Forum Kajian tafsir (FASSIR) Menguatkan Aqidah dengan Akhlak Qur’ani

http://iqt.unida.gontor.ac.id/ Salah satu agenda rutin yang dimiliki prodi ilmu alqur’an dan tafsir adalah forum kajian tafsir (FASSIR). Pada kajian pekan ini Senin, 21 Desember 2020 , FASSIR menghadirkan pemateri yang sudah ahli dalam keilmuannya yakni Al Ustadz Dr. Asif Trisnani, Lc., M.A. yang membawakan materi “Menguatkan Aqidah dengan Akhlak Qur’ani”.

Pada kesempatan kajian yang diadakan di hall hotel UNIDA ini Dr. Asif Trisnani, Lc., M.A. membahas the living al-qur’an; sebuah qur’anic worldview tentang aqidah dan akhlak. Di awal kajian, beliau menyampaikan akhlak yang keluar dari syariat allah dan istilah revolusi akhlak yang akhir-akhir ini sering muncul. Didalam surat al Qalam ayat 4 yang berbunyi “و إنك لعلى خلق عظيم” yang memiliki maksud bahwasannya akhlaq rasulullah adalah al qur’an. Al-Qur’an dan Sunnah sebagai dasar berislam harusnya menghadirkan narasi sebagai dasar kebijakan kita. Keyakinan dan perbuatan harus saling menguatkan, karena keduanya saling mencerminkan antara satu dan lainnya. “Al-Iman wal ‘amalu-sh-sholeh”.

untuk mengidupkan al-qur’an maka perlu tradisi membaca alqur’an yang baik, menganalisa dan mengamalkannya. jika terjadi ketidakseimbangan maka al qur’an dapat menjadi sumber radikalisme karena pemahaman text saja tanpa melihat Riwayat asbabun nuzulnya dan penafsiran ayatnya.

Living Al-Qur’an

Living al qur’an adalah bentuk pendekatan baru terhadap Al-Qur’an itu sendiri. Dan living al qur’an bisa di maknai sebagai teks al qur’an yang hidup dalam diri seseorang karena dipelajari, dibaca dan di amalkan. maka Menguatkan Aqidah dengan Akhlak Qur’ani tercapai ketika al qur’an menjadi dasar perilaku atau akhlak maka kemudian ia akan memperkuat aqidahnya .

Pada salah satu sesi pertanyaan beliau sempat menjawab sebuah pertanyaan tentang bentuk living al qur’an yang berkembang ditengah masyarakat kita bahwa sebagian masyarakat menjadikan nash nash al qur’an sebagai jimat, maka hal ini sudah keluar dari koridor tujuan turunnya al qur’an. Sehingga saat kita temui ada tradisi yasinan setelah kematian maka membaca al qur’annya tersebut diperbolehkan namun pengkhususan waktu membacanya yang perlu diperhatikan. Boleh meyakini bahwasannya suatu ayat mempunyai hikmah atau kelebihan tertentu, apabila ada Riwayat (shohih) tertentu yang menjelaskan dan menguatkan amalan tersebut. Sebagai contohnya adalah keutamaan membaca surat al kahfi di hari jum’at.” Lanjut al ustadz Dr. Asif Trisnani, Lc., M.A.

di penghujung acara beliau menyampaikan pesan yang sangat penting “jangan pernah berfikir bahwasannya al qur’an ini hanya buku sejarah dan buku keilmuan saja namun ini adalah kitab penunjuk.” Tutup al ustadz Dr. Asif Trisnani, Lc., M.A.

One thought on “Forum Kajian tafsir (FASSIR) Menguatkan Aqidah dengan Akhlak Qur’ani”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *