TIPS MEMBAGI WAKTU BAGI MAHASISWA

Waktu itu lebih berharga daripada emas

Waktu, “waktu adalah uang” merupakan ungkapan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Menyia-nyiakan waktu sama dengan menyia-nyiakan uang. Memang benar, karena jika kita membuang-buang waktu, kita telah membuang-buang kesempatan kita untuk mendapatkan uang.

Sebagai mahasiswa, tentu kita memiliki kegiatan-kegiatan yang baik di dalam maupun di luar kampus, baik akademik maupun non-akademik. Untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, alangkah baiknya jika kita mengatur jadwal untuk setiap kegiatan. Disinilah letaknya mengapa managemen waktu sangatlah penting. Berbeda dari masa-masa SMA yang mungkin kita masih diatur oleh orang tua kita, mahasiswa sebagai kaum intelektual haruslah bisa mengatur waktu secara mandiri dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk hal-hal yang berguna. Kemandirian haruslah ditanamkan ke dalam jati diri setiap mahasiswa. Maka dari itu, pada artikel kali ini, saya akan membagikan beberapa tips untuk mahasiswa supaya bisa memanage waktu dengan sebaik-baiknya.

Tips-tips Membagi Waktu

1.Membuat jadwal kegiatan

Disarankan untuk tidak membuat jadwal di dalam otak kita saja, terutama bagi kita yang mudah untuk lupa. Buatlah sebuah daftar kegiatan yang akan anda lakuakan beserta waktunya di kertas, kalender, atau aplikasi pencatat jadwal di smartphone kita. Hal ini akan membuat kita tidak mudah lupa dengan kegiatan yang sudah direncanakan. Maka, keseharian kita pun menjadi lebih tersruktur.

2.Mengatur jadwal kegiatan secara fleksibel

Jadwal kegiatan yang kita susun mungkin kadang-kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Kegiatan yang kita prediksi akan selesai dalam durasi tertentu bisa saja lebih lama dari prediksi kita. Jadi, luangkan sedikit waktu untuk kegiatan-kegiatan yang tidak bisa tepat waktu saat mulai atau saat selesai.

3.Memprioritaskan kegiatan tertentu

Jika kita mempunyai kegiatan-kegiatan yang memiliki jadwal yang sama, kita harus menentukan kegiatan mana yang lebih penting untuk dilakukan. Jika memungkinkan, kita juga bisa untuk mengalokasikan kegiatan yang tidak diprioritaskan pada waktu tertentu ke waktu yang lain.

4.Fokus pada satu tujuan

Salah satu hambatan yang bisa membuang-buang wakt kita ketika beraktivitas adalah melakukan lebih dari satu kegiatan pada satu waktu atau multitasking. Selesaikan terlebih dahulu suatu kegiatan sebelum berlanjut ke kegiatan yang lain. Lakukan secara bertahap sehingga kegiatan-kegiatan kita lebih efektif. Jika memang ada sesuatu yang memaksa kita untuk  multitasking, maka solusinya adalah dengan menyicil. Artinya, selesaikan satu kegiatan secara bertahap. Misalnya, pada satu waktu kita menyelesaikan kegatan tertentu 25% dana pada lain waktu 50% atau 75% dan seterusnya hingga selesai.

5.Membuat sub-sub kegiatan dari setiap kegiatan

Tips ini bertujuan agar kita tidak menyelesaikan masalah yang sudah diselesaikan sebelumnya dari suatu kegiatan. Buatlah sub-sub kegiatan dari suatu kegiatan dan checklist yang sudah selesai dikerjakan. Intinya, hindarilah redudansi dalam mengerjakan sesuatu sehingga kegiatan yang seharusnya selesai pada waktu tertentu tidak berlarut-larut.

6.Hentikan tunda-menunda

Hal yang mungkin beberapa orang lakukan adalah menunda-nunda. Jik kegiatan kita tidak memungkinkan untuk ditunda, maka janganlah menunda kegiatan tersebut. Jika kita mempunya kebiasaan tersebut, alangkah baiknya untuk menghapusnya. Jangan biarkan kegiatan kita berlarut-larut dan terus-terusan tertunda.

7.Carilah waktu luang untuk bersantai

Arti dari “bersantai” bukanlah malas, akan tetapi, kita benar-benar perlu meluangkan waktu untuk bersantai sejenak, refreshing, dan istirahat setelah beraktivitas. Semua ini berdampak baik pada kesehatan kita supaya kita tidak stress. Misalnya; berolahraga, bercengkrama dengan teman-teman, membaca buku, dan lain-lainnya, tetapi tetap memerhatikan waktu supaya waktu yang kita gunakan untuk bersantai tidak mengganggu kegiatan-kegiatan lainnya.

perseteruan Etnis Burma dengan Muslim Rohingya.

perseteruan etnis Muslim Rohingya dan Cikal-bakal kelompok Rohingya terlacak pada awal abad ke-15. Pada 1404, pasukan dari Ava, ibukota kerajaan Burma kala itu, menyerang kerajaan Arakan yang membuat Raja Narameikhla mengungsi ke negeri Bengali (kini Bangladesh). Dua puluh empat tahun kemudian, bersama bala bantuan dari Sultan Bengali, dia kembali untuk merebut Arakan.

perseteruan etnis Burma dengan Muslim Rohingya.

Pada 1784, Bodawphaya, raja Burma dari Dinasti Konbaung, mengerahkan tentara untuk menginvasi wilayah Arakan. Ribuan orang tewas dan ditawan. “Setidaknya 20.000 tawanan termasuk simpatisan Muslim, seniman, dan ilmuwan digelandang menuju pusat Burma melintasi bukit Arakan. Ratusan di antaranya tewas selama di perjalanan,” tulis sejarawan Inggris G. E. Harvey dalam .[2]

Merasa andil dalam memenangkan Inggris, orang-orang Rohingya menuntut imbalan berupa kemerdekaan di sebuah wilayah bernama Maungdaw di Arakan. Permintaan ini dikabulkan. Para pengungsi Rohingya, yang terusir ke Bengali dalam kerusuhan tahun 1942, akhirnya kembali ke kampungnya. Untuk mengamankan kekuasaan, mereka tak memberikan jabatan-jabatan strategis kepada orang-orang Budha; suatu keadaan yang memperdalam sentimen kebencian.

