Belajar Menulis Mahasiswa Semester DUA

Unida – Menulis adalah salah satu makanan sehari-hari bagi mahasiswa pada umumnya. Menjadi hal yang biasa apabila seorang mahasiswa mampu mengeluarkan karya-karyanya lewat tulisan. Kali ini mahasiswa program studi (prodi) ilmu qur’an dan tafsir (IQT) semester 2 diberikan pelatihan khusus oleh ustadz Muttaqin, M.Ag. Mereka diberikan tips dan trik bagaimana belajar menulis dengan baik sesuai kaidahnya.

Dosen tetap prodi studi agama-agama itu juga menjelaskan bahwasannya sebelum menulis ada beberapa tahap yang harus dilewati sebelum menulis. “sebelum kalian menulis, ada beberapa tahapan yang harus kalian lewati; yang pertama yaitu membaca, lalu berdiskusi dan setelah itu barulah kalian bisa menulis.” Ungkapnya saat acara berlangsung.

Belajar Menulis Mahasiswa Semester DUA
Belajar Menulis Mahasiswa Semester DUA

Acara yang diselenggarakan di gedung shiroh rabu ((13/3) malam ini disambut antusias oleh mahasiswa prodi IQT semester 2. Terlihat dari raut wajah mereka yang serius memperhatikan jalannya acara. Tak hanya itu, panitia penyelenggara juga menyediakan makanan ringan untuk para peserta workshop. “makanan yang kita siapakan memang sudah kita anggarkan untuk acara ini.” Ujar Juan Verrel selaku panitia penyelenggara bagian konsumtor.

Salah satu peserta workshop, Muhammad Ilham, merasa sangat beruntung karena bisa ikut acara belajar menulis ini. Menurut mahasiswa asal Riau tersebut, acara ini sangat berguna bagi mahasiswa prodi IQT semester 2 ini karena dengan ini kita mengetahui kaidah-kaidah penulisan yang baik khususnya dalam menulis karya tulis ilmiah.” Banyak sekali ilmu yang kita dapatkan disini. Ada beberapa kaidah-kaidah penulisan yang baru saya ketahui sehingga menjadi modal untuk menghasilkan karya tulis ilmiah yang saya buat nantinya.” Ungkapnya saat ditemui didepan gedung shiroh sesaat setelah acara selesai.

Fathur Rahman/IQT2

Menghidupkan tradisi menulis dengan workshop tulis-menulis

UNIDA – Mahasiswa program studi Ilmu Qur’an dan Tafsir(IQT) semester 2 akan menghidupkan tradisi menulis dengan mengadakan workshop penulisan karya ilmiah yang diselenggarakan di gedung shiroh rabu (13/2) malam. Kegiatan ini rencananya akan diisi oleh ustadz Muttaqin, M.Ag.

Menghidupkan tradisi menulis dengan workshop tulis-menulis

Kegiatan ini merupakan salah satu rentetan kegiatan tahunan yang diadakan oleh prodi (program studi). Tujuannya tak lain adalah untuk menghidupkan kembali rasa cinta tulis-menulis bagi mahasiswa prodi IQT khususnya semester 2 yang belum terlalu lama terjun dalam dunia perkuliahan.

“ yang namanya tulis-menulis kan memang makanan sehari-harinya mahasiswa, jadi kita mau agar mahasiswa semester 2 menghidupkan tradisi menulis yang mungkin sebelumnya belum mereka biasakan sebelum masuk bangku perkuliahan.” Ujar ustadz Mahmud, M.A, selaku pembimbing acara ini.

Beliau juga mengatakan, adanya kegiatan ini untuk menyaring para mahasiswa untuk mengikuti program latihan lanjutan guna menjadi prwakilan prodi di setiap lomba-lomba tulis-menulis kedepannya. Total akan ada 12 orang yang benar-benar di fokuskan dalam dunia tulis-menulis demi kemajuan prodi.

Acara ini nantinya akan memakai konsep pelatihan teori sekaligus praktek. Yang dimana mahasiswa semester 2 prodi IQT akan dibagi menjadi 8 kelompok. Dimana setiap kelompoknya terdiri dari 4 orang. “mahasiswa semester 2 IQT tahun ini berjumlah 39 orang, jadi akan kita bagi menjadi delapan kelompok supaya masing-masing individu bisa mendapatkan pelatihan secara menyeluruh.” Ujar Fandi Erdiansyah sebagai ketua acara workshop kali ini saat ditemui dikamarnya abu bakar 301.

Apa Itu Family Gathering ?

Pada tanggal 15 maret nanti Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, akan dipertemukan kembali oleh kegiatan Family Gathering. Kegiatan ini akan diikuti oleh seluruh Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir mulai dari semester 2 hingga semester 8, dari seluruh kampus siman dan robitoh, agar mereka mengerti apa itu family gathering?

Apa Itu Family Gathering ?
Family gathering – hand drawn vector lettering for Thanksgiving and other holidays. Vector illustration isolated on white.

Family sendiri diambil dari bahasa ingris yang artinya adalah Keluarga, sedangkan Gather diambil dari kata Togather yang artinya bersama-sama. Dari kedua kata tersebut dapat disimpulkan menjadi satu kalimat yaitu Family Gathering, yang artinya kumpul bersama keluarga. Tetapi yang dimaksud keluarga disini adalah Seluruh Mahasiswa dan Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir (perkumpulan Mahasiswa dan Dosen untuk mencari mufakat bersama).

Kegiatan ini bersifat wajib dan sangat penting sekali, selain untuk menhubungkan tali silaturahmi, salah satu tujuan dari kegiatan Family Gathering ini adalah juga untuk membentuk Program-program kerja di tahun yang akan dating yang memungkinkan para Mahasiswa nyaman dengan kegiatan baik didalam kelas maupun diluar kelas.

Dengan diadakannya kegiatan ini, diharapkan seluruh Mahasiswa dapat menyampaikan pendapat mereka mengenai kelebihan dan kerurangan selama berada di kampus. Dengan tujuan untuk mempererat hubungan antara Mahasiswa dengan Mahasiswa dan juga Mahasiswa dengan Dosen. Sehingga tidak ada lagi rasa canggung dan malu untuk mengeluarkan pendapat.

Seiring berjalannya waktu, akan lebih banyak lagi Kegiatan-kegiatan yang akan di selenggarakan oleh Program Studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir guna meningkatkan skill Mahasiswa dan mepererat tali silaturahim. Semoga Allah selalu memberikan rahmat dan kesehatan bagi para Dosen, dan para Mahasiswa. Sehingga ustadz ustadzah dapat memberikan ilmunya secara maksimal dan kamipun dapat mengikuti pelajaran tanpa adanya hambatan. inilah makna dari apa itu family gathering. AMIN.

Faizalauddin/IQT2

KAJIAN FASSIR Menjawab Metode Tahfidz dan Murojaah di UNIDA Gontor

Senin (11/3) Gedung  Siroh  Nabawiyyah  – Kajian Fassir kali ini bertajuk  Menjawab Metode Tahfidz Al-Quran dan Murojaah Qur’an di UNIDA Gontor yang disampaikan oleh Al-Ustadz Shohibul Mujtaba M.A. selaku Dosen dari Markaz Al-Qur’an Universitas Darussalam Gontor. seperti biasa kajian ini dikhususkan untuk mahasiswa program studi ilmu al-quran dan tafsir dan di buka untuk umum.  Acara ini dipimpin oleh moderator ananda Fadhil Ali selaku ketua Kajian FASSIR.

Hal yang pertama disampaikan adalah mengenai “apa motivasi kita menghafal Al-Qur’an?” pertanyaan yang sangat penting yang akan membuat semangat menghafal kita tinggi. Dengan niat dan motivasi yang kuat maka tidak ada yang tak mungkin dalam menghafal Al-Qur’an semua akan terasa mudah. Kemudian dari pada itu  untuk menunjang keberhasilan dalam menghafal Al-Quran juga diperlukan lingkungan dan kondisi yang suci atau terhindar dari suatu yang haram atau syubhat dan kemudian terhindar dari perbuatan maksiat.

KAJIAN FASSIR Menjawab Metode Tahfidz dan Murojaah di UNIDA Gontor
Mahasiswa IQT UNIDA dalam kajian Fassir

“Nikmatilah lezatnya Al-Quran! Karena Al-Quran adalah makanan hati paling enak dan bergizi bagi seorang mukmin..” beliau pun menjelaskan tentang 5 tingkatan level hafalan seperti hafalan perjuangan, hafalan harapan, hafalan pertahanan, hafalan menguatkan dan sampai pada tahap menikmati lezatnya Al-Quran. Ini pun mengarah pada satu kegiatan penting dalam menghafal yaitu murojaah.

Murojaah adalah alat untuk menjaga hafalan agar tidak lupa. Jika kita memiliki hafalan yang banyak maka diwajibkan jangan sampai tidak murojaah selama sepekan karena akan menyebabkan lupa. Oleh karenanya murojaah merupakan kegiatan wajib yang harus dilakukan oleh setiap penghafal Al-Qur’an.

Dan yang terakhir adalah sebagai pengingat kita semuanya bahwa menjawab metode tahfidz UNIDA Gontor mengarah pada 3M1T (Talqin, Tafahhum, Tahfidz, dan Murojaah).

Wujud Nyata Dukungan Departement Biokimia IPB Untuk Lab Tafsir Sains IQT Unida

Gagasan pembuatan Laboratorium Tafsir Sains yang digagas Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Universitas Darussalam Gontor sejak tahun 2018 ini perlahan mulai merintis konsep dan rancangan ke depannya. Sesuai dengan kekhasan Universitas Darusssalam Gontor dalam Islamisasi Ilmu pengetahuan kontemporer dan visi misi program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir yang mengikuti perkembangan zaman maka lahirlah wujud nyata dukungan departement biokimia IPB

Islamisasi Unida mengarah pada konsep Worldview Islam dan bertumpu kepada kekuatan filsafat Ilmu dan Islam, Sehingga Labolatorium Tafsir yang dicanangkan oleh Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir UNIDA Gontor dapat menjadikan Al Quran sebagai Basis Konstruksi Sains.

Laboratorium merupakan tempat belajar-mengajar dengan aktivitas praktikum yang melibatkan peserta didik bersentuhan langsung dengan peralatan dan bahan. Di tempat ini dilakukan beberapa percobaan untuk mengembangkan intelektualitas peserta didik berdasarkan pengamatan, pencatatan, dan pengkajian secara mendalam. Motorik mereka dilatih untuk berkembang dengan praktik secara langsung sehingga mampu menganalisis aksi dan reaksi.

Urgensi Laboratorium Tafsir Sains

Keberadaan laboratorium dapat menunjang dan mendukung keberhasilan pembelajaran. Laboratorium menjadi sarana yang penting di UNIDA Gontor untuk melakukan uji dan praktikum guna mendapatkan informasi yang lengkap. Laboratorium mendorong mahasiswa untuk sabar, cermat, dan berpikir kritis terhadap kejadiankejadian yang sedang diamati secara perlahan.

Dalam praktiknya, tidak semua kalangan memahami laboratorium tafsir sains dalam pembelajaran. Hal itu dikarenakan belum pahamnnya integrasi Al Quran dan Tafsir. Oleh karena itu, Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir melakukan brrbagai upaya mulai dari konsultasi kurikulum dengan berbagai pihak, serta belajar ke laboratorium secara langsung.

Wujud Nyata Dukungan Departement Biokimia IPB Untuk Lab Tafsir Sains IQT Unida

Sambutan baik atas gagasan diatas disampaikan oleh berbagai pihak diantaranya Departement Biokimia IPB. Hal ini terwujud dengan adanya batuan berupa gambaran tema praktikum  yang dapat diintegrasikan dengan tafsir Al-Quran. Adapun tema-tema praktikum tersebut berdasarkan praktikum yang telah berjalan di departeman biokimia dan masukkan dari sejumlah dosen pengajar departeman Biokimia. Selain itu kami diperkenankan melakukan praktikum tentang osmotik di laboratorium biokimia IPB.

Tentunya kerjasama serta hubungan baik antara Departement Biokimia IPB dan Prodi IQT Unida gontor dapat senantiasa terjalin dangan baik sebagai wujud nyata dukungan departement biokimia IPB

Ada Apa Dibalik Pergantian Senat Fakultas Ushuluddin Periode ini?

“Patah tumbuh hilang berganti, sebelum patah sudah tumbuh sebelum hilang sudah berganti” semboyan ini kembali bergema pada malam 10/3 2019 di Hall CIOS. Laporan Pertanggung Jawaban dan Serah Terima Amanat pengurus Senat Fakultas Ushuluddin. Nah, Ada Apa Dibalik Pergantian Senat Fakultas Ushuluddin Periode ini?

Acara ini dilaksanakan dengan penuh hikmat dihadiri oleh Wakil Dekan dan beberapa Dosen Fakultas Ushuluddin. Yang menarik Ketua Senat kali ini berasal dari Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Beliau menyampaikan Pidato Amanat Politik untuk kegiatan Senat kedepannya. Laporan Pertanggung jawaban disampaikan oleh perwakilan dari semester 8. Kemudian dilanjutkan dengan pelantikan yang pada kesempatan kali ini bapak Dekan diwakili oleh Bapak Wakil Dekan Al-Ustadz Dr. Jarman Ar-Roisi M.A.

Nasehat singkat oleh beliau menegaskan bahwa “pidato amanat politik yang disampaikan ketua tidak akan berjalan jika tidak ada dukungan dari semua pihak”. inilah makna dari Ada Apa Dibalik Pergantian Senat Fakultas. Beliau juga menuturkan bahwa kali ini Publikasi menjadi hal yang paling krisis atau inti dalam segala macam kegiatan yang ada di Universitas Darussalam Gontor khususnya di Fakultas Ushuluddin.

Ada Apa Dibalik Pergantian Senat Fakultas Ushuluddin Periode ini?

Menilik Kegiatan Kumpul Evaluasi Mahasiswa Fakultas Ushuluddin

9/3 2019 Gedung Terpadu lantai 1, Fakultas Ushuluddin mengadakan kumpul evaluasi mahasiswa fakultas bersama Dekan dan Wakil Dekan. Acara ini dihadiri oleh seluruh Mahasiswa Fakultas Ushuluddin yang terdiri dari Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Studi Agama Agama, dan Aqidah Dan Filsafat.

Acara ini dibuka oleh nasehat dari Wakil Dekan Al-Ustadz Dr. jarman Ar-Roisi M.A. beliau mengingatkan kepada seluruh mahasiswa agar ingat kedua orangtua, berdisiplin dan bekerja keras.

Kemudian dilanjutkan nasehat oleh Dekan Fakultas Ushuluddin Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung M.A., M.L.S. tentang pentingnya Ubudiyah dalam hidup sekaligus motivasi penyemangat belajar dan ibadah mahasiswa fakultas Ushuluddin.

Acara dilanjutkan dengan evaluasi mahasiswa fakultas ushuluddin dan motivasi dari Kepala Prodi SAA dan AFI. Kemudian acara ditutup dengan Doa oleh bapak Wakil Dekan. Kegiatan ini bertujuan selain untuk bersilaturrahmi antara mahasiswa dan Dosen, juga untuk mengevaluasi mahasiswa agar lebih semangat dalam melaksanakan segala aktifitas di Universitas Darussalam Gontor.

Menilik Kegiatan Kumpul Evaluasi Mahasiswa Fakultas Ushuluddin

Mencetak Pejuang Website

Senin 6 Maret 2019, Mahasiswi UNIDA kampus mantingan, mengadakan pelatihan website oleh Ustadz Taufiq Affandi. Kegiatan ini akan menjadi langkah awal bagi calon jurnalis web prodi IQT yang akan mencetak pejuang website dan berjihad di dunia informasi.

Langkah ini tentu bertolak dari pesan ilahi yang termaktub dalam al-Qur’an :“Wahai orang- orang yang beriman, jika ada seorang fasiq datang kepada kalian dengan membawa suatu berita penting, maka tabayyunlah (telitilah dulu), agar jangan sampai kalian menimpakan suatu bahaya pada suatu kaum atas dasar kebodohan, kemudian akhirnya kalian menjadi menyesal atas perlakuan kalian. [QS. al-Hujurât:49:6].

Sebab turunnya ayat ini adalah seputar tuduhan kepada nabi saw yang disebut yang disebut tukang sihir dan berbagai stigma buruk dari kaum quraisy.

Mencetak Pejuang Website
Mencetak Pejuang Website

Maka tuduhan harus diklarifikasi dengan membuat berita. Kita harus lawan fakta dengan fakta, lawan logika dengan logika, lawan sejarah dengan sejarah, lawan teori dengan teori. Karena zaman sekarang adalah pertarungan informasi.

Antusias mahasiswi ini pasti akan menjadi bagian dari perjuangan itu. Namun profesionalitas juga penting. Maka pelatihan ini berfungsi untuk meningkatkannya. Karena di luar sana, berita yang ingin menyudutkan agama ini juga sangat profesional. Semoga kita bisa mencetak penjuang website kebenaran di dunia digital.

Peran aktif mahasiswi IQT UNIDA dalam Daurah Nasional 1 KAMMI (Komisariat LIPIA)

Sebaik-baik kalian (umat nabi Muhammad saw) adalah yang mempelajari al-Qur`an dan mengajarkannya. H.R.Bukhari. Spirit inilah yang terpatri dalam jiwa kaum muslimin. Bagi mahasiswi Prodi IQT UNIDA acara Daurah Nasional 1 KAMMI menjadi spirit dalam mempelajari al-Qur`an dan mendakwahkan kepada masyarakat

Acara yang bertajuk “Ruh al-Qur`an Terpatri, Jadi Muslim sejati” diselenggarakan oleh KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia) LIPIA (Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab) Jakarta dalam bingkai Daurah Nasional 1 KAMMI (KOMISARIAT LIPIA) di masjid al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan.

Acara yang berlangsung pada 27 Februari sampai 05 Maret 2019 memiliki kategori sebagai berikut 1. Daurah Tajwid. 2. Dinamika Kelompok Qur`ani 3. Kajian Ulumul Qur`an, 4. Kajian Tafsir al-Qur`an, dan 5. Motivasi al-Qur`an. Adapun tujuan dari acara ini adalah 1. Memperbaiki bacaan al-Qur`an, 2. Melatih kecerdasan spiritual, 3. Meningkatkan sosialisasi sesama akademisi dan penghafal al-Qur`an, 4. Mengkaji dan mendalami makna ayat agar mampu diimplementasikan dalam kehidupan, 5. Mengetahui tantangan dakwah Qur`an di tengah masyarakat, 6. mendorong pengembangan akademik Prodi IQT UNIDA

Pihak Prodi berharap kepada Afifah, Nurhayati, Tasya, Muyassaroh, Anggia, dan Aisyah dapat mengikuti acara tersebut sampai selesai, dan kembali ke kampus dengan selamat, serta mampu membagi pengalaman dan seluruh ilmu yang didapat dalam daurah tersebut

Peran aktif mahasiswi IQT UNIDA dalam Daurah Nasional 1 KAMMI (Komisariat LIPIA)
Peran aktif mahasiswi IQT UNIDA dalam Daurah Nasional 1 KAMMI (Komisariat LIPIA)

Hasil Akhir Olimpiade Tahfidzul Qur`an 1440 Hijriyah

Alhamdulillah hirabbil`alamin, inilah Hasil Akhir Olimpiade Tahfidzul Qur`an 1440 Hijriyah yang penuh berkah dan barokah ini. kegiatan Olimpiade Tahfidzul Al-qur`an yang diikuti oleh semester 2 – 6 ini dilangsungkan dalam beberapa hari oleh program studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir, mulai dari tanggal 25 sampai dengan tanggal 27, Februari 2019.

Olimpiade tahfidz ini merupakan olimpiade perdana yang dilancangkan pertama kali oleh program studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir  dan  insyaallah akan berkelanjutan seterusnya. kegiatan tersebut juga mendapatkan apresiasi yang baik dari para Dosen dan Mahasiswa, dikarenakan kegiatan tersebut juga merupakan persiapan sebelum ujian tahfidz keseluruhan mahasiswa, sehingga kegiatan tersebut membantu para mahasiswa dalam menyemangati dan menggiatkan mahasiswa dalam menghafalkan Al-Qur`an.

Berikut ini adalah nama-nama dari pemenang Olimpiade Tahfidzul Qur`an: Sholeh Kamil, M.Adam Ali Fikar, Halwan Ahmad Fajar, Haris Abdul Azam, M.Baihaki Bin Bidin, Ahmad Ridhuan Bin Mohd Izhar, Wahyu Fajri, dan Rizqi Muhammad jumam Akmal. Bagi para peserta yang lain, jangan jadikan ini sebagai kekalahan tetapi jadikanlah ini sebagai pelajaran agar kita dapat meraih kemenangan dimasa yang akan datang.

Olimpiade tahfidz ini sangat bagus, karena Olimpiade ini adalah perdana dan bagus sekali untuk memotivasi para mahasiswa dalam menghafal, ujar Sholeh Kamil (salah satu pemenang lomba) saran saya kedepan adalah semoga tahun depan Oimpiade ini bukan hanya dapat diikuti oleh mahasiswa siman saja, tetapi juga dari Kampus-Kampus UNIDA lainnya. Ujar Sholeh.

Terimakasih bagi para peserta dan para dosen yang telah berpartisipasi dan meramaikan acara Tahfidzul Qur`an program studi Ilmu Al-Qur`an dan Tafsir ini, semoga di tahun- tahun berikutnya acara Tahfidzul Qur`an ini dapat berlangsung lagi dan semoga para peserta lebih bersemangat lagi dalam menghafal dengan niat untuk mencari pahala dan ridho Allah .SWT . AMIN…

Hasil Akhir Olimpiade Tahfidzul Qur`an 1440 Hijriyah
Faiz Alauddin, Mahasiswa IQT Seemester 2 dalam final olimpiade tahfidz 2019