagai satu-satunya penolong karena ia sadar akan dirinya yang tak mampu melakukan apapun selain dengan pertolongan-Nya. Dan juga karena ia sadar shalatnya itu bukanlah sekedar perintah Tuhannya untuk dilaksanakan sebagai kewajiban, melainkan kebutuhan manusia kepada Sang Penciptanya. Sebagaimana firman-firman Allah:

وَقَالُوْا حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ   (ال عمران : 173)

“Dan mereka berkata: Cukuplah Allah )menjadi Penolong( bagi kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.” (QS. Ali Imron: 173)

وَاسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ وَإنَّهَا لَكَبِيْرَةٌ إلاَّ عَلَى الخَاشِعِيْنَ (البقرة: 45)

“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” (QS: Al Baqarah: 45)

يَأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ إِنَّ اللهَ مَعَ الصَّابِرِيْنَ  (البقرة: 153)

“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS: Al Baqarah: 153)

4. Sabar dalam menggapai khusyu’

Dari ayat tersebut, shalat dikaitkan dengan sabar. Karena salah satu ciri orang yang khusyu’ dalam shalatnya ialah bersabar, sabar dalam menjalankannya. Karena dengan kesabaran maka akan merasakan ketenangan dan ketentraman lahir batin dalam menjalankan shalatnya (thuma’ninah). Bukan yang tergesa-gesa, yang hanya menjadikan shalat sebagai penggugur kewajiban belaka dan menjadikannya sebagai kewajiban selingan, yaitu sebagai pergantian antara aktifitas satu dengan lainnya.

Sebagai contoh, jika seseorang sedang mengalami rasa lapar yang sangat saat waktu shalat tiba. Maka lebih baik untuk mendahulukan makan dan melaksanakan shalat setelah hilang rasa laparnya, agar dalam melakukan shalat tidak perlu tergesa-gesa karena dililit oleh rasa lapar. Lebih baik makan sambil teringat shalat, daripada shalat sambil teringat makan. Kecuali, jika sanggup menahan rasa lapar sehingga tidak ada gangguan saat melaksanakan shalat, maka boleh menunda makan setelah shalat. Sebagaimana hadist Nabi menyebutkan:

Dari Anas RA, ia berkata bahwa sesungguhnya Rasulullah SAW telah bersabda: “Apabila sudah dihidangakan makanan malam, maka dahulukanlah makan, sebelum kamu (kerjakan) shalat Maghrib.” (Disetujui oleh Imam Bukhari dan Muslim)

5. Memperoleh tanda-tanda khusyu’

Adapun keutamaan khusyu’ antara lain : ia akan selalu menyegerakan kebaikan, akan beruntung, memperoleh ampunan, mendapatkan pahala yang besar, dan kekhusyu’annya membukakan jalan menuju surga.

Sebagaimana firman Allah SWT:

قَدْ أَفْلَحَ المـُــؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلاَتِهِمْ خَاشِعُوْنَ (المؤمنون: 1-2)

“Telah beruntunglah orang-orang yang beriman, yaitu mereka yang di dalam shalatnya khusyu’.” (QS: Al-Mu’minun: 1-2)

Juga seperti kisah Nabi Zakaria yang Allah firmankan di QS. Al-Anbiya’ ayat 90:

 “Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” Bahwa Nabi Zakaria tertulis sebagai orang yang khusyu’, bukan hanya dalam doanya melainkan seluruh aktifitas kesehariannya.

6. Istiqomah

Maka dari itu, kekhusyu’an dalam shalat kita seharusnya menjadi alat ukur kekhusyu’an dalam ibadah-ibadah kita dan aktifitas lainnya. Bukan hanya menjadi perantara pergantian aktifitas belaka yang justru menjadikan maknanya lebih sempit dan terbalik.

Kunci untuk bisa menjaga kekhusyu’an dalam shalat yaitu dengan mengamalkan secara terus menerus dan mempertahankannya. Mencari cara untuk taqarrub kepada Allah, agar hati yang tersambung terus kepada Allah dengan berdzikir dan menyebut nama-Nya dalam hati dan jiwa. Dan mempertahankannya dalam segala aktifitas yang dijalani sepanjang waktu. Wa Allahu a’lam bisshawab.

Oleh: Riza Nurlaila

Editor : Ilham Habibullah