6 Proposal PKM Mahasiswa IQT lolos Pendanaan Internal

iqt.unida.gontor.ac.id– Setiap tahun, Universitas Darussalam Gontor mengadakan kompetisi Penulisan karya ilmiah dan menyalurkan dana hibah internal kepada proposal PKM yang terpilih. Pada kompetisi di tahun 2021 ini telah terpilih 26 proposal PKM untuk mendapat dana hibah internal PKM. Dan alhamdulillah atas berkah doa, usah dan atas izin Allah dari 8 proposal yang diajukan oleh perwakilan mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir diantaranya 6 Proposal PKM Mahasiswa IQT lolos Pendanaan Internal unida tahun 2021, dan mejadi prodi dengan jumlah proposal terbanyak lolos pendanaan internal PKM tahun 2021.

adapun 6 Proposal PKM Mahasiswa IQT lolos Pendanaan Internal sebagai berikut

No Skema Ketua Judul
1 PKM-K M. Rafli Rofiki “KOACH”, Produk herbal Celup dengan Pengemasan Kertas Filter Food Grade yang Praktis
2 PKM-K Muhammad Abdi Kurniawan “KORO”, Kripik Lamtoro
3 PKM-GFK Muhammad Khoerul Rizal Ekowisata Gunung Kapur Sampung Ponorogo
4 PKM-KC Ahmad Maulana Akbar Aplikasi Al-Qur’an Tani Informasi Integrasi Al-Qur’an dan Pertanian di Era Sekarang
5 PKM-KC Muhammad Sayuti Kit Edukasi Laboratorium Sains Qur’an “LABSAQU” Sebagai Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Integrasi Al-Qur’an, Sains dan laboratorium
6 PKM-KC Fahmi Akhyar Al-Farabi IoT ( Internet of Things) AQUAPONIK : “Implementasi Abasa Dalam Inovasi di Bidang Pertanian dan Perikanan”

Alhamdulillah Atas izin Allah Prestasi-Prestasi mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir kian waktu kian bertambah. Harapan kedepannya geliat aktivitas penelitian di UNIDA agar lebih hidup dan produktif.

Setiap Prestasi yang ditorehkan tak lain adalah bukti kebermanfaatan serta peran nyata mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam berkontribusi untuk bangsa dan agama, ilmu yang tak berhenti hanya pada ranah kelas dan nilai angka tapi juga bermanfaat bagi sesama.

Sejarah Balai Pertemuan Pondok Modern

Balai Pertemuan Lama yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut dibangun sejak tahun 1933 sampai dengan tahun 1934 dengan nama Balai Pertemuan Kaum Muslimin (BPKM), dan setelah Pondok Modern terkenal, namanya berubah menjadi Balai Pertemuan Pondok Modern ( BPPM).
Bentuk BPPM ini seperti ruangan lebar yang memanjang, tetapi dengan struktur bangunan yang belum permanen yang terdiri dari rumah yang lebih besar dan tinggi di tengah-tengahnya. Sebelah kanan dan kirinnya ditambah rumah srotongan kecil dan belakang rumah kecil tersebut dijadikan beberapa kamar. Muka bangunan ini dibangun lebih menonjol melebihi rumah yang besar dan Di tengah-tengahnya lantai berderet 3 baris tiang. Sebelah utaranya BPPM ini dibuat kamar-kamar untuk tamu dan untuk Bapak Kiyai atau Bapak Guru dan disebelah selatannya lagi ada lapangan sepak bola yang dipisah dari halaman depan dengan jalan.
Sebagian kerangka dari Bangunan ini dibuat dari kayu jati, rusuknya dari kayu kelapa dan rengnya dari bambu. Lantainya dari batu bata tidak pelester,dan tidak tegel, ada tembok dari lumpur tanah Pondasinya tinggi hampir satu meter. Dimukanya merupakan halaman yang ditinggikan juga, kurang sedikit dari pondasi utamanya. Paling selatan baru ada enpat jenjang (undak-undakan). Jadi kelihatan bentuk tempat megah. Dimukanya ditanami trembesi. Pada waktu sepuluh tahunan Pondok, trembesi itu sudah besar dan merupakan tempat berteduhnya para santri.
BPPM dulunya dipergunakan sebagai tempat para murid TA dan TI belajar. Selain itu juga BPPM ini pernah dijadikan sebagai tempat penerimaan tamu dan pertunjukan-pertunjukan seperti drama dan lain-lainnya. Saat Pondok merayakan sepuluh tahunan dan seperempat abad, BPPM ini menjadi tempat perayaan resepsi acara tersebut. Selain itu, Pada saat Masyarakat kota Ponorogo mengungsi keluar kota, BPPM ini dipinjam untuk belajar para siswa dan siswi SMP Negeri Ponorogo. Presiden R.I. pertama yaitu Bung Karno juga pernah berkunjung ke Pondok Modern pada tahun 1946 yang mana BPPM lah menjadi tempat penerimaannya.
Pada tahun 1955, Syeikh Awadh Syahbal dari Solo mengusahakan adanya kunjungan Menteri Wakaf Mesir, Syeikh Hasan Al-Baquri dan Duta Besar Mesir, Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi ke Pondok Modern Darussalam Gontor saat Beliau semua datang ke Indonesia. Mereka disambut di BPPM tersebut. Ketika itu sudah disambut dengan pertemuan dalam Bahasa Arab termasuk protokolnya juga berbahasa Arab. Rombongan tersebut datang ke Pondok Modern bertepatan pada bulan Puasa, sehingga para santri tidak terlalu banyak. Meskipun dalam tempat dan keadaan yang sangat sederhana itu, pertemuan itu sangat mengesankan bagi Syeikh Hasan Al-Baquri dan Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi.
Sepulangnya dari Pondok Modern Darussalam Gontor dan Indonesia, Syeikh Hasan Al-Baquri masih terkesan dengan penerimaan pondok terhadap beliau saat berkunjung ke PMDG. Dan kesannya itu Beliau tulis dalam Majalah di Mesir tentang eratnya hubungan Indonesia dan Mesir dalam faktor agama dan bahasa Arab. Adapun Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi, setelah kunjungan tersebut beliau selalu mengatakan bahwa Pondok inilah tempat pendidikan yang terbaik.

