konsep emosi dalam islam



pengertian emosi dalam islam

Berhubungan dengan penyerangan seseorang yang membencinya, biasanya secara aktif cenderung akan menyerang objek yang dibencinya. Situasi benci yang mencolok adalah upaya yang mencoba merusak pola kehidupan seseorang, merusak pandangan hidupnya, dan mendiskreditkan kepercayaannya. Benci diri sendiri, cemburu,dan kefanatikan adalah bentuk-bentuk lain dari marah.

dalam islam Kajian al-Qur’an tidak terbatas pada telaah karakter, tapi juga faktor. Faktor emosional diterangkan di dalam ayat-ayat al-Qur’an sejalan dengan kenyataan dan dinamika kehidupan manusia itu sendiri. Sementara hasil penelitian dari ayat-ayat kauniyah yang kemudian menjadi teori psikologi. Ungkapan al-Qur’an tentang biasanya berupa gambaran tentang perilaku manusia dalam suatu situasi tertentu. Untuk menghadapi era globalisasi sekarang ini, manusia membutuhkan Al-Qur’an sebagai petunjuk untuk menghadapi berbagai tantangan hidup, tidak terkecuali dunia pendidikan.

 Dalam ilmu jiwa, akar dari konsep emosi dalam islam merupakan ketidakpuasan terhadap sesuatu. Emosi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Emosi merupakan daya terampuh yang dimiliki manusia

pendapat filosof terhadap emosi

            Secara etimologi, berasal dari akar kata bahasa latin movere yang berarti menggerakkan atau bergerak. Kemudian ditambah dengan awalan „e‟ untuk memberi arti bergerak menjauh. Makna ini menyiratkan kesan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak, (Darwis, 2006). Menurut makna paling harfiah, Oxford English Dictionary, sebagaimana dikutip oleh Daniel Goleman, mendefinisikan sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu; setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap, (Goleman, 2000).

Berhubungan dengan penyerangan seseorang yang membencinya, biasanya secara aktif cenderung akan menyerang objek yang dibencinya. Situasi benci yang mencolok adalah upaya yang mencoba merusak pola kehidupan seseorang, merusak pandangan hidupnya, dan mendiskreditkan kepercayaannya. Benci diri sendiri, cemburu,dan kefanatikan dalah bentuk-bentuk lain dari marah

pendapat crow

Menurut Crow & Crow, konsep emosi islam merupakan suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian dalam diri) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan individu, (Hartati, 2004). Chaplin menjelaskan emosi bersifat lebih intens dibandingkan dengan perasaan, sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan. Aspek-aspek emosi mencakup perasaan subjektif, dasar fisiologis perasaan emosional, pengaruh emosi terhadap persepsi, berpikir, dan perilaku, lalu mencakup juga kelengkapan motivasional tertentu dan terakhir cara emosi ditunjukkan dalam bahasa, ekspresi wajah, dan gesture, (Syukur, 2011).

Sedangkan Silverman seorang psikolog, menyatakan bahwa emosi adalah perilaku yang terutama dipengaruhi oleh tanggapan mendalam yang terkondisikan. Menurut Hude (Darwis, 2006) bahwa emosi adalah suatu gejala psiko-fisiologis yang menimbulkan efek pada persepsi, sikap, dan tingkah laku, serta dalam bentuk ekspresi tertentu. Misalnya, emosi senang (joy) yang berkombinasi dengan penerimaan (acceptance) akan melahirkan cinta (love); emosi sedih (sadness) yang berkombinasi dengan kejutan (surprise).

Manfaat rasa takut tidak hanya terbatas untuk menjaga manusia dari berbagai bahaya yang mengancamnya dalam kehidupan dunianya saja. tapi di antara kemanfaatannya yang terutama sekali ialah mendorong seorang mukmin untuk memelihara dirinya dari azab Allah dalam kehidupan akhirat nanti

Menurut perspektif Islam, emosional identik dengan nafsu yang dianugerahkan oleh Allah SWT nafsu inilah yang akan membawanya menjadi baik atau jelek, budiman atau preman, pemurah atau pemarah, dan sebagainya. Nafsu dalam pandangan Mawardy Labay el-Sulthani yang disebutkan dalam bukunya yang berjudul Dzikir dan Do‟a Menghadapi marah tersebut, nafsu terbagi dalam lima bagian yaitu:

macam-macam dari nafsu

1. Nafsu rendah yang disebut dengan nafsu hayawaniyah, yaitu nafsu yang dimiliki oleh binatang seperti keinginan untuk makan dan minum, keinginan seks, keinginan mengumpulkan harta benda, kesenangan terhadap binatang dan juga rasa takut.

2. Nafsu amarah yang artinya menarik, membawa, menghela, mendorong dan menyuruh pada kejelekan dan kejahatan saja. Nafsu amarah cenderung membawa manusia kepada perbuatanperbuatan yang negative dan berlebih-lebihan.

3. Nafsu lawwamah, yaitu nafsu yang perlu mendorong manusia untuk berbuat baik. Ini merupakan lawan dari nafsu amarah. Apa yang dikerjakan nafsu amarah terus ditentang dan dicela keras oleh nafsu lawwamah, sehingga diri akan tertegun sebentar atau berhenti sama sekali dari perbuatan yang dianjurkan amarahnya.

 4. Nafsu mussawilah, yakni merupakan nafsu provokator, ahli memperkosa dan ahli memukau. Di dalam istilah perang, dia diberi julukan dengan koloni kelima, ia berkedudukan menteri kelima di kementerian peperangan dan propaganda. Karena disebut koloni kelima di pihak lawan ia perlu mendapat perhatian yang serius.

5. Nafsu mutmainnah, artinya kondisi jiwa yang seimbangatau tenang seperti permukaan danau kecil yang ditiup angin, akan jadi tenang, teduh walaupun sesekali terlihat riak kecil, nafsu mutmainnah juga berarti nafsu yang tenang dan tentram dengan berdzikir kepada Allah SWT, tunduk kepada-nya, serta jinak kala dekat dengan-nya, (Qoyyim, 2004).

Konsep emosi Didalam Al-Qur’an, Tidaklah Amarah tetapi tergolong menjadi 2 tipe yaitu ; Emosi Positif dan Negatif  :

1. Senang

Senang merupakan kebangganan dan respons cepat yang berhubungan mengurangi tensi yang menyertai daya dorongan suatu rangsangan.

2. Sedih

Sedih lawan dari senang,menjadi melempem, lemah merespons. Ini disebabkan tidak tercapai apa yang diinginkan, dan biasanya diikuti oleh suatu rasa kehilangan atau menjadi tidak terkontrol.

konsep emosi dalam islam yaitu marah merupakan suatu emosi penting yang mempunyai fungsi esensial bagi kehidupan manusia,yakni membantunya dalam menjaga dirinya. Pada waktu seseorang sedang marah, Energinya guna melakukan upaya fisik yang keras semakin meningkat. Al qur’an sendiri memberikan anjuran digunakannya kekerasan dalam menghadapi di jalan dan upaya untuk merealisasikan kekerasan dalam menghadapi orang-orang kafir yang menghalangi dalam rangka penyebaran dakwah Islam. Al Qur’an juga memberikan gambaran Nabi Musa As kepada kaumnya saat beliau mereka sedang menyembah anak sapi dari emas yang dibuat oleh Samiri.

4. Takut

            Emosi takut merupakan salah satu emosi yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena berperan untuk mempertahankan diri dari berbagai masalah yang dapat mengancam kehidupan itu sendiri. Emosi takut manusia dalam penuturan al-Qur’ân mempunyai cakupan yang luas. Bukan hanya gambaran ketakutan di dunia ini seperti ketakutan pada kelaparan, kehilangan jiwa dan harta, bencana alam, melainkan juga menyangkut ketakutan pada kesengsaraan hidup di akhirat.

Manfaat rasa takut tidak hanya terbatas untuk menjaga manusia dari berbagai bahaya yang mengancamnya dalam kehidupan dunianya saja. tapi di antara kemanfaatannya yang terutama sekali ialah mendorong seorang mukmin untuk memelihara dirinya dari azab Allah dalam kehidupan akhirat nanti, (M Utsman Najati, 2004). Sebab, rasa takut dari siksa Allah akan mendorong seorang mukmin untuk berusaha tidak terjatuh dalam perbuatan maksiat dan berpegang teguh dengan ketakwaan pada Allah serta disiplin dalam beribadah kepadanya dan melakukan segala sesuatu yang diridhainya

 Takut merupakan reaksi umum terhadap yang tidak diharapkan, tidak dikenal, dan rangsangan yang sangat kuat dalam merusak situasi biasanya.

Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang berimanialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatnya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (QS, al-Anfaal,8:2)

5. Tanggapan mengejutkan

Tanggapan mengejutkan  Merupakan reaksi takut yang khusus terhadap kejadian intrn yang tiba-tiba. Orang yang terkejut reaksinya bisa bermacam-macam dalam waktu bersamaan, seperti membelalakkan mata, buka mulut, pegang kepala, dan menarik leher.

6. Cinta

            Cinta memainkan peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab ia merupakan landasan kehidupan perkawinan, pembentukkan keluarga, dan pemeliharaan anak. konsep dalam islam Dalam tataran agama, cinta adalah pengikat antara manusia dengan tuhannya, dan berpegang teguh pada syariatnya. Cinta juga merupakan kontak batin yang menghubungkan kaum muslim dengan rasulnya, yang membuat mereka berpegang teguh pada sunnahnya, mengikuti anjuranya, dan menjadikannya sebagai suriteladan sepanjang masa, (Ardani, 2008)

Cinta melibatkan peran orang lain dan biasanya akan meningkat apabila orang lain itu membalas cinta.

korelasi antara emosi dan islam

berikut pengertian ciri-ciri kecerdasan yang dimaksud Kesadaran diri (Self-awareness)

konsep emosi dalam islam Kesadaran diri yakni mengetahui apa yang kita rasakan pada suatu saat dan menggunakanya untuk memandu pengambilan diri sendiri, memiliki tolak ukur yang realistis atas kemampuan diri sendiri dan kepercayaan diri yang kuat.16 Kesadaran diri merupakan kemampuan untuk mengenal dan memilah-milah perasaan, memahami hal yang sedang kita rasakan dan mengapa hal itu kita rasakan, dan mengetahui penyebab munculnya perasaan tersebut, serta pengaruh perilaku kita terhadap orang lain.17

b. Pengaturan diri Pengaturan diri ialah menangani emosi sedemikian rupa sehingga berdampak positif kepada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati dan sanggup menunda kenikmatan sebelum tercapainya satu gagasan, maupun pulih kembali dari tekanan emosi.



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *