DEMA 2020: Mahasiswa Tafsir Kembali Jadi kandidat

IQT.unida.gontor.ac.id SIMAN – DEMA merupakan singkatan dari Dewan Mahasiswa UNIDA Gontor. Nah khususnya DEMA kabinet garuda periode 2019-2020 kini telah memasuki masa-masa akhir jabatan. Tentunya suasana saat ini tengah menjadi hangat dengan adanya beberapa koalisi yang saling bersaing sebagai bentuk regenerasi untuk kepengurusan periode selanjutnya. Persaingan yang tidak lain merupakan sebuah pendidikan dalam artian berlomba-lomba dalam kebaikan. Maka timbullah pertanyaan sederhana siapakah yang akan menjadi nahkoda kepenguruusan berikutnya, who will be the next leader?

DEMA 2020: Mahasiswa Tafsir Kembali Jadi kandidat
IQT.unida.gontor.ac.id

Beberapa kandidat kuat yang di bagi menjadi dua koalisi sudah memasuki 3 besar jelang pemilihan umum Dewan Mahasiswa diantaranya adalah koalisi nomor urut 01: Fitrah Alfiansyah HI, Rofi Aji SAA, dan Ahmad Adnan MB dengan koalisi SERASI (Serempak Bersinergi). Disamping itu juga ada koalisi nomor urut 02: Fahmi Akhyar Al farabi IQT, Nur Alamsyah EI, dan Fatan Faqihul Wafa PAI dengan koalisi UNIDA BERSAMA (Bersatu Dalam Solidaritas Mahasiswa).

Rentetan Acara Pergantian Pengurus Dewan Mahasiswa

Universitas Darussalam Gontor mengadakan pergantian DEMA Dewan Mahasiswa periode 1442-1443 H/2020-2021 M yang akan dilaksankan pada tanggal 26 september 2020. Adapun pergantian pengurus Dewan Mahasiswa sebagaimana berikut:

  • pada tanggal 14 september 2020, pemilihan utusan dari setiap prodi
  • pada tanggal 15 september 2020, pemanggilan pemilihan kandidat ketua Dewan Mahasiswa
  • pada tanggal 16 september 2020, Rapat penentuan pasangan kandidat
  • pada tanggal 17 september 2020, pemanggilan 6 ketua DEMA menjadi 2 bagian
  • pada tanggal 19 september 2020, Debat babak pertama (Pemaparan visi & misi)
  • pada tanggal 21 september 2020, Debat babak kedua (Pemaparan Program Kerja)
  • pada tanggal 23 september 2020, pemungutan suara atau pemilihan umum calon ketua DEMA dan perhitungan suara
  • pada tanggal 26 september 2020, pergantian pengurus dan serah terima amanah antara DEMA lama dan DEMA baru

Dengan demikian milikilah hak suara anda dan mari memilih dengan baik, pilihlah yang terbaik dari yang terbaik. Dari dua koalisi di atas tadi nantinya sebagai wadah pemersatu, penampung aspirasi dan penyalur bakat mahasiswa untuk DEMA UNIDA yang maju menuju cita-cita perguruan tinggi yang bermutu dan berarti. Wallahu a’lam bissawab. (Ed.Husein)

Webinar Dauroh Qur’aniyyah Pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur’an

IQT.unida.gontor.ac.id SIMAN – Webinar Dauroh Qur’aniyyah yang bertemakan “Pembinaan Pentashihan Mushaf al-Qur’an” bersama asatidz dan asatidzah tim lajnah pentashihan mushaf Al-qur’an pusat yang bekerjasama dengan Kementerian Agama part pertama telah diselenggarakan pada tanggal 17 September 2020 di Universitas Darussalam Gontor. Oleh karenanya, dari kegiatan ini mempunyai tujuan dengan harapan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengetahui sejarah maupun ilmu dalam pentashihan mushaf al-Qur’an.