Upaya “Burmanisasi”, meleburkan ajaran Islam dan menghilangkan identitasnya dalam masyarakat Budha. Umat Islam diusir dari kampung halaman mereka. Tanah-tanah dan kebun-kebun pertanian mereka dirampas.Bagi mereka yang menolak, maka tebusannya adalah nyawa dan menjadi perseteruan etnis Muslim Rohingya dengan budha . Inilah militer fasis yang tidak mengenal belas kasihan.

Pandangan islam dan Al quran.[3]

Islam sangat menjunjung tinggi rasa persaudaraan meski dengan non-Muslim. Dalam Islam, banyak sekali ajaran dan anjuran untuk menjaga hubungan baik dengan umat agama lain. Ajaran Islam, khususnya yang bersumber dari al-Qur’an sangat menjunjung tinggi etika kebebasan beragama, etika menghormati agama lain, dan etika persaudaraan. Makalah ini hendak memaparkan ketiganya yang merupakan cerminan etika al-Qur’an dalam menyikapi pluralitas umat beragama.

  1. Prinsip Kebebasan Beragama

Dalam Surat al-Baqarah ayat 256, Allah mengajarkan Umat Islam untuk menjunjung tinggi prinsip kebebasan beragama. Ayat tersebut merupakan larangan pemaksaan terhadap orang lain agar memeluk Islam. Ayat tersebut berbunyi :

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Prinsip Menghormati Agama Lain

Prinsip menghormati agama lain ini bukan berarti mendukung dan menyetujui praktik agama tersebut. Prinsip menghormati adalah sikap toleransi beragama tanpa adanya cacian dan hinaan. Ini sebagaimana tergambar dalam surah Al An’am 108 :

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan”.

Prinsip Persaudaraan

Secara tegas ayat ini mengajarkan kepada Kaum Muslim untuk dapat memelihara kesucian agamanya, menciptakan rasa aman, dan menjaga hubungan harmonis antar umat beragama. Manusia sangat mudah terpancing emosinya bila agama dan kepercayaannya disinggung. Ini adalah tabiat manusia, apapun kedudukan sosial dan tingkat pengetahuannya. Hal ini karena agama bersemi di dalam hati penganutnya, sedangkan hati adalah sumber emosi. Berbeda dengan pengetahuan, yang mengandalkan akal dan pikiran. Seseorang dengan mudah mengubah pendapat ilmiahnya, tetapi sangat sulit mengubah kepercayaannya meskipun bukti-bukti kekeliruan akan kepercayaan yang dianutnya telah nyata di hadapannya.[4]

kesimpulan

Demikianlah bagaimana sikap kita sebagai umat islam dalam menanggapi perseteruan Muslim Rohingya dengan permasalahan diatas. Allah SWT mengajarkan kepada hambanya untuk menjunjung tinggi prinsip kebebasan beragama, prinsip menghormati agama lain, dan prinsip persaudaraan.Telah menjadi ketentuan Allah bahwa manusia ini diciptakan dari satu rahim, dan juga diciptakan berbeda-beda. Adanya pluralitas, keanekaragaman, ataupun perbedaan-perbedaan yang ada bukan dimaksudkan untuk menunjukkan superioritas masing-masing terhadap yang lain, melainkan untuk saling mengenal, bersatu, dan bersaudara.

Konsep ini tidak hanya terdapat dalam teks saja, tapi juga diterapkan dalam kehidupan dakwah Nabi SAW dan Umat Islam lainnya. Pada awal Islam, suku-suku di Jazirah Arab memeluk Islam secara sukarela, karena argumentasi, kagum terhadap pribadi Nabi SAW, karena konsep tauhid dalam Islam, dan lain sebagainya.

penulis : adyaksa


Pola Hidup Sehat Sebagai Peningkatan Imun dan Iman

Pola Hidup Sehat pada Isu kesehatan pada akhir- akhir ini tak lagi menjadi hal yang disepelekan bagi umat manusia hingga banyak pakar-pakar kesehatan ikut andil dalam meneliti perkembangan persentase kesehatan umat manusia dimuka bumi ini. Terutama pada isu Covid-19 yang merubah euforia kesehatan menjadi pesta bisnis yang berdalih kesehatan.

Pada tanggal 14 januari 2021 Pendakwah Ternama yang sering disebut sebagai bapak Tahfidz Indonesia Syeikh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber atau yang sering kita sebut sebagai Syeikh Ali Jaber meninggal dunia di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta. Kabar meninggalnya ini diungkapkan oleh Ustadz Yusuf Mansur melalui akun Instagramnya @yusufmansurnew.

Pada hari Jum’at tanggal 15 januari 2021, Al-ustadz Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. memberikan pesan dan nasehat pada khutbah mimbarnya mengenai kepergian Alm. Syeikh Ali jabber dan pentingnya meningkatkan ilmu, iman dan imun. Beliau mengutip hadits yang diriwayatkan oleh rosulullah SAW yaiut Diantara tanda-tanda Kiamat adalah hilangnya ilmu dan menyebarnya kebodohan. Dijelaskan dalam ash-Shahiihain dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ

Di antara tanda-tanda Kiamat adalah hilangnya ilmu dan tersebarnya kebodohan.

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Artinya: ‘Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain. Hr. (Bukhari).

            Entah mengapa dari isu kematian syeikh ali jabber ada beberapa kata yang sangat mencengangkan yaitu “saya tidak tau apakah dibalik kematian Syeikh Ali Jaber terdapat rencana PKI atau memang rencana Allah SWT. Wallahu a’alam” setelah penyampaiannya mengenai kematian almarhum, banyak sekali pitutur yang disampaikan oleh Al-Ustadz hamid perihal pentingnya menimba ilmu dan menjaga imunitas tubuh bagi umat muslim agar peradaban islam tak menghilang dari peradaban dunia.

ILMU, IMAN & IMUN

Apakah ilmu memiliki pengaruh yang sangat besar kepada iman seseorang? Tentu saja iya jawabannya. Karena Ilmu adalah badan dan iman sebagai baju yang menutupi badan itu. Ilmu yang dimiliki oleh manusia adalah tolak ukur keimanan manusia tersebut, sehingga kita harus meningkatkan intelektualitas pribadi masing-masing.

Lalu mengapa ilmu, iman dan imun memiliki hubungan yang berkesinambungan? Dalam proses manusia untuk berilmu membutuhkan imunitas tubuh yang mendukung seseorang dalam berproses. Seperti yang dikatakan ustadz hamid pada khutbah mimbarnya. Logika memiliki asupan-asupan yang harus dilengkapi. Contohnya adalah, makan yang banyak, istirahat yang cukup, dan selalu menunaikan ibadah wajib. Kalau kita hanya hidup sehat atau hanya hidup untuk mengikuti trend saja sangatlah sayang sekali,

Senam adalah salah satu meningkatkan pola hidup sehat

Maka pada siklus kehidupan manusia. Sangatlah harus untuk menjaga imunitas tubuh. Lalu bagaimana kita meningkatkan imunitas tubuh kita? Jawabannya sangatlah mudah. hanya dengan menerapkan Pola hidup sehat. Jika kita ingin meningkatkan imun dengan metode iman, maka naikan standar atau hal” yang berhubungan dengan ibadah yang kita bisa lakukan. karena semua ibadah dapat meningkatkan imunitas tubuh. Segala kegiatan syari’at islam membentuk puzzle-puzzle kesehatan dalam tubuh manusia karena waktu-waktu kita telah diatur oleh ibadah-ibadah fi’liyah. Seperti halnya sholat lima waktu, sholat hajat, sholat  tahajjud, membaca Al-Qur’an Dsb.

Pada gerakan sholat kita mendapatkan beberapa manfaat yang sangat menyehatkan pada tubuh kita yaitu: dapat melancarkan aliran darah pada tubuh, membuat tubuh rileks, bagus pada pergerakan sendi, baik untuk postur tubuh, dapat meregangkan tubuh, dapat mengendalikan otot perut dan baik untuk sistem pencernaan serta menjaga Pola Hidup Manusia. Sehingga manusia yang senantiasa menjaga sholatnya insya Allah memiliki kesehatan jasmani dan rohani secara utuh.

Sedikit kesimpulan yang bisa kita ambil dari Pesan dan Nasehat yang disampaikan oleh Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. Diatas adalah kita harus memaksakan diri kita untuk selalu meningkatkan imunitas tubuh, menjaga iman kita serta belajar dengan maksimal, agar kita senantiasa tetap menjaga Pola hidup sehat dengan iman yang kuat dan ilmu yang kita punya banyak juga luas serta bermanfaat bagi khalayak ramai.

LITERASI TAJWID SEBAGAI PENINGKATAN KUALITAS BACAAN AL QUR’AN KARYAWAN LA TANSA GONTOR

Pengunaan tajwid yang benar sangat dibutuhkan dalam membaca al-Qur’an. Untuk itu La Tansa Gontor Departement Store mengadakan literasi tajwid untuk karyawan La Tansa Gontor Departement Store guna meningkatkan kemampuan karyawan dalam membaca al-Qur’an.

Peserta literasi tajwid karyawan La Tansa Gontor Departement Store
Peserta literasi tajwid karyawan La Tansa Gontor Departement Store

Acara ini terselenggara atas kerja sama La Tansa Gontor selaku pihak pelaksana dan Jam’iyatul Qurra’ Pondok Modern Darussalam Gontor sebagai narasumber. Acara ini berlangsung selama 3 hari, dari hari Kamis, 15 Oktober 2020 sampai hari Sabtu, 17 Oktober 2020 di Gedung La Tansa Gontor Departement Store, Ponorogo.

Materi Yang diajarkan pada literasi tajwid ini berfokus pada

Kegiatan membaca al-Qur’an

Setiap pagi karyawan La Tansa Gontor Departement Store diwajibkan untuk membaca al-Qur’an. Bagi karyawan yang belum lancar akan diarahkan untuk membaca buku Iqra’

Al-Ustadz Hisyam Dzaki selaku staff dari La Tansa Gontor Departement Store mengungkapkan bahwa masih banyak karyawan yang kesulitan dalam membaca al-Qur’an dikarenakan kurangnya pengetehuan mereka terhadap ilmu tajwid.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 3 hari ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas bacaan al-Qur’an karyawan La Tansa Gontor Departement Store.

Penulis: M. Abiyyu Naufal Akbar

Sistem: Era Globalis

Era Globalis Sistem

Sistem dan Pemahamannya

http://iqt.unida.gontor.ac.id/ Dalam sebuah sistem pemerintahan banyak sekali propaganda yang dimana orang tersebut akan melenceng dan dengan melenceng tersebut pastinya bisa bertahan lama, dalam penelusuran saya pernah saya membaca sebuah artikel dan banyak hal-hal lain. Jadi gini semakin anda lurus dalam sebuah kesisteman semakin anda terpuruk dengan sebuah kemasalahan, dan dengan agaknya melenceng tersebut kita semakin pintar agar kita terus bertahan dengan sistem yang dimana yang pintar yang menang.

Jadi menurut pemahaman saya, dimana globalis ini anti yang namanya nasianalis, yang kalau kita tahu, dinegara kita ini banyak sekali menerapkan kata nasionalis ini. Ya, kita lihat presiden kita yang pertama, kalian tahu sendiri kan kalau kenasionalisasian nya dia sangat tinggi yang dimana pada waktu itu terjadi sebuah perang dan kita dapat terbebas dari penderitaan perang tersebut dengan kenasionalisannya

Kaum Globalis

Kaum globalis ini tidak bahkan gak mau mementingkan sebuah negara ataupun sebuah kesatuan. Ya, yang kita tahu banyak sekali kaum-kaum globalis yang selalu pindah-pindah negara dan sebagainya, bagaimana tidak pindah negara?. Kan dia orang-orang yang berduit. Kalian tahu sendiri lah mereka hanya mementingkan diri sendiri yang dimana dihadapan mereka apapun itu dapat dibeli dengan uang.

Disini kita sudah melihat bagaimana sistem umumnya kaum-kaum globalis ini, kalian pasti pernah mendengar kasus-kasus sebuah pejabat yang tertipu dan sebagainya, lebih rincinya itu mereka menentang kaum-kaum globalis ini, dunia sekarang sudah sangat terikat dengan globalis ini, sebagaimana yang kita tahu, setiap negara mempunyai mata uang dan di anatara negara tersebut ada mata uang terhebat atau bisa dikatakan yang memimpin, ya, kalian pasti sudah tahu sendiri apa mata uang tersebut dan bagaimana tersebarnya mata uang tersebut dapat membuat orang terkaget-kagetkan dengan nominal ataupun nilai harganya.

Gerakan Kaum Globalis

Kita sudah tahu banyak sekali hal yang dimana kaum globalis ini sering menyerang dunia dengan cara ya…bisa dibilang susah untuk di tebak, kita lihat tahun 2020 sekarang, menuju kepada negara super power yaitu amerika mereka kemarin habis mengadakan pilpres, dan dimana saya terheran-heran ini ketika pilpres ataupun setelah itu terjadi yang namanya bencana COVID 19, dengan ini kita pastinya berfikir kalau ini itu adalah cobaan. Tapi bagi orang yang memahami tentang era ataupun jaman sekarang ini, mereka mengetahui bahwasanya kita ini sedang dikelabui oleh covid 19 ini.

Kalian pastinya tahu kalau pas covid kita tidak bisa bekerja dan sebagainya dikarenakan virus ini dapat menyebar dengan cepar, disini mereka yang telah melaksnakan atau membuat drama ini dapat dengan mudah menguasai ataupun mendapatkan hasil keuntungan dengan memberikan hal-hal yang sudah sangat siap tuk disumbangkan kepada yang terkena virus ini, adanya sumber daya dan hal-hal yang berkaitan dengan bahan pangan, mereka mengendalikan dengan baik dan sangat teliti agar disetiap negara dapat terpancing apa yang telah ditaburkan oleh orang-orang ini.

Saran

Ya, dengan ini kalian pastinya sudah menyadari kalau kita dizaman atau era ini kita sudah sangat pasti dikendalikan oleh peminat kaum-kaum globalis tersebut, kalau saya kasih saran ya saya akan menjelaskan pastinya tentang kesadaran ya bisa disebut ABC di singkat awareness before changes, ya disini kesadaran bukan hanya untuk melakukan tindakan tapi yang paling awal yaitu dengan mengetahui apa itu ero globalis dan sistem-sistemnya yang dimana sudah mendarah kepada beberapa negara.

Pengaruh Kisah Kisah Israiliyyat dalam Materi Dakwah

Pengaruh Kisah Kisah Israiliyyat dalam Materi Dakwah

Salah satu diantara unsur yang memperindah
dalam penyampaian materi dakwah adalah pemaparan kisah-kisah atau
cerita-cerita, daya tarik sebuah materi dakwah sangat tergantung pada cara da’i
membungkus sebuah kisah menarik yang berkesan dan bermakna. Kisah atau cerita
sangatlah mudah diingat dan mudah pula diwirayatkan kepada orang lain karena ia
memiliki alur yang teratur, maka pemaparan kisah sangat membantu para da’i
dalam mengemas materi dakwahnya sehingga lebih sempurna dan menarik.

Salah satu yang menjadi sumber kisah bagi para
da’i adalah Al-Qur’an, Al-Qur’an banyak berbicara tentang kisah nabi-nabi dan
umat-umat terdahulu, kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Quran merupakan
kisah-kisah yang benar sebagai pelajaran bermakna bagi ummat Islam.

لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُولِى ٱلْأَلْبَٰبِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

Artinya: Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka
itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu
bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang
sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi
kaum yang beriman. (QS. Yusuf: 111).

Makna Israiliyat

Israiliyat adalah kisah-kisah atau peristiwa yang bersumber dari bani Israil atau yang disebut Yahudi, demikian juga yang bersumber dari Nasrani. Taurat merupakan kitab suci yang Allah turunkan kepada Nabi Musa untuk kaumYahudi, kitab tersebut banyak mengandung penjelasan kisah-kisah yang mirip dengan Al-Qur’an, demikian juga halnya dengan Injil yang Allah turunkan kepada Nabi Isa untuk Kaum Nasrani mengandung cerita-cerita para Nabi dan umat masa dahulu yang samadengan penjelasan Al-Quran.

Pembagian Kisah Israiliyat

Tidak semua kisah-kisah israiliyat bohong dan tidak
pula semuanya benar dan ada diantaranya yang boleh diriwayatkan. Para da’i
dituntut lebih hati-hati dan cermat sebelum menyampaikan materi dakwah yang
berkenaan dengan kisah-kisah agar tidak terpengaruh dengan kisah-kisah
Israiliyyat yang tidak shahih.

Secara garis besar kisah-kisah Israiliyat terbagi kepada tiga bagian;

   1.      Sahih

Riwayat kisah Israiliyat dapat diterima jika sesuai
dengan penjelasan yang sahih dari Rasulullah SAW, ketika Al-Quran menyebutkan
suatu kisah secara umum dan tidak disebutkan secara terperinci nama dan tempat
kejadian, maka menimbulkan rasa penasaran bagi orang yang membacanya. Sebagian
diantara para sahabat menanyakakannya kepada Ahli kitab, mereka menjawab sesuai
dengan apa yang tertulis dalam kitab mereka.

   2.       Palsu

Banyak cerita-cerita dongeng yang bersumber dari
hayalan orang-orang yang tidak diketahui sejarah hidupnya menyusup kedalam
tafsir, namun diketahui bahwa dongeng dongeng tersebut tidak dapat diterima
oleh akal yang sehat akan kebenarannya, bahkan sangat bertentangan dengan
Islam. Jika didapati dalam tafsir riwayat yang mengandung cerita seperti ini
maka tidak boleh diterima.Banyak Mufassir yang menyebutkan dalam tafsir mereka
dongeng-dongeng Israiliyat tanpa memberikan tanggapan tentang kebenarannya,
Tafsir Al-Khazin Misalnya; menyebutkan tentang
kisah penyakit yang diderita oleh Nabi Ayyub, sebagaimana yang tertera dalam
surat Al-Anbiya : 83-84

وَأَيُّوبَ إِذْ نَادَى رَبَّهُ أَنِّي مَسَّنِيَ الضُّرُّ وَأَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِينَ ، فَاسْتَجَبْنَا لَهُ فَكَشَفْنَا مَا بِهِ مِنْ ضُرٍّ وَآتَيْنَاهُ أَهْلَهُ وَمِثْلَهُمْ مَعَهُمْ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَذِكْرَى لِلْعَابِدِينَ 

Artinya: dan (ingatlah kisah) Ayub, ketika ia menyeru
Tuhannya: “(Ya Tuhanku),sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau
adalah Tuhan Yang Maha Penyayang diantara semua penyayang”. Maka Kami pun
memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan
Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka,
sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua
yang menyembah Allah.

   3.      Masalah yang tidak dibicarakan dalam Islam

Hal-hal yang tidak dibicarakan dalam Islam karena dianggap
tidak terlalu penting,tetapi akhirnya menimbulkan rasa penasaran dikalangan
orang Islam. Masalah ini muncul ketika timbul pertanyaan dari berbagai kalangan,
para mufassir tidak menemukan jawabannya, sehingga tergerak hati mereka untuk
bertanya kepada Ahli kitab, sepertimisalnya nama-nama Ashab al-Kahfi, warna anjing
mereka, tongkat nabi Musa, nama burung yang dihidupkan nabi Ibrahim, dan
lain-lainnya yang Allah sebutkan secara garis besarnya saja dalam Al-Quran.
Menurut para ulama dalam menyikapi masalah ini tidaklah terlalu penting karena
tidak ada faedahnya terhadap agam
a.

 

Sisi Positif dan Negatif Israiliyat

Timbulnya keinginan para sahabat untuk mengetahui
kelengkapan jalannya cerita
yang tertuang dalam Al-Quran, maka diantara kaum muslimin pada masa sahabat meminta kepada Ahli kitab Israiliyyat yang telah masuk Islam seperti Abdullah bin Salam, untuk memeberi keterangan mengenai hal tersebut sekedar untuk memperjelas kisah-kisah ringkas yang disebutkan dalam Al-Quran. Setidaknya hal ini sangat memberikan keuntungan yang baik kepada kaum muslimin selagi kisah tersebut tidak menyimpang dari kebenarannya, Rasulullah juga membolehkan para sahabat untuk mengambil riwayat dari bani israil jika sudah diketahui kebenarannya.

Tidak diragukan lagi dihapusnya Isnad-Isnad dalam tafsir
mengakibatkan
terbukanya pintu kejahatan bagi kaum muslimin, sangat memungkinkan bagi mereka untuk melakukan manipulasi terhadap tafsir dan memasukkan kisah-kisah Israiliyat kedalamnya. Para pendukung aliran mazhab politik misalnya, mereka dengan semborono mengatakan bahwa riwayat tersebut bersumber dari Nabi Muhammad atau dari salah seorang tokoh mufassir dikalangan sahabat nabi, namun pada hakikatnya riwayat tersebut mengandung unsur-unsur budaya serta pemikiran-pemikiran yang tidak sehat dan hal-hal yang berbentuk bid’ah, dengan maksud ingin menonjolkan mazhab atau aliran mereka dan untuk menutupi kerancuan pemikiran mereka, sehingga orang yang membacanya mengira bahwa semua penafsiran dan kisah-kisah Israiliyat yang ada didalamnya adalah benar.Sekiranya penafsiran tersebut disertai dengan sanad-sanadnya maka besar kemungkinan pengaruh negatif Israiliyat dapat dihindari.

 

 

 

 

 

Riba Dalam Prespektif Al Qur’an

riba merupakan salah satu dosa besar
riba merupakan salah satu dosa besar

Mengapa dilarang ?

Pada zaman ini banyak orang yang sangat sulit terhindar dari praktek ini. Bahkan mereka sangat abai tentang masalah riba ini. Contohnya dalam hal utang berbunga, mereka tidak menghiraukan masalah bunga ini. Padahal bunga adalah riba, karena bunga merupakan suatu timbal balik yang diperoleh oleh si pemberi peminjam tanpa ada upaya atau usaha apapun. Mereka si peminjam beranggapan bahwa boleh ngutang, asal bunganya kecil. Besar kecilnya bunga tetaplah riba, makanya sebisa mungkin hindari praktek ini karena islam sendiri sangat menentang keras terhadap praktek tersebut.

Mari kita pahami tentang definisi riba. Menurut Leopold Weiss seorang muallaf pada tahun 1926 dan nama islamnya, Muhammad Asad ; Secara umum dari segi bahasa kata riba merujuk kepada suatu “tambahan”, atau “peningkatan” sesuatu dari ukuran asli atau jumlah. Dalam terminologi Al Qur’an ia berarti ada penambahan secara illegal, berupa bunga, ke sejumlah uang atau barang oleh seseorang atau badan tertentu ke yang lain.

Pengertian Riba Dalam Al Qur’an

Kita beralih ke definisi dasar Al Qur’an mengenai masalah ini. Ini memberikan penjelasan yang sangat jelas karena definisi itu datangnya langsung dari ayat Al Qur’an :

Dan sesuatu (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia. maka itu tidak menambah pada sisi Allah, Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)”. (QS.Ar Rum (30) : 39).

Pada saat ayat ini diturunkan, riba dipahami sebagai pinjaman yang memiliki bunga atau lebihan dari jumlah pokoknya. Ayat tersebut menyatakan bahwa penambahan tersebut diperoleh dari jerih payah orang lain. Dengan kata lain, bertambahnya hartaku melalui riba ( dalam bentuk pinjaman menguntungkan ) yang aku lakukan dengan seseorang, maka “ keuntungan aku itu “ adalah kerugian dirinya. Transakni ini tidak dibenarkan dalam Al Qur’an.

Dari interpretasi diatas pada surah Ar Rum ayat 39 dibenarkan dalam wahyu kedua mengenai subjek ini Allah SWT mengutuk orang orang Yahudi atas penindasan, atau perbuatan buruk yang telah mereka perbuat. Diantara perbuatan buruk mereka adalah mengambil bunga, meskipun telah dilarang atas mereka, dan konsekuensi tindakan  mereka mengambil riba, Allah SWT menyatakan bahwa mereka :

Artinya : Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. ( QS An Nisa’ (4) ; 161 ).

Kesimpulan

Zaman ini sangat sulit mengenali riba, karena sudah menjadi sistem, menjadi gaya hidup sehari hari tanpa kita sadari. Menurut Professor Richard Falk dari Universitas Princeton menggunakan istilah “ Perampokan yang dihalalkan” untuk menggambarkan perpindahan kekayaan secara tidak adil. Untuk melihat merajalelanya, umat islam harus sampai pada kesadaran moral dan spiritual agar dapat melihat yang tidak mungkin terlihat sebelumnya.

Mengapa Air Liur Anjing Hukumnya Najis ?

Dalam ajaran agama Islam, umat Muslim dilarang untuk menyentuh, memegang, terutama berkaitan dengan jilatan anjing. Hal itu dikarenakan hukum Syariat dalam Islam menyatakan bahwa segala aktivitas tersebut berkaitan dengan hewan anjing hukumnya adalah najis kecuali dalam keadaan dan situasi yang sangat darurat serta tidak ada lagi suatu yang halal yang bisa diperoleh dari sekitarnya. Lantas, mengapa hukum menyentuh, memegang, dan hal berkaitan dengan jilatan anjing adalah najis? Bagaimana ajaran agama Islam membuktikan secara ilmiah dan sains dalam hal tersebut?
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a , Rasulullah SAW. bersabda, ”Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunakan tanah.”
Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Apabila anjing menijilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali.” (HR. Muslim).
Hadis yang disabdakan oleh Rasululah SAW. diatas menunjukkan kepada dua hal :

Mengapa Air Liur Anjing Hukumnya Najis ?
  1. Menyucikan wadah bekas jilatan anjing dengan cara membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunaka tanah
  2. Keharusan mengerik wadah yang dijilat anjin

Pembuktian Sains Hadist Rasulullah SAW.

Hikmah tujuh kali basuhan dengan tanah dalam menghilangkan najis jilatan anjing

  1. Kesimpulan para dokter yang menetapkan bahwa dalam proses membasuh wadah bekas jilatan anjing harus disertai dengan tanah merupakan penemuan ilmiah dan bukti sains dalam hadist yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW. Para dokter dan peneliti menjelaskan alasannya secara detail sebagai berikut:
  2. Dalam sebuah forum tentang kesehatan umum para dokter mengemukakan sebuah rahasia penting mengapa harus tanah tidak bahan lainnya. Dalam forum tersebut dijelaskan bahwa hikmahnya sebagai berikut:
    “Hikmah tujuh kali basuhan salah satunya dengan tanah dalam menghilangkan najis jilatan anjing adalah bahwa virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaiman diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah. Air liur anjing yang mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini pula, tanah berperan sebagai penyerap mikroba berikut virus – virusnya yang menempel dengan lembut pada wadah.”
  3. Bukti secara ilmiah bahwa tanah mengandung dua materi yang dapat membunuh kuman – kuman. Menurut para dokter, ilmu kedokteran modern telah menetapkan bahwa tanah mengandung dua materi: tetracycline dan tetarolite. Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman.
Asumsi Penelitian Dokter Sebelumnya Mengenai Tanah Berkaitan dengan Air Liur Anjing dan Penyakit
  1. Beberapa dokter peneliti dahulu memperkirakan bahwa tanah kuburan mengandung kuman – kuman tertentu yang berasal dari bangkai – bangkai mayat yang dikubur. Namun, sekarang eksperimen – eksperimen dan beberapa hipotesa telah menjelaskan bahwa tanah merupakan unsur yang efektif dalam membunuh kuman.
    Dilansir oleh himpunan dokter ahli, mereka berpendapat sebagai berikut:
    “Pada masa modern sekarang ini, para ilmuwan telah melakukan analisis terhadap tanah kuburan untuk mengetahui kuman – kuman yang terkandung di dalamnya. Mereka berkeyakinan dapat menemukan kuman – kuman yang membahayakan dalam jumlah yang banyak. Asumsi ini berdasarkan sebuah fakta bahwa banyak banyak manusia yang matinya karena penyakit yang ditularkan melalui kuman”
    Namun setelah diadakan penelitian, ternyata mereka tidak menemukan bekas apa pun dari kuman penyakit tersebut di dalam tanah.
  2. Menurut Muhammad Kamil Abd Al-Shamad, penggunaan tanah pada salah satu dari tujuh kali basuhan dalam menghilangkan najis jilatan anjing merupakan mukjizat ilmiah yang jelas sangat mendukung terhadap penelitian. Ia melansir bahwa tanah mengandung unsur yang cukup kuat menghilangkan bibit-bibit penyakit dari kuman-kuman. Hal ini berdasarkan bahwa molekul-molekul yang terkandung didalam tanah menyatu dengan kuman-kuman tersebut, sehingga mempermudah dalam proses sterilisasi kuman secara keseluruhan. Ini sebagaimana tanah juga mengandung materi –materi yang dapat mesterilikan bibit – bibit kuman tersebut.

Penilitian Ilmiah dan Ilmu Pengetahuan Modern Berkaitan dengan Kenajisan Anjing

Penilitian Ilmiah dan Ilmu Pengetahuan Modern Berkaitan dengan Kenajisan Anjing telah menemukan beberapa kesimpulan yang mencengangkan berkaitan dengan kenajisan anjing berikut ini:

dr. Al-Isma’lawi Al-Muhajir

  • dr. Al-Isma’lawi Al-Muhajir mengatakan bahwa penemuan baru dalam kedokteran menguatkan apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW. Ketika itu, para dokter mengingatkan untuk berhati – hati saat menyentuh anjing dan mencandainya. Begitu pula, untuk waspada jika terkena cairan – cairan yang keluar darinya berupa air liur yang dapat megnakibatkan buta. Para dokter spesialis harus hewan mengungkapkan bahwa mendidik anjing dan berinteraksi dengan cairan – cairan yang keluar darinya berupa lotoran, air kencing, dan lain sebagainya, dapat menularkan sebuah virus yang disebut “tockscharacins”. Virus ini dapat mengakibatkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.

dr. Ian Royt

  • Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 60 ekor anjing, dr. Ian Royt, seorang spesialis hewan di London, Inggris menyimpulkan bahwa seperempat binatang tersebut membawa telur –telur ulat di cairan – cairan yang keluar darinya. Ia menemukan 180 sel telur ulat dalam satu gram bulunya. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan yang ditemukan di lapisan unsur tanah. Seperempat lainnya membawa 71 sel telur yang mengandung jentik – jentik kuman yang tumbuh berkembang. Tiga diantaranya dapat matang cukup dengan menempelkannya pada kulit.

Inggris Daily Mirror

  • Laporan para ahli yng dipublikasikan oleh surat kabar di Inggris Daily Mirror menyatakan bahwa sel –sel telur dari ulat ini sangat lengket dengan panjang mencapai 1 milimeter. Ia akan berpindah dengan mudah saat bersentuhan dengan anjing atau mencandainya. Ia akan terus tumbuh berkembang dengan pesat pada bagian yang terletak dibelakang mata. Sebagai lagkah antisipasi, para dokter mengajurkan untuk membasuh kedua tangan dengan baik, sebelum makan dan setelah bermain dengan anjing. Ini terutama ketika data statistik di Amerika Serikat menyebutka bahwa terdapat 10 ribu orang yang tekena virus ulat tersebut. Kebanyakan adalah anak – anak.

dr. Adb Al-Hamid Mahmud Thahmaz

  • Menurut dr. Adb Al-Hamid Mahmud Thahmaz, secara ilmiah , anjing dapat menularkan berbagai macam penyakit yang menbahayaka. Karena, ada ulat – ulat yang tumbuh berkembang biak di dalam ususnya. Ulat itu mengeluarkan telur- telur besamaan dengan keluarnya kotoran anjing. Ketika anjing menjilati pantatnya, maka telur – telur ula tersebut akan berpindah padanya. Kemudian dari jilatan anjing inilah, telur – telur ulat itu akan berpindah – berpindah pada wadah, piring, dan tangan para pemiliknya. Di antaranya ada yang masuk kedalam perut, lalu menuju ke pencernaan. Kemudian kulit telur – telur ulat itu terkelupas san keluarlah anak – anak ulat yang langsung bercampur baur dengan darah dan lendir.
  • Melalui darah dan lender tersebur, ulat –ulat penyakit ini merambah pada semua bagian organ tubuh, terutama hati yang merupakan targert utama dari organ – organ yang ada didalam tubuh. Kemudian ulat – ulat itu berkembang di anggota tubuh yang dimasukinya. Ia membentuk sebuah kanting yang penuh berisi dengan embrio anak – anaknya dan cairan bersih, seperti sumber air (mata air). Kantong itu terkadang membesar, sehingga bentuknya menjadi kepala embrio. Penyakit ini dinamakan penyakit kantong cairan. Indikasinya muncul sesusai dengan anggota tubuh yang ditempatinya. Indikasi yang paling berbahaya menyerang otak dan otot jantung. Untuk menyembuhkan penyakit ini tidak ada obatnya kecuali dengan operasi.

Kesimpulan

Akhirnya, terdapat sebuah kesimpulan bahawa tanah memilki keunggulan dalam membunuh kuman yang membahayakan. Jika tidak, tentu kuman akan banyak dan menyebar dari satu tempat ke tempat lainnya. Padahal, jauh sebelum mereka menemukan kesimpulan tersebut, Rasulullah SAW. telah mengukuhkan hal itu dalam hadits – haditsnya, seperti yang tercantum di atas.

Lebih dari 1400 tahun lalu Nabi SAW. Telah menyarankan untuk tidak bersentuhan dengan anjing dan air liurnya. Karena pada setiap harinya, anjing sering menjilati tubuhnya. Inilah yang memindahkan kuman – kuman pada kulit, mulut dan air liurnya. Dengan begitu, anjing berbahaya terhadap kesehatan bagi manusia.

Kematian dalam pandangan al-Qur’an

Kematian adalah misteri bagi manusia, manusia tidak akan tahu kapan kematian akan datang menjemput. Namun satu kepastian bahwa ajal telah tertulis di lauhul mahfudz jauh sebelum manusia diciptakan. Maka apabila seseorang sudah menemui ajalnya, ajal tersebut tidak akan bisa dimajukan atau dimundurkan sesaat.

Allah SWT berfirman:

وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.” (QS. Al-A’raf: 34)

            Setiap yang ada akan tiada dan setiap yang berawal akan berakhir, kematian adalah kepastian yang dialami oleh makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan akan mati tatkala batas usia yang diberikan oleh allah SWT telah sampai padanya.

Kematian adalah kepastian yang terjadi
Kematian adalah kepastian yang terjadi

Kematian dalam al-Qur’an

            Diantara Istilah-Istilah kunci al-Qur’an ialah kata maut, kata maut disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak 161 kali, di 53 surat dengan berbagai bentuk derivasinya.

            Secara etimologi kematian berasal dari bahasa arab yaitu maut (موت) yang berarti terpisahnya roh dari jasad atau jiwa dari badan. Dalam al-Qur’an kata maut memiliki beberapa makna yaitu kehilangan akal dan hati nurani, tidak ada, gersang,  kosong, berhenti, padam, buruk, lepasnya ruh dan jasad.

            Sedangkan secara terminologi, Kematian adalah perpindahan dari satu alam ke alam lain dan bukan kefanaan. Kematian hanyalah keluarnya ruh dari badan. Ruh sendiri menurut mayoritas ulama kalam adalah jasad halus yang terperangkap di dalam jasad kasar seperti terperangkapnya air di kayu hijau. (Az-Zuhaili, 2010)

Dalil al-Qur’an tentang kematian

            Mati menurut al-Quran adalah terpisahnya ruh dari jasad, sedangkan hidup adalah bertemunya ruh dengan jasad, berikut adalah sebagian ayat-ayat al-Qur’an tentang kematian:

1. Setiap manusia pasti akan mati

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan”. (QS. al-ankabut: 57)

2. Larangan seseorang untuk mati melainkan dalam keadaan Islam

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Al-Imron: 102)

3. Ajal yang telah ditetapkan

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَاۤبَّةٍ وَّلٰكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

            “Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun. (QS. An-Nahl: 61)

Kesimpulan

            Sangat banyak ayat al-Qur’an tentang kematian yang mengingatkan kita bahwa kematian adalah kepastian yang tidak bisa dihindari, semoga dengan artikel yang sederhana ini, kita dapat lebih bermuhasabah dan menyadari bahwa mati adalah kepastian dan kehidupan di dunia ini hanyalah persinggahan sementara.

WABAH: LARANGAN KELUAR UNTUK MELARIKAN DIRI

Kalimat wabah adalah istilah umum dalam  penyebutan suatu peristiwa terjadinya penyakit yang mudah menular pada daerah yang luas dan disekitar banyaknya orang. Maka dari pada itu dalam situasi terjadinya penyebaran wabah disuatu tempat, maka diharuskan untuk tidak memasuki Kawasan yang didalamnya terjadi wabah dan begitu pula sebaliknya yaitu yang didalam tidak boleh keluar Kawasan tersebut.

"WABAH DAN LARANGAN KELUAR UNTUK MELARIKAN DIRI DARI SUATU WILAYAH YANG DIDALAMNYA TERPAPAR WABAH (THA'UN)"

Didalam kitab badzlul maa’un fii fadzli Tho’un yang dikarang oleh Syeikh ibnu Hajar Al-Atsqalani bahwasannya wabah ini dapat dikatakan sebagai adzab dan juga dapat dikatakan sebagai cobaan rahmat dan salah satu wasilah untuk menuju kesyahidan, yang dimaksud adalah bahwasannya disebut adzab diperuntukan bagi orang orang yang tidak beriman atau kafir (Umat-umat Terdahulu) dan disebut dengan cobaan adalah diperuntukan orang orang yang beriman.bahkan khusus orang dan terkhusus orang orang yang beriman bagi siapa saja yang ia menerima serta bertawakal dengan adanya wabah ini dan kemudian ia mati didalamnya maka ia termasuk orang yang syahid.

Perihal tersebut bahwasannya Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad :

أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَامُ بِالحُمَّى وَالطَّاعُوْنِ، فَأَمْسَكْتُ الحُمَّى بِالمَدِيْنَةِ وَ أَرْسَلْتُ الطَّاعُوْنَ اِلَى الشَّامِ، وَالطَاعُوْنُ شَهَادَةٌ لِأُمَّتِيْ وَرَحْمَةٌ لَهُمْ وَرِجْسٌ عَلَى الكَافِرِ (رواه أحمد)

Artinya :

“Jibril Alaihis Salam mendatangiku dengan membawa demam dan Tha’un, Akupun Menahan demam di Madinah dan Kulepas Di Syam. Tha’un adalah kesyahidan bagi Umat-Ku dan Rahmat bagi mereka, tetapi Tho’un adalah kotoran bagi orang Kafir” (H.R Ahmad)

Dan didalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Aisyah Dalam kitab hadist Shohih Bukhari sebagai berikut :

كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللهُ تَعَالَى عَلَى مَا يَشَآءُ فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِيْنَ (رواه البخاري)

Artinya :

“Wabah Tha’un tersebut adalah azab yang Allah kirimkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki, dan Dia menjadikannya sebagai rahmat bagi orang-orang Mu’min”. (H.R Al-Bukhari)

Berkenaan dengan wabah ini bahwasannya ada banyak keterangan yang membahas terkait wabah yang pernah terjadi beberapa kali sejak zaman dahulu hingga saat ini. Adapun wabah wabah yang telah melanda dunia ini antara lain :

  1. Didalam kitab syarh muslim bahwasannya wabah pernah terjadi pada tahun tujuh puluhan hijriyah yaitu sekitar pada tahun 64 H / 684 M, 67 H / 687 M atau 69 H / 696 M yang bertempat di
  2. Wabah Tho’un Jarif yang terjadi pada tahun 87 H / 706 M.
  3. Wabah thoun yang terjadi di Kuffah pada tahun 50 H / 570 M dan salah satu yang menjadi korban wabah tersebut hingga meninggalnya ialah Mughirah Bin Syu’bah.
  4. Wabah Thaun amwas terjadi di Syam pada tahun 48 H / 669 M.
  5. Wabah tha’un pernah terjadi di mesir pada tahun 80 H / 699 M.

Maka dari pada itu dengan adanya wabah yang sedang melanda dunia ini, bahwa seluruhnya harus waspada serta perlu untuk tidak ada keluar ataupun masuk dari daerah yang didalamnya terdapat penyebaran wabah. Sebagaimana yang telah tertulis dalam kitab suci Al-Qur’an dalam surat Al-Baqarah pada ayat 243 Allah SWT berfirman ;

أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ خَرَجُوا۟ مِن دِيَٰرِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ ٱلْمَوْتِ فَقَالَ لَهُمُ ٱللَّهُ مُوتُوا۟ ثُمَّ أَحْيَٰهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

Artinya :

“Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang keluar dari kampung halamannya, sedang jumlahnya ribuan karena takut mati? Lalu Allah berfirman kepada mereka : “matilah kamu” kemudian Allah menghidupkan mereka. Sesungguhnya Allah memberikan karunia kepada manusia, tetapi kebanyakan manusia yang tidak bersyukur. (Q.S Al-Baqarah Ayat : 243)

TAFSIR AYAT

Syeikh Abdur Razaq telah menjelaskan dalam kitabnya Tafsir Abdur Razaq bahwasannya yang dimaksud dengan orang orang yang keluar dari kampung halamannya ialah mereka yang sangat takut dengan adanya wabah thaun yang melanda pada saat itu, maka Allah SWT berfirman : matilah kalian. Lalu kemudian Allah SWT menghidupkan mereka Kembali, demikian lah lafadz dari Ibnu Jarir At-Thabary. Demikianlah sedikit penafsiran dari salah seorang ahli tafsir.

Begitu pula dengan yang melanda dunia saat ini yaitu adanya pandemi korona, maka sebagaimana dalam keterangan diatas bahwa tujuan dengan adanya PSBB ataupun menghindari kerumunan adalah termasuk hal yang patut dan harus dijalani karena hal hal yang telah terjadi pada saat ini pernah terjadi sejak zaman sahabat.

Maka dengan adanya pandemic ini kita dapat mengambil hikmah bahwa betapa sangat pentingnya hidup sehat dan selalu bersih dimanapun berada serta sabar dan tabah dalam menghadapi pandemic ini. Dan dianjurkan saat pandemic ini agar selalu bertawakal dan dianjurkan untuk membaca doa qunut dalam sholat lima waktu

WALLAHU A’LAM