Makna Waadin, Hadiiqah dan Jaan

iqt.unida.gontor.ac.id Kajian rutin ahad malam, masjid jami Universitas Darussalam Gontor, 12 oktober 2020, oleh Wakil Rektor Universitas Darusslam Gontor, Dr. Abdul Hafidz Zeid, M.A. Pada kesempatan kali ini Al Ustadz Dr. Abdul Hafidz Zeid, M.A. membahas beberapa ayat dalam Al-Qur’an dan menjelaskan Makna Waadin, Hadiiqah dan Jaan, serta mengajak untuk lebih memahami ayat-ayat dalam Al-Qur’an. Karena menurut beliau salah memahami ayat dalam Al-Qur’an akan berakibat pada penafsirannya

Makna Kata “Waadin

Ayat yang pertama yang beliau bahas adalah surat As-syura ayat 215 juz 19, yaitu:

وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

artinya: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang -orang yang beriman.”

Qs. As-syura, Ayat 215

Aya diatas menerangkan tentang jalan-jalan kesesatan yang ditempuh para penyair dalam menyusun sya’irnya. Asyuara ini membuat syair yaminan wasyimalan, yaitu tanpa tujuan yang jelas, kadang-kadang mereka memuji apa yang mereka cela, mengagungkan apa yang mereka hina, dan mengakui sesuatu yang pernah mereka ingkari kebenarannya.

Para penyair ini juga sering mengatakan apa yang tidak mereka lakukan. Mereka menganjurkan agar manusia pemurah dan suka memberi, tetapi mereka kikir dan bakhil.

Kemudian allah SWT berfirman, A lam tara annahum fī kulli wādiy yahīmụn, wadin yaitu lembah, seperti lembah Nil, atau lembah-lembah lainnya. akan tetapi apakah yang dimaksud lembah disini artinya lembah seperti apa yang kita lihat?

Kalimat Wadin disini adalah kalimat majas, bahwa mereka berbicara dalam kegelapan, berbicara bukan pada tempatnya, sebagai contoh: mereka mengatakan bahwa Ahmad adalah orang yang bakhil dan kikir, akan tetapi tanpa ada asas atau bukti yang jelas. wadin yaitu lapangan yang luas, jadi mereka berbicara  kemana-kemana, dan berbicara yang tidak benar dalam segala sesuatu.

Makna kata “Jaan”

Adapun Ayat yang  kedua adalah dalam surat an-naml ayat 10, allah SWT berfirman:

وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُونَ

Artinya : “dan lemparkanlah tongkatmu”. Maka tatkala (tongkat itu menjadi ular dan) Musa melihatnya bergerak-gerak seperti dia seekor ular yang gesit, larilah ia berbalik ke belakang tanpa menoleh. “Hai Musa, janganlah kamu takut. Sesungguhnya orang yang dijadikan rasul, tidak takut di hadapan-Ku.”

(Q.S An-Naml :10)

Ayat ini adalah rentetan pembicaraan lansung antara allah dan musa dilembah suci Tuwa. Setelah musa diangkat sebagai nabi dan Rasul, allah memerintahkan musa untuk melempaparkan tongkatnya, kemudian musa melihat tongkatnya bergerak, dan musa melihatnya seperti Jann. Kemudian musa lari karena takut, kemudian Allah berfirman “janganlah kamu takut, Sungguh akulah yang mengirimnya.”

Banyak orang berpendapat kalimat jaan adalah jin tapi yang dimaksud adalah yang hidup, yaitu sejenis ular yang sangat gesit geraknya.

Makna Kata “Hadiiqah”

Kemudian ayat ketiga masih dalam surat an-naml ayat 60.


أَمَّنْ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَأَنزَلَ لَكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَنۢبَتْنَا بِهِۦ حَدَآئِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَّا كَانَ لَكُمْ أَن تُنۢبِتُوا۟ شَجَرَهَآ ۗ أَءِلَٰهٌ مَّعَ ٱللَّهِ ۚ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُون

Artinya: “Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran).”

(Q.S An-Naml :60)

Yaitu kaliamat hadaaiq. apa perbedaan antara Bustan dan Hadiiqah. Bustan  yaitu taman Yang berpagar, Seperti halaman rumah, atau taman kota. Sedangkan yang tidak ada pagarnya itu adalah hadiiqah. Hadiqah disini adalah kebun-kebun yang indah, yang manusia sendiri sama sekali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohon itu.

Kemudian kalimat Ya’diluun. Banyak orang mengatakan ini artinya adalah adil. ‘adlun disini bermakna sesat dari kebenaran atau orang-orang yang benar-benar menyimpang dari kebenaran, dan Ya’dilunn adalah yanharifuun.

Itulah penejelasan Makna Waadin, Hadiiqah dan Jaan yang di sampaikan oleh Dr. Abdul Hafidz Zeid, M.A. pada kesempatan kajian rutin ahad pada 12 oktober 2020, di masjid jami’ UNIDA Gontor.

(Pen.Riski Maulana Fadhilah/IQT3 siman. Ed.Zaky)

Pelantikan HMP dan Senat Fakultas Ushuluddin

Senat Mahasiwa dan HMP merupakan organisasi mahasiswa tingkat kampus yang bersifat ekstra-kulikuler, adanya organisasi ini berperan sebagai media bagi para mahasiswa untuk mengembangkan pola pikir, potensi, dan kepribadiannya. Selain itu organisasi Senat dan HMP juga berperan sebagai motor penggerak berbagai kegiatan kampus.

Dalam menjaga dan melestarikan roda keorganisasian, Fakultas Ushuluddin menjadikan agenda pergantian pengurus Senat Mahasiswa Fakultas dan HMP sebagai agenda rutin tahunan, sehingga pada Ahad, 12 oktober 2020, Fakultas ushuluddin kembali melaksanakan pergantian pengurus Senat Mahasiswa dan pengurus HMP sekaligus pelantikan pengurus baru dan serah terima jabatan pengurus lama kepada pengurus baru Senat Mahasiswa dan HMP masa jabatan 2020/2021.

Pelantikan HMP dan Senat Fakultas Ushuluddin

Acara pergantian Pengurus Senat Mahasiswa Fakultas dan HMP kali ini diadakan di Hall CIOS dengan dihadiri oleh Dekan Fukultas Ushuluddin Al-Ustadz H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M. Ls. para Kaprodi, serta jajaran Dosen dan mahasiswa dari fakultas ushuluddin baik dari prodi AFI, SAA ataupun IQT.

Sambutan Ketua Senat Baru

Pada acari ini para pengurus baru dilantik langsung oleh dekan fakultas ushuluddin, dan  setelah acara pelantikan, Sabiq Noor mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester 5 selaku ketua Senat Fakultas Ushuluddin baru masa jabatan 2020/2021 memberikan sambutan, melewati sambutannya ia mengajak kepada segenap pengurus baru, baik pengurus Senat Mahasiswa Fakultas ataupun pengurus HMP untuk bekerjasama dan saling bersinergi dalam menjalankan program kerja serta turut berkontribusi demi menciptakan universitas darussalam sebagai universitas yang bermutu dan berarti.

Pada tengah acara, Dekan Fakultas Ushuluddin Al-Ustadz H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M. Ls. Berkesempatan memberikan pesan dan nasehat, pada kesempatan itu beliau berterima kasih kepada para purna pengurus senat mahasiswa fakultas dan Purna pengurus HMP atas dedikasinya salama kurang lebih 9 bulan menjabat, dan beliau juga berpesan kepada para pengurus baru Senat Mahasiswa fakultas dan juga Pengurus baru HMP untuk menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya, karena amanah kepengurusan Senat Mahasiswa fakultas dan juga kepengurusan HMP bukanlah sesuatu yang kecil dan remeh, dan semua pengalaman yang akan didapat dalam kepengurusan ini pasti akan sangat bermanfaat sebagai bekal didunia kerja dan ketika para mahasiswa telah terjun langsung ditengah masyarakat.

Kemudian pada akhir acara Al-Ustadz H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M. Ls. Memimpin doa sebagai penutup acara dan setelah acara ditutup Dekan Fakultas Ushuluddin, para Kaprodi serta jajaran dosen melakukan perfotoan bersama dengan para Pengurus baru Senat Mahasiswa Fakultas dan pengurus baru HMP.

Menemukan Keindahan Amtsal al-Qur`an dalam Surat Yunus ayat 24

Bila negara punya undang-undang sebagai dasar dan sumber hukumnya, bila  jalan raya punya penunjuk arah agar tak sesatkan penggunanya, maka Islam punya Al-Qur’an tuk menjadi pedoman dan sumber ilmu bagi manusia dalam seluruh aspek kehidupannya. Jangankan urusan dunia yang fana, akhirat yang kekal selamanya telah dijelaskan sedemikian rupa.

Menemukan Keindahan Amtsal al-Qur`an dalam Surat Yunus ayat 24

Awal diturunkannya menimbulkan kontroversi diantara manusia yang hidup di zamannya, ada yang mengatakan itu dusta bahkan buatan tangan manusia. Padahal Kalamullah telah disampaikan dan disusun sedemikian indahnya hingga tak ada yang bisa mendatangkan semisalnya. Bahkan beberapa ayat di dalamnya menantang manusia untuk mendatangkan atau membuat surat yang menyerupai atau mungkin lebih indah kata-katanya.