Pergantian Pengurus Gugus Depan 15089-15 Di Pondok Modern Darussalam Gontor

Pergantian Pengurus Gugus Depan 15089-15

Di Pondok Modern Darussalam Gontor

          Pondok Modern Darusslam Gontor, yang biasa disingkat dengan PMDG berdiri pada tanggal 19 September 1926 telah menelurkan banyak alumni yang berkualitas dan mengabdi kepada masyarakat. Tentunya semua itu tidak lepas dari pendidikan yang diberikan oleh pondok kepada para alumni tesebut. Dengan penugasan yang diberikan oleh pondok, para santri terdidik dalam segala hal. Salah satu penugasan itu adalah menjadi pengurus salah satu gugus depan di PMDG, yaitu Gugus Depan 15089-15.

            Pergantian pengurus gugus depan di PMDG dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Januari 2021. Untuk Gugus Depan 15089-15 bertempat di sebelah barat kantor bapak pimpinan PMDG dan acara berjalan dengan lancar, meskipun diguyur sedikit dengan air hujan. Acara dimulai pukul 13.45 dan selesai pada pukul 14.45 kemudian dilanjutkan dengan acara perfotoan bersama. Sesi foto bersama seperti acara ini telah ada semenjak Pondok Gontor berdiri.

            Yang menjadi pengurus baru di Gugus Depan adalah adika (anak didik pramuka) yang telah masuk menjadi Pasus (Pasukan Khusus) dan yang duduk di kelas 3 KMI (Kulliyyatu-l Mu’allimin Al-Islamiyyah). Mereka tidak menyiapkan dan melaksanakan acara tersebut seorang diri, tetapi juga dibantu adik kelas, yaitu kelas dua, kakak kelas mereka, yaitu kelas 3 intensif  kelas 4, dan seorang Bindep (Pembimbing Gugus Depan), serta dari para Mabigus (Majlis pembimbing Gugus Depan).

Description: D:\Kuliah\Smester 6\ust. Ilham Habibullah\20210107_140549.jpg

             Acara tersebut dimulai dengan bacaan Al-Qur’an kemudian dilanjutkan dengan laporan pengurus lama, pelantikan pengurus baru, pergantian tempat, tanda tangan surat mandat, pembacaan surat mandat, sambautan pengurus baru, sambutan dari Mabigus, dan diakhiri dengan Kaffaratu-l Majlis.

            Dalam penugasan ini, pertama dalam menyiapkan acara pergantian, para santri terdidik dalam segala hal. Bagaimana adika-adika pasus menyiapkan acara dari jauh-jauh hari samapai hari H. Mereka berkorban harta, tenaga, dan fikiran untuk menghidangkan acara terbaik. Kemudian ketika sudah resmi dilantik menjadi pengurus baru, mereka berlatih kepemimpinan. Bagaimana menyikapi anggota yang susah diatur, berbicara di depan banyak orang, melatih anggota dengan skil massing-masing.

            Para pengurus baru melatih anggota dengan sungguh-sungguh serta dengan penuh tanggungjawab, karena mereka sudah membaca syahadat dan janji suci di depan banyak orang serta mereka khawatir dan takut kalau generasi setelah mereka menjadi generasi yang jelek dan lemah daripada tahun sebelumnya. Seperti yang difirmankan oleh Allah SWT :           

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا (النساء: 9)

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” ( An-Niisa’ : 9)

            Itulah semua proses pergantian pengurus Gugus Depan 15089-15 dan amanat yang diemban oleh pengurus baru. Dengan penugasan seperti yang dijelaskan di atas, maka para alumni PMDG telah mendapat banyak pendidikan dan pengalaman yang banyak dan siap untuk terjun dan berjuang di masyarakat.

PONDOK MODEREN DARUSSALAM GONTOR PUTRI 1

Pesantren Putri Pondok Modern Darussalam Gontor, terletak lebih kurang 100 km dari Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo atau 32 km sebelah barat kota Ngawi, tepatnya di desa Sambirejo Kec. Mantingan Kab. Ngawi. Aktifitas santriwati Gontor Putri yang mempunyai luas 6 ha. ini diorientasikan pada pembentukan sosok wanita muslimah, sholihah dan wanita serba teladan.

Sejarah Berdiri dan Perkembangannya.

Berdasarkan amanat TRIMURTI Pondok Modern Darussalam Gontor dan keputusan Sidang Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor dalam sidangnya yang ke-25 pada tanggal 7 – 8 Rabiul Awwal 1411, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor membuka Pesantren Putri mulai tahun ajaran 1410 – 1411 di desa Sambirejo, Mantingan, Ngawi , Jawa Timur. Pendirian pesantren ini juga didukung oleh adanya usulan para peserta silaturrahim Kyai Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dalam sidangnya pada bulan Muharram 1410, dan usulan Musyawarah Besar (MUBES) IKPM V di Pondok Modern Darussalam Gontor pada tanggal 16 – 17 Rabiul Tsani 1409 H.
Sebagai persiapan pembukaan pesantren putri tersebut diadakanlah beberapa kegiatan, antara lain: pembangunan gedung dan sarana yang diperlukan, dimulai tanggal 26 September 1988, penyelenggaraan pesantren kilat bekerja sama dengan Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat (PLMPM) bagi para siswa SLTP/SLTA, tanggal 24 – 31 Desember 1989, penetapan Direktur Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI), para pendidik dan pengajarnya, pengadaan Pesantren Ramadan Khusus Putri pada tahun 1410, dan terakhir adalah pembukaan pendaftaran santri baru pada bulan Syawal 1410. Pada tanggal 6Dzulqo’dah 1410 / 31 Mei 1990, Pesantren Putri Pondok Modern Darussalam Gontor diresmikan pembukaannya oleh Menteri Agama Republik Indonesia, H. Munawir Syadzali, M.A. Dalam acara peresmian tersebut turut hadir Duta Besar Republik Arab Mesir, Atase Kebudayaan Mesir, Direktur LIPIA Jakarta, para undangan dari jajaran Departemen Agama R.I., pejabat pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat dan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor.
Tepat tanggal 10 Syawwal 1410, pendaftaran santriwati baru mulai dibuka. Pada awal berdirinya, Pesantren Putri Pondok Modern Darussalam Gontor menerima santriwati sebanyak 298 siswi dari 308 pedaftar, dan melibatkan 18 tenaga pengajar yang berfungsi sekaligus sebagai pengasuh dan pembimbing di dalam asrama pondok. Dalam perkembangan selanjutnya Pondok Pesantren Putri membutuhkan tambahan bangunan untuk asrama dan kelas sehingga mampu menerima jumlah santriwati yang lebih banyak pada tahun-tahun berikutnya. Seluruh kebijaksanaan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri mengacu kepada kebijaksanaan di Pondok Modern Darussalam Gontor secara penuh. Namun, itu tidak berarti menutup kemungkinan wujudnya kreatifitas dan inovasi yang muncul dari pengelolanya, terutama berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis-praktis, bukan prinsip.

Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI)

Sistem pendidikan di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor Putri sepenuhnya mengacu kepada sistem pendidikan KMI Pondok Modern Darussalam Gontor; baik dalam jenjang pendidikan maupun kurikulumnya, demikian pula berbagai aktivitas dan program-programnya. Direktur KMI putri yang pertama adalah KH. Sutadji Tajuddin, MA. Setelah melalui banyak pergantian, kini, Wakil Direktur KMI di Gontor Putri Kampus 1 adalah Dr. H. Fairuz Subakir, M.A.

Pengasuhan Santriwati

Di luar kelas santriwati mendapat bimbingan, pengajaran, dan pengembangan diri secara intensif oleh Pengasuhan Santriwati yang bertanggungjawab menangani berbagai aktivitas ekstrakurikuler yang meliputi keorganisasian, kepramukaan, bahasa, disiplin, olahraga, ketrampilan, kesenian, akhlak, ibadah, nisaiyat, dan berbagai aktifitas keputrian lainnya. Bagian ini ditangani oleh seorang Wakil Pengasuh, yaitu H. Ahmad Suharto, M.Pd. dibantu oleh beberapa staf yang terdiri dari guru-guru KMI. Berbagai aktivitas ini, dengan beberapa modifikasi dan inovasi, juga mengacu kepada aktivitas yang diselenggarakan oleh Pengasuhan Santri di Pondok Modern Darussalam Gontor, tentu saja dengan beberapa penyesuaian untuk santri putri.

Sejarah Balai Pertemuan Pondok Modern

Balai Pertemuan Lama yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut dibangun sejak tahun 1933 sampai dengan tahun 1934 dengan nama Balai Pertemuan Kaum Muslimin (BPKM), dan setelah Pondok Modern terkenal, namanya berubah menjadi Balai Pertemuan Pondok Modern ( BPPM).
Bentuk BPPM ini seperti ruangan lebar yang memanjang, tetapi dengan struktur bangunan yang belum permanen yang terdiri dari rumah yang lebih besar dan tinggi di tengah-tengahnya. Sebelah kanan dan kirinnya ditambah rumah srotongan kecil dan belakang rumah kecil tersebut dijadikan beberapa kamar. Muka bangunan ini dibangun lebih menonjol melebihi rumah yang besar dan Di tengah-tengahnya lantai berderet 3 baris tiang. Sebelah utaranya BPPM ini dibuat kamar-kamar untuk tamu dan untuk Bapak Kiyai atau Bapak Guru dan disebelah selatannya lagi ada lapangan sepak bola yang dipisah dari halaman depan dengan jalan.
Sebagian kerangka dari Bangunan ini dibuat dari kayu jati, rusuknya dari kayu kelapa dan rengnya dari bambu. Lantainya dari batu bata tidak pelester,dan tidak tegel, ada tembok dari lumpur tanah Pondasinya tinggi hampir satu meter. Dimukanya merupakan halaman yang ditinggikan juga, kurang sedikit dari pondasi utamanya. Paling selatan baru ada enpat jenjang (undak-undakan). Jadi kelihatan bentuk tempat megah. Dimukanya ditanami trembesi. Pada waktu sepuluh tahunan Pondok, trembesi itu sudah besar dan merupakan tempat berteduhnya para santri.
BPPM dulunya dipergunakan sebagai tempat para murid TA dan TI belajar. Selain itu juga BPPM ini pernah dijadikan sebagai tempat penerimaan tamu dan pertunjukan-pertunjukan seperti drama dan lain-lainnya. Saat Pondok merayakan sepuluh tahunan dan seperempat abad, BPPM ini menjadi tempat perayaan resepsi acara tersebut. Selain itu, Pada saat Masyarakat kota Ponorogo mengungsi keluar kota, BPPM ini dipinjam untuk belajar para siswa dan siswi SMP Negeri Ponorogo. Presiden R.I. pertama yaitu Bung Karno juga pernah berkunjung ke Pondok Modern pada tahun 1946 yang mana BPPM lah menjadi tempat penerimaannya.
Pada tahun 1955, Syeikh Awadh Syahbal dari Solo mengusahakan adanya kunjungan Menteri Wakaf Mesir, Syeikh Hasan Al-Baquri dan Duta Besar Mesir, Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi ke Pondok Modern Darussalam Gontor saat Beliau semua datang ke Indonesia. Mereka disambut di BPPM tersebut. Ketika itu sudah disambut dengan pertemuan dalam Bahasa Arab termasuk protokolnya juga berbahasa Arab. Rombongan tersebut datang ke Pondok Modern bertepatan pada bulan Puasa, sehingga para santri tidak terlalu banyak. Meskipun dalam tempat dan keadaan yang sangat sederhana itu, pertemuan itu sangat mengesankan bagi Syeikh Hasan Al-Baquri dan Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi.
Sepulangnya dari Pondok Modern Darussalam Gontor dan Indonesia, Syeikh Hasan Al-Baquri masih terkesan dengan penerimaan pondok terhadap beliau saat berkunjung ke PMDG. Dan kesannya itu Beliau tulis dalam Majalah di Mesir tentang eratnya hubungan Indonesia dan Mesir dalam faktor agama dan bahasa Arab. Adapun Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi, setelah kunjungan tersebut beliau selalu mengatakan bahwa Pondok inilah tempat pendidikan yang terbaik.

SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP MUSIBAH YANG MENIMPA

Sebagai seorang muslim yang beriman, kita meyakini akan konsep takdir yang termasuk dalam Rukun Iman yang 6. Dimana maksud dari beriman kepada takdir adalah mengimani bahwa segala yang kita alami merupakan bagian dari takdir yang sudah Allah SWT. Tentukan kepada hambanya, baik itu berupa nikmat ataupun musibah yang diterima. Takdir tersebut disebut sebagai Qada’ dan Qadar. Qada’ adalah takdir yang masih bisa kita rubah berdasarkan apa yang kita pilih dalam kehidupan kita, apakah kata hidup dengan berbuat baik, ataukah kita hidup dengan berbuat buruk. Segala Qada’ yang kita dapat merupakan hasil dari apa yang talah kita lakukan. Adapun Qadar adalah takdir yang sudah Allah tentukan kepada kita dan tidak bis akita rubah. Seperti halnya kita yang dilahirkan sebagai laki-laki ataupun perempuan, atau kita terlahir dari keluarga yang kaya atau miskin.

                Lalu bagaimanakah sikap kita sebagai seorang muslim dalam menghadapi musibah yang kita dapat dalam kehidupan kita sehari-hari? Terkhusus apabila musibah tersebut berupa bencana alam yang sekarang sedang banyak terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Sebagai bentuk keimanan dan juga ketakwaan kita sebagai seorang muslim, terkhusus dalam meyakini konsep tentukan dan tetapkan kepada setiap hambanya. Maka hendaknya kita :

  1. Meyakini bahwa setiap musibah yang kita terima adalah bentuk penghapusan dari dosa-dosa yang telah kita kerjakan di masa lalu.
  2. Meyakini bahwa musibah yang kita alami sekarang suatu saat akan Allah balas dengan kenikmatan yang berlipat ganda.
  3. Menyakini bahwa tujuan Allah memberikan musibah kepada hambaNya adalah karena Allah tahu bahwa hambanya tersebut pasti mampu melewati cobaan tersebut.
  4. Meyakini bahwa musibah yang Allah berikan adalah sebuah ujian yang akan membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
  5. Meyakini bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terdapat hikmah di dalamnya.

Dari sikap sikap yang sudah disebutkan tadi, dapat kita simpulkan bahwa semua yang Allah berikan kepada hambanya semata-mata bertujuan bahwa Allah ingin hamba-Nya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Maka hendaknya kita menyikapi berbagai cobaan yang kita dapat dengan sikap berlapang dada dan niatan baru untuk menyambut hari esok dengan kualitas keimanan dana ketaqwaan yang lebih baik lagi. Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam kitab suci-Nya :

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengeluarkan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Q.S. At-Thalaq : 2-3)

konsep emosi dalam islam



pengertian emosi dalam islam

Berhubungan dengan penyerangan seseorang yang membencinya, biasanya secara aktif cenderung akan menyerang objek yang dibencinya. Situasi benci yang mencolok adalah upaya yang mencoba merusak pola kehidupan seseorang, merusak pandangan hidupnya, dan mendiskreditkan kepercayaannya. Benci diri sendiri, cemburu,dan kefanatikan adalah bentuk-bentuk lain dari marah.

dalam islam Kajian al-Qur’an tidak terbatas pada telaah karakter, tapi juga faktor. Faktor emosional diterangkan di dalam ayat-ayat al-Qur’an sejalan dengan kenyataan dan dinamika kehidupan manusia itu sendiri. Sementara hasil penelitian dari ayat-ayat kauniyah yang kemudian menjadi teori psikologi. Ungkapan al-Qur’an tentang biasanya berupa gambaran tentang perilaku manusia dalam suatu situasi tertentu. Untuk menghadapi era globalisasi sekarang ini, manusia membutuhkan Al-Qur’an sebagai petunjuk untuk menghadapi berbagai tantangan hidup, tidak terkecuali dunia pendidikan.

 Dalam ilmu jiwa, akar dari konsep emosi dalam islam merupakan ketidakpuasan terhadap sesuatu. Emosi memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Emosi merupakan daya terampuh yang dimiliki manusia

pendapat filosof terhadap emosi

            Secara etimologi, berasal dari akar kata bahasa latin movere yang berarti menggerakkan atau bergerak. Kemudian ditambah dengan awalan „e‟ untuk memberi arti bergerak menjauh. Makna ini menyiratkan kesan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak, (Darwis, 2006). Menurut makna paling harfiah, Oxford English Dictionary, sebagaimana dikutip oleh Daniel Goleman, mendefinisikan sebagai setiap kegiatan atau pergolakan pikiran, perasaan, nafsu; setiap keadaan mental yang hebat atau meluap-luap, (Goleman, 2000).

Berhubungan dengan penyerangan seseorang yang membencinya, biasanya secara aktif cenderung akan menyerang objek yang dibencinya. Situasi benci yang mencolok adalah upaya yang mencoba merusak pola kehidupan seseorang, merusak pandangan hidupnya, dan mendiskreditkan kepercayaannya. Benci diri sendiri, cemburu,dan kefanatikan dalah bentuk-bentuk lain dari marah

pendapat crow

Menurut Crow & Crow, konsep emosi islam merupakan suatu keadaan yang bergejolak pada diri individu yang berfungsi sebagai inner adjustment (penyesuaian dalam diri) terhadap lingkungan untuk mencapai kesejahteraan dan keselamatan individu, (Hartati, 2004). Chaplin menjelaskan emosi bersifat lebih intens dibandingkan dengan perasaan, sehingga perubahan jasmaniah yang ditimbulkan oleh emosi lebih jelas dibandingkan perasaan. Aspek-aspek emosi mencakup perasaan subjektif, dasar fisiologis perasaan emosional, pengaruh emosi terhadap persepsi, berpikir, dan perilaku, lalu mencakup juga kelengkapan motivasional tertentu dan terakhir cara emosi ditunjukkan dalam bahasa, ekspresi wajah, dan gesture, (Syukur, 2011).

Sedangkan Silverman seorang psikolog, menyatakan bahwa emosi adalah perilaku yang terutama dipengaruhi oleh tanggapan mendalam yang terkondisikan. Menurut Hude (Darwis, 2006) bahwa emosi adalah suatu gejala psiko-fisiologis yang menimbulkan efek pada persepsi, sikap, dan tingkah laku, serta dalam bentuk ekspresi tertentu. Misalnya, emosi senang (joy) yang berkombinasi dengan penerimaan (acceptance) akan melahirkan cinta (love); emosi sedih (sadness) yang berkombinasi dengan kejutan (surprise).

Manfaat rasa takut tidak hanya terbatas untuk menjaga manusia dari berbagai bahaya yang mengancamnya dalam kehidupan dunianya saja. tapi di antara kemanfaatannya yang terutama sekali ialah mendorong seorang mukmin untuk memelihara dirinya dari azab Allah dalam kehidupan akhirat nanti

Menurut perspektif Islam, emosional identik dengan nafsu yang dianugerahkan oleh Allah SWT nafsu inilah yang akan membawanya menjadi baik atau jelek, budiman atau preman, pemurah atau pemarah, dan sebagainya. Nafsu dalam pandangan Mawardy Labay el-Sulthani yang disebutkan dalam bukunya yang berjudul Dzikir dan Do‟a Menghadapi marah tersebut, nafsu terbagi dalam lima bagian yaitu:

macam-macam dari nafsu

1. Nafsu rendah yang disebut dengan nafsu hayawaniyah, yaitu nafsu yang dimiliki oleh binatang seperti keinginan untuk makan dan minum, keinginan seks, keinginan mengumpulkan harta benda, kesenangan terhadap binatang dan juga rasa takut.

2. Nafsu amarah yang artinya menarik, membawa, menghela, mendorong dan menyuruh pada kejelekan dan kejahatan saja. Nafsu amarah cenderung membawa manusia kepada perbuatanperbuatan yang negative dan berlebih-lebihan.

3. Nafsu lawwamah, yaitu nafsu yang perlu mendorong manusia untuk berbuat baik. Ini merupakan lawan dari nafsu amarah. Apa yang dikerjakan nafsu amarah terus ditentang dan dicela keras oleh nafsu lawwamah, sehingga diri akan tertegun sebentar atau berhenti sama sekali dari perbuatan yang dianjurkan amarahnya.

