Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Mengikuti Workshop Model Penjaminan Mutu Prodi

Untuk meningkatkan mutu program studi pada perguruan tinggi secara terencana dan berkelanjutan, Kopertis wilyah VII menyelenggarakan “Workshop Audit Mutu Akademik Internal” perguruan Tinggi swasta Kopertis wilayah VII. meningkatkan mutu program studi pada perguruan tinggi secara terencana dan berkelanjutan, Kopertis wilyah VII menyelenggarakan “Workshop Audit Mutu Akademik Internal” perguruan Tinggi swasta Kopertis wilayah VII.

Universitas Darussalam Gontor (UNIDA) sendiri mengutus dua orang dosen untuk mengikuti Workshop, pertama adalah al-Ustadz Taufik, M.A dari Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNIDA Gontor yang kedua adalah Rochmad, M.A dari Fakultas Ushuluddin Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA Gontor.

Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Mengikuti Workshop Model Penjaminan Mutu Prodi
Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Mengikuti Workshop Model Penjaminan Mutu Prodi

Acara yang diadakan pada hari Jum’at-Sabtu, 3-4 Nopember 2017 di Hotel Yello Surabaya, Jl. Raya Jemursari ini dilakukan secara intensif termasuk dengan memperbanyak praktek oleh para peserta setelah materi tentang penjaminan mutu disampaikan, untuk itu panitia sudah menghimbau dari awal agar peserta membawa dokumen standar, pedoman akademik, Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan laptop. Akhirnya acara ini memberikan dampak yang luar biasa bagi kemajuan program studi sebagai basis kemajuan suatu perguruan tinggi.

Kunjungan Yayasan Wadun Mubarok Bogor ke Prodi IQT UNIDA Gontor

Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Darussalam Gontor sangat antusias dalam menerima kunjungan dari manapun untuk menambah jalinan atau relasi keilmuan.

Kunjungan Yayasan Wadun Mubarok Bogor ke Prodi IQT UNIDA Gontor

Pada Jum’at 21 Oktober 2016 para asatidz dari Yayasan Wadun Mubarok Bogor Jawa Barat berkunjung ke Universitas Darussalam Gontor guna berdiskusi tentang Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Wadun Mubarok merupakan yayasan yang fokus dalam dunia pendidikan Al-Qur’an, sehingga terjadilah banyak pertukaran pemikiran dan info penting terkait pengembangan pembelajaran Al-Qur’an.

Tentu semua pihak berharap hubungan baik ini akan terus berlanjut sehingga melahirkan sebuah hasil yang nyata dari kedua belah pihak.

Al-Qur’an Dengan Sahabat Rasulullah : Abdullah Ibn Mas’ud

Al-Qur’an Dengan Sahabat Rasulullah

Abdullah Ibn Mas’ud merupakan sahabat Rasulullah yang akan dibahas dalam kajian kali ini, karena beliau merupakan sahabat yang terkenal dekat dengan Al-Qur’an. Sesuai dengan tema yang akan kita kaji pada sore hari ini.

Dengan demikian Ustadz Ilham Habibullah, M.Ag melalui kajian FASSIR beriktiar menanggulangi kekosongan figure islam dengan menyampaikan sosok sahabat Nabi, Abdullah Ibn Mas’ud. Nama beliau ialah Abdullah Ibn Mas’ud bin Ghafil bin Habib. Beliau masuk Islam karena kekagumannya dengan figure Rasulullah, Khadijah, dan paman Nabi Muhammad.

“Abdullah Ibnu Mas’ud hafal Al-Qur’an beserta asbabun nuzulnya, beliau juga menjadi qira’ah para sahabat, dan belaiu termasuk empat sahabat yang paling tau Al-Qur’an, beliau mnejadi duta tafsir ke Iraq dan orang yang paling tau Al-Qur’an setelah Ibnu Abbas, Ibnu mas’ud juga merupakan sosok guru dari Abu Al aswad Ad du’aily, sang pencetus ilmu nahwu.” Kata ustadz ilham dalam kajiannya.

Beliau menuturkan sebenarnya banyak sahabat Rasulullah yang dekat dengan Al-Qur’an. Akan tetapi sosok Abdullah bin Mas’ud ini memiliki ciri khas tersendiri yang tidak dimiliki oleh sahabat lainnya.

Islam zaman ini mengalami krisis figur, sehingga banyak pandangan yang menyeleweng dari cara pandang islam. Sebagaimana praktik sunnah dipandang ekstrim, bahkan sahabat Nabi direlatifkan. Susah kalo harus hidup tanpa figur, banyak anak yang besar tanpa ayah.

Al-Qur’an Sebagai Pusat Islamisasi Ilmu

 “Al-Qur’an Sebagai Pusat Islamisasi Ilmu”

Ide islamisasi ilmu lahir dikarenakan adanya perbedaan cara pandang (worldview) yang menjadi dasar keilmuan. Setiap orang   pasti memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menyikapi berbagai keilmuan. Sehingga, cara pandang tersebut memiliki pengaruh krusial dalam mencetuskan suatu konsep ilmu.

Dalam kajiannya, Ustadz Shohibul Mujtaba’ memaparkan, bahwa ideologi dan kultur merupakan bagian dari pembentuk worldview seseorang. melalui worldview, mengantarkan manusia pada pemaknaan segala sesuatu yang ada di alam semesta, termasuk bagi ilmu pengetahuan. Jika keyakinannya mengajarkan kebaikan, maka akan muncul sebuah cara pandang yang baik. Maka, inilah letak perbedaan dari sesebuah worldview.

“sumber keilmuan islam adalah khobar shodiq yang melalui dari dua sumber otentik, yaitu Al-Qur’an dan sunnah yang berbanding terbalik dengan keilmuan barat yang hanya menggunakan pengalaman empiris saja”. jelas beliau pada kajian sore hari di Masjid.(25/09)

Seraya berkata demikian, beliau menjelaskan makna islamisasi menurut Syeikh Muhammad Naquib al-Attas yaitu membebaskan manusia yang berawal dari tradisi magis, mitologi, animistis, kultur nasional yang bertentangan dengan islam, kemudian dari belenggu paham sekuler atas pikiran dan bahasanya.

Dan dapat disimpulkan bahwa umat muslim sekarang sedang berhadapan dengan peradaban barat yang sedang mendominasi dunia pada saat ini. Hegemoni barat saat ini juga telah menyebar luas, khususnya melalui IPTEK, dan mereka tidak mempercayai dan tidak mengakui akan adanya wahyu sebagai sumber utama segala keilmuan. Dan ini sangat berbeda dengan sumber keilmuan islam yang telah di sebutkan dan mutlak kebenaran sumbernya.

Kunjungan Dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta

Pada Jum’at, 18 Maret 2016 dua utusan dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an (PTIQ) Jakarta berkunjung ke Universitas Darussalam Gontor. Utusan tersebut adalah Dr. Nur Arfiyah Febriani Ketua Program Doktoral PTIQ Jakarta beserta suami. Dari kunjungan tersebut dihasilkan sebuah kesepakatan/kerjasama MoU antara Universitas Darussalam Gontor dengan Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur’an Jakarta dalam pengembangan sumberdaya manusia serta kurikulum dan seminar serta jurnal ilmiah dalam ranah Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.

Kunjungan Dari Perguruan Tinggi Ilmu Al-Qur'an (PTIQ) Jakarta

Tentu semua pihak berharap hubungan baik ini akan terus berlanjut sehingga melahirkan sebuah hasil yang nyata dari kedua belah pihak.

Ibadah Merupakan Media Pendidikan Karakter

Kegiatan spiritual atau yang disebut dengan ibadah merupakan basis kewajiban setiap manusia yang beragama. Melalui spiritual, manusia mampu mengembangkan atau mengendalikan potensi emosianal maupun intelegensinya. Sebab itu ibadah memiliki peran yang sangat signifikan dalam membentuk perilaku manusia.

Ibadah Merupakan Media Pendidikan Karakter

Dalam kajian Fassir yang diadakan setiap minggunya, Ustadz Hikmatiar Pasya menyampaikan, bahwa ibadah tidak hanya sebagai media komunikasi antara manusia dengan Tuhannya, namun memiliki pengaruh dalam pembentukan identitas manusia, yaitu sebagai pendidikan karakter. Sebagaimana sholat yang dijelaskan di dalam Al-Qur’an memiliki peran bagi pembentukan perilaku manusia, yaitu menjauhkan diri dari perbuatan keji dan mungkar. Begitu pula dengan puasa yang membentuk kemuliaan akhlak yaitu takwa.

“Mulanya, perbuatan baik terbentuk karena adanya unsur paksa (wajib), yang kemudian menjadi sebuah kebiasaan dan akhirnya melahirkan kegiatan-kegiatan positif lainnya, itulah salah satu fungsi dari nilai-nilai ibadah.” Ujar beliau pada kajian Fassir sore hari di Masjid Jami’ UNIDA Gontor.

Beliau juga menjelaskan makna ibadah menurut Syeikh Muhammad Mutawalli Asy-Sya’rawi, bahwa ibadah merupakan segala perbuatan yang dilakukan atas dasar ketaatan dan menjauhi apa-apa yang dilarang. Sehingga, segala perbuatan yang tidak dilandasi dengan keikhlasan dan bentuk ketaatan tidak bisa dikatakan sebagai ibadah. Itulah mengapa di dalam Al-Qur’an surah Al-Ma’un 107: 4, disebutkan beberapa golongan orang-orang yang beribadah tetapi tidak dianggap ibadahnya

Studia Quranika Jurnal Andalan Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir

Belum genap lima tahun berdirinya Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Darussalam Gontor Studia Quranika, jurnal program studi telah berhasil terbit sebanyak dua kali.

Studia Quranika Jurnal Andalan Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Ini penting karena menunjukkan keseriusan dan konsistensi dalam pengembangan wacana keilmuan para dosen dan mahasiswa.

Bahkan saat ini jurnal tersebut sudah bisa diakses secara online pada alamat: http://ejournal.unida.gontor.ac.id/index.php/quranika. Berikutnya adalah memaksimalkan jurnal tersebut agar dapat terakreditasi dengan baik.

Aktualisasi Al-Qur’an Dalam Masyarakat

Krisis pemahaman dan aktualisasi Al-Qur’an dalam masyarakat, menjadikan kebaikan yang ada di dalamnya tidak nampak dalam kehidupan. Sehingga nilai-nilai kebaikan yang tertuang dalam Al-Qur’an tidak teraktualisasikan dalam kehidupan secara nyata.

Aktualisasi Al-Qur’an Dalam Masyarakat

Pada kajian Fassir IQT yang bertemakan living Qur’an tentang aktualisasi Al-Qur’an Dalam Masyarakat dengan tema : hidup akrab dengan Al-Qur’an’’, yang diisi oleh Al-Ustadz Ali Mahfuz Munawar, dalam paparannya beliau menyampaikan, bagaiamana masyarakat bisa mengaktualisasikan nilai-nilai dalam Al-Qur’an untuk kehidupan bermasyarakat sehari-hari, sehingga menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an termanifestasi dalam kehidupan manusia.

“harusnya, Al-Qur’an tidak hanya untuk dihafal, tetapi bagaimana menjadikan aya-ayat Al-Qur’an sebuah tradisi dalam kehidupan di masyarakat.” Ungkap beliau dalam sebuah kajian sore di Masjid Jami’ UNIDA Gontor.(18/09)

Sehingga tema living Qur’an penting untuk dilakukan dalam mileu kehidupan berasrama, sebagaimana, sistem pendidikan yang diterapkan oleh Universitas Darussalam Gontor, dengan tujuan agar mahasiswa mampu mengaktualisasikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kesehariannya.

Partisipasi Kaprodi IQT dalam Lokakarya PTKIS di Surabaya

Pada tanggal 21 – 23 September 2016, Kopertais Wilayah IV Surabaya mengadakan Lokakarya Progam Studi PTKIS. Acara yang diikuti Kaprodi IQT tersebut dibuka oleh Prof. Dr. H. Abd A’la, M.Ag selaku Koordinator Kopertais Wilayah IV dan dilanjutkan oleh oleh Dekan Fakultas Teknologi Informasi Institut Teknologi Surabaya, Dr. H. Agus Zainal Arifin, S. Kom., M. Kom yang menyampaikan tentang “Implementasi Standar Nasional Pendidikan (SN-Dikti) dalam Pengembangan Kurikulum di PTKIS”.

Partisipasi Kaprodi IQT dalam Lokakarya PTKIS di Surabaya

Hari Kedua diisi oleh Dr. Abdul Muhid, M.Si, Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya yang membahas tentang ”Pemantapan Rumus Profil dan Deskripsi Lulusan Prodi”. Pada hari terakhir, Prof. Dr. H. Muslimin Ibrahim M.Pd selaku Guru Besar Pendidikan Sains Universitas Negeri Surabaya memberikan materi tentang Implementasi Caspaian Pembelajaran dalam Rencana Pembelajaran Sementara (RPS) yang Selaras dengan SN-Dikti.

Lokakarya tersebut dihadiri oleh Kaprodi seluruh jurusan se-Kopertais Wilayah IV. Tujuan dari diadakannya acara ini adalah untuk merumuskan kurikulum KKNI untuk kemudian disatukan oleh kopertais Wilayah IV Surabaya, sehingga dapat menjadi kurikulum Nasional secara baku.