Estetika atau keindahan kata-kata dalam al-Qur’an terbahas rinci dalam ilmu balaghah. Menurut Ar-Rummani Ilmu balaghah adalah penyampaian makna kedalam hati dalam bentuk lafal yang paling indah. Salah satu unsurnya adalah tasybih, yang artinya perumpamaan. Ada banyak perumpamaan-perumpamaan yang Allah SWT jabarkan dalam Al-Qur’an, salah satunya ada dalam surat Yunus ayat 24. Dalam surat Yunus ayat 24, Allah SWT berfirman :

إِنَّمَا مَثَلُ ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا كَمَآءٍ أَنزَلۡنَٰهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَٱخۡتَلَطَ بِهِۦ نَبَاتُ ٱلۡأَرۡضِ مِمَّا يَأۡكُلُ ٱلنَّاسُ وَٱلۡأَنۡعَٰمُ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذَتِ ٱلۡأَرۡضُ زُخۡرُفَهَا وَٱزَّيَّنَتۡ وَظَنَّ أَهۡلُهَآ أَنَّهُمۡ قَٰدِرُونَ عَلَيۡهَآ أَتَىٰهَآ أَمۡرُنَا لَيۡلًا أَوۡ نَهَارٗا فَجَعَلۡنَٰهَا حَصِيدٗا كَأَن لَّمۡ تَغۡنَ بِٱلۡأَمۡسِۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلۡأٓيَٰتِ لِقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ  ٢٤

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu adalah sepertin air (hujan) yang kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan  (tanam-tanaman) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir. Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga) dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam)”

Perumpamaan dalam al-Qur`an

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan, Allah SWT membuat perumpamaan tentang keindahan dunia dengan segala perhiasan dan kenikmatan di dalamnya, seperti tumbuh-tumbuhan yang lebat dan bermekaran karena air hujan yang diturunkan-Nya dari langit. Tumbu-tumbuhan dan buah-buahan yang beraneka ragam macam dan jenisnya itu ada yang dimakan manusia, ada pula yang dimakan binatang ternak.

Dengan demikian kehidupan dunia terasa begitu indah dan nikmat, hingga manusia merasa bahwa mereka bisa menuai dan mengambil hasilnya sepuas dan sebanyak mereka mau. Ketika mereka dalam keadaan seperti itu, tiba-tiba datanglah angin kencang yang sangat dingin sehingga dedaunannya menjadi kering dan buahnya membusuk. Tanah yang sebelumnya hijau membentang menjadi kering kerontang seakan tak pernah ada yang tumbuh subur disana.

Maksud dari perumpamaan tersebut adalah agar manusia mengambil pelajaran bahwa akan datang masa dimana dunia akan lenyap, tetapi manusia telah terpedaya olehnya, mereka merasa yakin dan pasti dapat memetik hasil pada waktunya, tetapi akhirnya dunia luput dari mereka. Karena sesungguhnya watak dunia itu selalu lari dari orang yang mengejarnya, dan mengejar orang yang menjauh darinya.

Setelah menceritakan perihal dunia dan kelenyapannya yang cepat, maka Allah menyebutkan tentang surga dan menyeru kepadanya serta menamainya dengan sebutan Darussalam, yakni rumah yang aman dari semua penyakit, semua kekurangan, dan semua  musibah. 

Ayat ini hanya salah satu diantara sekian banyak ayat yang memberikan peringatan kepada manusia, bahwa keindahan dan kenikmatan dunia tidak ada apa-apanya dibandingkan kenikmatan yang Allah janjikan di surga-Nya.

Mari menutup mata sejenak dan menghirup nafas sedalam-dalamnya, mampukah kita membayangkan nasib kita di akhirat kelak? Pantaskah kita mengharap surga-Nya bila jiwa dan raga ini masih terus terpedaya akan surga dunia yang fana? Bukankah kemudahan ada setelah perjuangan dalam kesulitan? Begitu pula kenikmatan yang sesungguhnya akan dirasa setelah kesengsaraan yang penuh makna.

Jotti Azzah Hanif Fauziyah

GONTOR Ajarkan Arti Kesederhanaan melalui Ilmu Balaghoh

IQT.Unida.Gontor.ac.id SIMAN- Gontor telah lama menjadi kiblat utama berbagai pondok pesantren di Indonesia bahkan dunia. Sehingga gontor ajarkan nilai dan ide-ide pondok hingga kini tidak ada kelunturan di dalamnya. Salah satu nilai yang amat mahal di GONTOR adalah kesederhanaan. Orientasi Kesederhanaan tiap individu pasti berbeda dengan individu lainnya. Yang perlu diketahui adalah, bahwasannya sederhana bukanlah miskin dan sangat berbeda dengan miskin itu sendiri.

Pengertian kesederhanaan sangatlah luas, namun sebagian orang memandang arti kata sederhana sebelahmata. Apabila diresapi kembali, makna ‘kesederhanaan’ memiliki berbagai pengertian dan penafsiran. Salah satu arti yang penulis ambil dalam menjelaskan makna kesederhanaan adalah, bersahaja. Bersahaja merupakan sifat yang tidak berlebih-lebihan dalam berbagai bidang. Kita juga dapat menemukan nilai-nilai kesederhanaan melalui Ilmu Balaghah.

GONTOR Ajarkan Arti Kesederhanaan melalui Ilmu Balaghoh
Apa itu Balaghah?

Balaghah merupakan salah satu pelajaran bahasa arab yang di pelajari oleh santriwati Pondok Modern Darussalam Gontor pada saat mereka duduk di kelas empat, lima, dan enam. Serta lebih diperdalam lagi seperti Balaghah Qur’aniyah. Balagoh merupakan ilmu yang mengajarkan cara berbahasa, dalam bahasa arab sendiri kita mengartikan secara bahasa yaitu al-balig wal washal yang artinya tersampaikan. Secara istilah adalah kesesuian kalimat yang fasih tepat dan benar sesuai situasi dan kondisi. Mengenal Balaghah berarti mengenal kehidupan bangsa Arab serta mengetahui mutu peradaban dan kemajuan akal orang orang Arab yang kemudian dilanjutkan oleh Islam, karena balaghah adalah seni keindahan bahasa Arab, sebagaimana juga bangsa lain yang mempunyai seni keindahan dalam bahasa mereka.

Balaghah berasal dari ‘balagho’ yang berarti mencapai target. Jadi, Balaghah secara etimology berarti mencapai target serta tujuan dari sebuah ucapan yang indah dan fasih. Seseorang yang baligh dalam ilmu balaghah adalah orang telah tercapai tujuannya karena fasih serta indah bicaranya yang ungkapan bicaranya itu mampu mencapai hati orang yang ditujunya. Begitu juga, anak yang baligh dalam ilmu Fiqh adalah anak yang telah sampai masanya. Karena ketika baligh mulailah dia diwajibkan mengerjakan kewajiban kewajiban agama. Sesuatu yang baligh adalah sesuatu yang sukses memenuhi target yang dituju.

Jadi, balaghah itu adalah predikat bagi tiap individu dan juga ucapannya. Dari sisi ini, kita mengetahui bahwa, ilmu Balaghah berguna sekali bagi para diplomat yang memperjuangkan kepentingan dan para pemimipin yang memperjuangkan kepentingan rakyat dalam menghadapi para penguasa yang dzalim, dan juga bagi para da’i yang berdakwah serta berusaha mempengaruhi masyarakat agar mau melaksanakan agama Islam.

Makna Kesederhanaan dalam Balaghah

Sedangkan sebuah makna terdalam dari kesederhanaan itu adalah tidak berlabihan, kenapa harus balaghoh? Karena balaghoh merupakan sebuah ilmu berbahasa, yang mana maknanya tersirat. Maknanya dalam namun diampaikan dengan sederhana. Melalui ilmu balaghoh kita diajarkan

Bahasa arab merupakan bahasa yang selalu menjadi kiblat umat islam. Penuturan kata perkata diciptakan seindah yang kita sering dengar. Dari sekian bahasa, yang memiliki kesastraan tinggi dan bermacam-macam adalah sastra Arab. Bahkan, sebelum kitab suci Al-Qu’an muncul, masyarakat arab sudah mengenal syair. Syair memiliki tatanan kata yang begitu indah, dan melalui syair pula peradaban Arab di mulai. Pada zamanya, penyair memiliki kehormatan tinggi di mata raja. Di semua keramaian banyak orang yang berlomba-lomba mememerkan syair yang dimiliknya. Hingga turunnya Al-Qur’an, banyak yang tunduk dengan syair yang terkandung dalam Al-Qur’an. Ilmu itu di sebut dengan ilmu Balaghah Qur’aniyah.

Balagah berarti kesesuaian kalimat yang fasih (tepat, benar) dengan situasi dan kondisi kalam atau bahasa yang fasih/jelas sesuai dengan situasi dan kondisi.  Menurut KBBI “ilmu” berarti pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. Aspek terpenting ilmu balagah: “Ungkapan yang baik dan benar yang sesuai dengan maksud yang ingin disampaikan orang yang dengan jelas menyampaikan ungkapan itu.”

Zakiyatul Azizati Rosyidah/IQT 3/c3/Kampus Mantingan

DEMA 2020: Mahasiswa Tafsir Kembali Jadi kandidat

IQT.unida.gontor.ac.id SIMAN – DEMA merupakan singkatan dari Dewan Mahasiswa UNIDA Gontor. Nah khususnya DEMA kabinet garuda periode 2019-2020 kini telah memasuki masa-masa akhir jabatan. Tentunya suasana saat ini tengah menjadi hangat dengan adanya beberapa koalisi yang saling bersaing sebagai bentuk regenerasi untuk kepengurusan periode selanjutnya. Persaingan yang tidak lain merupakan sebuah pendidikan dalam artian berlomba-lomba dalam kebaikan. Maka timbullah pertanyaan sederhana siapakah yang akan menjadi nahkoda kepenguruusan berikutnya, who will be the next leader?

DEMA 2020: Mahasiswa Tafsir Kembali Jadi kandidat
IQT.unida.gontor.ac.id

Beberapa kandidat kuat yang di bagi menjadi dua koalisi sudah memasuki 3 besar jelang pemilihan umum Dewan Mahasiswa diantaranya adalah koalisi nomor urut 01: Fitrah Alfiansyah HI, Rofi Aji SAA, dan Ahmad Adnan MB dengan koalisi SERASI (Serempak Bersinergi). Disamping itu juga ada koalisi nomor urut 02: Fahmi Akhyar Al farabi IQT, Nur Alamsyah EI, dan Fatan Faqihul Wafa PAI dengan koalisi UNIDA BERSAMA (Bersatu Dalam Solidaritas Mahasiswa).

Rentetan Acara Pergantian Pengurus Dewan Mahasiswa

Universitas Darussalam Gontor mengadakan pergantian DEMA Dewan Mahasiswa periode 1442-1443 H/2020-2021 M yang akan dilaksankan pada tanggal 26 september 2020. Adapun pergantian pengurus Dewan Mahasiswa sebagaimana berikut:

  • pada tanggal 14 september 2020, pemilihan utusan dari setiap prodi
  • pada tanggal 15 september 2020, pemanggilan pemilihan kandidat ketua Dewan Mahasiswa
  • pada tanggal 16 september 2020, Rapat penentuan pasangan kandidat
  • pada tanggal 17 september 2020, pemanggilan 6 ketua DEMA menjadi 2 bagian
  • pada tanggal 19 september 2020, Debat babak pertama (Pemaparan visi & misi)
  • pada tanggal 21 september 2020, Debat babak kedua (Pemaparan Program Kerja)
  • pada tanggal 23 september 2020, pemungutan suara atau pemilihan umum calon ketua DEMA dan perhitungan suara
  • pada tanggal 26 september 2020, pergantian pengurus dan serah terima amanah antara DEMA lama dan DEMA baru

Dengan demikian milikilah hak suara anda dan mari memilih dengan baik, pilihlah yang terbaik dari yang terbaik. Dari dua koalisi di atas tadi nantinya sebagai wadah pemersatu, penampung aspirasi dan penyalur bakat mahasiswa untuk DEMA UNIDA yang maju menuju cita-cita perguruan tinggi yang bermutu dan berarti. Wallahu a’lam bissawab. (Ed.Husein)

Webinar Dauroh Qur’aniyyah Pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an

IQT.unida.gontor.ac.id SIMAN – Webinar Dauroh Qur’aniyyah yang bertemakan “Pembinaan Pentashihan Mushaf al-Qur’an” bersama asatidz dan asatidzah tim lajnah pentashihan mushaf Al-qur’an pusat yang bekerjasama dengan Kementerian Agama part pertama telah diselenggarakan pada tanggal 17 September 2020 di Universitas Darussalam Gontor. Oleh karenanya, dari kegiatan ini mempunyai tujuan dengan harapan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengetahui sejarah maupun ilmu dalam pentashihan mushaf al-Qur’an.

Rentetan acara

Rentetan kegiatan Webinar ini dilaksanakan dalam 3 hari yaitu mulai hari Kamis, 17 September 2020 sampai Jum’at, 18 September 2020 dan kemudian dilanjutkan kembali pada hari Kamis, 24 September 2020.

Webinar Dauroh Qur'aniyyah Pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
webinar part#1
Webinar Part Pertama

Dalam webinar kali ini, terdapat 10 pemateri yang menyampaikan materi terkait pentashihan mushaf al-Qur’an dengan pembagian sesi yang berbeda. Pada hari Kamis, 17 September 2020 terdapat 3 narasumber yang memaparkan materi yang berbeda yaitu Dr. H. Muchlis M. Hanafi, M.A. yang menyampaikan materi tentang “Kebijakan Pentashihan Mushaf Al-Quran di Indonesia” di sesi pertama. Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Mustofa, M.Si. yang memaparkan tentang “Sejarah dan Perkembangan Penerbitan Mushaf Al-Qur’an di Indonesia”. Selaku moderator yang dipandu oleh ustadz Ilham Habibullah, M.Ag, acara ini juga di iringi dengan diskusi interaktif antara narasumber dan juga peserta webinar sampai menjelang sholat dzuhur.

Kemudian setelah sholat, acara dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 yaitu pada sesi ketiga dengan dipandu oleh Ustadz M. Faqih Nidzom, M.Ag. selaku moderator dengan Dr. H. Zaenal Arifin, M.A. sebagai narasumber yang menyampaikan materi tentang “Ilm Rasm dan Dabt; Teori dan Aplikasinya dalam Mushaf Standar Indonesia (MSI)” sampai menjelang waktu Sholat Ashar.

Adapun sebagai peserta, tentunya peserta dalam webinar kali ini lebih beragam dengan jumlah target 230-an peserta yang terdiri dari peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) angkatan 2020, mahasiswa program studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, dan anggota Zona al-Qur’an UNIDA Gontor yang hadir secara offline di Hall Lt.4 Gedung Utama baru Universitas Darussalam Gontor. Selain itu juga terdapat peserta yang hadir secara online dari berbagai instansi di Indonesia yang disiarkan secara live pada media akun youtube gontor.tv. (Pen.Izzuddin Ahmad F PAI 7/Ed.Husein)

Materi Dan PPT

Demikianlah acara pada webinar part#1, yang insyaAllah akan dilanjutkan pada webinar part#2 pada pertemuan mendatang tepat hari Kamis, 24 September 2020. Dan bagi teman-teman pembaca ataupun peserta webinar kiranya menghajatkan materi berupa ppt pemateri agar bisa melalui link sebagaimana berikut:

Mushaf Al-Qur’an Braille

Rumus Braille

Ilmu Rasm dan Dabt

Sejarah perkembangan Mushaf Al-Qur’an di Nusantara

Sistem Tanda Waqaf Mushaf Standart Indonesia (MSI)

Studia Islamika

Pelantikan Pengurus Baru HMP IQT Mantingan 2020

Mantingan – Minggu 30 agustus 2020, bertepatan dengan seminar internasional yang diadakan oleh fakultas ilmu kesehatan unida, program studi ilmu al-qur’an dan tafsir mengadakan pelantikan pengurus himpunan mahasiswi baru. Pelantikan yang diadakan dilantai 3 gedung fakultas ilmu kesehatan ini berlangsung khidmat.

Karena tiap peserta dan tamu undangan memperhatikan acara dengan seksama, acara ini juga dihadiri langsung oleh kepala prodi al-ustadz Ahmad Fadhly Rahman Akbar, M.Us dan beberapa jejeran dosen prodi ilmu al-qur’an dan tafsir. Acara yang di buka dengan lantunan ayat suci al-qur’an ini awalnya memang mengalami sedikit kemunduran waktu namun alhamdullilah acara berakhir dengan tepat waktu.

Pelantikan Pengurus Baru HMP IQT Mantingan 2020

Dalam kesempatan ini yang menyampaikan sambutan  adalah al-ustadz Ahmad Fadhly Rahman Akbar dan dalam sambutan beliau, beliau menaruh harapan besar untuk kepengurusan yang akan datang agar terus mengembangkan organisasi ini baik dengan prestasi akademik maupun non akademik, begitu juga dengan sambutan yang diutarakan oleh ketua kepengurusan lama Nur Aini Magfiroh.

Dia menyampaikan bahwa dia juga memiliki harapan besar jika himpunan mahasiswi tahun kepengurusan yang baru lebih mengembangkan organisasi ini, karna HM iqt reguler masih pada tahap merintis jadi sudah seharusnya mengeluarkan tenaga extra agar HM yang masih dirintis ini setara dengan HM yang memang sudah ada sejak lama.

Hingga tibalah saatnya pengurus baru mengucap kalimat syahadat sebagai tanda amanat sudah berpindah tangan dan diakhiri dengan disahkannya kepengurusan yang baru oleh al-Ustadz Ahmad Fadhly Rahman. Himpunan mahasiswi periode 2020 -2021 yang diketuai oleh Ainur Roisyah dan Syifa’ Nadia Rizka memiliki 10 devisi.

yaitu Keilmuan, Penelitian dan Pengembangan (LitBang), Kerohanian, Internal dan Eksternal, inventaris serta Media Publikasi dan informasi, lalu 3 diantara 10 devisi  merupakan devisi baru yaitu devisi Bahasa, Keputrian dan Olahraga, juga setiap devisi memiliki kader dari semester 1, agar kepengurusan selanjutnya sudah mempuyai bayangan dari kader-kader yang telah berkecimpung di HM.

Pembukaan Kajian internal IQT UNIDA Putri

Mantingan – Dalam rangka pembukaan kajian internal program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA GONTOR kampus putri. Pembukaan kajian kali ini dibuka dengan sambutan dosen pembimbing serta arahan-arahan demi menjunjung keberlangsungannya setiap program-program prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam jangka panjang. Bertempat di Ruang terbuka, Sabtu (09/12) pada pukul 20.00 WIB.

Pembukaan Kajian internal IQT UNIDA Putri
Poster Pembukaan Kajian (Opening Internal Studies) HMP IQT Mantingan Kampus putri

Pada acara pembukaan kajian kali ini dibimbing oleh Al-Ustadzah Ridani Faulika Permana M.Ag. Dan di lengkapi oleh petugas-petugas panitia pelaksana yang dipimpin oleh saudari Lidya Dwiyanti bersama sekretarisnya saudari Luthfiah Al-Adawiyah. Adapun pembukaan kajian ini membahas seputar kajian internal yang akan dilaksanakan dalam periode Himpunan Mahasiswi Ilmu AL-Qur’an dan Tafsir di Universitas Darussalam Gontor divisi mantingan, yaitu pembagian kelompok serta tema kajian dan sistematika penulisan makalah kajian.

Hasil Kajian

Setelah dibukanya kajian internal, maka hasil yang didaptakan adalah:

  1. Kajian internal (perkelompok) diadakan setiap Sabtu malam dengan menggunakan Bahasa resmi yaitu bahasa Inggris dan Bahasa Arab
  2. Pengumpulan makalah atau resume, dikumpulkan 2 hari sebelum kajian berlangsung
  3. Kajian kitab Al-Lama’at yang akan di bimbing oleh Al-Ustadzah Ridani Faulika Permana M.Ag. Dilaksanakan pada hari Rabu malam

Demikianlah hingga diakhir penghujung acara, yang diharapkan ialah semangat kajian dengan niatan perintah wajib menuntut ilmu ibadah karena Allah semata. Semoga dari kegiatan yang bermanfaat ini mudah-mudahan bisa menjadi bekal kelak dimasa yang akan datang. Aamiin Allahumma Aamiin. Wallahu ‘alam bissawab. (Ed.Husein)

Diskusi Lintas Prodi: HMP IQT Bersama KKK

UNIDA Gontor – Bagian Internal dan Eksternal Himpunan Mahasiswa Program studi (HMP) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir periode 2019/2020 bersama HMP D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja telah mengadakan Diskusi lintas Prodi dengan tema Penerapan KKK (K3) di tempat kerja berbasis Islam Rahmatan Lil Alamin yang diselenggarakan di Musholla lt.4 Asrama Utsman bin Affan dimulai pada pukul 20.00-21.30 WIB dengan jumlah peserta 9 Orang. Sabtu (8/8). Tentunya acara ini merupakan Program Kerja Bagian Internal dan Eksternal HMP Studi IQT guna menambah wawasan antar masing-masing anggota Program Studi serta juga saling mengintegrasikan ilmu-ilmu dari antar Program Studi.

Diskusi Lintas Prodi: HMP IQT Bersama KKK
Diskusi Lintas Prodi HMP IQT bersama HMP KKK UNIDA Gontor

Titik Temu Permasalahan

Pada acara kali ini sebagai Muqoddimah Akhdan Rafif Sophian dari Perwakilan Bagian Internal dan Eksternal HMP IQT mengawali suasana diskusi. Menurutnya: “Diskusi sudah mulai sering ditinggalkan mahasiswa, maka dengan berdiskusi inilah yang akan membangun ruh mahasiswa khususnya Mahasiswa UNIDA Gontor. Oleh karenanya Diskusi sebagai salah satu Ruh Perguruan Tinggi dan juga untuk Menambah Wawasan segenap mahasiswa terutama apabila dilaksanakan dengan lintas Prodi.” Jelasnya.

Kemudian dilanjutkan oleh saudara Luqman perwakilan dari HMP D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Menyampaikan “Bahwa kekurangan mahasiswa KKK apabila berkecimpung didunia KKK ini adalah Kurangnya Penerapan Islamisasi di tempat kerja khususnya pada pembangunan proyek atau sebuah program. Salah Satu Problematika KKK ditempat kerja dikarenakan harus benar-benar bekerja keras dan fokus dalam Pembangunan Proyek atau Program, walhasil akhirnya Sholat atau ibadah lainnya dikesampingkan bahkan ditiadakan. Hal ini juga dipengaruhi oleh Pimpinan/Direktur pada Pendirian Program tersebut. Di samping itu juga Sistem KKK yang didukung oleh UU Nomor 1 ayat 70 dimana Isinya lebih mengarah terhadap Ideologi Kapitalisme.” Pungkasnya.

Pemecahan masalah (Problem Solving)

Berangkat dari masalah di atas, maka beberapa dari Mahasiswa HMP IQT menanggapi dengan memberi solusi sebagai pemecahan masalah ini sesuai dengan dalil ayat Al-Qur’an. QS Al-Baqarah ayat 195 “Bahwa Allah SWT menciptakan secara aman dan baik, kelompok atau individu yang tidak amanlah yang berbuat kerusakan.” Sehingga yang harus digaris bawahi juga seperti salah satu hadist yang menerangkan bahwa “Dua Kenikmatan yang dilupakan banyak orang yaitu kesehatan dan waktu luang.”

Selain itu, apabila dalam setiap pekerjaan tidak kita bersamai Agama atau Allah SWT disana, maka pekerjaan tersebut sama seperti yang dilakukan orang-orang Atheis, Liberal, sekuler dan lain-lain. Dengannya pekerjaan lancar dan sukses tetapi tidak keselarasan antara hati dan otak mereka, karena dalam hal tersebut hanya bersifat duniawi saja. Tentunya kita sebagai Makhluk hidup yang diciptakan Allah SWT harus dapat meraih kesuksesan di Dunia maupun di akhirat.

Selanjutnya dilanjutkan dengan diskusi singkat atau sharing sessions tentang Pemahaman Keprodian dari HMP D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Seperti pembahasan tentang tugas KKK, Macam-macam perusahaan yang menerapkan KKK dam juga beberapa sistem yang berhubungan dengan KKK. Hingga akhirnya Sampailah pada penghujung acara dengan bertambahnya wawasan, pengetahuan baru Serta Problem Solving (Pemecahan masalah) yang ditemukan setelah pelaksanaan Diskusi lintas Prodi ini.

Harapannya

Dengan semangat diskusi dan haus akan ilmu antar masing-masing prodi membuat diskusi lintas prodi kali ini berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga harapannya bahwa salah satu yang menjadi ruh mahasiswa adalah Diskusi ini dapat tetap berjalan di UNIDA Gontor ini. Adapun pertemuan diskusi lintas prodi ini Merupakan yang pertama kali, dengan demikian akan terus berlanjut sampai akhir perkuliahan di UNIDA Gontor Aamin ya Rabbal Alamin. Wallahu ‘Alam bissawab. (Pen.Fahmi Akhyar/Ed.Husein)

Persiapan Jelang Ujian Tahfidz 2020

iqt.unida.gontor.ac.id Persiapan jelang ujian tahfidz 2020 yang dibawah kendali atau naungan Pusat Markas Al-Qur’an dan islamisasi ilmu pengetahuan UNIDA Gontor. Seperti biasanya tiap semester akan diadakannya ujian tahfidz guna sebagai pelengkap prasyarat mengikuti UAS. Disamping itu, sebagai bekal pribadi masing-masing dalam meniti kehidupan. Oleh karenanya agenda ujian tahfidz ini yang akan dilaksanakan pada hari jum’at, 11 september 2020.

Persiapan jelang ujian tahfidz tentunya sangat perlu diperhatikan. Jika sebelum-sebelumnya para mahasantri disibukkan dengan muraja’ah hafalan, memperbagus qiro’ah, bahkan sampai silih bergantian sima’an bersama teman maupun asatidz pembimbing. Hal yang tidak boleh luput dari perhatian yaitu mahasantri mesti dan harus tau terlebih dahulu tempat atau lokasi ujian sebagaimana dalam denah ujian tahfidz yang sudah di sebarkan.

Denah Ujian Tahfidz

Di bawah ini penulis akan bagikan denah lokasi ujiah tahfidz 2020 sebagaimana berikut:

Persiapan Jelang Ujian Tahfidz 2020
Denah 1 lantai 3

Denah diatas adalah denah yang berlokasi pada sekitar lantai 3 gedung utama baru UNIDA Gontor. Dimana bisa di lihat bahwa denah tersebut menunjukkan ruang kelas yang di mulai dari: 306 SAA/7+, 307 TI/1A, 308 PM/1, 309 PBA/3, 310 IQT/3, 311 PM/9, 312 PM/5, 313 AGRO/1-7+, 314 EI/7+, 315 IQT/1, 317 EI/5, 318 KKK/1-7+, 319 TBI/1, 320 HI/3, 321 PAI/1, 323 TIP/1-7+, 324 EI/3, 325 ILKOM/1-3, 326 AFI/1, 327 MNJ/1, 328 HI 5-7+, 329 MNJ/7+, 330 PBA/9+, 331 HES/5, 334 HI/1, 335 SAA/3, 336 AFI/3, 337 TIP/3, dan 338 PM/7.

Persiapan Jelang Ujian Tahfidz 2020
Denah 2 lantai 4

Adapun denah lokasi pada lantai 4 yaitu dimulai dari ruang kelas: 406 SAA/1, 407 HES/7, 408 HES/1, 409 PBA/1, 410 MNJ/3, 412 AFI/5, 414 ILKOM/5-7+, 416 PBA/7, 317 SAA/5 418 HES/3, 419 PAI/3, 420 PAI/5, 421 MNJ/5, 422 PAI/7+, 424 TI/5-7+, 425 PBA/5, 426 IQT/7+, 427 IQT/5, 433 TI/3, 434 EI/, 435 PM/3, dan 436 AFI/7+.

Demikianlah denah ujian tahfidz 2020 mahasantri yang dapat penulis bagikan, semoga ujian tahfidz kali ini dimudahkan dan mudah-mudahan informasi ini bermanfaat. Wallahu a’lam bissawab. (Ed.Husein)