 4. Nafsu mussawilah, yakni merupakan nafsu provokator, ahli memperkosa dan ahli memukau. Di dalam istilah perang, dia diberi julukan dengan koloni kelima, ia berkedudukan menteri kelima di kementerian peperangan dan propaganda. Karena disebut koloni kelima di pihak lawan ia perlu mendapat perhatian yang serius.

5. Nafsu mutmainnah, artinya kondisi jiwa yang seimbangatau tenang seperti permukaan danau kecil yang ditiup angin, akan jadi tenang, teduh walaupun sesekali terlihat riak kecil, nafsu mutmainnah juga berarti nafsu yang tenang dan tentram dengan berdzikir kepada Allah SWT, tunduk kepada-nya, serta jinak kala dekat dengan-nya, (Qoyyim, 2004).

Konsep emosi Didalam Al-Qur’an, Tidaklah Amarah tetapi tergolong menjadi 2 tipe yaitu ; Emosi Positif dan Negatif  :

1. Senang

Senang merupakan kebangganan dan respons cepat yang berhubungan mengurangi tensi yang menyertai daya dorongan suatu rangsangan.

2. Sedih

Sedih lawan dari senang,menjadi melempem, lemah merespons. Ini disebabkan tidak tercapai apa yang diinginkan, dan biasanya diikuti oleh suatu rasa kehilangan atau menjadi tidak terkontrol.

konsep emosi dalam islam yaitu marah merupakan suatu emosi penting yang mempunyai fungsi esensial bagi kehidupan manusia,yakni membantunya dalam menjaga dirinya. Pada waktu seseorang sedang marah, Energinya guna melakukan upaya fisik yang keras semakin meningkat. Al qur’an sendiri memberikan anjuran digunakannya kekerasan dalam menghadapi di jalan dan upaya untuk merealisasikan kekerasan dalam menghadapi orang-orang kafir yang menghalangi dalam rangka penyebaran dakwah Islam. Al Qur’an juga memberikan gambaran Nabi Musa As kepada kaumnya saat beliau mereka sedang menyembah anak sapi dari emas yang dibuat oleh Samiri.

4. Takut

            Emosi takut merupakan salah satu emosi yang sangat penting dalam kehidupan manusia, karena berperan untuk mempertahankan diri dari berbagai masalah yang dapat mengancam kehidupan itu sendiri. Emosi takut manusia dalam penuturan al-Qur’ân mempunyai cakupan yang luas. Bukan hanya gambaran ketakutan di dunia ini seperti ketakutan pada kelaparan, kehilangan jiwa dan harta, bencana alam, melainkan juga menyangkut ketakutan pada kesengsaraan hidup di akhirat.

Manfaat rasa takut tidak hanya terbatas untuk menjaga manusia dari berbagai bahaya yang mengancamnya dalam kehidupan dunianya saja. tapi di antara kemanfaatannya yang terutama sekali ialah mendorong seorang mukmin untuk memelihara dirinya dari azab Allah dalam kehidupan akhirat nanti, (M Utsman Najati, 2004). Sebab, rasa takut dari siksa Allah akan mendorong seorang mukmin untuk berusaha tidak terjatuh dalam perbuatan maksiat dan berpegang teguh dengan ketakwaan pada Allah serta disiplin dalam beribadah kepadanya dan melakukan segala sesuatu yang diridhainya

 Takut merupakan reaksi umum terhadap yang tidak diharapkan, tidak dikenal, dan rangsangan yang sangat kuat dalam merusak situasi biasanya.

Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang berimanialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatnya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. (QS, al-Anfaal,8:2)

5. Tanggapan mengejutkan

Tanggapan mengejutkan  Merupakan reaksi takut yang khusus terhadap kejadian intrn yang tiba-tiba. Orang yang terkejut reaksinya bisa bermacam-macam dalam waktu bersamaan, seperti membelalakkan mata, buka mulut, pegang kepala, dan menarik leher.

6. Cinta

            Cinta memainkan peranan yang penting dalam kehidupan manusia, sebab ia merupakan landasan kehidupan perkawinan, pembentukkan keluarga, dan pemeliharaan anak. konsep dalam islam Dalam tataran agama, cinta adalah pengikat antara manusia dengan tuhannya, dan berpegang teguh pada syariatnya. Cinta juga merupakan kontak batin yang menghubungkan kaum muslim dengan rasulnya, yang membuat mereka berpegang teguh pada sunnahnya, mengikuti anjuranya, dan menjadikannya sebagai suriteladan sepanjang masa, (Ardani, 2008)

Cinta melibatkan peran orang lain dan biasanya akan meningkat apabila orang lain itu membalas cinta.

korelasi antara emosi dan islam

berikut pengertian ciri-ciri kecerdasan yang dimaksud Kesadaran diri (Self-awareness)

konsep emosi dalam islam Kesadaran diri yakni mengetahui apa yang kita rasakan pada suatu saat dan menggunakanya untuk memandu pengambilan diri sendiri, memiliki tolak ukur yang realistis atas kemampuan diri sendiri dan kepercayaan diri yang kuat.16 Kesadaran diri merupakan kemampuan untuk mengenal dan memilah-milah perasaan, memahami hal yang sedang kita rasakan dan mengapa hal itu kita rasakan, dan mengetahui penyebab munculnya perasaan tersebut, serta pengaruh perilaku kita terhadap orang lain.17

b. Pengaturan diri Pengaturan diri ialah menangani emosi sedemikian rupa sehingga berdampak positif kepada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati dan sanggup menunda kenikmatan sebelum tercapainya satu gagasan, maupun pulih kembali dari tekanan emosi.