Rentetan acara

Rentetan kegiatan Webinar ini dilaksanakan dalam 3 hari yaitu mulai hari Kamis, 17 September 2020 sampai Jum’at, 18 September 2020 dan kemudian dilanjutkan kembali pada hari Kamis, 24 September 2020.

Webinar Dauroh Qur'aniyyah Pembinaan Pentashihan Mushaf Al-Qur'an
webinar part#1
Webinar Part Pertama

Dalam webinar kali ini, terdapat 10 pemateri yang menyampaikan materi terkait pentashihan mushaf al-Qur’an dengan pembagian sesi yang berbeda. Pada hari Kamis, 17 September 2020 terdapat 3 narasumber yang memaparkan materi yang berbeda yaitu Dr. H. Muchlis M. Hanafi, M.A. yang menyampaikan materi tentang “Kebijakan Pentashihan Mushaf Al-Quran di Indonesia” di sesi pertama. Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Mustofa, M.Si. yang memaparkan tentang “Sejarah dan Perkembangan Penerbitan Mushaf Al-Qur’an di Indonesia”. Selaku moderator yang dipandu oleh ustadz Ilham Habibullah, M.Ag, acara ini juga di iringi dengan diskusi interaktif antara narasumber dan juga peserta webinar sampai menjelang sholat dzuhur.

Kemudian setelah sholat, acara dilanjutkan kembali pada pukul 13.00 yaitu pada sesi ketiga dengan dipandu oleh Ustadz M. Faqih Nidzom, M.Ag. selaku moderator dengan Dr. H. Zaenal Arifin, M.A. sebagai narasumber yang menyampaikan materi tentang “Ilm Rasm dan Dabt; Teori dan Aplikasinya dalam Mushaf Standar Indonesia (MSI)” sampai menjelang waktu Sholat Ashar.

Adapun sebagai peserta, tentunya peserta dalam webinar kali ini lebih beragam dengan jumlah target 230-an peserta yang terdiri dari peserta Program Kaderisasi Ulama (PKU) angkatan 2020, mahasiswa program studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir, dan anggota Zona al-Qur’an UNIDA Gontor yang hadir secara offline di Hall Lt.4 Gedung Utama baru Universitas Darussalam Gontor. Selain itu juga terdapat peserta yang hadir secara online dari berbagai instansi di Indonesia yang disiarkan secara live pada media akun youtube gontor.tv. (Pen.Izzuddin Ahmad F PAI 7/Ed.Husein)

Materi Dan PPT

Demikianlah acara pada webinar part#1, yang insyaAllah akan dilanjutkan pada webinar part#2 pada pertemuan mendatang tepat hari Kamis, 24 September 2020. Dan bagi teman-teman pembaca ataupun peserta webinar kiranya menghajatkan materi berupa ppt pemateri agar bisa melalui link sebagaimana berikut:

Mushaf Al-Qur’an Braille

Rumus Braille

Ilmu Rasm dan Dabt

Sejarah perkembangan Mushaf Al-Qur’an di Nusantara

Sistem Tanda Waqaf Mushaf Standart Indonesia (MSI)

Studia Islamika

Pelantikan Pengurus Baru HMP IQT Mantingan 2020

Mantingan – Minggu 30 agustus 2020, bertepatan dengan seminar internasional yang diadakan oleh fakultas ilmu kesehatan unida, program studi ilmu al-qur’an dan tafsir mengadakan pelantikan pengurus himpunan mahasiswi baru. Pelantikan yang diadakan dilantai 3 gedung fakultas ilmu kesehatan ini berlangsung khidmat.

Karena tiap peserta dan tamu undangan memperhatikan acara dengan seksama, acara ini juga dihadiri langsung oleh kepala prodi al-ustadz Ahmad Fadhly Rahman Akbar, M.Us dan beberapa jejeran dosen prodi ilmu al-qur’an dan tafsir. Acara yang di buka dengan lantunan ayat suci al-qur’an ini awalnya memang mengalami sedikit kemunduran waktu namun alhamdullilah acara berakhir dengan tepat waktu.

Pelantikan Pengurus Baru HMP IQT Mantingan 2020

Dalam kesempatan ini yang menyampaikan sambutan  adalah al-ustadz Ahmad Fadhly Rahman Akbar dan dalam sambutan beliau, beliau menaruh harapan besar untuk kepengurusan yang akan datang agar terus mengembangkan organisasi ini baik dengan prestasi akademik maupun non akademik, begitu juga dengan sambutan yang diutarakan oleh ketua kepengurusan lama Nur Aini Magfiroh.

Dia menyampaikan bahwa dia juga memiliki harapan besar jika himpunan mahasiswi tahun kepengurusan yang baru lebih mengembangkan organisasi ini, karna HM iqt reguler masih pada tahap merintis jadi sudah seharusnya mengeluarkan tenaga extra agar HM yang masih dirintis ini setara dengan HM yang memang sudah ada sejak lama.

Hingga tibalah saatnya pengurus baru mengucap kalimat syahadat sebagai tanda amanat sudah berpindah tangan dan diakhiri dengan disahkannya kepengurusan yang baru oleh al-Ustadz Ahmad Fadhly Rahman. Himpunan mahasiswi periode 2020 -2021 yang diketuai oleh Ainur Roisyah dan Syifa’ Nadia Rizka memiliki 10 devisi.

yaitu Keilmuan, Penelitian dan Pengembangan (LitBang), Kerohanian, Internal dan Eksternal, inventaris serta Media Publikasi dan informasi, lalu 3 diantara 10 devisi  merupakan devisi baru yaitu devisi Bahasa, Keputrian dan Olahraga, juga setiap devisi memiliki kader dari semester 1, agar kepengurusan selanjutnya sudah mempuyai bayangan dari kader-kader yang telah berkecimpung di HM.

Pembukaan Kajian internal IQT UNIDA Putri

Mantingan – Dalam rangka pembukaan kajian internal program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA GONTOR kampus putri. Pembukaan kajian kali ini dibuka dengan sambutan dosen pembimbing serta arahan-arahan demi menjunjung keberlangsungannya setiap program-program prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam jangka panjang. Bertempat di Ruang terbuka, Sabtu (09/12) pada pukul 20.00 WIB.

Pembukaan Kajian internal IQT UNIDA Putri
Poster Pembukaan Kajian (Opening Internal Studies) HMP IQT Mantingan Kampus putri

Pada acara pembukaan kajian kali ini dibimbing oleh Al-Ustadzah Ridani Faulika Permana M.Ag. Dan di lengkapi oleh petugas-petugas panitia pelaksana yang dipimpin oleh saudari Lidya Dwiyanti bersama sekretarisnya saudari Luthfiah Al-Adawiyah. Adapun pembukaan kajian ini membahas seputar kajian internal yang akan dilaksanakan dalam periode Himpunan Mahasiswi Ilmu AL-Qur’an dan Tafsir di Universitas Darussalam Gontor divisi mantingan, yaitu pembagian kelompok serta tema kajian dan sistematika penulisan makalah kajian.

Hasil Kajian

Setelah dibukanya kajian internal, maka hasil yang didaptakan adalah:

  1. Kajian internal (perkelompok) diadakan setiap Sabtu malam dengan menggunakan Bahasa resmi yaitu bahasa Inggris dan Bahasa Arab
  2. Pengumpulan makalah atau resume, dikumpulkan 2 hari sebelum kajian berlangsung
  3. Kajian kitab Al-Lama’at yang akan di bimbing oleh Al-Ustadzah Ridani Faulika Permana M.Ag. Dilaksanakan pada hari Rabu malam

Demikianlah hingga diakhir penghujung acara, yang diharapkan ialah semangat kajian dengan niatan perintah wajib menuntut ilmu ibadah karena Allah semata. Semoga dari kegiatan yang bermanfaat ini mudah-mudahan bisa menjadi bekal kelak dimasa yang akan datang. Aamiin Allahumma Aamiin. Wallahu ‘alam bissawab. (Ed.Husein)

Diskusi Lintas Prodi: HMP IQT Bersama KKK

UNIDA Gontor – Bagian Internal dan Eksternal Himpunan Mahasiswa Program studi (HMP) Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir periode 2019/2020 bersama HMP D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja telah mengadakan Diskusi lintas Prodi dengan tema Penerapan KKK (K3) di tempat kerja berbasis Islam Rahmatan Lil Alamin yang diselenggarakan di Musholla lt.4 Asrama Utsman bin Affan dimulai pada pukul 20.00-21.30 WIB dengan jumlah peserta 9 Orang. Sabtu (8/8). Tentunya acara ini merupakan Program Kerja Bagian Internal dan Eksternal HMP Studi IQT guna menambah wawasan antar masing-masing anggota Program Studi serta juga saling mengintegrasikan ilmu-ilmu dari antar Program Studi.

Diskusi Lintas Prodi: HMP IQT Bersama KKK
Diskusi Lintas Prodi HMP IQT bersama HMP KKK UNIDA Gontor

Titik Temu Permasalahan

Pada acara kali ini sebagai Muqoddimah Akhdan Rafif Sophian dari Perwakilan Bagian Internal dan Eksternal HMP IQT mengawali suasana diskusi. Menurutnya: “Diskusi sudah mulai sering ditinggalkan mahasiswa, maka dengan berdiskusi inilah yang akan membangun ruh mahasiswa khususnya Mahasiswa UNIDA Gontor. Oleh karenanya Diskusi sebagai salah satu Ruh Perguruan Tinggi dan juga untuk Menambah Wawasan segenap mahasiswa terutama apabila dilaksanakan dengan lintas Prodi.” Jelasnya.

Kemudian dilanjutkan oleh saudara Luqman perwakilan dari HMP D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Menyampaikan “Bahwa kekurangan mahasiswa KKK apabila berkecimpung didunia KKK ini adalah Kurangnya Penerapan Islamisasi di tempat kerja khususnya pada pembangunan proyek atau sebuah program. Salah Satu Problematika KKK ditempat kerja dikarenakan harus benar-benar bekerja keras dan fokus dalam Pembangunan Proyek atau Program, walhasil akhirnya Sholat atau ibadah lainnya dikesampingkan bahkan ditiadakan. Hal ini juga dipengaruhi oleh Pimpinan/Direktur pada Pendirian Program tersebut. Di samping itu juga Sistem KKK yang didukung oleh UU Nomor 1 ayat 70 dimana Isinya lebih mengarah terhadap Ideologi Kapitalisme.” Pungkasnya.

Pemecahan masalah (Problem Solving)

Berangkat dari masalah di atas, maka beberapa dari Mahasiswa HMP IQT menanggapi dengan memberi solusi sebagai pemecahan masalah ini sesuai dengan dalil ayat Al-Qur’an. QS Al-Baqarah ayat 195 “Bahwa Allah SWT menciptakan secara aman dan baik, kelompok atau individu yang tidak amanlah yang berbuat kerusakan.” Sehingga yang harus digaris bawahi juga seperti salah satu hadist yang menerangkan bahwa “Dua Kenikmatan yang dilupakan banyak orang yaitu kesehatan dan waktu luang.”

Selain itu, apabila dalam setiap pekerjaan tidak kita bersamai Agama atau Allah SWT disana, maka pekerjaan tersebut sama seperti yang dilakukan orang-orang Atheis, Liberal, sekuler dan lain-lain. Dengannya pekerjaan lancar dan sukses tetapi tidak keselarasan antara hati dan otak mereka, karena dalam hal tersebut hanya bersifat duniawi saja. Tentunya kita sebagai Makhluk hidup yang diciptakan Allah SWT harus dapat meraih kesuksesan di Dunia maupun di akhirat.

Selanjutnya dilanjutkan dengan diskusi singkat atau sharing sessions tentang Pemahaman Keprodian dari HMP D4 Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Seperti pembahasan tentang tugas KKK, Macam-macam perusahaan yang menerapkan KKK dam juga beberapa sistem yang berhubungan dengan KKK. Hingga akhirnya Sampailah pada penghujung acara dengan bertambahnya wawasan, pengetahuan baru Serta Problem Solving (Pemecahan masalah) yang ditemukan setelah pelaksanaan Diskusi lintas Prodi ini.

Harapannya

Dengan semangat diskusi dan haus akan ilmu antar masing-masing prodi membuat diskusi lintas prodi kali ini berjalan dengan baik dan lancar. Sehingga harapannya bahwa salah satu yang menjadi ruh mahasiswa adalah Diskusi ini dapat tetap berjalan di UNIDA Gontor ini. Adapun pertemuan diskusi lintas prodi ini Merupakan yang pertama kali, dengan demikian akan terus berlanjut sampai akhir perkuliahan di UNIDA Gontor Aamin ya Rabbal Alamin. Wallahu ‘Alam bissawab. (Pen.Fahmi Akhyar/Ed.Husein)

Persiapan Jelang Ujian Tahfidz 2020

iqt.unida.gontor.ac.id Persiapan jelang ujian tahfidz 2020 yang dibawah kendali atau naungan Pusat Markas Al-Qur’an dan islamisasi ilmu pengetahuan UNIDA Gontor. Seperti biasanya tiap semester akan diadakannya ujian tahfidz guna sebagai pelengkap prasyarat mengikuti UAS. Disamping itu, sebagai bekal pribadi masing-masing dalam meniti kehidupan. Oleh karenanya agenda ujian tahfidz ini yang akan dilaksanakan pada hari jum’at, 11 september 2020.

Persiapan jelang ujian tahfidz tentunya sangat perlu diperhatikan. Jika sebelum-sebelumnya para mahasantri disibukkan dengan muraja’ah hafalan, memperbagus qiro’ah, bahkan sampai silih bergantian sima’an bersama teman maupun asatidz pembimbing. Hal yang tidak boleh luput dari perhatian yaitu mahasantri mesti dan harus tau terlebih dahulu tempat atau lokasi ujian sebagaimana dalam denah ujian tahfidz yang sudah di sebarkan.

Denah Ujian Tahfidz

Di bawah ini penulis akan bagikan denah lokasi ujiah tahfidz 2020 sebagaimana berikut:

Persiapan Jelang Ujian Tahfidz 2020
Denah 1 lantai 3

Denah diatas adalah denah yang berlokasi pada sekitar lantai 3 gedung utama baru UNIDA Gontor. Dimana bisa di lihat bahwa denah tersebut menunjukkan ruang kelas yang di mulai dari: 306 SAA/7+, 307 TI/1A, 308 PM/1, 309 PBA/3, 310 IQT/3, 311 PM/9, 312 PM/5, 313 AGRO/1-7+, 314 EI/7+, 315 IQT/1, 317 EI/5, 318 KKK/1-7+, 319 TBI/1, 320 HI/3, 321 PAI/1, 323 TIP/1-7+, 324 EI/3, 325 ILKOM/1-3, 326 AFI/1, 327 MNJ/1, 328 HI 5-7+, 329 MNJ/7+, 330 PBA/9+, 331 HES/5, 334 HI/1, 335 SAA/3, 336 AFI/3, 337 TIP/3, dan 338 PM/7.

Persiapan Jelang Ujian Tahfidz 2020
Denah 2 lantai 4

Adapun denah lokasi pada lantai 4 yaitu dimulai dari ruang kelas: 406 SAA/1, 407 HES/7, 408 HES/1, 409 PBA/1, 410 MNJ/3, 412 AFI/5, 414 ILKOM/5-7+, 416 PBA/7, 317 SAA/5 418 HES/3, 419 PAI/3, 420 PAI/5, 421 MNJ/5, 422 PAI/7+, 424 TI/5-7+, 425 PBA/5, 426 IQT/7+, 427 IQT/5, 433 TI/3, 434 EI/, 435 PM/3, dan 436 AFI/7+.

Demikianlah denah ujian tahfidz 2020 mahasantri yang dapat penulis bagikan, semoga ujian tahfidz kali ini dimudahkan dan mudah-mudahan informasi ini bermanfaat. Wallahu a’lam bissawab. (Ed.Husein)

Mufassir dan Musikus

Iqt.unida.gontor.ac.id Mufassir adalah sebutan bagi sesorang yang di anggap sangat ahli atau menguasai pada bidang ilmu-ilmu tafsir. Menjadi seorang mufassir tentu sebuah impian banyak kalangan yang cinta akan Al-Qur’an, yang terbukti dengan adanya komunitas gerakan Living Qur’an dan tercetaknya generasi qur’ani. Di samping itu, Musikus juga merupakan sebutan bagi orang yang menciptakan dan menampilkan musik atau pencipta dan pemain musik, tentunya menjadi seorang musikus sangat banyak diminati, karena jika musiknya bagus pasti digemari semua kalangan, mulai dari anak kecil hingga lansia. hal ini terbukti nyata dengan sering adanya konser-konser musik yang diadakan di berbagai tempat.

Antara Mufassir dan Musikus

Di antara mufassir dan musikus jika di lihat dengan melek memang terdapat hal-hal yang bertolak belakang, yang kerap kali kita dengar dengan sebutan istilah antara langit dan bumi, antara air dan api bahkan antara anak pesantren dan anak rock’n roll. kemudian mengapa dikatakan demikian? simplenya, mungkin karena adanya perbedaan pandangan bahkan perspektif di berbagai kalangan.

Namun, lain halnya seperti yang di sebutkan oleh akang mahasantri. Menurutnya: menjadi seorang Mufassir dan Musikus itu penting, dan antara Mufassir dan Musikus memang tidak menjadi perdebatan karena ia merupakan sebuah pilihan, terkait suka atau cinta akan kedua hal tersebut. Mahasantri harus mampu menimbang dan menyesuaikan, selama tidak merugikan (Lalai) dan tentunya sesuai dengan apa yang sudah diajarkan pada worldview keislaman atau islamisasi worlview.

Mufassir dan Musikus
Mahasiswa IQT Peraih juara 1 pada ajang lomba musik Muharram Cup dan JoyFull UNIDA.
kiri: Bahar (IQT/3), Hamlan (IQT/7), Oesman (IQT/5) dan Agil (IQT/3)

Sebagai contoh seperti yang telah di lakukan mahasiswa tafsir UNIDA Gontor pada ajang lomba musik yang bertemakan JOYFULL UNIDA 2020. Acara yang di inisiasi oleh Dewan Mahasiswa dan di dukung penuh Direktorat Kepengasuhan. Walaupun jiwa mahasiswa tafsir terpaut dengan Al-Qur’an. Namun tidak menutup kemungkinan tertutup dengan hal yang lain. Buktinya 2 group band musik yang didominasi oleh mahasiswa IQT tersebut telah berhasil menyabet juara 1 dan juara ke 2 pada ajang ini.

Mufassir dan Musikus
Mahasiswa IQT Peraih juara 2 pada ajang lomba musik Joyfull UNIDA 2020 berfoto bersama wakil dekan fakultas Ushuluddin Ust. Khasib Amrullah M.Ud

Harapannya kepada segenap mahasiswa, raihlah dan kembangkanlah potensi serta bakat kalian yang terpendam. Berbuatlah dengan sesuai agar kelak engkau mengerti arah kehidupan. Dan mudah-mudahan bagi para pemenang juara lomba musik tersebut, dengan adanya binaan dan latihan yang mumpuni bisa menjadi ikon yang di harapkan. Wallahu’ Alam Bissawab (Ed.Husein)

Muharram Cup 2020: Ada Yang Beda?

Iqt.unida.gontor.ac.id Muharram Cup 2020 pada tahun ini agak sedikit berbeda dengan melirik perbandingan pada tahun-tahun sebelumnya. Tentunya tahun ini lebih banyak ujian dan cobaan yang sedang dihadapi dunia secara umum. Namun, bukan berarti hal ini menjadi halangan maupun rintangan bagi mahasiswa santri (Mahasantri) untuk menjalankan amanah dalam berkegiatan meningkatkan potensi. Buktinya syukur alhamdulillah muharram cup 2020 tahun ini telah sukses dilaksanakan, yaitu dimulai sejak hari jum’at (28/08) dan di tutup pada jum’at malam (4/09) di depan gedung utama baru Universitas Darussalam Gontor, Kampus Siman.

Mengapa Berbeda?

Muharram Cup 2020 memang sangat berbeda jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana pada tahun sebelumnya pemegang juara umum di raih oleh fakultas Ushuluddin. Tetapi tidak menutup kemungkinan fakultas yang lain akan segera menyusul karena tahun demi tahun perebutan gelar juara umum pun semakin hangat dan persaingan bertambah ketat. Seperti dari beberapa hasil perlombaan sebagaimana berikut:

Juara umum ke 2 pada perhelatan lomba Muharram Cup 2020
Hasil Peraihan Perlombaan Muharram Cup 2020

Setelah beberapa peraihan yang di raih dari fakultas ushuluddin pada beberapa lomba seperti olah raga, olah rasa, olah fikir serta olah zikir. Alhamdulillah dengan hasil gemilang yang diraih oleh mahasiswa AFI, SAA, dan IQT bisa membawa fakultas Ushuluddin meraih posisi juara umum ke 2 pada muharram cup 2020 kali ini. Walaupun sejatinya prestasi yang menurun, namun demikian tidak lain merupakan usaha yang sudah di buktikan. Selalu belajarlah dari kekalahan, kegagalan bahkan pengalaman pahit sekalipun, sehingga kelak rasa pahit itu berganti rasa menjadi kemanisan yang nikmat dan tidak sesaat. Semangat terus Allahu Akbar. Wallahu’Alam Bissawab (Ed.Husein)

MKDK Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA Gontor 2020

Diumumkan bagi seluruh Mahasiswa dan Mahasiswa Prodi IQT UNIDA Gontor Semester 7 yang berada di kampus Siman, Robitoh, dan Mantingan, bahwa ujian MKDK (Materi Komprehensif Dasar Khusus) akan dilaksanakan setelah UTS

Materi MKDK Prodi IQT UNIDA 2020

Dengan ini pihak Prodi menghimbau kepada seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi untuk mempersiapkan diri dalam ujian tersebut. Dan dapat mengakses Materi MKDK Prodi IQT UNIDA Gontor 2020 yang diujikan sebagaimana terlampir di bawah ini.

MATERI MKDK

Mundzirul Qoum Hari Ini : Realisasi Adab di era Modern

وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (At-Taubah:122)

Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan bahwa kalimat lampau dalam permulaan ayat ini digunakan sebagai bentuk celaan atas meninggalkan perkerjaan yang telah lalu dan perintah untuk masa mendatang. Tentu hal ini berkaitan dengan sebab diturunkannya ayat. Dahulu, pada masa Rasulullah SAW banyak orang yang senang pergi berperang untuk berjihad, sehingga hanya menyisakan segelintir orang yang menetap. Maka, diturunkanlah ayat yang menyatakan bahwa jihad menjadi tidak wajib jika Rasulullah SAW tidak ikut serta.

Jihad dan menuntut ilmu menjadi fardhu kifayah. Mengapa jihad dinyatakan sebagai fardhu kifayah dan bukan fardhu ain? Berdasarkan urgensi yang ada kala itu, apabila semua orang pergi berjihad, maka kepentingan umat akan terhenti. Tidak ada yang akan memegang tonggak kepemimpinan bila sang pemimpin turut pergi. Tak ada yang dapat mengadili jika sang hakim turut pergi. Tak ada yang dapat mendidik anak jika sang ayah turut pergi. Meski begitu, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, maka bagi mereka yang menetap hendaknya mendalami syariat dan mengajarkannya pada mujahidin bila mereka telah kembali.

Berjihad di zaman ini memiliki berbagai macam bentuk. Tak hanya dengan pedang bak mujahidin terdahulu, namun juga dengan pikirannya. Maka bila dari sekelompok muslim tengah mempelajari ilmu pengetahuan yang menjadi senjata andalan Barat, hendaklah sekelompok lainnya teguh mempelari ilmu agamanya dan memperingatkan muslimin lain bila tengah lalai.

Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah dalam Tafsir Al-Azhar terkait ayat ini menuliskan, “Apa yang diperjuangkan di garis muka, kalau tidak ada di belakang yang mengisi ruhani?”. Pernyataan ini sebanding lurus dengan kutipan Al-Ghazali dalam kitab Al-Hikam, “Yang terpenting bukannya tercapainya apa yang engkau cari, tetapi yang penting adalah engkau dilimpahi rezeki adab yang baik.” Bagi penuntut ilmu, terlebih para mundzirul qoum, adab selayaknya menjadi modal utama untuk mencapai hakikat ilmu itu sendiri. Tanpa adab, takkan mampu para pembelajar itu mencapai derajat ‘alim.

Mundzirul Qoum Hari Ini : Realisasi Adab di era Modern

Semangat mundzirul qoum sekiranya sangat sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda yang digaungkan oleh Boedi Oetomo, Wage Roedolf Soepratman, Moh. Yamin, dan Sugondo Joyopuspito pada 28 Oktober 1928. Mereka bertekad dengan satu cita-cita, semangat yang sama melahirkan satu visi dan perjuangan bersama, yakni satu tanah air, satu bahasa dan satu bangsa yakni Indonesia. Sejarah pun terukir di kala

Menaati perintah guru adalah kunci utama. Ketika Rasulullah telah tiada, maka perpanjangan tangan beliau adalah para ulama. Penerus ilmu beliau adalah para ulama. Para ulama itulah yang akan menjadi gurunya umat muslim seluruh dunia. Menghormati ulama wajib hukumnya bagi umat muslim. Mencelanya ada laknat. Memakinya menjadi biadab. Namun apa yang terjadi hari ini. Fitnah tengah bertebaran di kalangan para ulama. Entah dari mana hal itu bermuara. Segala yang haq dan bathil menjadi bias dan cenderung kias.

Menjadi umat Muslim hari ini ‘memang sulit’. Menjadi seorang mundzirul qoum apa lagi. Sulit menjauhkan diri dari dosa, sulit mendekatkan diri dengan pahala, sulit membedakan mana yang haq dan bathil. Apakah benar sesulit itu? Iya. Jika kita tidak membekali diri dengan ilmu dan membentengi hati dengan iman.

Patut diperhatikan bahwa, tak mungkin pribadi dengan kapabilitas unggul tercapai tanpa adab yang tinggi pula. Bila adab telah dimiliki, maka hakikat ‘alim akan tercapai. Tak akan diragukan pula bila pribadi semacam itu memiliki akhlak yang indah. 

Penulis : Anugrah Suciati, S.Farm, (Alumni Farmasi UNIDA Gontor)
Editor : Ilham Habibullah, M.Ag