Kajian Al-Lama’at HMP IQT Puteri

IQT.Unida.Gontor.ac.id Mantingan – Dalam rangka kajian Al-Lama’at perdana Himpunan Mahasiswa periode 2020-2021 program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA GONTOR kampus putri. Seperti biasa yang di sampaikan oleh Al-Ustadzah Ridani Faulika Permana M.Ag. dengan judul Cahaya Ketujuh (Tujuh Macam Pemberitahuan Ghaib Yang Terdapat Pada Akhir Surat Al-Fath).

Dalam surat al-Fath ayat 27-29 tersebut mengandung berbagai aspek kemukjizatan. Sepuluh aspek kemukjizatan al-Qur’an di antaranya terkait pemberitahuan ghaib yang terdapat pada tujuh aspek didalamnya yaitu:

Aspek Pertama

sesungguhya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya. Yaitu bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman…”

Ayat ini telah memberitahukan penaklukkan Mekkah (Fathul Makkah) sebelum peristiwa tersebut terjadi. Dan ternyata dua tahun berikutnya peristiwa tersebut benar-benar terjadi seperti yang diberitakan ayat tersebut.

Aspek Kedua

Dan sebelum itu Dia memberikan kemenangan yang dekat.

Ayat ini mejelaskan kemenangan yang dekat iyalah perjanjian Hudaibiyah, meskipun terlihat merugikan kaum Muslimin dan relatif menguntungkan kaum Quraisy. Namun, Allah memiliki cara lain untuk memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin hingga perjanjian yang awalnya di anggap merugikan namun mendatangkan kemenangan. Dengan berbaurnya para kabilah, sifat mereka yang keras kepala dan tirai fanatisme kesukuan yang tercelah telah lenyap oleh kemuliaan Islam dan cahaya al-Qur’an.

Aspek Ketiga

Tanpa merasa takut…”

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan memberikan ketenangan kepada kaum Muslimin. Dengan menjanjikan kaum Muslimin akan memasuki Masjidil al-Haram dan bertawaf tanpa rasa takut, semua itu terwujud sesuai berita ayat tersebut.

Aspek Keempat

Dialah yang mengirim Rasul-Nya dengan membawa petujuk dan Agama yang hak agar Agama tersebut dimenangkan terhadap semua Agama.”

Ayat ini secara tegas menjelaskan bahwa Agama Islam yang di bawa Rasul akan mengalahkan semua Agama. Hal ini sama seperti kabar-kabar di ayat sebelumnya peristiwa yang belum terjadi, namun janji Allah di ayat-ayat tersebut pasti akan terjadi hingga kabar ini nyata pada masa mendatang.

Aspek Kelima

Muhammad itu adalah utusan Allah, Orang-orang yang Bersama dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, dan kasih saying terhadap sesama mereka. Kamu saksikan mereka rukuk dan sujud mecari karunia Allah dan ridha-Nya. Tanda mereka Nampak pada muka mereka dari bekas sujud.”

Makna ayat tersebut dengan jelas memberitahukan kajian sifat para sahabat yang menjadi manusia paling mulia setelah para nabi. Serta ayat di atas juga menjelaskan berbagai karakter istimewa yang di miliki para sahabat di waktu yang akan datang. Para ahli hakikat menerangkan ayat ini dengan makna isyari (secara implisit) urutan para khalifah setelah Rasul wafat.

Aspek Keenam

Demikianlah sifat-sifat mereka yang terdapat dalam Taurat”

Informasi gaib yang terkandung di ayat ini terbagi menjadi dua aspek kajian. Pertama, menggambarkan sifat-sifat para sahabat yang terdapat di dalam Taurat. Kedua, menginformasikan bahwa para sahabat, dan para tabiin, di mana cahaya yang terdapat dalam jiwa mereka memancar ke wajah mereka.

Aspek Ketujuh

Dan sifat-sifat mereka yang terdapat didalam Injil. Yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya. Maka tunas itu menjadikan tanaman tersebut kuat lalu besarlah dia dan tegak lurus di atas pokok-nya. Tanaman itu menyenangkan hati para penanamnya karena Allah hendak membuat jengkel hati otang-orang kafir.”

Ayat ini juga menginformasikan kajian kedalam dua aspek, yaitu. Pertama, menggambarkan sosok nabi yang akan datang pada akhir zaman yang nantinya akan menjadi pemimpin dunia. Dan berbagai informasi tentang sifat-sifat sahabat yang terdapat di dalam Injil, tergolong masalah ghaib (tersembunyi) bagi Rasul. Kedua, bagain ini juga menjelaskan meskipun para sahabat menerima perjanjian Hudaibiyah namun Allah membalikan itu semua. Berawal kaum Muslimin lemah namun atas kuasa Illahi mereka memperoleh kekuatan dan kemuliaan.

Perjalanan waktu telah membuktikan semua informasi ghaib yang di jelaskan pada ayat-ayat tersebut dengan jelas, hal tersebut membuat mereka layak untuk memperoleh itu semua berupa pahala yang besar dan ganjaran yang mulia. Ganjaran yang terbesar ialah mendapatkan ampunan dari Allah (Maghfirah), ampunan yang di maksud bukan ampuan terhadap dosa. Sebab, Nabi mempunyai sifat ishmah (terperihara dari kesalahan) namun ialah ampunan yang sesuai dengan kedudukan kenabian. (Ed.Husein).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *