Islamisasi Ilmu: Kepingan yang hilang DiPuzzle Peradaban Islam

UNIDA Gontor- IKPM Malaysia gelar kuliah singkat tentang Islamisasi ilmu. Menariknya pada kuliah yang singkat dan sangat istimewa kali ini ialah bersama seorang guru besar Ust. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi. wakil rektor 2 Universitas Darussalam Gontor, yang datang dan bersilaturrahim kepada IIUM khususnya IKPM malaysia. kamis (03/10/2019).

Islamisasi Ilmu: Kepingan yang hilang DiPuzlle Peradaban Islam
silaturrahim Ust.Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi kepada IIUM malaysia.
iqt.unida.gontor.ac.id
Intisari dari kuliah singkat

Pada kuliah singkat ini Ust. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi menegaskan akan Islamisasi ilmu seperti yang beliau katakan Saya umpamakan kepingan puzzle karena memang, jika ingin membangun peradaban islam secara utuh konsep ini lazim diterima. ia merupakan conceptual network yang mestinya bisa diterima oleh umat islam yang meyakini Al-Qur’an dan sunnah sebagai sumber kebenaran. lalu mengapa konsep ini tersisihkan?…ada beberapa faktor diantaranya:

Beberapa Faktor

pertama, salah paham terkait objek islamisasi. Orang salah paham ketika mengatakan “tidak perlu mengislamkan komputer, ia tergantung siapa yang menggunakan”. Padahal objek islamisasi bukanlah tekhnologi melainkan sains (ilmu), sains berbeda dengan tekhnologi, sains memiliki metodelogi dan teori yang dipengaruhi oleh paradigma atau basic believe dari sebuah ummat. Buktinya, begitu banyak khazanah keilmuan islam lahir dari proses memahami Al-Qur’an, belum lagi memahami hadist Rasulullah SAW, itu karena umat islam me-YAKINI bahwa keduanya merupakan sumber kebenaran.

Kedua, salah paham sejarah. Ada sebuah kesalahpahaman ketika orang berpendapat. “Orang barat mengambil ilmu dari islam pada zaman keemasan, sehingga ilmu barat pada saat ini pada hakekatnya juga islami”. Keilmuan islam memang berkembang setelah bersinggungan dengan peradaban lain seperti yunani, akan tetapi ulama saat itu sangat selektif dalam mengambil ilmu dari peradaban lain, mereka tidak asal comot, mereka memiliki modal pemahaman islam yang sangat kuat.

Ketiga, kesalahan dalam memahami antara ideologi dan epistimologi. Sebagian tidak setuju karena jika ada islamisasi ilmu berarti nanti akan ada kristenisasi bahkan hinduisasi ilmu. Hal itu tentu saja tidak tepat, karena ini bukan gerakan ideologi akan tetapi epistimologi. Bukankah dalam sejarah islam tidak pernah terjadi pembunuhan “Galileo Galilei”? artinya tidak pernah terekam dalam islam adanya pertentangan yang begitu serius antara agama dan ilmu.

Selain itu ada yang menolak madzhab ini karena dinilai terlalu eksklusif dan simbolik. Hemat saya memang tidak ada yang sempurna, terutama dari sikap beberapa pengikut madzhab ini atau implementasi dari konsep ini sendiri. Akan tetapi hal itu tidak menjadi alasan kita sebagai umat islam menolak gerakan islamisasi ini, justru sebaiknya kita sempurnakan dan wujudkan bersama.

Akreditasi Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Unida Gontor

Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi mengadakan Visitasi Akreditasi Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) pada Jum’at (16/3/2018) di Hall Senat Lantai II Unida Gontor.

Akreditasi Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Unida Gontor
Jajaran Rektorat dan seluruh dosen Prodi IQT berpose dengan Tim Asesor BAN-PT depan Gedung Utama UNIDA

Dalam akreditasi kali ini Tim Asesor BAN-PT Yusuf Rahman, M.A., Ph.D (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan Prof. Dr. Arifuddin Ahmad, M.Ag (UIN Alaudin Makassar). Dihadiri juga para Civitas Akademika Fakultas Ushuluddin Universitas Darussalam Gontor.

Terdapat tujuh aspek penilaian peringkat akreditasi institusi, di antaranya: yaitu (1) Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran serta Strategi Pencapaian, (2) Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu, (3) Mahasiswa dan Lulusan (4) Sumber Daya Manusia, (5) Kurikulum, Pembelajaran, dan Suasana Akademik, (6) Pembiayaan, Sarana dan Prasarana, Serta Sistem Informasi, dan (7) Penelitian, Pelayanan/Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama.

Site visit Asesor BAN-PT menghadirkan Ketua Biro Universitas Darussalam Gontor serta unsur pimpinan Fakultas, Prodi dan tenaga kependidikan yang diharapkan mempunyai pemahaman yang komprehensif atas pengelolaan Program Studi dan menghasilkan borang dengan kualitas yang maksimal.

Penilaian penting serta evaluasi oleh Asesor BAN-PT terhadap Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Unida Gontor adalah penyesuaian visi-misi Prodi harus realistis; “unggul dan terkemuka menyangkut spesifikasinya bagaimana dan kekhasannya seperti apa? Selain itu harus ada kebijakan terkait kualitas Prodi itu tergantung Diktis dengan mengembalikan dosen sesuai keahlian. Selain itu juga peminat di Prodi sangat tinggi diharapkan input lebih baik.” terang Arifuddin Ahmad

“Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat untuk mewujudkan visi-misi Prodi harus menyesuaikan Pedoman, karena Penelitian dan Pengabdian yang kita ketahui adalah program pesanan. Selain itu diupayakan Penelitian dan Pengabdian dosen dibuatkan Surat Tugas/SK. Semoga hasil Akreditasi Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Unida Gontor mendapatkan hasil yang terbaik.

Mahasiswa IQT UNIDA Gontor membuktikan diri dalam Ajang Lomba Ketangkasan di Universitas Jember

UNIDA , Rabu (24/07). Resimen Mahasiswa satuan 884  Universitas Darussalam Gontor (MENWA UNIDA) kampus siman, telah mengirimkan beberapa dari anggotanya, guna berpartisipasi dalam Ajang Lomba Ketangkasan di Universitas Jember atau JALAKA PARAGRI IV bagi resimen mahasiswa se-Indonesia, yang telah diselenggerakan oleh Resimen Mahasiswa Satuan 807  Universitas Jember (UNEJ) yang bertempat di Secaba Rindam V Brawijaya. Jember- sabtu (13/07).

Pada perlombaan ini  telah diadakan selama 2 hari sejak tanggal 13-14 juli 2019. Dan kegiatan Ajang Lomba Ketangkasan di Universitas Jember (JELAKA PARAGRI IV) kali ini terbagi menjadi tiga katagori lomba yaitu : ketangkasan = meliputi lempar pisau dan kapak, rayapan tali 1, jaring pendarat, jembatan tali 2, kesehatan lapangan, IMPK, dan bongkar pasang senjata. karya ilmiah = meliputi (ESSAI) yang Bertemakan “Peran Resimen  Mahasiswa Dalam Mencetak Generasi Yang Tangguh Dan Berjiwa Pancasila Dalam Mempersiapakan Pembangunan Nasional Di Era Revolusi Industri 4.0“. Dan lintas Alam sejauh 8 km.

Menariknya pada lomba ini dari peserta yang diutus oleh Resimen Mahasiswa UNIDA Gontor berjumlah enam orang . Tiga diantaranya yang didominasi oleh mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ushuluddin. Dan yang lebih menariknya ada satu peserta yang berasal dari program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) yang berhasil meraih juara favorit.

Peran Mahasiswi IQT UNIDA

Terkadang kebanyakan orang-orang memandang sehingga ada yang berpendapat bahwa Fakultas Ushuluddin pada umumnya dan prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir khususnya, hanya bisa bergelut pada Olah Pikir dan Olah Dzikir . Hal demikianlah yang menjadi pemicu tantangan bagi anak-anak mahasiswa Fakultas Ushuluddin pada umumnya. Namun kini ananda Fahmi Akhyar Al Farabi dari IQT/3  telah membuktikan diri dan mampu bersaing hingga meraih juara favorit yang terhitung dari keseluruhan nilai pada ajang lomba tersebut. Sehingga bisa kembali tenang dan mengharumkan nama UNIDA Gontor khususnya.

Mahasiswa IQT UNIDA Gontor membuktikan diri dalam Ajang Lomba Ketangkasan di Universitas Jember
mahasiswa peraih juara favorit dari prodi IQT

Perlu diketahui juga dari prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) sendiri mempunyai mahasiswa yang aktif pada Unit kegiatan Mahasiswa  (MENWA UNIDA) dan berjumlah 6 orang dari semester 3 ,5, dan semester 7.

Dengan demikian harapan kedepannya khususnya yang sering disampaikan oleh ketua prodi (IQT) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. ”Bahwa anak-anak Mahasiswa prodi  (IQT) khususnya, harus  bisa berada dan ikut serta pada semua lini kegiatan, baik itu pada kegiatan  Olah pikir, Olah Dzikir, Olah Rasa, dan maupun Olah Raga”. Tegasnya oleh al-ustadz Fadly Rahman Akbar M.Us.

Dan mudaha-mudahan dengan hal ini dapat memancing semangat para mahasiswa agar turut berperan aktif lagi dan terutamanya menambah semangat belajar bagi para mahasiswa.

Jelang Persiapan Konferensi Internasional Ushuluddin 2019

Kali ini ada yang beda dengan Fakultas Ushuluddin. Sebulan lagi, tepatnya pada 2 sampai dengan 3 Agudtus 2019, akan ada Konferensi Internasional Ushuluddin. Nah apa saja persiapan yang tengah dilakukan? Khususnya andil Mahasiswa IQT dalam konferensi tersebut

UNIDA Gontor, Rabu 10-juli-2019. Fakultas Ushuluddin gelar konsolidasi program studi. Kumpul perdana bersama panitia dalam rangka persiapan acara seminar berstandar internasional di Universitas Darussalam Gontor kec.siman kab. Ponorogo, jawa timur, Indonesia.

Jelang Persiapan Konferensi Internasional Ushuluddin 2019
Jelang Persiapan Konferensi Internasional Ushuluddin 2019

Mengenai Acara Seminar Konferensi Internasional Ushuluddin ini bertemakan international converence on religious issues in Indonesia and Malaysia.

Yang akan dilaksanakan pada tanggal 2-3 agustus 2019 , dan InshaAllah akan dihadiri oleh rektor IIUM tersebut sebagai keynote speaker.

Adapun selaku panitia pelaksana seminar tersebut Terdiri dari lintas prodi yang termasuk dalam ikatan keluarga besar Fakultas Ushuluddin sendiri. terdapat para dosen, mahasiwa semester 7 (terdiri dari dewan senat).

Sedangkan Semester 5 (terdiri dari HMP) dan semester 3 dari Program Studi Ilmu Al-Qur` an dan Tafsir (IQT), Program Studi Aqidah dan filsafat islam (AFI), dan program studi Studi agama-agama (SAA)

Pesan Pembimbing Jelang Konferensi

Pada perkumpulan ini, ust. Isom menegaskan bahwa hubungan antara Universitas Darussalam Gontor bersama IIUM Malaysia telah berlangsung lama. Ibarat sebuah proses hubungan calon pengantin baru, yang baru dimulai dengan lamaran. Sedangkan, acara kedepan merupakan acara besar atau bisa dikatakan baru resepsinya.

Selebihnya, demi mempereratkan hubungan perlu diadakannya pertemuan, dan jauh sebelum itu kedua belah pihak rektor universitas antara UNIDA Gontor dan IIUM Malaysia sudah melakukan pertemuan intens empat mata.

Namun, kedatangan ke UNIDA Gontorlah yang sangat ditunggu-tunggu. Dan perlu diketahui mulai dari segi pelajaran serta pendidikan yang diterapkan di Universitas Darussalam Gontor merupakan  hasil dari spekulasi atau copyan oleh dosen pengajar yang kebanyakan alumni dari IIUM itu sendiri.

Salah satunya termasuk rektor Universitas Darussalam Gontor itu sendiri, dan hampir setiap tahunnya ada perwakilan dari Gontor yang mengenyam di IIUM Malaysia. Seperti dibidang ekonomi, dibidang pendidikan bahkan dibidang Ushuluddin.

penyampaian struktur kepenitaaan oleh ust.Hisom.

Ust. Isom juga tidak lupa menyampaikan struktur kepanitiaan yang diketuai oleh ust.Asep, ust. Isom, dan ust.Fadli Rahman beserta anggota-anggotanya perdivisi yang lainnya. Setelah itu dilanjutkan dengan pembagian tugas-tugas yang harus disiapkan perdivisi bersama pembimbing dari dosen dari masing-masing divisi itu sendiri.

Adapun sebagai penutup ditambahkan sedikit oleh ust.Fadli Rahman. Beliau menegaskan kepada semua mahasiswa agar turut aktif, bahwa yang namanya mahasiswa. Jika ingin dikenal oleh para dosen, maka inilah ajangnya dan kesempatan  waktu yang tepat untuk menjalin silaturahmi sehingga dosen mampu menilai bahwa mahasiswa ini layak dan  dapat diajak untuk bekerjasama.

Dan selebihnya segenap Do’a, usaha, meluangkan sedekah waktu, sedekah amal, kerja keras, kerja ikhlas dan kerja tuntas kini Fakultas Ushuluddin siap gelar acara seminar Konferensi International.

Program Tahfidz Prodi

Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir berinovasi dalam memaksimalkan hafalan mahasiswa. Untuk itu Prodi IQT akan membuat Program-program baru. Nah, apa saja program-program tersebut, yuk kita simak!

Latar Belakang

Universitas Darussalam Gontor yang didirikan dengan tujuan agar menjadi Pusat Pembelajaran bahasa Al Qur’an al-Karim (Bahasa Arab) dan Pusat Studi yang mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan agama dan umum, sudah selayaknya menaruh perhatian besar terhadap Al-Qur’an al-Karim serta berusaha agar seluruh mahasiswa mampu berinteraksi dengan AL-Qur’an al-Karim secara maksimal. klik disini

Juga mahasiswa, sebagai generasi penerus masa depan bangsa, merupakan sumberdaya manusia yang perlu ditempa dengan baik dan serius, tidak hanya sebatas penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologinya, akan tetapi juga pengembangan karakter dan kepribadiannya.

Salah satu kegiatan yang dipandang strategis untuk mewujudkan tujuan-tujuan diatas adalah Program Tahfidz Program Studi, yang disusun secara akseleratif dan inovatif hingga dapat melestarikan budaya hafalan dan pemahaman Al-Qur’an dilingkungan Kampus Universitas di Indonesia.

Dalam konteks inilah, Program Studi Ilmu al-Qur`an dan Tafsir bekerjasama dengan Fakultas Ushuluddin menyelenggarakan Program terobosan untuk memaksimalkan hafalan klik disini dan sekaligus bermuamalah dengan al-Qur’an.

Agar kegiatan itu dapat terealisasikan dan berjalan dengan lancar dan baik, maka perlu disusun beberapa hal sebagai penunjang terlaksananya acara ini.

Tujuan

  1. Melestarikan budaya hafalan Al-Qur’an di seluruh civitas akademika Universitas Darussalam
  2. Menciptakan miliu hafalan al-Qur`an di lingkungan Prodi dan Kampus pada umumnya
  3. Meningkatkan pemahaman dan penghayatan isi kandungan Al-Qur’an.
  4. Meningkatkan Syiar dan Ukhuwwah Islamiyah antar Perguruan Tinggi dan Pondok  Pesantren Al-Qur`an di Indonesia
  5. Menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman bagi setiap Mahasiswa dan Santri di Indonesia.
Suasana Tahfidz di Kampus Putri Mantingan

Program-Program

Adapun program-program tahfidz yang ada di prodi terbagi menjadi Program Tahfidz Wajib dan Program Kompetensi

Program Tahfidz Wajib
Definisi

Program Tahfidz Wajib adalah Program Tahfidz yang dilaksanakan oleh Program Studi Ilmu al-Qur`an dan Tafsir bagi seluruh mahasiswa Prodi tersebut sebagai mata kuliah wajib yang memiliki bobot sks 2

Ruang Lingkup

Ruang lingkup yang dimaksud disini adalah Musyrif, peserta, dan jumlah hafalan

Musyrif

Musyrif adalah Dosen Fulltimer Program Studi Ilmu al-Qur`an yang ditunjuk oleh Kepala Program Studi melalui Surat keputusan Rektor yang bertugas membimbing Program Tahfidz kepada mahasiswa peserta

Peserta

Peserta adalah seluruh mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Ilmu al-Qur`an dan Tafsir yang aktif perkuliahan pada semester yang sedang berlangsung

Jumlah Hafalan

Jumlah hafalan adalah banyaknya hafalan yang ditentukan oleh Prodi melalui Surat Keputusan Rektor dan Dekan Fakultas kepada peserta. Dengan rincian sebagai berikut :

  1. Semester 1 sebanyak 1 juz yaitu juz 29
  2. Semester 3 sebanyak 1 juz yaitu juz 1
  3. Semester 5 sebanyak 1 juz yaitu juz 2
  4. Semester 7 surat-surat pilihan minimal 4 surat selain juz 30, 29, 1, dan 2
Pelaksanaan
  1. Hafalan dilaksanakan kapan saja selama menjadi mahasiswa aktif di Program Studi Tafsir.
  2. Pembinaan dilaksanakan di jam kuliah yang tercantum dalam jadwal mata kuliah yang dikeluarkan oleh BAAK dan Prodi.
  3. Pembinaan bisa dilaksanakan di luar jam kuliah dengan persetujuan Peserta dengan Musyrifnya
Pembinaan

Pembinaan Tahfidz merupakan pembimbingan peserta oleh musyrif secara intensif berupa

  1. Melakukan Tahsin al-Tilawah atau membenahi bacaan baik Makhroj, Tajwid, dan Fahohah
  2. Menerima setoran atau menyimak hafalan peserta sesuai waktu dan tempat yang telah ditentukan
Sistem Evaluasi

Sistem evaluasi dilaksanakan melalui ujian tulis atau lisan yang dilaksanakan pada saat UTS dan UAS

Tata tertib

  1. Mahasiswa wajib menyelesaikan hafalan sesuai target yang telah ditentukan
  2. Mahasiswa yang tidak sanggup menyelesaikan sesuai target, diwajibkan untuk melaksanakan perbaikan atau Tahsin pada tahun berikutnya sesuai dengan semester yang ditinggalkan melalui persetujuan dengan Musyrif

Program Tahfidz Kompetensi

Definisi

Program Tahfidz Kompetensi adalah program Tahfidz Prodi IQT yang bersifat sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan) sebagai upaya meningkatkan dan memfasilitasi kompetensi mahasiswa agar tercipta bibit-bibit penghafal al-Qur`an

Ruang Lingkup

Ruang lingkup terdiri dari Musyrif, Musyrif Penguji, Peserta, dan Jumlah Hafalan

Musyrif

Musyrif adalah Dosen Fulltimer Program Studi Ilmu al-Qur`an yang ditunjuk oleh Kepala Program Studi melalui Surat keputusan Rektor yang bertugas membimbing Program Tahfidz kepada mahasiswa peserta

Musyrif Penguji

Musyrif Penguji adalah Dosen Fulltimer atau Musyrif dari luar Prodi dan kampus yang ditunjuk oleh Prodi IQT yang bertugas melaksanakan ujian komprhensif

Peserta

Peserta adalah seluruh mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Ilmu al-Qur`an dan Tafsir yang aktif perkuliahan pada semester yang sedang berlangsung, dan telah melaksanakan seluruh Program Tahfidz Wajib

Jumlah Hafalan

Jumlah hafalan adalah banyaknya hafalan yang ditentukan oleh Prodi IQT melalui Surat Keputusan Dekan Fakultas kepada peserta. Dengan rincian sebagai berikut :

  1. Paket 1, paket hafalan 5 juz
  2. Paket 2, paket hafalan 10 juz
  3. Paket 3, paket hafalan 15 juz
  4. Paket 4, paket hafalan 20 juz
  5. Paket 5, paket hafalan 30 juz, al-Hafidz
Pelaksanaan
  1. Hafalan dilaksanakan kapan saja selama menjadi mahasiswa aktif di Program Studi Tafsir.
  2. Pembinaan dilaksanakan di jam kuliah yang tercantum dalam jadwal mata kuliah yang dikeluarkan oleh BAAK dan Prodi.
  3. Pembinaan bisa dilaksanakan di luar jam kuliah dengan persetujuan Peserta dengan Musyrifnya
Pembinaan

Pembinaan Tahfidz merupakan pembimbingan peserta oleh musyrif secara intensif berupa

  1. Melakukan Tahsin al-Tilawah atau membenahi bacaan baik Makhroj, Tajwid, dan Fahohah
  2. Menerima setoran atau menyimak hafalan peserta sesuai waktu dan tempat yang telah ditentukan
Ujian Komprehensif

Ujian komprehensif adalah sistem evaluasi untuk meluluskan para huffazh melaui seleksi yang ketatUjian komprehensif dilaksanakan menjelang UAS

  1. Ujian Komprehensif diikuti oleh peserta yang telah selesai menghafal jumlah hafalan menurut paketnya
  2. Penguji adalah Musyrif dari dosen IQT atau luar prodi yang telah ditunjuk oleh kepala Program Studi sebagai Penguji
Penghargaan (Masih Tahap Usulan)
  1. Lulus paket 5 juz, beasiswa pendidikan selama 3 bulan
  2. Lulus paket 10 juz, beasiswa pendidikan selama 6 bulan
  3. Lulus paket 15 juz, beasiswa pendidikan selama 1 tahun
  4. Lulus paket 20 juz, beasiswa pendidikan selama 2 tahun plus tabungan umroh
  5. Lulus paket 30 juz, beasiswa pendidikan selama 4 tahun plus tabungan haji

Semoga dengan program-program ini menambah semangat dalam bermuamalah dalam al-Qur`an dan mendapat ridho Allah swt. Amin

Mahasiswa Baru Tahun 2019

Mahasiswa Baru yang mendaftar pada Program Studi Al-Qur`an dan Tafsir UNIDA Gontor alhamdulillah mencapai seratus lebih. Karena Program Studi ini cukup diminati di Universitas Darussalam Gontor. Nah, apa saja yang dilakukan mahasiswa baru tahun? Mari kita baca selengkapnya!

Mahasiswa Baru Tahun 2019
Mahasiswa Baru Tahun 2019

Terlihat wajah wajah baru yang bebondong menuju ke Masjid Jami’ UNIDA Gontor, mereka mengenakan pakaian busana muslim lengkap

dengan kopiah hitam dan sajadah, baju dimasukan, dan mengalungkan tanda pengenal, sekilas mereka terlihat seperti santri KMI pondok modern Gontor.

Tetapi setelah diperhatikan secara seksama, mereka adalah Calon Mahasiswa UNIDA Gontor baru

yang saat ini sedang menghadapi ujian sebelum menjadi mahasiswa resmi yaitu OSPEK (Orientasi Studi Pengenalan Kampus).

Menjadi mahasiswa memiliki tantangan tersendiri karenanya perlu adanya pengetahuan lebih yang menyangkut kegiatan, orientasi berfikir dan cara pandang tersendiri. Karena menjadi mahasiswa berarti telah dewasa untuk menentukan pilihan antara baik dan buruk.

Mahasiswa baru 5 besar terbanyak

Bicara tentang mahasiswa fresh graduate, masih sama dengan tahun tahun sebelumnya program studi favorit pilihan masih diraih oleh :

Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Bahasa Arab, Hubungan Internasional dan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Prodi Tafsir masih jadi favorit mahasiswa baru yang saat ini sedang melaksanakan kegiatan OSPEK.

Tercatat ada sekitar 28 Mahasiswa yang mendaftarkan dirinya untuk bergabung dalam Program Studi Ilmu al-Qur`an dan Tafsir. Diantara mereka memilih program studi ini karena tertarik dengan materi Al-Quran yang

menjadi pedoman hidup bagi umat islam, ada pula yang memilih program ini karena saran dari orang tuanya.

Saat ini mahasiswa fresh graduate sedang mengikuti agenda OSPEK didalamnya diisi kegiatan untuk memperkenalkan kampus seperti

UKM (Unit kegiatan mahasiswa), Zona Al-Quran LAZISWAF, DEMA dan lain sebagainya, kemudian seminar menulis makalah atau literasi, diskusi pagi,

dan kegiatan lainnya yang memacu semangat mahasiswa frehs graduate agar menjadi (mahasiswa berprestasi). Semua kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan generasi mahasiswa yang tangguh, berprestasi dan memiliki akhlak karimah.

karena perbedaan cara belajar saat di KMI atau di SMA/SMK dengan belajar dibangku perkuliahan.

Pembelajaran Tafsir Metode SACASAQU (Smart Card Sains Qur’an)

Keinginan umat Islam untuk mengkaji dan mendalami al-Qur`an begitu besar. sehingga banyak metode pembelajaran tafsir yang ditawarkan. Nah, kali ini akan kami tawarkan metode yang innovatif. yaitu metode SACASAQU. Nah apa yang dimaksud dengan metode tersebut dan bagaimana penerapannya?

SACASAQU “Smart Card Sains Qur’an” Inovasi Media Pembelajaran Tafsir Ilmi yang Universal, merupakan sebuah media pembelajaran tafsir ilmi terbaru untuk mensosialisasikan tafsir ilmi klik disini bagi masyarakat luas demi terwujudnya literasi Al-Qur’an di Indonesia.

Gambar Produk SACASAQU yang digagas oleh 3 mahasiswa IQT

Produk ini digagas oleh Maryam Arrosikha (IQT7), Hanifah Amini (IQT5), Afifah Adz-Dzakiyah Bukhori (IQT5) mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam Gontor dalam ajang Program Kreatifitas Mahasiswa pada bidang Karsa Cipta yang secara rutin diadakan oleh KEMENRISTEKDIKTI.

SACASAQU ini dikemas dalam bentuk flash card didampingi modul pembelajaran. Setiap 1 paket sacasaqu terdiri dari 25 kartu dengan 5 tema dan diwarnai sesuai tema; Biru untuk Langit, Coklat untuk Bumi, Merah untuk Manusia, HIjau untuk Flora dan Oren untuk  Fauna.

Produk ini akan dipresentasikan pada hari Senin, 24 Juni 2019 di Universitas Negeri Surabaya dalam acara monitoring evaluasi penyelenggaraan PKM. Universitas Darussalam Gontor sendiri menjadi salah satu kontingen yang mengirim 3 kelompok pada acara Program Kreatifitas Mahasiswa tahun ini, untuk bidang yang berbeda-beda.

“Produk ini sebagai jawaban demi terselenggaranya literasi Al-Qur’an di Indonesia, agar masyarakat sadar akan keagungan Al-Qur’an dan Islam sebagai agama Rahmatan Lil ‘Alamin” klik disini ujar sang-ketua PKM SACASAQU Maryam Arrosikha.

“diharapkan adanya produk ini dapat membantu pelajar Muslim dalam memahami dan mendalami makna Al-Qur’an serta mengkaji lebih lanjut ilmu-ilmu kontemporer yang terkandung di dalamnya” sambung Afifah Adz-Dzakiyah rekan di PKMnya.

Ramadhan itu Cermin Muslim


Ketika bulan suci ramadhan tiba, banyak fenomena-fenomena yang berubah dari kebiasaan bulan-bulan sebelumnya, diantara fenomena tersebut yaitu; sebagaimana perilaku tetangga ketika sebelum ramadhan suka rusuh dan marah-marah, namun ketika ramadhan menjadi baik.

fenomena bulan ramadhan sebagai cermin muslim
fenomena bulan ramadhan sebagai cermin muslim

Fenomena lainya yaitu ketika di bulan-bulan sebelumnya banyak yang meninggalkan shalat,

saat ramadhan tiba banyak yang berbondong-bondong ke masjid untuk shalat berjamaah.

Lalu al-Qur’an yang biasanya hanya untuk penghias di almari atau aplikasi di gadged hingga berdebu,

ketika ramadhan tiba al-Qur’an mulai dibuka dan dibaca.

Namun bukan perubahan fenomena tersebut yang penting, tetapi bagaimana menjaga dan mengamalkan amalan-amalan di bulan ramadhan di bulan-bulan lainya.

Tips Menjaga Amalan Ramadhan

Untuk menjaga agar amalan bulan ramdhan tidak hilang bahkan ditinggalkan setelah usainya bulan ramadhan ialah pertama, dengan tidak menjadikan atau

menganggap bulan ramadhan sebagai satu-satunya bulan untuk berbuat baik, lalu di bulan lainnya kembali berbuat buruk dan perbuatan dosa.

Kedua, harus selau ingat akan kasih sayang Allah swt kepada hamba-hambanya,

karena sesungguhnya manusia bukanlah apa-apa tanpa ilmu, harta dan jabatan.

Sehingga dengan segala kelebihan ilmu,

harta dan jabatan terkadang manusia lalai siapa diri mereka sesungguhnya, dan menjadikan harta dan jabatan adalah segala-galanya.

Namun sesungguhnya bentuk kasih sayang Allah swt yang sebenarnya adalah menjadikan diri kita ingat kepadanya,

yaitu dengan kembali kepadanya disetiap keadaan apapun,

dan meringankan perbuatan kita untuk selalu beribadah, serta meringankan tangan kita untuk memberi dan menolong sesama.

Begitulah sesungguhnya esensi terpenting di bulan ramadhan yang dijalankan manusia yaitu takwa. Takwa dalam artian patuh terhadap perintah Allah swt dan menjauhi larangan-laranga-Nya,

yang diaplikasikan dalam bentuk ibadah kembali kepada Allah swt,

serta takwa dengan berbuat saling menolong, karena sebaik baik manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi yang lainya. klik di sini

Jika amalan-amalan dibulan ramadhan dilakukan dibulan-bulan lainya, niscaya akan terjaga iman manusia dari perbuatan keji dan mungkar, sebagaimana harusnya manusia

bisa menilai indahnya Islam di bulan ramadhan dengan segala amalan kepada Allah swt dan perbuatanya sesama makhluk hidup lainya.

Impian menjadi Penulis Bermutu di mata Mahasiswa IQT

Impian menjadi penulis bermutu merupakan dambaan setiap akademisi. Karena menulis merupakan aktifitas terpenting dalam tradisi keilmuan Islam. Para sahabat nabi saw telah mencatat wahyu yang diturunkan kepada beliau. Pada massa khulafaurrasyidin wahyu dikodifikasi menjadi mushaf. Pada massa pemerintahan bani umayyah, hadits juga mulai dikodifikasi. Budaya menulis ini telah menjadi semangat para ulama. Andai budaya ini tidak pernah ada. Dengan cara apa risalah Islam bisa dipelajari.

Impian menjadi Penulis Bermutu di mata Mahasiswa IQT
Impian menjadi Penulis Bermutu di mata Mahasiswa IQT

Prodi IQT memahami elemen terpenting tersebut. Untuk membangkitkan semangat tersebut merka membuktikan diri. Awal maret tahun 2019 ini mahasiswa IQT telah menulis dalam berbagai bidang dan event yang diselenggarakan. Walaupun Prinsip dasar memang ilmu tafsir tapi kompetensi penunjang lainnya juga tidak kalah penting. Bukankah sering kita dengar ungkapan “Ada Dua Pekerjaan Yang Dapat Mempengaruhi Dunia Ini; Penulis Dan Guru.”.

Prestasi Mahasiswa IQT di Bidang Penulisan

Periode Maret – April 2019

  1. Maryam Arrosikha (IQT 6), Hanifah Amini, dan Afifah Adz Dzakiyah Bukhori (IQT 4)

Lolos PKM Karsa Cipta Yang didanai RISTEK DIKTI dengan judul SACASAQU (Samrt Card Sains Qur’an ) :Inovasi permbalajaran Tafsir ‘Ilmi yang Universal

  1. Meirando Rukhuz dan Muhammad Husein (IQT 2)

Waiting List Finalist ke 14 “ Lomba Esai Nasional OSCAR 2 2019 yang diselenggarakan di Universitas Negeri Padang dengan judul “Mahasantri” menjaga kebinekaan melalui pekerti, diskusi, dan aplikasi

  1. Top 50 Esai Pemuda Indonesia 2019

Afief Rahardian Pratama (IQT 2) TOP 29 dan Adam Ali (IQT 2) TOP 45
Youth Ranger Indonesia Supported by Kemenpora RI
Top 50 Esai Pemuda Indonesia 2019

  1. Muhammad Abdi Kurniawan dan Ajhar Yusuf Maulana (IQT 4)

10 besar Grand Finalist lomba Islamic Business Plan Competition (IBPC) dan 3 besar sub tema kuliner dalam rangkaian acara IMF 2019 di PENS ITS Surabaya
Kripik Lamtoro “KORO”

  1. Obey Destine Najha dan Finia Khairani (IQT 2)

Lolos Abstrak di Brawijaya National Qur’anic Paper Competition dengan judul
“PPJ” Pendidikan Panca Jiwa pada Mahasantri sebagai Implementasi Character Building untuk Mencetak Pemuda/i Al Kahfi Menuju Indonesia Emas 2045

Semoga dengan langkah ini. Prodi ini tidak hanya menjadi bagian dari pejuang melalui penulisan. Tetapi impian menjadi penulis bermutu dan prfesional juga akan segera bisa diwujudkan

Amin

Generasi Milenial dalam wacana Qur’anic World View

Akhir-akhir ini wacana milenial begitu mengemuka di jagad media sosial maupun internet. nah, apa sih wacana milenial itu, dan bagaimana Generasi Milenial dalam wacana al-Qur’an

Milenial menunjukkan identitas demografi yang lahir antara tahun 80 sampai dengan 90-an. klik di sini Identitas ini ditandai dengan dominannya aktifitas digital. Sehingga segala hajat hidup manusia menjadi sangat praktis.

Kalau dahulu orang mengantri untuk beli makanan di restauran, sekarang mereka lebih senang memesan makanan lewat aplikasi. Bahkan sekarang sudah ada bimbingan belajar lewat aplikasi. Yang mana akan mengancam eksistensi program-program bimbel. Karena mereka lebih memilih kecepatan layanannya

Ada satu preseden menarik untuk didiskusikan. Mengingat, seruan milenialisasi publik begitu marak. Sehingga masyarakat dipaksa menerima pandangan milenial ini. dengan konsekwensi kalo tidak menerimanya maka akan ketinggalan dan sebagainya.

Akar Filosofi Perubahan

Presiden yang sering diucapkan adalah : Semua pasti berubah, yang tetap hanya perubahan itu sendiri. Bahkan banyak pemuka agama yang mempopulerkan ide tersebut. Padahal ide itu pertama kali muncul dari filosof Yunani kuno yang bernama Heroklitos (550-548 SM). Bagaimana ide kuno itu begitu diterima oleh masyarakat kita.

Jika kita berbicara tentang hakikat sesuatu, termasuk juga identitas zaman. Seharusnya kita mengacu pada tokoh muslim yang bernama Imam al-Nasafi. Beliau berpandangan bahwa hakikat segala sesuatu itu tetap, yang berubah hanyalah bentuknya saja atau haqaiq al-ashya` tsabitah wa al-‘ilmu biha mutahaqqiqun.

Apa korelasi dari kedua cara pandang tersebut? pandangan pertama mengasumsikan bahwa perubahan mutlak diterima, tidak boleh tidak. negatifnya nilai, moral, bahkan pandangan agama bisa ikut berubah. Sedangkan pandangan kedua, perubahan tidak pernah menyentuh aspek substansial tetapi partikular. Maka digitalisasi zaman, atau apapun, pada hakikatnya hanyalah aspek partikular saja yang berubah, sedang substansinya, seperti nilai, etika, dan kemanusiaan, akan tetap

Nah, kita bisa uji teori keduanya. Seorang Mufassir yang profesional tidak perlu khawatir dengan digitalisasi zaman, seperti khawatir tidak akan bermanfaat ilmunya hanya gara-gara ada seorang ahli tafsir lain yang lihai dalam dunia digital. karena aspek terpenting dalam belajar atau thalabul ‘ilmi adalah 6 syarat yang sudah diajarkan oleh Imam al-Syafi’i, sedang aspek digital hanyalah aspek partikular saja.

Bahkan kalo kita kurang mengoptimalkan profesionalitas kepakaran dalam bidang tafsir. Apalah arti kemampuan digital itu , justru ketika kita memframing kepakaran di dunia digital, tetapi pada kenyataannya tidak ada isinya, justru akan menyesatkan masyarakat. karena kemampuan digitalisasi bukan substansi sedang yang substansi adalah keahlian dalam bidang tafsir. klik di sini

Milenialis asal tidak Pragmatis

Pragmatisme mungkin itulah nyawa dari generasi milenial, karena digitalisasi melahirkan kemudahan dalam segala hal. Sehingga aspek substansi tergerus, bisa jadi anak-anak kita kelak tidak mengenal lagi sisi perjuangan padahal substansi tidak mungkin diraih tanpa perjuangan.

Jika milenialian menjanjikan substansi dengan digital maka akan banyak aspek-aspek penting yang tidak bisa diraih dengan digitalisasi, seperti talaqqi qira’ah dalam sistem pembelajaran al-Qur’an, penanaman nilai kepada santri atau siswa, penanaman adab dan sebagainya.

Namun pada aspek praktis, digitalisasi penting untuk dilakukan, seperti mudahnya registrasi pendaftaran, pembayaran administrasi, cepatnya mengundang guru-guru dalam rapat-rapat penting lembaga. Maka digitalisasi penting sebagai aspek partikular. Namun aspek substansial harus dilakukan dengan perjuangan-perjuangan, yang mana milenialisme tidak bisa memberikannya.

Zaman akan tetap berubah, namun perubahan itu hanyalah ujian untuk mencapai derajat manusia yang lebih baik. sebagaimana firman Allah :

….. Dan masa itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) ….., Q.S. Ali Imron. 140

Generasi Milenial dalam wacana Qur'anic World View
Mahasiswa IQT menjawab tantangan generasi milenial dengan Qur’anic Worldview