Kiat-kiat Menguatkan Hafalan dan Kecerdasan

Iqt.unida.gontor.ac.id Wahai sahabat pembaca yang budiman, berikut ini penulis akan berbagi tips, langkah-langkah atau kiat-kiat mengenai cara menguatkan hafalan dan meningkatkan kecerdasan. Berhubungan dengan itu, tentunya langkah awal yang sangat kondusif ialah memantapkan niat. Mengapa mesti dengan niat? karena niat adalah bagaikan surat, jika anda salah tulis alamat maka pasti akan salah tempat. Berangkat dari sini sebelum melakukan amalan-amalan alangkah baiknya memperbaiki serta memantapkan niat semata-mata karena Allah Ta’ala. Dan jangan lupa selalu istiqomah untuk melakukan amalan-amalan sunnah yang bisa disebut tips dan kiat-kiatnya sebagaimana berikut:

Kiat-kiat Menguatkan Hafalan dan Kecerdasan
Ilustration

Menghafalkan Al-Qur’an itu tidak perlu cepet-cepet dan banyak-banyak dalam sehari…
Namun yang penting tiap hari hafalan tadi dibawa dalam sholat…
Jika tidak dibawa dalam sholat, maka hafalannya mudah hilang…

Kalamun Mufid
Tips dan Kiat-kiatnya adalah:
  1. Membaca Al-Qur’an dengan melihat Mushaf
  2. Perbanyak Dzikir
  3. Perbanyak Sholawat ketika lupa
  4. Memakai siwak
  5. Menipiskan rambut kepala atau gundul
  6. Membaca ayat ke 6 dari surah Al-A’la 7 kali sebelum menghafal
  7. Sering-sering membaca Al-Qur’an setelah sholat maghrib dan
  8. Sering-sering membaca Al-Qur’an setelah sholat shubuh.

Hai nak jika hafalanmu sering lupa…

cobalah perbanyak Sholawat…Lupa lagi…Sholawat lagi…

Terus lakukanlah berulang-ulang…

Ust. H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M,Ls. (Dekan Fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor)

Demikianlah tips atau kiat-kiat yang bisa penulis sampaikan dan bagikan, selebihnya akan kembali kepada diri kita masing-masing. Oleh karena itu mari bersihkan hati untuk membina diri agar terhindar dari segala macam-macam gangguan ataupun penyakit, maka tutuplah celah-celah jendela yang membuka peluang gangguan untuk masuk. Seperti patah kata berikut ini.

Kenapa anda merasa hati anda kotor dan penuh dengan penyakit hati…
Karena anda biarkan jendela-jendelanya terbuka dan anda biarkan segala kotoroan masuk sampai membuat hati anda menjadi tempat sampah…
Ingat…Jendelanya ada tiga yaitu mata, telinga, dan mulut…

Kalamun Mufid

Harapannya Dengan mengamalkan amalan-amalan sunnah, dan menutup celah atau jendela dari segala penyakit yaitu mata, telingan dan mulut seperti yang dijelaskan di atasa tadi. InsyaAllah mudah-mudahan kita terjaga oleh Allah Swt sehingga memudahkan kita untuk menguatkan hafalan dan meningkatkan kecerdasan intelektual. Aamiin Allahumma Aamiin. Wallahu A’lam Bissawab. (Ed.Husein)

Analisis Tentang Wacana Bias Gender

Iqt.unida.gontor.ac.id Memebahas Analisis Tentang Wacana Bias Gender tentunya dengan besarnya pengaruh ideologi patriarki, Angelina Sondakh adalah salah satu perempuan yang mendapatkan kesempatan untuk mengaktualisasikan diri dan menunjukkan kemampuannya sebagai seorang perempuan yang berpendidikan. Hal ini memberikan sebuah kekuatan publik yang cukup tinggi terhadap Angelina Sondakh. Angelina Sondakh berhasil menggebrak segala stereotip tentang perempuan yang dianggap lemah. Menyusul kemudian Angelina Sondakh membuktikan bahwa dia adalah kaum intelektual yang terpilih menjadi wakil rakyat di DPR RI. Kekuatan tersebut semakin bersinar karena didukung melalui sebuah partai besar yang sedang berkembang di masa itu. Posisi Angelina Sondakh sedikitnya membuktikan bahwa perempuan juga berhak dan mampu berada pada sektor publik.

Angelina Sondakh dan Bias Gender

Angelina Sondakh dapat dikatakan sebagai seorang perempuan yang mendobrak ideologi patriarki yang selama ini membungkam posisi perempuan. Sehingga sebenarnya, jika dilihat dari hasil analisis wacana, ada bias gender yang cukup ekstrim jika dikaitkan dengan posisi Angelina Sondakh di ruang publik. Perilaku korupsi tentu tidak dapat disetujui oleh siapapun. Pelakunya juga tidak terbatas gender. Perbedaan gender sesungguhnya tidak menjadi masalah selama tidak terjadi ketimpangan atau ketidakadilan gender. Namun yang menjadi persoalan ternyata perbedaan gender telah menghasilkan berbagai ketimpangan yang menjadi sistem dan struktur masyarakat. Kemudian perempuan menjadi salah satu korban dari struktur dan sistem yang terbentuk tersebut. Hal inilah yang disebut dengan bias gender. 

Berita tentang kasus korupsi yang melibatkan koruptor perempuan seperti Angelina Sondakh tidak harus memunculkan persoalan-persoalan lain diluar proses hukum yang melibatkan dirinya. Pemberitaan dalam surat kabar cenderung mendeskripsikan permasalahan yang terjadi dengan penambahanpenambahan cerita lain sebagai bumbu berita tersebut. Terkadang tidak sadar bahwa hal tersebut dapat membentuk realitas sosial yang semakin melekat dalam masyarakat. Terkesan bumbu-bumbu cerita yang tidak seharusnya digunakan dalam pemberitaan berfungsi untuk membuat berita menjadi lebih menarik untuk dibaca. Sifat penelitian ini berada pada level mikro, sehingga analisis data akan membuktikan kecenderungan bias gender dalam kalimat yang digunakan dalam sebuah teks pemberitaan.

Hal ini juga akan membuktikan ideologi ataupun perspektif gender yang dimiliki oleh Kompas. Fakta-fakta kecenderungan perempuan menangis, lemah lembut, tidak berdaya adalah realitas yang telah terhegemoni dalam masyarakat. Penting sekali media membukakan informasi yang dapat membuka wawasan masyarakat dalam persfektif gender. Pemberitaan dalam harian Kompas juga memiliki warna lain, selain dari fokus utama pemberitaan tentang kasus korupsi itu sendiri. Ada hal-hal yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan perilaku korupsinya yang ditambahkan dalam pemberitaan. Tidak relevan membahas kasus korupsi dari sisi penyebab dengan status atau jenis kelamin. 

Warna Berita harian Kompas

Secara kritis, peneliti menemukan bahwa harian Kompas, walaupun tidak secara dominan telah menjadi sarana dimana kelompok dominan dapat mengontrol kelompok yang tidak dominan. Dalam hal ini, Angelina Sondakh selalu diposisikan sebagai objek pemberitaan. Pemberitaan yang mengandung bias gender tidaklah objektif. Dengan melihat hasil analisis data, dapat dibenarkan bahwa perjuangan kaum feminis wajar diperjuangkan  demi kepentingan hak-hak perempuan. Harian Kompas, dalam menyajikan pemberitaan mengenai koruptor perempuan menampilkan semua proses hukum dengan baik. Namun, dalam kaitannya dalam menampilkan perempuan, harian Kompas juga turut memberikan warna lain dari pemberitaan kasus korupsi.

Dalam pemberitaan di harian Kompas, Angelina Sondakh direpresentasikan sebagai seorang pejabat perempuan yang melakukan tindak pidana korupsi. Pembaca menikmati setiap alur pemberitaan dengan baik tanpa melihat ketimpangan dalam pemberitaan tersebut, pembaca dapat terhegemoni dengan cepat dan akibat hegemoni tersebut, pemikiran akan perempuan sebagai kaum nomor dua tidak akan pernah dapat terselesaikan. Terdapat negosiasi antara pembaca dan penulis, dimana penulis menempatkan posisi pembaca sebagai penikmat alur pemberitaan dan perkembangan kasus korupsi Angelina Sondakh.

Kompas sebagai media massa professional dalam produksi teks berita khususnya mengenai pemberitaan kasus korupsi yang dilakukan perempuan hendaknya tetap menyajikan informasi dengan persfektif adil gender, agar tidak bias dalam menampilkan perempuan. Representasi subjek dalam sebuah pemberitaan akan menghasilkan muatan ideologi tertentu. Diharapkan setiap media massa memiliki sebuah misi pemberdayaan bagi posisi kesetaraan gender. Setiap wartawan juga semakin memperhatikan penggunaan bahasa dalam menulis sebuah berita.Wallahu’Alam Bissawab. (Pen.Safirah IQT Mantingan/Ed.Husein)

Bukti Analisis Tentang Ruh Dalam Tafsir

Iqt.Unida.Gontor.ac.id Kali ini penulis akan mencoba memberikan bukti analisis dengan menjelaskan makna ruh. Term mengenai ruh sendiri memiliki makna beragam dengan ditinjau dari berbagai sudut pandang. Dalam ilmu semantik sendiri memiliki dua cara dalam pendekatan makna, yaitu makna dasar dan makna relasional. Makna dasar ruh yang ada dalam Al-Qur’an ada 6 makna, yaitu wahyu, Jibril, rahmat, Isa, malik, dan hidup. Sedangkan makna dasarnya adalah ruh, angin, dan nyaman. Apabila dikaitkan semua makna tersebut akan menjadi sebuah pengertian, bahwa ruh itu adalah sesuatu yang ghoib, hidup, bersih, dan suci dari segala keburukan, dan menjadikan manusia itu hidup, sehingga dia dapat melakukan kebajikan.

Ruh Menurut Ibnu Ma’dzum

Ibnu Ma’dzum dalam kitabnya mengatakan bahwa Ruh berarti tiupan. dinamakan tiupan karena didalam ruh itu seperti angin, yaitu dzat yang lembut dan bersih yang ada dalam diri manusia. Ruh itu sendiri merupakan dasar kehidupan manusia. Ketika kita membicarakan tentang ruh itu sendiri, kita tidak akan dapat menemukan jawaban yang tepat atau jawaban yang pastitentang ruh itu sendiri. Hal itu dikarenakan bahwasannya ruh tidak dapat dilihat atau dirasakan oleh panca indra. Ruh merupakan ilmu yang tidak mampu dipelajari oleh manusia, seperti yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an tentang ruh:

وَ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُوْحُ قُلِ الرُوْحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَ ما أُوتِيْتُمْ منَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيْلاً

Memahami makna Ruh

Bukti analisis bahwa Ruh diartikan sebagai wahyu, karena wahyu merupakan sebuah kabar atau berita yang Allah turunkan kepada para Nabi untuk menegakkan kalimat Allah di dunia. Wahyu merupakan sebuah hal yang dikatakan didalam Mu’jam Wasit bahwasannya wahyu berbentuk seperti sebuah suara yang disampaikan oleh Allah SWT lewat Jibril.

Ruh diartikan sebagai sebagai Jibril karena Jibril merupakan salah satu nama malaikat. Dalam agama Nasrani, Jibril disebut sebagai salah satu ketua dari para malaikat. Dalam Islam, Jibril merupakan malaikat yang paling dekat dengan Rasul. Jibril mempunyai pengaruh besar dalam hal sampainya wahyu kepada Rasulullah SAW.

Ruh diartikan sebagai rahmat, karena rahmat merupakan sebuah hadiah atau pemberian dari Allah kepada hambanya. Rahmat artinya adalah kebaikan dan nikmat. Hubungan antara ruh dan rahmat adalah bahwa ruh merupakan perintah dari Allah. Dan rahmat merupakan nikmat dan kebaikan dari Allah. Semua itu menyebabkan pada pergerakan dalam diri manusia.

Ruh diartikan sebagai Isa, karena Isa merupakan salah satu Nabi yang dikirim oleh Allah kepada orang-orang Nasrani. Ketika itu manusia sedang dalam keadaan melenceng, tidak berada pada jalan yang lurus, maka Allah menunjuk Nabi Isa untuk menuntun mereka ke jalan yang lurus. Nabi Isa membawa kitab Injil kepada manusia sebagai wahyu dari Allah.

Ruh diartikan sebagai malik. Malik merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah yang terkenal dengan ketaatan nya kepada Allah SWT. malik merupakan jamak dari dari malaikat.

Ruh diartikan sebagai kehidupan. Kehidupan merupakan sebab hadirnya manusia didunia ini. Kehidupan merupakan kebalikan  dari kematian. Kehidupan merupakan sesuatu yang berbicara. Dan ruh merupakan suatu hal yang menyebabkan sebuah makhluk dapat hidup. Wallahu’Alam Bissawab. (Pen.Sarah IQT Mantingan/Ed.Husein)

Cerita Inspiratif Sahabat Nabi dan Sholat Ashar

Iqt.unida.gontor.ac.id Ada seseorang yang bercerita, dari sebuah Cerita inspiratif bahwa dirinya itu selalu terbiasa dengan sesuatu yang terukur. Hal ini juga terbawa dalam menilai suatu hal yang berkaitan dengan ibadah (misalnya puasa dan sholat) yang selalu ia jalani selama hidupnya. Saat itu ia tahu bahwa tujuan dari ibadah adalah Taqarrub Ilaa Allah agar menjadi manusia yang bertaqwa, maka kemudian ia pun terus mencari apa ukuran seseorang bertaqwa. Ternyata, ukuran taqwa sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 2-5, surat Al Imran ayat 133-135, dan surat Adz-dzhariat ayat 16-20.

Selain tentang keimanan, ia juga menceritakan bahwa ukuran taqwa adalah mampu menahan amarah, memaafkan kesalahan orang lain dan rajin berderma (bersedekah). Dan tentu, menjalankan ibadah yang paling mendasar yaitu sholat yang juga termasuk dalam indikator ukuran atau kriteria orang-orang yang bertaqwa. Jangan merasa dan mengaku bertaqwa apabila masih enggan dan bermalas-malasan saat mengerjakan sholat baik sendiri maupun berjamaah.

Kita sepakat bahwa sholat adalah tiang agama, karenanya ibadah sholat merupakan amalan yang akan dihisab pertama kali ketika yaumil hisab. Tentunya yaumil hisab ialah dimana semua amal perbuatan manusia semasa hidupnya akan diperhitungkan, baik itu amalan yang kecil ataupun amalan yang besar, baik itu amalan yang baik maupun amalan yang buruk. Berangkat dari sini penulis menukil sebuah cerita inspiratif dari seorang guru yang biasa di panggil seorang ustadz, denganya ia mengisahkan tentang seorang sahabat Nabi dan sholat Ashar.

Benarkah Sholat Senilai 47,2 Milyar rupiah?

Umar Bin Khattab Dan Sholat Ashar

Umar bin Khattab adalah sahabat nabi dan pemimpin umat islam ketiga pada era KhulafaUrrasyidin sepeninggal Nabi Muhammad saw dan Abu Bakar, dimana ia pernah memberikan teladan tentang betapa berharganya sholat berjamaah di masjid. Anaknya Umar yaitu Abdullah bin Umar pernah mengisahkan bahwa sang ayah pernah ketiduran di kebun kurma miliknya sehingga membuat sang ayah terlambat sholat ashar berjamaah di masjid.

Atas keteledoran itu, Umar bin Khattab menyumbangkan kebun kurma yang telah membuatnya terlambat tersebut kepada Baitul Maal untuk dimanfaatkan membantu fakir miskin. Konon, kebun kurma tersebut berharga 600.000 dirham. Saat ini, menurut standar dari Logam Mulia –Aneka Tambang, 1 dirham setara dengan Rp 78.610. Berarti kebun kurma milik Umar bin Khattab yang disedekahkan akibat terlambat ikut sholat Ashar di masjid senilai 600.000 x 78.610 = Rp 47.166.000.000. Apabila dibulatkan menjadi 47.2 milyar rupiah.

Hikmah

Oleh karenanya hikmah yang dapat kita ambil dari cerita inspiratif singkat diatas adalah betapa berharganya sholat Ashar berjamaah di masjid bagi Umar bin Khattab. Padahal hanya terlambat sedikit, bukan mengakhirkan sholat apalagi meninggalkannya.

Ketahuilah bahwa hidup kita benar-benar berpeluang menghasilkan ketaqwaan yang sejati apabila kita sudah menjalankan indikator taqwa, salah satunya adalah memprioritaskan sholat berjamaah.

Perbaikilah sholatmu…

Niscaya akan memperbaiki seluruh amalmu…

Kalamhikmah

Dengan demikian Kalau toh kita tidak bisa seperti Umar bin Khattab, setidaknya kita tidak mengakhirkan waktu sholat apalagi meninggalkannya. (Ed: Husein)

Siraman Rohani Di Tengah Pandemi

iqt.unida.gontor.ac.id Pada malam yang bertajuk family Gathering Universitas Darussalam Gontor. Al ustadz Khasib Amrullah, M.Ud selaku narasumber, telah begitu banyak menyiram siraman yang sangat sarat dengan kesegaran dan kebangkitan. Bak sebuah tanaman yang layu akan segar dengan siraman. Tentunya siraman yang dimaksud ialah siraman rohani penggugah jiwa bagi civitas akademika walaupun sejatinya kini sedang berada pada situasi yang sulit ditengah masa pandemi.

Dalam konteks kekeluargaan, seperti halnya kewajiban keluarga mengingatkan akan kebaikan kepada keluarga yang lainnya. Berikut ini terdapat beberapa poin penting siraman rohani kepada keluarga besar civitas akademika UNIDA secara khususnya.

Poin Penting

Berawal dengan sebuah pertanyaan yang membuka kerangka berpikir.

Apakah selama hidup Anda itu sama saja dengan satu hari?

Al Ustadz Khasib Amrullah, M.Ud

Dari pertanyaan ini mengajak kita agar bermunasabah diri dan mencoba merenung sejenak, karena tidak ada bedanya kita sehari hidup dan beberapa tahun hidup, jika mengulang-ulang kegiatan yang sama tanpa peningkatan. Oleh karenanya carilah kegiatan yang bermutu yang bisa meningkatkan kualitas kita dan jangan sampai membuang peluang kemungkinan hebat kita untuk 20 tahun yang akan datang.

kenapa orang itu mempunyai keinginan (Iradah) ?…

Dan kapan munculnya keinginan (Iradah) dalam diri kita?…

Al Ustadz Khasib Amrullah, M.Ud

Seseorang mempunyai (Iradah) keinginan tentunya karena tidak memiliki pilihan lain, dan amal yang lahir dengan bukan kehendak pasti tidak akan berkualitas. Sedangkan munculnya keinginan (Iradah) dalam diri kita ialah karena adanya sesuatu ketertarikan, dan sesuatu yang menariklah yang akan melahirkan sebuah (iradah) kehendak untuk melakukan sebuah perbuatan sehingga menjadi berkualitas.

Bagaimana membangun sesuatu yang menarik?…

Al Ustadz Khasib Amrullah, M.Ud

Sesuatu yang menarik bisa jadi karena adanya sebuah bisikan, dan dari bisikan itulah yang membangun. Perlu kiranya untuk diketahui bisikan itu ada dua, yaitu bisikan yang membisikkan itu jahat (Waswasa), dan bisikan yang membisikkan itu baik (Ilham atau huda). Maka jika yang membisikkan itu baik akan lahirlah sebuah kekuatan yang baik.

Apa sumber bisikan itu?…

Al Ustadz Khasib Amrullah, M.Ud

Sumber dari bisikan ialah mata dan telinga, contoh kecilnya saja dari telinga dan mata terbiasa mendengarkan dan melihat hal-hal yang tidak baik atau bahkan mendengarkan bisikan tentang makanan, maka secara spontan kita akan mencari tempat makan, restoran, wisata dan kuliner. Sebaliknya jika kita mendengar dan melihat sesuatu informasi yang baik maka yang timbul ialah sesuatu yang jauh lebih bermanfaat dan berkualitas. Oleh karenanya buatlah sesuatu komunitas-komunitas kecil yang membicarakan suatu hal yang berkualitas.

Ada 3 Hal Perusak Dalam Umur

Kecenderungan manusia itu adalah Rusak dan kepada yang kosong yang rusak.

إن السباب و الفراغ والجدة مفسدة للمرء أي مفسدة

Berikut ini perusak dalam umur yaitu:

1.Masamu. Perusak dalam hidupmu adalah masamu. Tidak ada masa yang paling indah dari pada masa yang kalian rasakan ini. Dan solusinya ialah pergunakanlah masa mudamu.

2. Farago dari bahasa arab yang artinya kosong, kosong bukan hanya tidak melakukan apa-apa, begitupun farago dari suatu amal yang tidak berkualitas atau mengerjakan apa-apa yang tidak bermutu. (Min Husni Islamil Mar’i, Tarkuhu Maa laa ya’nihi) Maa laa ya’nihi inilah di sebut dengan Farago karena itu menghabiskan waktu yang tidak berguna.

3. Jiddata Amal yang tidak bermanfaat

Kenapa Al fatihah dibaca setiap kali kita sholat? Karena kita meminta petunjuk kepada Allah SWT, ialah jalan yang benar. Sehingga dari sini timbullah pertanyaan dari seorang kaum liberal “kenapa di islam ada ihdinashirathal mustaqim?… “hingga mereka berargumen “Berarti kebenaran itu belum turun di islam”.

Jawaban dari ust Hamid: ihdinashirathal mustaqim artinya kita meminta untuk menetapkan kebenaran didalam diri kita. Al haqqu min rabbika fala takun minal mumtarin. Misalnya saja handphone yang ada dihadapan kita. Itu banyak sekali mengundang godaan, bahkan media yang membuat kita terjerumus. Sehingga dari sini dapat di ketajui Ujiannya adalah bagaimana kita bisa tetap baik dan melakukan kebenaran.

Sebagai akhir prakata yang di ambil dari nasehat kiyai adalah jangan bosan untuk berbuat baik, karena hal ini sama konteksnya seperti dengan ihdinashirathal mustaqim yakni tidak lain ialah menetapkan kebenaran didalam kehidupan kita. Dan kita tidak ragu-ragu melakukan apapun itu jika kita mempunyai hidayah, petunjuk, dan prinsip.

Dengan demikian bergabunglah bersama orang-orang yang bisa menjadi contoh dan bisa mempelajari dengan melihat biografi, historis hidupnya. Dengan meniru agar supaya kalian tahu bagaimana tokoh tersebut mengisi ilmunya dan pada kegiatan kosongnya. Karena Sejatinya tidak ada kegiatan yang bermutu jika kita tidak mengerti cara membangun diri kita sendiri.

Dimensi Politik dalam Kisah Al-Qur’an

Banyak dimensi dalam kandungan kisah Al-Qur’an salahsatunya dimensi yang berkaitan dengan politik. Sejumlah ayat menerangkan bagaimana hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin, interaksi langsung para Nabi dengan para penguasa zamanya yang mana menguatkan relasi antara Islam dan Politik. Dalam kajian Al-Qur’an ayat-ayat kisah memiliki peranan yang sangat vital, baik dari sisi keberadaan maupun dari sisi ruang. Dari sisi keberadaan, kisah merupakan bagian dari media yang kerap digunakan oleh Al-Qur’an untuk menanamkan pelajaran bagi pembacanya adapun dari sisi ruang ayat-ayat kisah dalam Al-Qur’an yang mencapai sepertiga bahkan dari jumlah dalam Al-Qur’an secara keseluruhan, selain itu beberapa ulama salah satunya al-mawardi turut membahas tentang politik.

Definisi politik juga merupakan seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan, interaksi para nabi dengan sejumlah tokoh politik dari kalangan para penguasa yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Suatu penelitian menjelaskan bahwa teori Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam artian yang luas dalam menjalankan misinya sebagai makhluk yang diberi amanah untuk memakmurkan bumi. Pengertian dari kata politik dapat dikatakan adanya hubungan khusus antara manusia yang hidup bersama, dalam hubungan timbul aturan, kewenangan, perilaku pejabat, legalitas dan kekuasaan, politik juga terbagi menjadi dua yaitu politik yang adil dan politik yang zhalim. Sebuah politik yang adil adalah yang mengeluarkan kebenaran dari kezhaliman dan politik yang zhalim merupakan sebuah praktek yang berdasarkan hawa nafsu semata dan tidak memperdulikan kemudharatan, kerusakan yang menimpa umat.

Islam tidak bisa dipisahkan dengan politik. Diantara beberapa fenomena yang menguatkan hal ini dalam persepektif Al-Qur’an adalah :pertama, Interaksi sejumlah nabi dengan para penguasa zamannya yang diabadikan dalam sejumlah ayat Al-Qur’an. Kedua, Keberadaan sejumlah ayat Al-Qur’an secara eksplisit mengatur hubungan antara rakyat dan penguasanya.

Karakteristik Pemimpin

Dimensi Politik dalam Kisah Al-Qur’an juga menjelaskan tentang bagaiamana karakteristik suatu pemimpin seperti Egalitarianisme kepemimpinan Rasulullah Saw dan juga Diktatorisme kepemimpinan Fir’aun. Egalitarianisme merupakan salah satu karakter penting yang dimiliki oleh politik Islam. Terlalu banyak ajaran Islam yang bermuara pada terwujudnya egalitarianisme, seperti: sikap Islam berkaitan dengan praktek perbudakan di muka bumi ini, sedangkan diktatorisme merupakan musuh kemanusiaan. Islam ketika mensyariatkan konsep musyawarah dalam menjalankan roda pemerintahan, sejatinya Islam hendak memberangus segala bentuk diktatorisme. Maka Bersikap  Tegas bagi seorang pemimpin merupakan sebuah keniscayaan, dikarenakan kemandirian sebuah bangsa diantaranya ditentukan dengan ketegasan sikap pemimpinnya.

Wasathiyah Dakwah Ustadz Abdul Somad

Dalam kunjungan ke UNIDA Gontor. Ustadz Abdul Somad atau yang lebih sering disapa dengan Ustadz. UAS, menyampaikan sebuah pesan penting tentang dakwah wasathiyah dalam memperjuangkan Islam. Sehingga tidak berlebihan jika Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal, menyatakan bahwa Ustadz. UAS adalah termasuk Ustadz yang tidak bisa dibeli atau kuat prinsipnya.

Imam Al-Thabari dalam Tafsirnya mengartikan wasathiyah dengan dua hal, pertama adil, kedua khiyar atau memilih (Tafsir At-Thabari, 3/143). Adil berarti tidak terlalu ekstrim, terjebak dalam berlebih-lebihan dalam agama atau al-ghulluw, dan juga tidak terlalu terbuka menerima aspek luar tanpa penyaringan. sehingga Al-Qur’an menyebut bahwa kelompok seperti inilah kelompok yang terpilih. (QS. Al-Baqarah: 143)

Wasathiyah Dakwah Ustadz Abdul Somad

Ustadz yang selalu melontarkan kata-kata yang penuh gurauan ini namun bermanfaat ini. menyampaikan titik temu dari tiga kelompok umat Islam. dalam Islam ada kelompok Nashshiyun atau tekstualis, ada kelompok ‘aqlaniyyun atau kelompok rasionalis dan Bathiniyyun atau kalangan shufi atau ‘irfaniyyun. Kelompok ini tidak pernah bersatu. Namun yang meyatukan semuanya adalah mukhlishin lahu al-din atau orang-orang yang selalu ikhlash dalam agamanya

Indikator Wasathiyah Dakwah

Indikator yang lain dari wasathiyah dakwah beliau, ditunjukkan dengan selalu berbondong-bondong jamaah yang menyimak taushiyah beliau. Sampai Ustadz Hasan Abdullah Sahal menyatakan bahwa beliau tidak hanya Dai sejuta Umat tetapi Dai berjuta-juta umat. Indikator lainnya adalah Ustadz. Abdul Somad selalu diterima di semua kalangan, baik Ormas NU, Muhammadiyah, bahkan artis-artis hingga emak-emak. Ini menunjukkan betapa diterimanya dakwah beliau di semua lapisan masyarakat

Laksana oase di tengah padang pasir. Di tengah isu yang tengah mendera Ustadz muda ini. Justru kedatangan beliau ke UNIDA ini mendapat support yang bermanfaat akan keteguhan mendakwahkan agama ini. Ustadz Abdul Somad juga menganggap kedatangannya kali ini seperti jumpa fans, karena di UNIDA juga banyak alumni-alumni al-Azhar Kairo yang sudah menjadi Doktor hingga Professor seperti Dr. Muhammad Kholid Muslih dan Prof. Dr. Muhammad Roem Rowie.

Selain itu, mahasiswa juga mendapat pencerahan yang begitu besar dari Ustadz muda dari Riau ini. karena keilmuan beliau ibarat mata air yang tak henti-hentinya mengalir. Sehingga untuk sampai kepada keahlian seperti itu diperlukan perjuangan yang besar dalam belajar. Sehingga mahasiswa perlu banyak memperkaya khazanah keilmuan agar tidak disebut sebagai ulama al-suu’ atau ulama yang jelek. Salah satu kejelekan ulama adalah kebodohan.




Jurnal Studia Quranika Terindeksasi DOAJ

UNIDA Gontor- Jurnal Studia Quranika yang dimiliki oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA Gontor telah terindeksasi DOAJ (Directory Open Access Journals).

Salah satu bentuk mengetahui ukuran kualitas jurnal adalah dengan terindeks di DOAJ. Kualitas jurnal bukan semata ditentukan oleh artikel yang dimuat, tetapi juga pengelolaannya. Indeks adalah alat, terutama digunakan online atau dalam dunia Internet, yang digunakan oleh para peneliti dan pustakawan untuk menemukan konten ilmiah. Beberapa indeks menyediakan daftar judul jurnal, beserta link dan kategorisasi subjek.

Direktori Open Access Jurnal (DOAJ) adalah salah satu dari daftar jurnal yang paling terkenal. indeks umum yang berguna untuk orang-orang yang melakukan pencarian luas untuk konten penelitian yang dicari. Indeks lain melangkah lebih jauh, dan tidak hanya mencakup daftar judul, tetapi juga memungkinkan untuk mencari artikel individu. Indeks digunakan untuk pencarian yang lebih tepat, sering didasarkan pada kata kunci atau istilah subjek. Web of Science (WOS) adalah contoh yang baik dari layanan pengindeksan utama. Hal ini penting untuk mengetahui bahwa beberapa indeks yang tersedia secara bebas di web (seperti DOAJ), dan bahwa orang lain (seperti wos) tidak, dan memerlukan biaya untuk menggunakan (atau harus diakses melalui perpustakaan setempat, yang membayar biaya untuk).

Selain itu, beberapa indeks sebagai indikator keberhasilan daripada journal yang lain, dan sebagai ukuran yang mencerminkan kualitas publikasi. Semoga pengelolaan Jurnal Studia Quranika semakin baik.