Kaum Hawa: Tabarruj Dan Gaya Hijab Di Era Digital

Di era modern ini, para Kaum hawa sedang berlomba -lomba dalam mengenakan model hijab dan make up yang berlebihan, sehingga menutupi wajah aslinya. Dalam istilah islam hal ini disebut Tabarruj, yaitu seorang wanita yang berhias berlebihan sehingga mengundang syahwat kaum Adam. Dengan perkembangan zaman telah muncul berbagai macam model hijab yang menjadi trending topik di kaum hawa yang selalu berlomba –lomba dalam mengenakannya. Dengan adanya model hijab yang tak karuan, maka tidak sedikit dari kaum hawa yang mengistilahkan kata Hijrah pada diri mereka.

Salah satu faktor yang mendorong komunitas hijabers adalah dengan adanya model hijab yang semakin tidak karuan, dari model hijab yang membentuk punuk unta sampai model hijab yang hanya menutupi rambut sedangkan lehernya terbuka.

Kaum Hawa: Tabarruj Dan Gaya Hijab Di Era Digital
ilustration

Apabila kita melihat dan menela’ah fashion hijab yang sedang trendy di kaum hawa, model seperti itu sudah keluar dari syari’at islam. Karena yang disyari’atkan oleh islam bukan berlomba –lomba dalam mengenakan hijab dengan berbagai varian modelnya , akan tetapi niat dari hati yang bersih untuk mengenakan hijab semata –mata hanya karena Allah SWT dan untuk menutupi aurat bukan malah memperlihatkan aurat.

Hakikat Hijab

Hijab bukan dilihat dari modelnya, bukan dilihat dari harganya, akan tetapi hijab yang melindungi aurat seorang wanita lah yang di syariatkan islam. Banyak disekitar kita yang mengenakan hijab akan tetapi ia masih menggunakan celana jins yang ngetat, masih mengggunakan baju yang ketat dan menggunakan hijab yang tidak menutup dada. Meskipun dengan menggunakan pakaian yang seperti itu dianggap telah menutup aurat, namun tidak sama sekali menurut islam. Karena percuma seorang wanita menggunakan hijab yang tidak menutupi dadanya dengan menggunkan baju dan celana jins yang ketat yang sampai membentuk tubuhnya itu sama saja ia memperlihatkan aurat tubuhnya meskipun secara pandangan mata ia telah menggunakan hijab dan pakaian lengakap.

Hijab Dalam Syari’at Islam

Hijab yang disyari’atkan oleh islam bukanlah hijab yang hanya menutupi rambut dan bagian aurat lainnya, melainkan yang tidak membentuk lekuk tubuh seorang wanita. Karena apabila seorang wanita telah memperlihatkan lekuk tubuhnya itu sama saja seperti iya memperlihatkan seluruh aurat pada tubuhnya.

Seperti yang kita ketahui di zaman digital seperti sekarang ini, tidak sedikit dari para wanita yang berlomba -lomba dalam memakai model hijab dan make up dan mempublikasikannya di dunia maya. Dari ajang yang seperti inilah para wanita semakin berkeinginan untuk memperlihatkan karya hijab dan make up mereka ke dunia.

Sedangkan sebagaimana yang kita tahu islam sangat melarang keras hal ini, karena selain memperlihatkan aurat yang akan mengundang syahwat, dengan ini juga akan menimbulkan sikap iri antara kaum hawa lainya. Karena seperti yang kita tahu wanita akan mudah sekali menimbulkan rasa iri. Tidak dipungkiri muncul banyaknya akun youtube fashion hijab dan tutorial make up dikarenakan sifat dasar seorang wanita yang mempunyai sifat iri dan tidak mau mengalah.

Ketentuan Hijab Syari’

Seperti yang kita ketahui ketentuan hijab syari’ menurut syari’at islam adalah sebagai berikut:

  1. Hijab yang menutupi seluruh aurat dan tidak membentuk lekukan tubuh
  2. Hijab bukan sebagai perhiasan, akan tetapi hijab sebagai kewajiban seorang Muslimah, seperti yang telah di tetapkan Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59

یا أَیهَا النَّبِی قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَ بَنَاتِكَ وَ نِسَاءِ الْمُؤْمِنِینَ یدْنِینَ عَلَیهِنَّ مِن جَلَابِیبِهِنَّ ذَٰلِكَ أَدْنَیٰ أَن یعْرَفْنَ فَلَا یؤْذَینَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّححیمًا

  • Tidak berbahan tipis, karena apabila hijab atau pakaian yang kita kenakan berbahan tipis atau menerawang akan menjadi pusat perhatian, mengundang syahwat kaum Adam dan itu sama saja dengan terlanjang tanpa sehelai kainpun.
  • Longgar dan tidak membentuk lekuk tubuh
  • Tidak menyerupai laki -laki
  • Tanpa wewangian yang berlebihan yang akan menarik perhatian lawan jenis, bahkan Rasululloh SAW menyamakan hal seperti ini dengan Zina.

Oleh karena itu, kita sebagai kaum Muslimah harus berprilaku sesuai dengan apa yang telah diperintahkan oleh Allah dan apa yang telah di contojlan oleh Rasululloh SWT. Karena tidak semua yang menurut kita sukai itu baik untuk kita, dan tidak semua yang tidak kita sukai itu buruk untuk kita.

Jadi pintar -pintarlah dalam memilih segala sesuatu. Jadilah wanita yang telah dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an dan yang telah ditegaskan Nabi dalam Sunnahnya. Dan jadilah wanita penghuni surga. (Penulis. Mila Rizki Amelia, Ed.Husein)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *