Mufassir dan Musikus

Iqt.unida.gontor.ac.id Mufassir adalah sebutan bagi sesorang yang di anggap sangat ahli atau menguasai pada bidang ilmu-ilmu tafsir. Menjadi seorang mufassir tentu sebuah impian banyak kalangan yang cinta akan Al-Qur’an, yang terbukti dengan adanya komunitas gerakan Living Qur’an dan tercetaknya generasi qur’ani. Di samping itu, Musikus juga merupakan sebutan bagi orang yang menciptakan dan menampilkan musik atau pencipta dan pemain musik, tentunya menjadi seorang musikus sangat banyak diminati, karena jika musiknya bagus pasti digemari semua kalangan, mulai dari anak kecil hingga lansia. hal ini terbukti nyata dengan sering adanya konser-konser musik yang diadakan di berbagai tempat.

Antara Mufassir dan Musikus

Di antara mufassir dan musikus jika di lihat dengan melek memang terdapat hal-hal yang bertolak belakang, yang kerap kali kita dengar dengan sebutan istilah antara langit dan bumi, antara air dan api bahkan antara anak pesantren dan anak rock’n roll. kemudian mengapa dikatakan demikian? simplenya, mungkin karena adanya perbedaan pandangan bahkan perspektif di berbagai kalangan.

Namun, lain halnya seperti yang di sebutkan oleh akang mahasantri. Menurutnya: menjadi seorang Mufassir dan Musikus itu penting, dan antara Mufassir dan Musikus memang tidak menjadi perdebatan karena ia merupakan sebuah pilihan, terkait suka atau cinta akan kedua hal tersebut. Mahasantri harus mampu menimbang dan menyesuaikan, selama tidak merugikan (Lalai) dan tentunya sesuai dengan apa yang sudah diajarkan pada worldview keislaman atau islamisasi worlview.

Mufassir dan Musikus
Mahasiswa IQT Peraih juara 1 pada ajang lomba musik Muharram Cup dan JoyFull UNIDA.
kiri: Bahar (IQT/3), Hamlan (IQT/7), Oesman (IQT/5) dan Agil (IQT/3)

Sebagai contoh seperti yang telah di lakukan mahasiswa tafsir UNIDA Gontor pada ajang lomba musik yang bertemakan JOYFULL UNIDA 2020. Acara yang di inisiasi oleh Dewan Mahasiswa dan di dukung penuh Direktorat Kepengasuhan. Walaupun jiwa mahasiswa tafsir terpaut dengan Al-Qur’an. Namun tidak menutup kemungkinan tertutup dengan hal yang lain. Buktinya 2 group band musik yang didominasi oleh mahasiswa IQT tersebut telah berhasil menyabet juara 1 dan juara ke 2 pada ajang ini.

Mufassir dan Musikus
Mahasiswa IQT Peraih juara 2 pada ajang lomba musik Joyfull UNIDA 2020 berfoto bersama wakil dekan fakultas Ushuluddin Ust. Khasib Amrullah M.Ud

Harapannya kepada segenap mahasiswa, raihlah dan kembangkanlah potensi serta bakat kalian yang terpendam. Berbuatlah dengan sesuai agar kelak engkau mengerti arah kehidupan. Dan mudah-mudahan bagi para pemenang juara lomba musik tersebut, dengan adanya binaan dan latihan yang mumpuni bisa menjadi ikon yang di harapkan. Wallahu’ Alam Bissawab (Ed.Husein)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *