FASSIR: Mendekatkan diri dengan Al-Qur’an

Al-Qur’an dan tafsir.com – Universitas Darussalam Gontor adalah salah satu Universitas yang mengembangkan Studi Islam (Islamic Studies) dalam artian, Universitas tersebut dapat menjadikan dan mengunakan Al-ushul sebagai dasar dalam pola berfikir. Senin, 6 Januari 2020 adalah pertama kalinya kajian Fassir diadakan kembali setelah dilantiknya HMP (Himpunan Mahasiswa Prodi) baru tepatnya di Aula gedung CIOS (Central of Islamic and Occidental Studies).

FASSIR: Mendekatkan diri dengan Al-Qur'an
kajian FASSIR

Pada Kajian kali ini Prodi Ilmu Al-qur’an dan Tafsir mengundang salah seorang tokoh yang sangat berpengaruh dalam pemikiran Kontemporer, Al-Ustadz Hamid Fahmy Zarkasy M.A,M.Phil dan berbicara tantang Al-qur’an sebagai sumber ilmu pengetahuan.

Dalam Pembicaraan beliau mengatakan bahwa :

Al-qur’an merupakan pedoman hidup bagi manusia. Di dalamnya terdapat ilmu Politik, ilmu Ekonomi, dsb. Yang mencakup segala kehidupan ummat manusia, tetapi anehnya banyak ummat manusia sekarang ini yang menyalah nyalahkan Al-qur’an, ada yang mengatakan “seharusnya Al-qur’an ini turun disetiap zaman, karena teknologi selalu berkembang” orang ini beranggapan bahwasannya teknologi adalah hal yang berpengaruh dalam segala hal”.

FASSIR: Mendekatkan diri dengan Al-Qur'an
Penyampaian Materi Oleh Ust, Hamid Fahmi Zarkasy. M.A.M.Phil

Ini keadaan berfikir orang zaman sekarang, mereka tidak berfikir bagaimana mempelajari Al-quran, yang ada malah menyalahkan Al-qur’an. Sebenarnya Al-qur’an ini sudah lengkap, semua ilmu ada dalam Al-Qur’an salah satunya mengenai dua laut yang tidak dapat bercampur

مخرج البحرين يلتقيان

yang sampai sekarang bisa kita buktikan. sebelum manusia menemukan fenomena tersebut, ternyata Al-qur’an telah membuktikannya terlebih dahulu kepada kita.

Worldview

Pandangan atau worldview merupakan dasar berfikir yang harus dimiliki oleh setiap muslim, karena didalam Worldview Islam telah mencakup 3 hal : Akhlaq, Akidah, dan Syariah. Yang dapat menjaga kita dan cara pandang kita terhadap suatu masalah, sehingga pemikiran kita menjadi seimbang. Artinya menganggap Ilmu, Ibadah, dan Amal sebagai sesuatu yang tidak dapat dipisahkan.

Orang berilmu adalah orang yang beribadah, dan orang yang beribadah adalah orang yang mengamalkan ilmunya, ketiga hal ini adalah aspek yang berkesinambungan yang harus dimiliki bagi setiap muslim. Ujar Al-ustadz Hamid Fahmy Zarkasy.

Kesimpulan

Inti dari pembicaraan beliau adalah, beliau ingin mengajak kepada seluruh ummat islam untuk menggunakan Al-qur’an sebagai dasar dalam berfikir. Kajian Fassir ini merupakan yang sangat penting bagi mahasiswa, karena Fassir ini adalah kajian yang bergerak untuk mengajak dan menjadikan mahasiswa menjadi lebih dekat dengan Al-qur’an.

Salah satunya ialah mengadakan diskusi seperti ini, dan mengajak mahasiswa UNIDA untuk sama sama berfikir. Maka sangat disayangkan apabila ada mahasiswa yang tidak peduli dengan kajian seperti ini, karena kajian ini sangat mahal sekali. Diharapkan kajian Fassir ini, dapat terus berkembang dan Istiqomah setiap minggunya, sehingga mahasiswa dapat memahami bahwa Al-Qur’an itu adalah benar adanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *