DEMA 2020: Mahasiswa Tafsir Kembali Jadi kandidat

IQT.unida.gontor.ac.id SIMAN – DEMA merupakan singkatan dari Dewan Mahasiswa UNIDA Gontor. Nah khususnya DEMA kabinet garuda periode 2019-2020 kini telah memasuki masa-masa akhir jabatan. Tentunya suasana saat ini tengah menjadi hangat dengan adanya beberapa koalisi yang saling bersaing sebagai bentuk regenerasi untuk kepengurusan periode selanjutnya. Persaingan yang tidak lain merupakan sebuah pendidikan dalam artian berlomba-lomba dalam kebaikan. Maka timbullah pertanyaan sederhana siapakah yang akan menjadi nahkoda kepenguruusan berikutnya, who will be the next leader?

DEMA 2020: Mahasiswa Tafsir Kembali Jadi kandidat
IQT.unida.gontor.ac.id

Beberapa kandidat kuat yang di bagi menjadi dua koalisi sudah memasuki 3 besar jelang pemilihan umum Dewan Mahasiswa diantaranya adalah koalisi nomor urut 01: Fitrah Alfiansyah HI, Rofi Aji SAA, dan Ahmad Adnan MB dengan koalisi SERASI (Serempak Bersinergi). Disamping itu juga ada koalisi nomor urut 02: Fahmi Akhyar Al farabi IQT, Nur Alamsyah EI, dan Fatan Faqihul Wafa PAI dengan koalisi UNIDA BERSAMA (Bersatu Dalam Solidaritas Mahasiswa).

Rentetan Acara Pergantian Pengurus Dewan Mahasiswa

Universitas Darussalam Gontor mengadakan pergantian DEMA Dewan Mahasiswa periode 1442-1443 H/2020-2021 M yang akan dilaksankan pada tanggal 26 september 2020. Adapun pergantian pengurus Dewan Mahasiswa sebagaimana berikut:

  • pada tanggal 14 september 2020, pemilihan utusan dari setiap prodi
  • pada tanggal 15 september 2020, pemanggilan pemilihan kandidat ketua Dewan Mahasiswa
  • pada tanggal 16 september 2020, Rapat penentuan pasangan kandidat
  • pada tanggal 17 september 2020, pemanggilan 6 ketua DEMA menjadi 2 bagian
  • pada tanggal 19 september 2020, Debat babak pertama (Pemaparan visi & misi)
  • pada tanggal 21 september 2020, Debat babak kedua (Pemaparan Program Kerja)
  • pada tanggal 23 september 2020, pemungutan suara atau pemilihan umum calon ketua DEMA dan perhitungan suara
  • pada tanggal 26 september 2020, pergantian pengurus dan serah terima amanah antara DEMA lama dan DEMA baru

Dengan demikian milikilah hak suara anda dan mari memilih dengan baik, pilihlah yang terbaik dari yang terbaik. Dari dua koalisi di atas tadi nantinya sebagai wadah pemersatu, penampung aspirasi dan penyalur bakat mahasiswa untuk DEMA UNIDA yang maju menuju cita-cita perguruan tinggi yang bermutu dan berarti. Wallahu a’lam bissawab. (Ed.Husein)

Webinar Dauroh Qur’aniyyah Pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an

IQT.unida.gontor.ac.id SIMAN – Webinar Dauroh Qur’aniyyah yang bertemakan “Pembinaan Pentashihan Mushaf al-Qur’an” bersama asatidz dan asatidzah tim lajnah pentashihan mushaf Al-qur’an pusat yang bekerjasama dengan Kementerian Agama part pertama telah diselenggarakan pada tanggal 17 September 2020 di Universitas Darussalam Gontor. Oleh karenanya, dari kegiatan ini mempunyai tujuan dengan harapan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengetahui sejarah maupun ilmu dalam pentashihan mushaf al-Qur’an.

Rentetan acara

Rentetan kegiatan Webinar ini dilaksanakan dalam 3 hari yaitu mulai hari Kamis, 17 September 2020 sampai Jum’at, 18 September 2020 dan kemudian dilanjutkan kembali pada hari Kamis, 24 September 2020.

Webinar Dauroh Qur'aniyyah Pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
webinar part#1
Webinar Part Pertama

Dalam webinar kali ini, terdapat 10 pemateri yang menyampaikan materi terkait pentashihan mushaf al-Qur’an dengan pembagian sesi yang berbeda. Pada hari Kamis, 17 September 2020 terdapat 3 narasumber yang memaparkan materi yang berbeda yaitu Dr. H. Muchlis M. Hanafi, M.A. yang menyampaikan materi tentang “Kebijakan Pentashihan Mushaf Al-Quran di Indonesia” di sesi pertama. Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Mustofa, M.Si. yang memaparkan tentang “Sejarah dan Perkembangan Penerbitan Mushaf Al-Qur’an di Indonesia”. Selaku moderator yang dipandu oleh ustadz Ilham Habibullah, M.Ag, acara ini juga di iringi dengan diskusi interaktif antara narasumber dan juga peserta webinar sampai menjelang sholat dzuhur.

Kemudian setelah sholat, acara dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 yaitu pada sesi ketiga dengan dipandu oleh Ustadz M. Faqih Nidzom, M.Ag. selaku moderator dengan Dr. H. Zaenal Arifin, M.A. sebagai narasumber yang menyampaikan materi tentang “Ilm Rasm dan Dabt; Teori dan Aplikasinya dalam Mushaf Standar Indonesia (MSI)” sampai menjelang waktu Sholat Ashar.

Adapun sebagai peserta, tentunya peserta dalam webinar kali ini lebih beragam dengan jumlah target 230-an peserta yang terdiri dari peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) angkatan 2020, mahasiswa program studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, dan anggota Zona al-Qur’an UNIDA Gontor yang hadir secara offline di Hall Lt.4 Gedung Utama baru Universitas Darussalam Gontor. Selain itu juga terdapat peserta yang hadir secara online dari berbagai instansi di Indonesia yang disiarkan secara live pada media akun youtube gontor.tv. (Pen.Izzuddin Ahmad F PAI 7/Ed.Husein)

Materi Dan PPT

Demikianlah acara pada webinar part#1, yang insyaAllah akan dilanjutkan pada webinar part#2 pada pertemuan mendatang tepat hari Kamis, 24 September 2020. Dan bagi teman-teman pembaca ataupun peserta webinar kiranya menghajatkan materi berupa ppt pemateri agar bisa melalui link sebagaimana berikut:

Mushaf Al-Qur’an Braille

Rumus Braille

Ilmu Rasm dan Dabt

Sejarah perkembangan Mushaf Al-Qur’an di Nusantara

Sistem Tanda Waqaf Mushaf Standart Indonesia (MSI)

Studia Islamika

Pelantikan Pengurus Baru HMP IQT Mantingan 2020

Mantingan – Minggu 30 agustus 2020, bertepatan dengan seminar internasional yang diadakan oleh fakultas ilmu kesehatan unida, program studi ilmu al-qur’an dan tafsir mengadakan pelantikan pengurus himpunan mahasiswi baru. Pelantikan yang diadakan dilantai 3 gedung fakultas ilmu kesehatan ini berlangsung khidmat.

Karena tiap peserta dan tamu undangan memperhatikan acara dengan seksama, acara ini juga dihadiri langsung oleh kepala prodi al-ustadz Ahmad Fadhly Rahman Akbar, M.Us dan beberapa jejeran dosen prodi ilmu al-qur’an dan tafsir. Acara yang di buka dengan lantunan ayat suci al-qur’an ini awalnya memang mengalami sedikit kemunduran waktu namun alhamdullilah acara berakhir dengan tepat waktu.

Pelantikan Pengurus Baru HMP IQT Mantingan 2020

Dalam kesempatan ini yang menyampaikan sambutan  adalah al-ustadz Ahmad Fadhly Rahman Akbar dan dalam sambutan beliau, beliau menaruh harapan besar untuk kepengurusan yang akan datang agar terus mengembangkan organisasi ini baik dengan prestasi akademik maupun non akademik, begitu juga dengan sambutan yang diutarakan oleh ketua kepengurusan lama Nur Aini Magfiroh.

Dia menyampaikan bahwa dia juga memiliki harapan besar jika himpunan mahasiswi tahun kepengurusan yang baru lebih mengembangkan organisasi ini, karna HM iqt reguler masih pada tahap merintis jadi sudah seharusnya mengeluarkan tenaga extra agar HM yang masih dirintis ini setara dengan HM yang memang sudah ada sejak lama.

Hingga tibalah saatnya pengurus baru mengucap kalimat syahadat sebagai tanda amanat sudah berpindah tangan dan diakhiri dengan disahkannya kepengurusan yang baru oleh al-Ustadz Ahmad Fadhly Rahman. Himpunan mahasiswi periode 2020 -2021 yang diketuai oleh Ainur Roisyah dan Syifa’ Nadia Rizka memiliki 10 devisi.

yaitu Keilmuan, Penelitian dan Pengembangan (LitBang), Kerohanian, Internal dan Eksternal, inventaris serta Media Publikasi dan informasi, lalu 3 diantara 10 devisi  merupakan devisi baru yaitu devisi Bahasa, Keputrian dan Olahraga, juga setiap devisi memiliki kader dari semester 1, agar kepengurusan selanjutnya sudah mempuyai bayangan dari kader-kader yang telah berkecimpung di HM.

Pembukaan Kajian internal IQT UNIDA Putri

Mantingan – Dalam rangka pembukaan kajian internal program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA GONTOR kampus putri. Pembukaan kajian kali ini dibuka dengan sambutan dosen pembimbing serta arahan-arahan demi menjunjung keberlangsungannya setiap program-program prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam jangka panjang. Bertempat di Ruang terbuka, Sabtu (09/12) pada pukul 20.00 WIB.

Pembukaan Kajian internal IQT UNIDA Putri
Poster Pembukaan Kajian (Opening Internal Studies) HMP IQT Mantingan Kampus putri

Pada acara pembukaan kajian kali ini dibimbing oleh Al-Ustadzah Ridani Faulika Permana M.Ag. Dan di lengkapi oleh petugas-petugas panitia pelaksana yang dipimpin oleh saudari Lidya Dwiyanti bersama sekretarisnya saudari Luthfiah Al-Adawiyah. Adapun pembukaan kajian ini membahas seputar kajian internal yang akan dilaksanakan dalam periode Himpunan Mahasiswi Ilmu AL-Qur’an dan Tafsir di Universitas Darussalam Gontor divisi mantingan, yaitu pembagian kelompok serta tema kajian dan sistematika penulisan makalah kajian.

Hasil Kajian

Setelah dibukanya kajian internal, maka hasil yang didaptakan adalah:

  1. Kajian internal (perkelompok) diadakan setiap Sabtu malam dengan menggunakan Bahasa resmi yaitu bahasa Inggris dan Bahasa Arab
  2. Pengumpulan makalah atau resume, dikumpulkan 2 hari sebelum kajian berlangsung
  3. Kajian kitab Al-Lama’at yang akan di bimbing oleh Al-Ustadzah Ridani Faulika Permana M.Ag. Dilaksanakan pada hari Rabu malam

Demikianlah hingga diakhir penghujung acara, yang diharapkan ialah semangat kajian dengan niatan perintah wajib menuntut ilmu ibadah karena Allah semata. Semoga dari kegiatan yang bermanfaat ini mudah-mudahan bisa menjadi bekal kelak dimasa yang akan datang. Aamiin Allahumma Aamiin. Wallahu ‘alam bissawab. (Ed.Husein)

Diskusi Lintas Prodi: HMP IQT Bersama KKK

UNIDA Gontor – Bagian Internal dan Eksternal Himpunan Mahasiswa Program studi (HMP) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir periode 2019/2020 bersama HMP D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja telah mengadakan Diskusi lintas Prodi dengan tema Penerapan KKK (K3) di tempat kerja berbasis Islam Rahmatan Lil Alamin yang diselenggarakan di Musholla lt.4 Asrama Utsman bin Affan dimulai pada pukul 20.00-21.30 WIB dengan jumlah peserta 9 Orang. Sabtu (8/8). Tentunya acara ini merupakan Program Kerja Bagian Internal dan Eksternal HMP Studi IQT guna menambah wawasan antar masing-masing anggota Program Studi serta juga saling mengintegrasikan ilmu-ilmu dari antar Program Studi.

Diskusi Lintas Prodi: HMP IQT Bersama KKK
Diskusi Lintas Prodi HMP IQT bersama HMP KKK UNIDA Gontor

Titik Temu Permasalahan

Pada acara kali ini sebagai Muqoddimah Akhdan Rafif Sophian dari Perwakilan Bagian Internal dan Eksternal HMP IQT mengawali suasana diskusi. Menurutnya: “Diskusi sudah mulai sering ditinggalkan mahasiswa, maka dengan berdiskusi inilah yang akan membangun ruh mahasiswa khususnya Mahasiswa UNIDA Gontor. Oleh karenanya Diskusi sebagai salah satu Ruh Perguruan Tinggi dan juga untuk Menambah Wawasan segenap mahasiswa terutama apabila dilaksanakan dengan lintas Prodi.” Jelasnya.

Kemudian dilanjutkan oleh saudara Luqman perwakilan dari HMP D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Menyampaikan “Bahwa kekurangan mahasiswa KKK apabila berkecimpung didunia KKK ini adalah Kurangnya Penerapan Islamisasi di tempat kerja khususnya pada pembangunan proyek atau sebuah program. Salah Satu Problematika KKK ditempat kerja dikarenakan harus benar-benar bekerja keras dan fokus dalam Pembangunan Proyek atau Program, walhasil akhirnya Sholat atau ibadah lainnya dikesampingkan bahkan ditiadakan. Hal ini juga dipengaruhi oleh Pimpinan/Direktur pada Pendirian Program tersebut. Di samping itu juga Sistem KKK yang didukung oleh UU Nomor 1 ayat 70 dimana Isinya lebih mengarah terhadap Ideologi Kapitalisme.” Pungkasnya.

Pemecahan masalah (Problem Solving)

Berangkat dari masalah di atas, maka beberapa dari Mahasiswa HMP IQT menanggapi dengan memberi solusi sebagai pemecahan masalah ini sesuai dengan dalil ayat Al-Qur’an. QS Al-Baqarah ayat 195 “Bahwa Allah SWT menciptakan secara aman dan baik, kelompok atau individu yang tidak amanlah yang berbuat kerusakan.” Sehingga yang harus digaris bawahi juga seperti salah satu hadist yang menerangkan bahwa “Dua Kenikmatan yang dilupakan banyak orang yaitu kesehatan dan waktu luang.”

Selain itu, apabila dalam setiap pekerjaan tidak kita bersamai Agama atau Allah SWT disana, maka pekerjaan tersebut sama seperti yang dilakukan orang-orang Atheis, Liberal, sekuler dan lain-lain. Dengannya pekerjaan lancar dan sukses tetapi tidak keselarasan antara hati dan otak mereka, karena dalam hal tersebut hanya bersifat duniawi saja. Tentunya kita sebagai Makhluk hidup yang diciptakan Allah SWT harus dapat meraih kesuksesan di Dunia maupun di akhirat.

Selanjutnya dilanjutkan dengan diskusi singkat atau sharing sessions tentang Pemahaman Keprodian dari HMP D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Seperti pembahasan tentang tugas KKK, Macam-macam perusahaan yang menerapkan KKK dam juga beberapa sistem yang berhubungan dengan KKK. Hingga akhirnya Sampailah pada penghujung acara dengan bertambahnya wawasan, pengetahuan baru Serta Problem Solving (Pemecahan masalah) yang ditemukan setelah pelaksanaan Diskusi lintas Prodi ini.

Harapannya

Dengan semangat diskusi dan haus akan ilmu antar masing-masing prodi membuat diskusi lintas prodi kali ini berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga harapannya bahwa salah satu yang menjadi ruh mahasiswa adalah Diskusi ini dapat tetap berjalan di UNIDA Gontor ini. Adapun pertemuan diskusi lintas prodi ini Merupakan yang pertama kali, dengan demikian akan terus berlanjut sampai akhir perkuliahan di UNIDA Gontor Aamin ya Rabbal Alamin. Wallahu ‘Alam bissawab. (Pen.Fahmi Akhyar/Ed.Husein)

Persiapan Jelang Ujian Tahfidz 2020

iqt.unida.gontor.ac.id Persiapan jelang ujian tahfidz 2020 yang dibawah kendali atau naungan Pusat Markas Al-Qur’an dan islamisasi ilmu pengetahuan UNIDA Gontor. Seperti biasanya tiap semester akan diadakannya ujian tahfidz guna sebagai pelengkap prasyarat mengikuti UAS. Disamping itu, sebagai bekal pribadi masing-masing dalam meniti kehidupan. Oleh karenanya agenda ujian tahfidz ini yang akan dilaksanakan pada hari jum’at, 11 september 2020.

Persiapan jelang ujian tahfidz tentunya sangat perlu diperhatikan. Jika sebelum-sebelumnya para mahasantri disibukkan dengan muraja’ah hafalan, memperbagus qiro’ah, bahkan sampai silih bergantian sima’an bersama teman maupun asatidz pembimbing. Hal yang tidak boleh luput dari perhatian yaitu mahasantri mesti dan harus tau terlebih dahulu tempat atau lokasi ujian sebagaimana dalam denah ujian tahfidz yang sudah di sebarkan.

Denah Ujian Tahfidz

Di bawah ini penulis akan bagikan denah lokasi ujiah tahfidz 2020 sebagaimana berikut:

Persiapan Jelang Ujian Tahfidz 2020
Denah 1 lantai 3

Denah diatas adalah denah yang berlokasi pada sekitar lantai 3 gedung utama baru UNIDA Gontor. Dimana bisa di lihat bahwa denah tersebut menunjukkan ruang kelas yang di mulai dari: 306 SAA/7+, 307 TI/1A, 308 PM/1, 309 PBA/3, 310 IQT/3, 311 PM/9, 312 PM/5, 313 AGRO/1-7+, 314 EI/7+, 315 IQT/1, 317 EI/5, 318 KKK/1-7+, 319 TBI/1, 320 HI/3, 321 PAI/1, 323 TIP/1-7+, 324 EI/3, 325 ILKOM/1-3, 326 AFI/1, 327 MNJ/1, 328 HI 5-7+, 329 MNJ/7+, 330 PBA/9+, 331 HES/5, 334 HI/1, 335 SAA/3, 336 AFI/3, 337 TIP/3, dan 338 PM/7.

Persiapan Jelang Ujian Tahfidz 2020
Denah 2 lantai 4

Adapun denah lokasi pada lantai 4 yaitu dimulai dari ruang kelas: 406 SAA/1, 407 HES/7, 408 HES/1, 409 PBA/1, 410 MNJ/3, 412 AFI/5, 414 ILKOM/5-7+, 416 PBA/7, 317 SAA/5 418 HES/3, 419 PAI/3, 420 PAI/5, 421 MNJ/5, 422 PAI/7+, 424 TI/5-7+, 425 PBA/5, 426 IQT/7+, 427 IQT/5, 433 TI/3, 434 EI/, 435 PM/3, dan 436 AFI/7+.

Demikianlah denah ujian tahfidz 2020 mahasantri yang dapat penulis bagikan, semoga ujian tahfidz kali ini dimudahkan dan mudah-mudahan informasi ini bermanfaat. Wallahu a’lam bissawab. (Ed.Husein)

Kiat-kiat Menguatkan Hafalan dan Kecerdasan

Iqt.unida.gontor.ac.id Wahai sahabat pembaca yang budiman, berikut ini penulis akan berbagi tips, langkah-langkah atau kiat-kiat mengenai cara menguatkan hafalan dan meningkatkan kecerdasan. Berhubungan dengan itu, tentunya langkah awal yang sangat kondusif ialah memantapkan niat. Mengapa mesti dengan niat? karena niat adalah bagaikan surat, jika anda salah tulis alamat maka pasti akan salah tempat. Berangkat dari sini sebelum melakukan amalan-amalan alangkah baiknya memperbaiki serta memantapkan niat semata-mata karena Allah Ta’ala. Dan jangan lupa selalu istiqomah untuk melakukan amalan-amalan sunnah yang bisa disebut tips dan kiat-kiatnya sebagaimana berikut:

Kiat-kiat Menguatkan Hafalan dan Kecerdasan
Ilustration

Menghafalkan Al-Qur’an itu tidak perlu cepet-cepet dan banyak-banyak dalam sehari…
Namun yang penting tiap hari hafalan tadi dibawa dalam sholat…
Jika tidak dibawa dalam sholat, maka hafalannya mudah hilang…

Kalamun Mufid
Tips dan Kiat-kiatnya adalah:
  1. Membaca Al-Qur’an dengan melihat Mushaf
  2. Perbanyak Dzikir
  3. Perbanyak Sholawat ketika lupa
  4. Memakai siwak
  5. Menipiskan rambut kepala atau gundul
  6. Membaca ayat ke 6 dari surah Al-A’la 7 kali sebelum menghafal
  7. Sering-sering membaca Al-Qur’an setelah sholat maghrib dan
  8. Sering-sering membaca Al-Qur’an setelah sholat shubuh.

Hai nak jika hafalanmu sering lupa…

cobalah perbanyak Sholawat…Lupa lagi…Sholawat lagi…

Terus lakukanlah berulang-ulang…

Ust. H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M,Ls. (Dekan Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor)

Demikianlah tips atau kiat-kiat yang bisa penulis sampaikan dan bagikan, selebihnya akan kembali kepada diri kita masing-masing. Oleh karena itu mari bersihkan hati untuk membina diri agar terhindar dari segala macam-macam gangguan ataupun penyakit, maka tutuplah celah-celah jendela yang membuka peluang gangguan untuk masuk. Seperti patah kata berikut ini.

Kenapa anda merasa hati anda kotor dan penuh dengan penyakit hati…
Karena anda biarkan jendela-jendelanya terbuka dan anda biarkan segala kotoroan masuk sampai membuat hati anda menjadi tempat sampah…
Ingat…Jendelanya ada tiga yaitu mata, telinga, dan mulut…

Kalamun Mufid

Harapannya Dengan mengamalkan amalan-amalan sunnah, dan menutup celah atau jendela dari segala penyakit yaitu mata, telingan dan mulut seperti yang dijelaskan di atasa tadi. InsyaAllah mudah-mudahan kita terjaga oleh Allah Swt sehingga memudahkan kita untuk menguatkan hafalan dan meningkatkan kecerdasan intelektual. Aamiin Allahumma Aamiin. Wallahu A’lam Bissawab. (Ed.Husein)

Analisis Tentang Wacana Bias Gender

Iqt.unida.gontor.ac.id Memebahas Analisis Tentang Wacana Bias Gender tentunya dengan besarnya pengaruh ideologi patriarki, Angelina Sondakh adalah salah satu perempuan yang mendapatkan kesempatan untuk mengaktualisasikan diri dan menunjukkan kemampuannya sebagai seorang perempuan yang berpendidikan. Hal ini memberikan sebuah kekuatan publik yang cukup tinggi terhadap Angelina Sondakh. Angelina Sondakh berhasil menggebrak segala stereotip tentang perempuan yang dianggap lemah. Menyusul kemudian Angelina Sondakh membuktikan bahwa dia adalah kaum intelektual yang terpilih menjadi wakil rakyat di DPR RI. Kekuatan tersebut semakin bersinar karena didukung melalui sebuah partai besar yang sedang berkembang di masa itu. Posisi Angelina Sondakh sedikitnya membuktikan bahwa perempuan juga berhak dan mampu berada pada sektor publik.

Angelina Sondakh dan Bias Gender

Angelina Sondakh dapat dikatakan sebagai seorang perempuan yang mendobrak ideologi patriarki yang selama ini membungkam posisi perempuan. Sehingga sebenarnya, jika dilihat dari hasil analisis wacana, ada bias gender yang cukup ekstrim jika dikaitkan dengan posisi Angelina Sondakh di ruang publik. Perilaku korupsi tentu tidak dapat disetujui oleh siapapun. Pelakunya juga tidak terbatas gender. Perbedaan gender sesungguhnya tidak menjadi masalah selama tidak terjadi ketimpangan atau ketidakadilan gender. Namun yang menjadi persoalan ternyata perbedaan gender telah menghasilkan berbagai ketimpangan yang menjadi sistem dan struktur masyarakat. Kemudian perempuan menjadi salah satu korban dari struktur dan sistem yang terbentuk tersebut. Hal inilah yang disebut dengan bias gender. 

Berita tentang kasus korupsi yang melibatkan koruptor perempuan seperti Angelina Sondakh tidak harus memunculkan persoalan-persoalan lain diluar proses hukum yang melibatkan dirinya. Pemberitaan dalam surat kabar cenderung mendeskripsikan permasalahan yang terjadi dengan penambahanpenambahan cerita lain sebagai bumbu berita tersebut. Terkadang tidak sadar bahwa hal tersebut dapat membentuk realitas sosial yang semakin melekat dalam masyarakat. Terkesan bumbu-bumbu cerita yang tidak seharusnya digunakan dalam pemberitaan berfungsi untuk membuat berita menjadi lebih menarik untuk dibaca. Sifat penelitian ini berada pada level mikro, sehingga analisis data akan membuktikan kecenderungan bias gender dalam kalimat yang digunakan dalam sebuah teks pemberitaan.

Hal ini juga akan membuktikan ideologi ataupun perspektif gender yang dimiliki oleh Kompas. Fakta-fakta kecenderungan perempuan menangis, lemah lembut, tidak berdaya adalah realitas yang telah terhegemoni dalam masyarakat. Penting sekali media membukakan informasi yang dapat membuka wawasan masyarakat dalam persfektif gender. Pemberitaan dalam harian Kompas juga memiliki warna lain, selain dari fokus utama pemberitaan tentang kasus korupsi itu sendiri. Ada hal-hal yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan perilaku korupsinya yang ditambahkan dalam pemberitaan. Tidak relevan membahas kasus korupsi dari sisi penyebab dengan status atau jenis kelamin. 

Warna Berita harian Kompas

Secara kritis, peneliti menemukan bahwa harian Kompas, walaupun tidak secara dominan telah menjadi sarana dimana kelompok dominan dapat mengontrol kelompok yang tidak dominan. Dalam hal ini, Angelina Sondakh selalu diposisikan sebagai objek pemberitaan. Pemberitaan yang mengandung bias gender tidaklah objektif. Dengan melihat hasil analisis data, dapat dibenarkan bahwa perjuangan kaum feminis wajar diperjuangkan  demi kepentingan hak-hak perempuan. Harian Kompas, dalam menyajikan pemberitaan mengenai koruptor perempuan menampilkan semua proses hukum dengan baik. Namun, dalam kaitannya dalam menampilkan perempuan, harian Kompas juga turut memberikan warna lain dari pemberitaan kasus korupsi.

Dalam pemberitaan di harian Kompas, Angelina Sondakh direpresentasikan sebagai seorang pejabat perempuan yang melakukan tindak pidana korupsi. Pembaca menikmati setiap alur pemberitaan dengan baik tanpa melihat ketimpangan dalam pemberitaan tersebut, pembaca dapat terhegemoni dengan cepat dan akibat hegemoni tersebut, pemikiran akan perempuan sebagai kaum nomor dua tidak akan pernah dapat terselesaikan. Terdapat negosiasi antara pembaca dan penulis, dimana penulis menempatkan posisi pembaca sebagai penikmat alur pemberitaan dan perkembangan kasus korupsi Angelina Sondakh.

Kompas sebagai media massa professional dalam produksi teks berita khususnya mengenai pemberitaan kasus korupsi yang dilakukan perempuan hendaknya tetap menyajikan informasi dengan persfektif adil gender, agar tidak bias dalam menampilkan perempuan. Representasi subjek dalam sebuah pemberitaan akan menghasilkan muatan ideologi tertentu. Diharapkan setiap media massa memiliki sebuah misi pemberdayaan bagi posisi kesetaraan gender. Setiap wartawan juga semakin memperhatikan penggunaan bahasa dalam menulis sebuah berita.Wallahu’Alam Bissawab. (Pen.Safirah IQT Mantingan/Ed.Husein)

Bukti Analisis Tentang Ruh Dalam Tafsir

Iqt.Unida.Gontor.ac.id Kali ini penulis akan mencoba memberikan bukti analisis dengan menjelaskan makna ruh. Term mengenai ruh sendiri memiliki makna beragam dengan ditinjau dari berbagai sudut pandang. Dalam ilmu semantik sendiri memiliki dua cara dalam pendekatan makna, yaitu makna dasar dan makna relasional. Makna dasar ruh yang ada dalam Al-Qur’an ada 6 makna, yaitu wahyu, Jibril, rahmat, Isa, malik, dan hidup. Sedangkan makna dasarnya adalah ruh, angin, dan nyaman. Apabila dikaitkan semua makna tersebut akan menjadi sebuah pengertian, bahwa ruh itu adalah sesuatu yang ghoib, hidup, bersih, dan suci dari segala keburukan, dan menjadikan manusia itu hidup, sehingga dia dapat melakukan kebajikan.

Ruh Menurut Ibnu Ma’dzum

Ibnu Ma’dzum dalam kitabnya mengatakan bahwa Ruh berarti tiupan. dinamakan tiupan karena didalam ruh itu seperti angin, yaitu dzat yang lembut dan bersih yang ada dalam diri manusia. Ruh itu sendiri merupakan dasar kehidupan manusia. Ketika kita membicarakan tentang ruh itu sendiri, kita tidak akan dapat menemukan jawaban yang tepat atau jawaban yang pastitentang ruh itu sendiri. Hal itu dikarenakan bahwasannya ruh tidak dapat dilihat atau dirasakan oleh panca indra. Ruh merupakan ilmu yang tidak mampu dipelajari oleh manusia, seperti yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an tentang ruh:

وَ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُوْحُ قُلِ الرُوْحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَ ما أُوتِيْتُمْ منَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيْلاً

Memahami makna Ruh

Bukti analisis bahwa Ruh diartikan sebagai wahyu, karena wahyu merupakan sebuah kabar atau berita yang Allah turunkan kepada para Nabi untuk menegakkan kalimat Allah di dunia. Wahyu merupakan sebuah hal yang dikatakan didalam Mu’jam Wasit bahwasannya wahyu berbentuk seperti sebuah suara yang disampaikan oleh Allah SWT lewat Jibril.

Ruh diartikan sebagai sebagai Jibril karena Jibril merupakan salah satu nama malaikat. Dalam agama Nasrani, Jibril disebut sebagai salah satu ketua dari para malaikat. Dalam Islam, Jibril merupakan malaikat yang paling dekat dengan Rasul. Jibril mempunyai pengaruh besar dalam hal sampainya wahyu kepada Rasulullah SAW.

Ruh diartikan sebagai rahmat, karena rahmat merupakan sebuah hadiah atau pemberian dari Allah kepada hambanya. Rahmat artinya adalah kebaikan dan nikmat. Hubungan antara ruh dan rahmat adalah bahwa ruh merupakan perintah dari Allah. Dan rahmat merupakan nikmat dan kebaikan dari Allah. Semua itu menyebabkan pada pergerakan dalam diri manusia.

Ruh diartikan sebagai Isa, karena Isa merupakan salah satu Nabi yang dikirim oleh Allah kepada orang-orang Nasrani. Ketika itu manusia sedang dalam keadaan melenceng, tidak berada pada jalan yang lurus, maka Allah menunjuk Nabi Isa untuk menuntun mereka ke jalan yang lurus. Nabi Isa membawa kitab Injil kepada manusia sebagai wahyu dari Allah.

Ruh diartikan sebagai malik. Malik merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah yang terkenal dengan ketaatan nya kepada Allah SWT. malik merupakan jamak dari dari malaikat.

Ruh diartikan sebagai kehidupan. Kehidupan merupakan sebab hadirnya manusia didunia ini. Kehidupan merupakan kebalikan  dari kematian. Kehidupan merupakan sesuatu yang berbicara. Dan ruh merupakan suatu hal yang menyebabkan sebuah makhluk dapat hidup. Wallahu’Alam Bissawab. (Pen.Sarah IQT Mantingan/Ed.Husein)

Mufassir dan Musikus

Iqt.unida.gontor.ac.id Mufassir adalah sebutan bagi sesorang yang di anggap sangat ahli atau menguasai pada bidang ilmu-ilmu tafsir. Menjadi seorang mufassir tentu sebuah impian banyak kalangan yang cinta akan Al-Qur’an, yang terbukti dengan adanya komunitas gerakan Living Qur’an dan tercetaknya generasi qur’ani. Di samping itu, Musikus juga merupakan sebutan bagi orang yang menciptakan dan menampilkan musik atau pencipta dan pemain musik, tentunya menjadi seorang musikus sangat banyak diminati, karena jika musiknya bagus pasti digemari semua kalangan, mulai dari anak kecil hingga lansia. hal ini terbukti nyata dengan sering adanya konser-konser musik yang diadakan di berbagai tempat.

Antara Mufassir dan Musikus

Di antara mufassir dan musikus jika di lihat dengan melek memang terdapat hal-hal yang bertolak belakang, yang kerap kali kita dengar dengan sebutan istilah antara langit dan bumi, antara air dan api bahkan antara anak pesantren dan anak rock’n roll. kemudian mengapa dikatakan demikian? simplenya, mungkin karena adanya perbedaan pandangan bahkan perspektif di berbagai kalangan.

Namun, lain halnya seperti yang di sebutkan oleh akang mahasantri. Menurutnya: menjadi seorang Mufassir dan Musikus itu penting, dan antara Mufassir dan Musikus memang tidak menjadi perdebatan karena ia merupakan sebuah pilihan, terkait suka atau cinta akan kedua hal tersebut. Mahasantri harus mampu menimbang dan menyesuaikan, selama tidak merugikan (Lalai) dan tentunya sesuai dengan apa yang sudah diajarkan pada worldview keislaman atau islamisasi worlview.

Mufassir dan Musikus
Mahasiswa IQT Peraih juara 1 pada ajang lomba musik Muharram Cup dan JoyFull UNIDA.
kiri: Bahar (IQT/3), Hamlan (IQT/7), Oesman (IQT/5) dan Agil (IQT/3)

Sebagai contoh seperti yang telah di lakukan mahasiswa tafsir UNIDA Gontor pada ajang lomba musik yang bertemakan JOYFULL UNIDA 2020. Acara yang di inisiasi oleh Dewan Mahasiswa dan di dukung penuh Direktorat Kepengasuhan. Walaupun jiwa mahasiswa tafsir terpaut dengan Al-Qur’an. Namun tidak menutup kemungkinan tertutup dengan hal yang lain. Buktinya 2 group band musik yang didominasi oleh mahasiswa IQT tersebut telah berhasil menyabet juara 1 dan juara ke 2 pada ajang ini.

Mufassir dan Musikus
Mahasiswa IQT Peraih juara 2 pada ajang lomba musik Joyfull UNIDA 2020 berfoto bersama wakil dekan fakultas Ushuluddin Ust. Khasib Amrullah M.Ud

Harapannya kepada segenap mahasiswa, raihlah dan kembangkanlah potensi serta bakat kalian yang terpendam. Berbuatlah dengan sesuai agar kelak engkau mengerti arah kehidupan. Dan mudah-mudahan bagi para pemenang juara lomba musik tersebut, dengan adanya binaan dan latihan yang mumpuni bisa menjadi ikon yang di harapkan. Wallahu’ Alam Bissawab (Ed.Husein)