Seminar Tahunan, Bekal Pengetahuan Dan Wawasan Guru guru Gontor

Selain dari perkuliahan di sore hari dan malam hari, para dewan guru Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) selalu dibekali dengan banyak wawasan dari berbagai macam kegiatan. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan seminar. Seminar ini dinamakan “Seminar Akhir Tahun”, karena diadakan bertepatan dengan penghujung tahun 2020. Selain berguna untuk menambah bekal pengetahuan dan wawasan para guru, acara ini juga bertujuan untuk mengisi kekosongan dewan guru di tengah acara Laporan Pertangung Jawaban (LPJ) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka (KGP), yang lebih diutamakan untuk para santri.

“Tujuan diadakannya seminar akhir tahun ini adalah untuk menambah bekal pengetahuan dan wawasan para guru, agar lebih banyak mengetahui beberapa ilmu pengetahuan dan juga untuk mengisi waktu kosong para guru di tengah acara LPJ.” Ujar Al-Ustadz Ali Asghor Al-Husein, selaku ketua Dewan Mahasiswa (Dema) Universitas Darussalam (Unida) Gontor Kampus Gontor.

Seminar Akhir Tahun untuk para dewan guru KMI ini berjalan selama 3 hari, dimulai dari hari Senin (28/12) sampai hari Rabu (30/12). Materi yang disampaikan pun beraneka ragam, dan terdiri dari 4 kali pertemuan; yaitu pada hari Senin (28/12) malam dengan pembicara Al-Ustadz Dr. H. Azmi Syukri Zarkasyi, M.A. yang membawakan materi “Kuliah Di Madinah”, hari Selasa (29/30) pagi dengan pembicara Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. yang membawakan materi “Bahasa Arab Fushah dan Pasaran di Timur Tengah”, lalu malam harinya bersama Al-Ustadz Dr. H. M. Kholid Muslih, M.A. yang membawakan materi “Konsep Peradaban Menurut Malik bin Nabi”, dan kemudian ditutup dengan esok harinya pada hari Rabu (30/12) pagi dengan materi “Peran Ekonomi Islam dalam Islamisasi Ilmu Pengetahuan” bersama Al-Ustadz Dr. H. Khoirul Umam, M.Ec.

Seminar ini diselenggarakan di bawah naungan staf Dema yang sekaligus menjadi panitianya, dibantu dengan beberapa mahasiswa guru yang menjadi petugas acara. Pembicara berikut materi yang disampaikan pun merupakan hasil musyawarah dari staf Dema, dengan arahan dan persetujuan dari bapak Pimpinan Pondok serta menyesuaikan dengan bidang yang dikuasai oleh masing-masing pembicara. Peserta seminar pun berkisar dari mahasiswa aktif Unida kampus Gontor yang juga berstatus sebagai guru pengabdian, dengan jumlah 300 orang.

Bapak Pimpinan Pondok juga menyampaikan agar para guru turut hadir mengikuti LPJ OPPM-KGP di akhir acara tersebut, karena acara LPJ juga merupakan salah satu kegiatan pondok yang penting dan merupakan salah satu kurikulum pendidikan santri khususnya dalam berorganisasi.Ad-diien.

Ujian tahfidz 15 juz jami’iyatul huffadz

proses ujian tahfidz berlangsung

Jam’iyatul huffadz adalah salah satu kumpulan ataupun sekelompok santri-santri yang ingin mempertahankan hafalan al-qur’anya, dan organisasi ini sudah berjalan mulai sekitar 8 tahun silam.

Tujuan utama dari adanya kelompok ini adalah mempertahankan hafalan alqur’an bagi santri santrinya yang sudah pernah menghafalkan al-qur’an sebelumnya. Beranggotalan sekitar 100 santri yang dahulunya ada yang sudah pernah masuk pesantren tahfidz aataupun baru sudah mempunyai bekal hafalan dan ingin mempertahankan hafalanya. Ekstrakulikuler ini di mulai sesaat sebelum maghrib dan di teruskan setelah maghrib.

Pada waktu itu santri harus mengulangi hafalanya dan melaporkan nya kepada pembimbing yang sudah di bagi perkelompok, dan tidak ada kewajiban untuk menambah hafalanya, jadi bagi siapa yang ingin menambah boleh dan yang ingin mengulang juga tidak apa apa.

Bertepatan pada hari kamis, 7 januari 2021 kemarin diadakan ujian 15 juz bagi santri jam’iyatul huffadz yang sudah memiliki hafalan 15 juz keatas. Diuji oleh guru pembimbing mereka muali dari hari kamis malam hingga jum’at sore yang berada pada gedung saudi 6 lantai 3. Mereka memakai sistem tanya jawab untuk menguji sebearpa lancar satri tersebut dalam menghafal dan seberpa baik cara membca dan makharijul huruf mereka. Ujian ini di ikuti oleh 8 santri yang sudah memilki hafalan lebih dari 15 juz keatas adapun sebagian anggota jam’iyatul huffadz lainya menyimak hafalan yang sedang di uji membantu para guru, alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar, dan semoga bisa menjadi motivasi yang lain untuk menambah dan memperthakan hafalanya dimana pun dan kapan pun itu. Pondok Modern Darussalam Gontor 17 januari 2021

Akibat Banyaknya Musibah Dalam Islam

Ada apa dengan negeri ini? Belum kering air mata ini dengan derita Palu dan Donggala yang dihantam tsunami dan likuefaksi dan juga Selat Sunda mengempaskan gulungan ombaknya kuat-kuat di Banten dan Lampung. Kini, terjadi lagi bencana gempa yang melanda saudara kita yang ada di mamuju Sulbar dan juga banjir bandang yang ada di Kalimantan Selatan. Dan sudah pasti, kembali berjatuhan korban meninggal, luka berat, hilang rumah dan hotel rata, semua porak poranda.

Rasanya, tidak salah jika tulisan ini mengajak kita semua untuk benar-benar bertobat, merenung dan bermuhasabah atas apa saja yang pernah kita lakukan, baik sebagai pribadi antara kita sebagai hamba ciptaan-Nya dengan Allah sebagai Sang Khaliq maupun sebagai anak bangsa dalam perilakunya di negeri tercinta.

Jujurlah, dalam hidup yang sebenarnya sebentar ini terlampau banyak dosa dan maksiat kita. Tiap-tiap detik kedurhakaan kita sampai kepada-Nya. Sementara ibadah dan amal shaleh kita sebagai bekal pulang menghadap-Nya juga teramat sedikit. Anehnya, yang meluncur deras kepada kita karunia dan rezeki-Nya. Sudah wahai saudaraku dan cukup. Ingat, kalau nasihat ulama, Alquran dan Sunah sudah tidak didengar, alam yang milik Allah ini akan bicara.dengan musibah yang beruntun menghantam negeri ini, tidakkah kita menyadari bahwa alam benar-benar sedang menasihati kita.

Camkanlah tujuh amal penyebab musibah beruntun menimpa kita. Pertama, dosa yang sangat besar. Dalam surah Yassin ayat 19:

قَالُوۡا طٰۤٮِٕـرُكُمۡ مَّعَكُمْ اَٮِٕنۡ ذُكِّرۡتُمۡ بَلۡ اَنۡـتُمۡ قَوۡمٌ مُّسۡرِفُوۡنَ

 dijelaskan dengan terang benderang bahwa kemalangan demi kemalangan, musibah yang susul-menyusul, semua itu terjadi karena dosa keterlaluan kita kepada Allah.

Kedua, karena kedurhakaan dan kezaliman, Allah tidak akan menghancurkan suatu daerah, kecuali para penduduknya yang berbuat zalim. Anak durhaka kepada orang tua, istri berani kepada suaminya, banyak perampokan, pembunuhan, dan perzinaan. Kezaliman dan kedurhakaan yang tak bertepi ini pengundang cepat bala bencana.

Ketiga, perusakan alam yang sistemis dan masif, telah tampak kerusakan di da-ratan dan lautan karena ulah tangan-tangan jahil manusia, agar mereka merasakan akibat perbuatannya dan mereka kembali kepada-Nya.

Keempat, karena pemimpin maksiat dan zalim kepada rakyatnya. Baca dengan iman, wahai penduduk Indonesia yang mulia, “Bila kami ingin menghancurkan suatu negeri, para tokohnya diingatkan untuk taat kepada Allah, tapi mereka maksiat, tapi mereka berbuat zalim, tapi mereka berkhianat kepada-Ku dan makhluk-Ku, maka haklah untuk mereka datang bala bencana.”

Ingat azab yang dialami sejumlah kaum sebelum Nabi Muhammad SAW, antara lain, kaum Adh, kaum Samuth, kaum Luth, dan kaum Nuh. Mereka Allah hancurkan sehancur-hancurnya. Lalu siapa tokoh itu? Para pemimpin kita yang disumpah Alquran di kepalanya.

Demi Allah tidak korupsi, lalu korupsi. Siapa lagi? Hartawan atau orang-orang kaya yang dengan hartanya berfoya-foya, sombong, maksiat dengan kekayaannya di tengah banyak orang yang menderita. Siapa lagi? Ulama yang menjual ayat-ayat Allah dengan murah.

Kelima, orang baik diam. Bukannya tidak ada orang baik. Banyak orang baik di negeri ini. Tapi mereka lebih memilih diam. Dan melakukan pembiaran terhadap kejahatan dan kemungkaran.

Keenam, rahmat Allah. Musibah katanya sebuah peringatan agar manusia kembali ke jalan-Nya. Dengan musibah Allah hadirkan mahkamah kesadaran kita bahwa ini adalah sebuah jalan untuk kembali.

 Ketujuh, teguran agar tetap bersabar. Musibah pun dapat dijadikan pelajaran agar semakin giat beribadah dan berbuat baik. Bagaimana yang maksiat tapi selamat? Mereka tenang-tenang saja. Yang berbuat zalim, malah sukses? Di mana keadilannya?

Allah Maha adil, Barang siapa mencari kemenangan dunia lalu dia menghalalkan semua cara, apa kata Allah? ‘Kami beri, tapi di akhirat tidak mendapatkan secuil pun kenikmatan, malah nikmat di dunia yang menjadi bahan bakar. Azab untuk dirinya. Itulah istidraj, orang beriman menjadikan peristiwa apa pun sebagai jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah.