webinar nasional qurais 2021

IQT Siman-Quranic Festival atau Qurais 2021 adalah acara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan tujuan mengembangkan potensi dan bakat mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir universitas darussalam gontor khususnya dan umumnya pada seluruh mahasiswa indonesia. Dengan adanya acara ini diharapkan mahasiswa dapat berlomba dalam kebaikan serta memperkuat kejujuran dan sportifitas. Selain kompetisi qurais 2021 juga mengadakan webinar nasional qurais 2021

Dalam webinar nasional qurais 2021 yang diadakan di hal CIOS kamis, 28 Februaru 2021, yang diadakan secara online dan offline, Webinar ini mengangkat tema “The Qur’an as a source of science in strengthening agrotechnology in indonesia” dengan menghadirkan pemateri secara daring yang menguasai bidangnya diantaranya Ahmad Sarwat, Lc., M.A. Ketua Umum DU center yang membahas tentang sains dalam ayat Qur’an dari buku yang beliau tulis dengan judul “Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir” yang mengulas seputar Ayat-ayat kawniyah atau Sains yang lebih banyak daripada ayat muhkamat di dalam Al Qur’an.

Selain beliau pemateri lainnya adalah Prof. Dr. Agus Purwanto, M. Sc, D. Sc. selaku pakar dalam ilmu fisika dan guru besar ITS Surabaya, beliau membahas tentang 800 ayat-ayat semesta yang terlupakan.

Beliau menjelaskan perbandingan antara negara Indonesia atau negara muslim dan negara maju yang lainnya dengan perbandingan ilmuwan dan teknologi nya. Beliau menjelaskan bahwa kemunduran islam terjadi setelah al ghozali abdul falasah yng menggempur 20 persoalan yang di bahas dapam kitan ini. Yang membuat umat islam meninggal kan ilmu rasional seperti matematika,logika dan fisika hingga sampai saat ini. Meskipun ibnu Rusdi melawan dengan bukunya namun masih belum bisa mengalahkan buku imam Ghozali. Saat ini yang harus kita lakukan adalah intensifikasi atau menggali alam sesuai dengan Al-Qur’an. Menarik nya bahwa aqala dengan dhomir hum hanya di ulangi sebanyak 22 kali dan dhomir antum di ulangi sebanyak 24, dari sini kita bisa mengetahui bahwa di wajibkan nya berpikir bagi seorang muslim. Setelah itu beliau menjelaskan ayat ayat sains beserta penjelasan sains nya contohnya:

1. Hukum alam matahari (48.23)

2. Lautan terbelah (55: 19-20)

3. Fenomena petir (2:20)

4. Gunung jadi pasak ( 27:28)

5. Ratu semut ( an naml )

Dan satu lagi pemateri adalah Haris Setyaningrum, M.Sc. yang hadir secara langsung di hall cios, beliau adalah dekan fakultas SAINTEK universitas darussalam gontor, sebagai pakar agrotek beliau membahas iklim dan cuaca dalam pertanian masa keemasan islam.

Beliau menjelaskan bagaimana ketika abad 9 dan 10 ketika Cordova menjadi pusat peradaban sekitar 5 abad lamanya kita di pimpin oleh islam. Beliau merujuk pada kitab al anwa’ by arib ibn sa’d. Menjadi karya monumental di al hakam dua. Beliau melanjutkan dengan penjelasan tentang geografi cordova dan setiap iklim perbulannya sesuai dengan kalender muslim dalam pertanian (astronomis dan kondisi meteorologis). Di dalam tradisi islam kondisi ekologis sangat di apresiasi. Teknik teknik pertanian selalu di perbarui sesuai ikllim yang berbeda beda. Dua peradaban besar mesti di bangun dengan pertanian dan perdagangan.

Dengan diadakannya seminar ini diharapkan dalam acara qurais 2021 dapat menambah wawasan tentang ilmu Al-Qur’an dan Sains dalam Al-Qur’an itu sendiri.

Pembukaan Quranic Festival atau Qurais 2021

IQT Siman-Quranic Festival atau Qurais 2021 adalah acara yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dengan tujuan mengembangkan potensi dan bakat mahasiswa jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir universitas darussalam gontor khususnya dan umumnya pada seluruh mahasiswa indonesia. Dengan adanya acara ini semoga mahasiswa dapat berlomba dalam kebaikan serta memperkuat kejujuran dan sportifitas. Kompotisi nasional ini juga diharapkan dapat menjadi ajang silaturahim antar mahasiswa seindonesia.

Acara Quranic Festival atau Qurais 2021 diadakan 2 hari, mulai pada Selasa 16, februari sampai Sabtu, 20 Februari. Runtutan acara dimulai Pada Selasa malam, 16 Februari 2021 pada pukul 20.00- 21.30 WIB dengan Acara pembukaan, acara dibuka dengan prosesi simbolik pemotongan pita oleh dekan Fakultas Ushuliddin Al-Ustadz Syamsul Hadi Untung, M.A., MLS.

Dalam kesempatan malam ini beliau memberi amanat dengan mengutip perkataan Dr zakir naik “Al-Qur’an bukan buku yang berisi sains tapi Al-Qur’an yang berisi kebenaran”, sehingga perlu disemarakkan kegiatan-kegiatan Qur’ani yang mewujudkan Al_qur’an yang di baca, di kaji, di fahami, di hayati atau di renungkan isi nya dan di amalkan.

Pada kesempatan malam ini Al-Ustadz Ahmad Fadly Rahman Akbar, M.Us selaku Ketua Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Juga turut memberi sambutan pada acara pembukaan QURAIS 2021 ini, Beliau berpesan bahwa sejatinya diadakannya acaar QURAIS 2021 ini untuk meningkatkan potensi mahasiswa dan untuk melihat kemampuan diri sehingga peserta diharap dapat menunjukan kualitas terbaik dan niat terbaik.

Acara diakhiri dengan technical Meeting dengan dewan juri dari setiap cabang lomba dan peserta delegasi tiap kampus, meskipun beberapa delegasi kampus mengikutinya secara online akan tetapi acara tetap berjalan sesuai yang diharapkan.

Semoga QURAIS 2021 dapat berjalan dengan lancar hingga akhir acara.

dan Selamat berkompetisi dengan Sportif dalam Acara QURAIS 2021.

AMI : Audit Mutu Internal Program Studi IQT UNIDA Gontor

Senin, 15 Januari 2021, menjadi momen penting bagi Prodi Tafsir UNIDA Gontor. karena prodi ini dikunjungi sekaligus diudit dalam Audit Mutu Internal atau AMI oleh tiga dosen dari prodi yang berbeda. Mereka adalah Ustadz Dr. Muhammad Lathief, M.A dari prodi Hubungan Internasional, Ustadz Annas Syams Rizal dari Prodi Hukum Ekonomi Syariah, dan Ustadz Mohammad Luthfie M.I.Kom dari Prodi Ilmu Komunikasi.

AMI : Audit Mutu Internal Program Studi IQT UNIDA Gontor
AMI : Audit Mutu Internal Program Studi IQT UNIDA Gontor

Program yang dilaksanakan secara tahunan ini berupaya untuk meningkatkan Mutu Program Studi yang terdiri dari kelengkapan jabatan dosen, kurikulum, pengelolaan keuangan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Yang nantinya kegiatan ini akan banyak membantu dalam pelaksanaan akreditasi program studi yang dilaksanakan lima tahun sekali oleh BAN PT.

Dalam pelaksanaan AMI ini alhamdulillah berjalan dengan lancar, bahkan menurut ketua pengaudit Dr.Muhammad Lathief, M.A, prodi IQT sangat layak untuk mendapatkan nilai A. Meskipun hasil secara resmi belum diumumkan. Banyak dokumen-dokumen yang terpenuhi, pun banyak dokumen-dokumen yang masih dalam proses pemenuhan.

Dengan program ini, Prodi IQT UNIDA dan seluruh prodi secara umum di civitas akademika berharap maksimal dalam meningkatkan mutu. Sehingga cita-cita perguruan tinggi untuk menjadi Universitas yang unggul baik nasional dan internasional bisa terwujud..Amiin

6 Proposal PKM Mahasiswa IQT lolos Pendanaan Internal

iqt.unida.gontor.ac.id– Setiap tahun, Universitas Darussalam Gontor mengadakan kompetisi Penulisan karya ilmiah dan menyalurkan dana hibah internal kepada proposal PKM yang terpilih. Pada kompetisi di tahun 2021 ini telah terpilih 26 proposal PKM untuk mendapat dana hibah internal PKM. Dan alhamdulillah atas berkah doa, usah dan atas izin Allah dari 8 proposal yang diajukan oleh perwakilan mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir diantaranya 6 Proposal PKM Mahasiswa IQT lolos Pendanaan Internal unida tahun 2021, dan mejadi prodi dengan jumlah proposal terbanyak lolos pendanaan internal PKM tahun 2021.

adapun 6 Proposal PKM Mahasiswa IQT lolos Pendanaan Internal sebagai berikut

No Skema Ketua Judul
1 PKM-K M. Rafli Rofiki “KOACH”, Produk herbal Celup dengan Pengemasan Kertas Filter Food Grade yang Praktis
2 PKM-K Muhammad Abdi Kurniawan “KORO”, Kripik Lamtoro
3 PKM-GFK Muhammad Khoerul Rizal Ekowisata Gunung Kapur Sampung Ponorogo
4 PKM-KC Ahmad Maulana Akbar Aplikasi Al-Qur’an Tani Informasi Integrasi Al-Qur’an dan Pertanian di Era Sekarang
5 PKM-KC Muhammad Sayuti Kit Edukasi Laboratorium Sains Qur’an “LABSAQU” Sebagai Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Integrasi Al-Qur’an, Sains dan laboratorium
6 PKM-KC Fahmi Akhyar Al-Farabi IoT ( Internet of Things) AQUAPONIK : “Implementasi Abasa Dalam Inovasi di Bidang Pertanian dan Perikanan”

Alhamdulillah Atas izin Allah Prestasi-Prestasi mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir kian waktu kian bertambah. Harapan kedepannya geliat aktivitas penelitian di UNIDA agar lebih hidup dan produktif.

Setiap Prestasi yang ditorehkan tak lain adalah bukti kebermanfaatan serta peran nyata mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam berkontribusi untuk bangsa dan agama, ilmu yang tak berhenti hanya pada ranah kelas dan nilai angka tapi juga bermanfaat bagi sesama.

PANGGUNG GEMBIRA 695 GONTOR KAMPUS 2

KAMPUNG DAMAI-Panggung Gembira 695 sukses digelar pada kamis malam(17/12). Acar ini menjadi puncak dari rentetan kegiatan pekan perkenalan Khutbatu-l-‘arsy. Kesuksesan acara ini menyusul kesuksesan pagelaran seni sebelumnya, Drama Arena yang dipanitiai siswa kelas 5 KMI. Keberhasilan pangguang gembira ini tak lepas dari cuaca cerah sepanjang penyelenggaran. Walaupun sempat turun hujan pada kamis pagi, tapi berkat doa seluruh pihak, cuaca sangat bersahabat pada malam tadi.
Penampilan hadroh menjadi pembuka rentetan penampilan, dimana seluruh pesertanya merupakan siswa kelas dua. Pembawa acara lantas menjelaskan isi dan tujuan pagelaran seni ini dengan tiga Bahasa rapi dan apik. Setelah pembacaan ayat suci al-qur’an, Al-Ustadz Hudaya memberi sambutannya. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa semua pihak memiliki andil besar dalam penyuksesan panggung kali ini. Bapak pimpinan pondok K.H Akrim Mariyat lantas memberi sambutan singkat yang disusul dengan pembukaan acara secara resmi “tak berbeda jauh dari DA, acara ini mengandung unsur pendidikan dan sama sama menumbuhkan ukhuwah Islamiyah”.
Grand opening berlangsung atraktif, bermula dari penampilan perbeda disusul dengan taruan yang diiukuti seluruh peserta acara membuat panggung terkesan warna warni. Paduan suara dan puisi berisi nasehat para pendahulu agar selalu taat akan perintah allah membuat diri semakin bersyukur ditempatkan di kampung damai ditengah keadaan dunia yang tak jelas arahnya.
Drama kolosal juga menmpilkan acting terbaik, mengisahkan sultan agung tirtayasa yang berjuang keras untuk merebut Batavia, perjuangannya emang belum mebuahkan hasil, tapi kemudian beliau memerintahkan seluruh adipatinya untuk mengajarkan generasi penerus di kerajaan mataram, ia tak ingin generasi setelnya dibodoh bodohi para penjajah.
Tarian daerah lantas unjuk kebolehan, tari aceh tampil dengan ciri khasnya, kekompakan dalam gerakan tangan yang tak kalah apik dari pentas drama arena. Tari Sumatra, reog,jaranan bali dan malulo menyusul setelahnya. Semuanya menari dengan lentur dan penuh kegembiraan. Untuk campursari, ada inovasi baru tahun ini. Dimana penampilan wayang yang sering dianggap membosankan dikemas rapi dengan laju jawa setelahnya. Lagu los dol yang dibawakan Al-Akh Raka Al-Akh Rizal, rafa dan fathir sukses menghibur hadirin dan mengubah pola piker mereka terhadap acara wayang.

ISTANA MEGAH DI TENGAH SINTESA

Acara kemudian berlanjut dengan penampi;an dangdut, kali ini Al-Ustadz Hudaya unjuk gigi dalam membawakn lagu Rhoma Irama.”lagu kehilangan dan malapetaka sengaja saya bawakan mengingat jasa orang yang mendahului kita, sekalgus tanggapan atas apa yang terjadi di luar sana”. Vicky Irama, salah satu anak Rhoma Irama mengapresiasi Al-Ustadz hudaya yang seri membawakan lagu ayahnya. “terimakasih ustadz karena sudah sering melantunkan lagu dari sonata” ujar anak raja dangdut tersebut pada vidio yang dipertayangkan langsung dipertengahan acara.
Tak sampai disitu saja, beberapa tarian modern juga tampil pada acara yang dipanitiai kelas enam sendiri. Dan tak terpaku pada tarian tarian, pagelaran seni malam tadi juga mementaskan virtuous band dengan lagu monokrom ditambah lagi aksi acrobat yang hebat serta drama cabaret yang menghibur dan mendidik sukses mengisi bagian akhir acara. Al-Alh Nasrohan Pulungan memerankan sosok marco dengan baik.
Ost panggung gembirapun menutup seluruh rangkaian acara. Setelah itu mereka duduk rapi di panggujng sambil mendengarkan evaluasi dan penilaian langsung dari bapak wakil pengasuh. Beliau berkata bahwasanya malam tadi merupakan malam yang spektakuler, dimana cuaca bersahabat, penampilan semuanya berjalan meriah dan semua ini tak akan terwujud tanpa adanya kerjasama seluruh pihak. “untuk panggung yang megah ini,dan penampilan yang spektakuler, saya beri predikat excellent mumtaz, nilanya 9.85” ujar beliau.untuk konsep panggung beliau mengapresiaisi lebih karena berhasil membuat panggung yang luas tapi tidak kosong begitu juga dengan hiasan hiasan yang sarat akan kesan walimatul-‘ursy. Begitu juga dengan tatanan taman yang enak dipandang. “untuk taman kali ini melebihi DA kemarin” ucap beliau pada sesi penilaian.
Spirit qiyam islamiya,memperkokoh identitas gontory,mewujudkan khoiru ummah menjadi motto panggung gembira kali ini. Tak pelak lagi bahwasnya virtuous generation menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam setiap perbuatan.
Predikat mumtaz yang diberikan tak didapatkan dengan mudah semua itu dimulai pada bulan ramdhan saat pemilihan ketua acara panggung gembira yang sepakat menunjuk al-akh choirunnas, al akh astono dan al-akh aflah sebgai ketua. Ketiganya lantas membentuk kepanitiaan, mengonsep panggung dan acara hingga akhirnya dapat memukau seluruh penonton .

PANGGUNG GEMBIRA 695 GONTOR KAMPUS 2

KAMPUNG DAMAI-Panggung Gembira 695 sukses digelar pada kamis malam(17/12). Acar ini menjadi puncak dari rentetan kegiatan pekan perkenalan Khutbatu-l-‘arsy. Kesuksesan acara ini menyusul kesuksesan pagelaran seni sebelumnya, Drama Arena yang dipanitiai siswa kelas 5 KMI. Keberhasilan pangguang gembira ini tak lepas dari cuaca cerah sepanjang penyelenggaran. Walaupun sempat turun hujan pada kamis pagi, tapi berkat doa seluruh pihak, cuaca sangat bersahabat pada malam tadi.
Penampilan hadroh menjadi pembuka rentetan penampilan, dimana seluruh pesertanya merupakan siswa kelas dua. Pembawa acara lantas menjelaskan isi dan tujuan pagelaran seni ini dengan tiga Bahasa rapi dan apik. Setelah pembacaan ayat suci al-qur’an, Al-Ustadz Hudaya memberi sambutannya. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa semua pihak memiliki andil besar dalam penyuksesan panggung kali ini. Bapak pimpinan pondok K.H Akrim Mariyat lantas memberi sambutan singkat yang disusul dengan pembukaan acara secara resmi “tak berbeda jauh dari DA, acara ini mengandung unsur pendidikan dan sama sama menumbuhkan ukhuwah Islamiyah”.
Grand opening berlangsung atraktif, bermula dari penampilan perbeda disusul dengan taruan yang diiukuti seluruh peserta acara membuat panggung terkesan warna warni. Paduan suara dan puisi berisi nasehat para pendahulu agar selalu taat akan perintah allah membuat diri semakin bersyukur ditempatkan di kampung damai ditengah keadaan dunia yang tak jelas arahnya.
Drama kolosal juga menmpilkan acting terbaik, mengisahkan sultan agung tirtayasa yang berjuang keras untuk merebut Batavia, perjuangannya emang belum mebuahkan hasil, tapi kemudian beliau memerintahkan seluruh adipatinya untuk mengajarkan generasi penerus di kerajaan mataram, ia tak ingin generasi setelnya dibodoh bodohi para penjajah.
Tarian daerah lantas unjuk kebolehan, tari aceh tampil dengan ciri khasnya, kekompakan dalam gerakan tangan yang tak kalah apik dari pentas drama arena. Tari Sumatra, reog,jaranan bali dan malulo menyusul setelahnya. Semuanya menari dengan lentur dan penuh kegembiraan. Untuk campursari, ada inovasi baru tahun ini. Dimana penampilan wayang yang sering dianggap membosankan dikemas rapi dengan laju jawa setelahnya. Lagu los dol yang dibawakan Al-Akh Raka Al-Akh Rizal, rafa dan fathir sukses menghibur hadirin dan mengubah pola piker mereka terhadap acara wayang.

ISTANA MEGAH DI TENGAH SINTESA

Acara kemudian berlanjut dengan penampi;an dangdut, kali ini Al-Ustadz Hudaya unjuk gigi dalam membawakn lagu Rhoma Irama.”lagu kehilangan dan malapetaka sengaja saya bawakan mengingat jasa orang yang mendahului kita, sekalgus tanggapan atas apa yang terjadi di luar sana”. Vicky Irama, salah satu anak Rhoma Irama mengapresiasi Al-Ustadz hudaya yang seri membawakan lagu ayahnya. “terimakasih ustadz karena sudah sering melantunkan lagu dari sonata” ujar anak raja dangdut tersebut pada vidio yang dipertayangkan langsung dipertengahan acara.
Tak sampai disitu saja, beberapa tarian modern juga tampil pada acara yang dipanitiai kelas enam sendiri. Dan tak terpaku pada tarian tarian, pagelaran seni malam tadi juga mementaskan virtuous band dengan lagu monokrom ditambah lagi aksi acrobat yang hebat serta drama cabaret yang menghibur dan mendidik sukses mengisi bagian akhir acara. Al-Alh Nasrohan Pulungan memerankan sosok marco dengan baik.
Ost panggung gembirapun menutup seluruh rangkaian acara. Setelah itu mereka duduk rapi di panggujng sambil mendengarkan evaluasi dan penilaian langsung dari bapak wakil pengasuh. Beliau berkata bahwasanya malam tadi merupakan malam yang spektakuler, dimana cuaca bersahabat, penampilan semuanya berjalan meriah dan semua ini tak akan terwujud tanpa adanya kerjasama seluruh pihak. “untuk panggung yang megah ini,dan penampilan yang spektakuler, saya beri predikat excellent mumtaz, nilanya 9.85” ujar beliau.untuk konsep panggung beliau mengapresiaisi lebih karena berhasil membuat panggung yang luas tapi tidak kosong begitu juga dengan hiasan hiasan yang sarat akan kesan walimatul-‘ursy. Begitu juga dengan tatanan taman yang enak dipandang. “untuk taman kali ini melebihi DA kemarin” ucap beliau pada sesi penilaian.
Spirit qiyam islamiya,memperkokoh identitas gontory,mewujudkan khoiru ummah menjadi motto panggung gembira kali ini. Tak pelak lagi bahwasnya virtuous generation menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam setiap perbuatan.
Predikat mumtaz yang diberikan tak didapatkan dengan mudah semua itu dimulai pada bulan ramdhan saat pemilihan ketua acara panggung gembira yang sepakat menunjuk al-akh choirunnas, al akh astono dan al-akh aflah sebgai ketua. Ketiganya lantas membentuk kepanitiaan, mengonsep panggung dan acara hingga akhirnya dapat memukau seluruh penonton .

Seminar Tahunan, Bekal Pengetahuan Dan Wawasan Guru guru Gontor

Selain dari perkuliahan di sore hari dan malam hari, para dewan guru Kulliyyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) selalu dibekali dengan banyak wawasan dari berbagai macam kegiatan. Salah satunya dengan mengadakan kegiatan seminar. Seminar ini dinamakan “Seminar Akhir Tahun”, karena diadakan bertepatan dengan penghujung tahun 2020. Selain berguna untuk menambah bekal pengetahuan dan wawasan para guru, acara ini juga bertujuan untuk mengisi kekosongan dewan guru di tengah acara Laporan Pertangung Jawaban (LPJ) Organisasi Pelajar Pondok Modern (OPPM) dan Koordinator Gerakan Pramuka (KGP), yang lebih diutamakan untuk para santri.

“Tujuan diadakannya seminar akhir tahun ini adalah untuk menambah bekal pengetahuan dan wawasan para guru, agar lebih banyak mengetahui beberapa ilmu pengetahuan dan juga untuk mengisi waktu kosong para guru di tengah acara LPJ.” Ujar Al-Ustadz Ali Asghor Al-Husein, selaku ketua Dewan Mahasiswa (Dema) Universitas Darussalam (Unida) Gontor Kampus Gontor.

Seminar Akhir Tahun untuk para dewan guru KMI ini berjalan selama 3 hari, dimulai dari hari Senin (28/12) sampai hari Rabu (30/12). Materi yang disampaikan pun beraneka ragam, dan terdiri dari 4 kali pertemuan; yaitu pada hari Senin (28/12) malam dengan pembicara Al-Ustadz Dr. H. Azmi Syukri Zarkasyi, M.A. yang membawakan materi “Kuliah Di Madinah”, hari Selasa (29/30) pagi dengan pembicara Al-Ustadz Dr. H. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. yang membawakan materi “Bahasa Arab Fushah dan Pasaran di Timur Tengah”, lalu malam harinya bersama Al-Ustadz Dr. H. M. Kholid Muslih, M.A. yang membawakan materi “Konsep Peradaban Menurut Malik bin Nabi”, dan kemudian ditutup dengan esok harinya pada hari Rabu (30/12) pagi dengan materi “Peran Ekonomi Islam dalam Islamisasi Ilmu Pengetahuan” bersama Al-Ustadz Dr. H. Khoirul Umam, M.Ec.

Seminar ini diselenggarakan di bawah naungan staf Dema yang sekaligus menjadi panitianya, dibantu dengan beberapa mahasiswa guru yang menjadi petugas acara. Pembicara berikut materi yang disampaikan pun merupakan hasil musyawarah dari staf Dema, dengan arahan dan persetujuan dari bapak Pimpinan Pondok serta menyesuaikan dengan bidang yang dikuasai oleh masing-masing pembicara. Peserta seminar pun berkisar dari mahasiswa aktif Unida kampus Gontor yang juga berstatus sebagai guru pengabdian, dengan jumlah 300 orang.

Bapak Pimpinan Pondok juga menyampaikan agar para guru turut hadir mengikuti LPJ OPPM-KGP di akhir acara tersebut, karena acara LPJ juga merupakan salah satu kegiatan pondok yang penting dan merupakan salah satu kurikulum pendidikan santri khususnya dalam berorganisasi.Ad-diien.

Ujian tahfidz 15 juz jami’iyatul huffadz

proses ujian tahfidz berlangsung

Jam’iyatul huffadz adalah salah satu kumpulan ataupun sekelompok santri-santri yang ingin mempertahankan hafalan al-qur’anya, dan organisasi ini sudah berjalan mulai sekitar 8 tahun silam.

Tujuan utama dari adanya kelompok ini adalah mempertahankan hafalan alqur’an bagi santri santrinya yang sudah pernah menghafalkan al-qur’an sebelumnya. Beranggotalan sekitar 100 santri yang dahulunya ada yang sudah pernah masuk pesantren tahfidz aataupun baru sudah mempunyai bekal hafalan dan ingin mempertahankan hafalanya. Ekstrakulikuler ini di mulai sesaat sebelum maghrib dan di teruskan setelah maghrib.

Pada waktu itu santri harus mengulangi hafalanya dan melaporkan nya kepada pembimbing yang sudah di bagi perkelompok, dan tidak ada kewajiban untuk menambah hafalanya, jadi bagi siapa yang ingin menambah boleh dan yang ingin mengulang juga tidak apa apa.

Bertepatan pada hari kamis, 7 januari 2021 kemarin diadakan ujian 15 juz bagi santri jam’iyatul huffadz yang sudah memiliki hafalan 15 juz keatas. Diuji oleh guru pembimbing mereka muali dari hari kamis malam hingga jum’at sore yang berada pada gedung saudi 6 lantai 3. Mereka memakai sistem tanya jawab untuk menguji sebearpa lancar satri tersebut dalam menghafal dan seberpa baik cara membca dan makharijul huruf mereka. Ujian ini di ikuti oleh 8 santri yang sudah memilki hafalan lebih dari 15 juz keatas adapun sebagian anggota jam’iyatul huffadz lainya menyimak hafalan yang sedang di uji membantu para guru, alhamdulillah acara ini berjalan dengan lancar, dan semoga bisa menjadi motivasi yang lain untuk menambah dan memperthakan hafalanya dimana pun dan kapan pun itu. Pondok Modern Darussalam Gontor 17 januari 2021

Insya’ Usbu’I tingkatkan Bahasa Arab Santri

Buku Tulis insya' meningkatkan bahasa

Santri tidak hanya tahu dalam lisan juga mengetahui bentuk tulisannya. kegiatan ini didasarkan terhadap kegiatan santri dan segala sesuatu yang dilihat, didengar dan dialami santri di pondok ini. Pada mulanya kegiatan insya’ ini diadakan setiap hari yang biasanya dibimbing oleh wali kelas setiap kelas namun demi lancaranya efektifitas kegiatan pondok maka penulisan insya’ dibagi menjadi 2 yaitu insy’a pelajaran pagi dan insya’ mingguan. Insya’ pelajaran pagi yang dianjar langsung oleh walikelas didasarkan pada kurikulum pembelajaran yang ada dan sudah ditetapkan, sedangkan insya’ mingguan yang akan ditulis satu kali dalam satu minggu yang mana kurikulumnya berdasarkan dengan kegiatan santri.

            Kegiatan insya’ mingguan ini sangatlah meningkatkan kemampuan santri dalam mengarang cerita ataupun puisi dalam bahasa arab, kegiatan ini juga meningkatkan kemampuan santri dalam penulisan bahasa arab yang mana bahasa arab ini adalah bahasa Al-qura’an. Bukan hanya santri yang meningkat didalam berbahasa arab tetapi juga guru-guru yang mengajar dalam pelajaran-pelajaran berbahasa arab juga akan meningkat bahasa mereka karena sebaik baiknya belajar itu adalah mengajar.

            خير التعلم التعليم

Pelaksanaan insya’ mingguan terjadwal satu kali dalam setiap minggu yaitu pada hari selasa malam ketika kegiatan belajar malam yang mana selasa malam ini kegiatan santri tidak terlalu padat dan kegiatan ini dibimbing oleh para walikelas masing-masing kelas, untuk pengumpulan insya’ mingguan ini dikumpulkan terakhir pada selasa malam pukul 21.45 wib, setelah penulisan insya’ mingguan para penanggung jawab insya’ setiap kelas akan mengumpulkan buku tulis insya’ di kantor KMI.

Setelah pengumpulan insya’ mingguan akan diperiksa kelengkapan buku tulis oleh staf KMI bagi anak anak santri yang tidak bisa mengumpulkan insya’ pada malam selasa dikarenakan kesibukan pondok atau tugas pondok maka santri- santri tersebut diberi keringanan dalam pengumpulan terakhir insya’ mingguan yaitu pada hari rabu siang. Buku tulis insya’ yang sudah dikumpulkan akan langsung diperiksa oleh walikelas masing- masing kelas dan juga walikelas pun juga bertanggung jawab dalam perbaikan insya’ santri sehingga santri bukan hanya menulis karya berbahasa arab saja tetapi juga mengetahui kesalahan kesalahan dari penulisan insya’ sebelumnya sehingga dapat mengetahui bahasa yang benar dari karangan santri yang salah. Disamping itu walikelas pun mengetahui kemampuan santri santri dalam berbahasa arab dan akan mencari solusi yang tepat dalam meningkatkan kemampuan bahasa santri.

Adapun untuk kendala-kendala dalam pelaksanaan kegiatan isnya’ mingguan ini yaitu lupanya santri dalam menaruh buku tulis insya’ sehingga ketika dicari tidak ada ataupun hilang untuk solusi dalam permasalahan ini maka staf KMI akan menyediakan persiapan buku tulis insya’ yang banyak sehingga santri santri ketika buku tulis insya’ hilang masih ada persediaan buku tulis lagi.

Dengan berjalannya kegiatan insya’ ini dengan rutin dan lancar insyallah semua santri akan meningkat kemampuan berbahasa arab mereka dan akan lebih mudah dalam belajar dan mendalami ilmu Al-qur’an, apalagi di pondok ini sangatlah menjunjung tinggi kegiatan bahasa karena dengan menguasai bahasa kita bisa menguasai dunia.

TIPS MEMBAGI WAKTU BAGI MAHASISWA

Waktu itu lebih berharga daripada emas

Waktu, “waktu adalah uang” merupakan ungkapan yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Menyia-nyiakan waktu sama dengan menyia-nyiakan uang. Memang benar, karena jika kita membuang-buang waktu, kita telah membuang-buang kesempatan kita untuk mendapatkan uang.

Sebagai mahasiswa, tentu kita memiliki kegiatan-kegiatan yang baik di dalam maupun di luar kampus, baik akademik maupun non-akademik. Untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut, alangkah baiknya jika kita mengatur jadwal untuk setiap kegiatan. Disinilah letaknya mengapa managemen waktu sangatlah penting. Berbeda dari masa-masa SMA yang mungkin kita masih diatur oleh orang tua kita, mahasiswa sebagai kaum intelektual haruslah bisa mengatur waktu secara mandiri dan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk hal-hal yang berguna. Kemandirian haruslah ditanamkan ke dalam jati diri setiap mahasiswa. Maka dari itu, pada artikel kali ini, saya akan membagikan beberapa tips untuk mahasiswa supaya bisa memanage waktu dengan sebaik-baiknya.

Tips-tips Membagi Waktu

1.Membuat jadwal kegiatan

Disarankan untuk tidak membuat jadwal di dalam otak kita saja, terutama bagi kita yang mudah untuk lupa. Buatlah sebuah daftar kegiatan yang akan anda lakuakan beserta waktunya di kertas, kalender, atau aplikasi pencatat jadwal di smartphone kita. Hal ini akan membuat kita tidak mudah lupa dengan kegiatan yang sudah direncanakan. Maka, keseharian kita pun menjadi lebih tersruktur.

2.Mengatur jadwal kegiatan secara fleksibel

Jadwal kegiatan yang kita susun mungkin kadang-kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Kegiatan yang kita prediksi akan selesai dalam durasi tertentu bisa saja lebih lama dari prediksi kita. Jadi, luangkan sedikit waktu untuk kegiatan-kegiatan yang tidak bisa tepat waktu saat mulai atau saat selesai.

3.Memprioritaskan kegiatan tertentu

Jika kita mempunyai kegiatan-kegiatan yang memiliki jadwal yang sama, kita harus menentukan kegiatan mana yang lebih penting untuk dilakukan. Jika memungkinkan, kita juga bisa untuk mengalokasikan kegiatan yang tidak diprioritaskan pada waktu tertentu ke waktu yang lain.

4.Fokus pada satu tujuan

Salah satu hambatan yang bisa membuang-buang wakt kita ketika beraktivitas adalah melakukan lebih dari satu kegiatan pada satu waktu atau multitasking. Selesaikan terlebih dahulu suatu kegiatan sebelum berlanjut ke kegiatan yang lain. Lakukan secara bertahap sehingga kegiatan-kegiatan kita lebih efektif. Jika memang ada sesuatu yang memaksa kita untuk  multitasking, maka solusinya adalah dengan menyicil. Artinya, selesaikan satu kegiatan secara bertahap. Misalnya, pada satu waktu kita menyelesaikan kegatan tertentu 25% dana pada lain waktu 50% atau 75% dan seterusnya hingga selesai.

5.Membuat sub-sub kegiatan dari setiap kegiatan

Tips ini bertujuan agar kita tidak menyelesaikan masalah yang sudah diselesaikan sebelumnya dari suatu kegiatan. Buatlah sub-sub kegiatan dari suatu kegiatan dan checklist yang sudah selesai dikerjakan. Intinya, hindarilah redudansi dalam mengerjakan sesuatu sehingga kegiatan yang seharusnya selesai pada waktu tertentu tidak berlarut-larut.

6.Hentikan tunda-menunda

Hal yang mungkin beberapa orang lakukan adalah menunda-nunda. Jik kegiatan kita tidak memungkinkan untuk ditunda, maka janganlah menunda kegiatan tersebut. Jika kita mempunya kebiasaan tersebut, alangkah baiknya untuk menghapusnya. Jangan biarkan kegiatan kita berlarut-larut dan terus-terusan tertunda.

7.Carilah waktu luang untuk bersantai

Arti dari “bersantai” bukanlah malas, akan tetapi, kita benar-benar perlu meluangkan waktu untuk bersantai sejenak, refreshing, dan istirahat setelah beraktivitas. Semua ini berdampak baik pada kesehatan kita supaya kita tidak stress. Misalnya; berolahraga, bercengkrama dengan teman-teman, membaca buku, dan lain-lainnya, tetapi tetap memerhatikan waktu supaya waktu yang kita gunakan untuk bersantai tidak mengganggu kegiatan-kegiatan lainnya.