Dimensi Politik dalam Kisah Al-Qur’an

Banyak dimensi dalam kandungan kisah Al-Qur’an salahsatunya dimensi yang berkaitan dengan politik. Sejumlah ayat menerangkan bagaimana hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin, interaksi langsung para Nabi dengan para penguasa zamanya yang mana menguatkan relasi antara Islam dan Politik. Dalam kajian Al-Qur’an ayat-ayat kisah memiliki peranan yang sangat vital, baik dari sisi keberadaan maupun dari sisi ruang. Dari sisi keberadaan, kisah merupakan bagian dari media yang kerap digunakan oleh Al-Qur’an untuk menanamkan pelajaran bagi pembacanya adapun dari sisi ruang ayat-ayat kisah dalam Al-Qur’an yang mencapai sepertiga bahkan dari jumlah dalam Al-Qur’an secara keseluruhan, selain itu beberapa ulama salah satunya al-mawardi turut membahas tentang politik.

Definisi politik juga merupakan seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan, interaksi para nabi dengan sejumlah tokoh politik dari kalangan para penguasa yang diabadikan dalam Al-Qur’an. Suatu penelitian menjelaskan bahwa teori Al-Qur’an diturunkan sebagai petunjuk bagi umat manusia dalam artian yang luas dalam menjalankan misinya sebagai makhluk yang diberi amanah untuk memakmurkan bumi. Pengertian dari kata politik dapat dikatakan adanya hubungan khusus antara manusia yang hidup bersama, dalam hubungan timbul aturan, kewenangan, perilaku pejabat, legalitas dan kekuasaan, politik juga terbagi menjadi dua yaitu politik yang adil dan politik yang zhalim. Sebuah politik yang adil adalah yang mengeluarkan kebenaran dari kezhaliman dan politik yang zhalim merupakan sebuah praktek yang berdasarkan hawa nafsu semata dan tidak memperdulikan kemudharatan, kerusakan yang menimpa umat.

Islam tidak bisa dipisahkan dengan politik. Diantara beberapa fenomena yang menguatkan hal ini dalam persepektif Al-Qur’an adalah :pertama, Interaksi sejumlah nabi dengan para penguasa zamannya yang diabadikan dalam sejumlah ayat Al-Qur’an. Kedua, Keberadaan sejumlah ayat Al-Qur’an secara eksplisit mengatur hubungan antara rakyat dan penguasanya.

Karakteristik Pemimpin

Dimensi Politik dalam Kisah Al-Qur’an juga menjelaskan tentang bagaiamana karakteristik suatu pemimpin seperti Egalitarianisme kepemimpinan Rasulullah Saw dan juga Diktatorisme kepemimpinan Fir’aun. Egalitarianisme merupakan salah satu karakter penting yang dimiliki oleh politik Islam. Terlalu banyak ajaran Islam yang bermuara pada terwujudnya egalitarianisme, seperti: sikap Islam berkaitan dengan praktek perbudakan di muka bumi ini, sedangkan diktatorisme merupakan musuh kemanusiaan. Islam ketika mensyariatkan konsep musyawarah dalam menjalankan roda pemerintahan, sejatinya Islam hendak memberangus segala bentuk diktatorisme. Maka Bersikap  Tegas bagi seorang pemimpin merupakan sebuah keniscayaan, dikarenakan kemandirian sebuah bangsa diantaranya ditentukan dengan ketegasan sikap pemimpinnya.

Wasathiyah Dakwah Ustadz Abdul Somad

Dalam kunjungan ke UNIDA Gontor. Ustadz Abdul Somad atau yang lebih sering disapa dengan Ustadz. UAS, menyampaikan sebuah pesan penting tentang dakwah wasathiyah dalam memperjuangkan Islam. Sehingga tidak berlebihan jika Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor K.H. Hasan Abdullah Sahal, menyatakan bahwa Ustadz. UAS adalah termasuk Ustadz yang tidak bisa dibeli atau kuat prinsipnya.

Imam Al-Thabari dalam Tafsirnya mengartikan wasathiyah dengan dua hal, pertama adil, kedua khiyar atau memilih (Tafsir At-Thabari, 3/143). Adil berarti tidak terlalu ekstrim, terjebak dalam berlebih-lebihan dalam agama atau al-ghulluw, dan juga tidak terlalu terbuka menerima aspek luar tanpa penyaringan. sehingga Al-Qur’an menyebut bahwa kelompok seperti inilah kelompok yang terpilih. (QS. Al-Baqarah: 143)

Wasathiyah Dakwah Ustadz Abdul Somad

Ustadz yang selalu melontarkan kata-kata yang penuh gurauan ini namun bermanfaat ini. menyampaikan titik temu dari tiga kelompok umat Islam. dalam Islam ada kelompok Nashshiyun atau tekstualis, ada kelompok ‘aqlaniyyun atau kelompok rasionalis dan Bathiniyyun atau kalangan shufi atau ‘irfaniyyun. Kelompok ini tidak pernah bersatu. Namun yang meyatukan semuanya adalah mukhlishin lahu al-din atau orang-orang yang selalu ikhlash dalam agamanya

Indikator Wasathiyah Dakwah

Indikator yang lain dari wasathiyah dakwah beliau, ditunjukkan dengan selalu berbondong-bondong jamaah yang menyimak taushiyah beliau. Sampai Ustadz Hasan Abdullah Sahal menyatakan bahwa beliau tidak hanya Dai sejuta Umat tetapi Dai berjuta-juta umat. Indikator lainnya adalah Ustadz. Abdul Somad selalu diterima di semua kalangan, baik Ormas NU, Muhammadiyah, bahkan artis-artis hingga emak-emak. Ini menunjukkan betapa diterimanya dakwah beliau di semua lapisan masyarakat

Laksana oase di tengah padang pasir. Di tengah isu yang tengah mendera Ustadz muda ini. Justru kedatangan beliau ke UNIDA ini mendapat support yang bermanfaat akan keteguhan mendakwahkan agama ini. Ustadz Abdul Somad juga menganggap kedatangannya kali ini seperti jumpa fans, karena di UNIDA juga banyak alumni-alumni al-Azhar Kairo yang sudah menjadi Doktor hingga Professor seperti Dr. Muhammad Kholid Muslih dan Prof. Dr. Muhammad Roem Rowie.

Selain itu, mahasiswa juga mendapat pencerahan yang begitu besar dari Ustadz muda dari Riau ini. karena keilmuan beliau ibarat mata air yang tak henti-hentinya mengalir. Sehingga untuk sampai kepada keahlian seperti itu diperlukan perjuangan yang besar dalam belajar. Sehingga mahasiswa perlu banyak memperkaya khazanah keilmuan agar tidak disebut sebagai ulama al-suu’ atau ulama yang jelek. Salah satu kejelekan ulama adalah kebodohan.




Jurnal Studia Quranika Terindeksasi DOAJ

UNIDA Gontor- Jurnal Studia Quranika yang dimiliki oleh Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA Gontor telah terindeksasi DOAJ (Directory Open Access Journals).

Salah satu bentuk mengetahui ukuran kualitas jurnal adalah dengan terindeks di DOAJ. Kualitas jurnal bukan semata ditentukan oleh artikel yang dimuat, tetapi juga pengelolaannya. Indeks adalah alat, terutama digunakan online atau dalam dunia Internet, yang digunakan oleh para peneliti dan pustakawan untuk menemukan konten ilmiah. Beberapa indeks menyediakan daftar judul jurnal, beserta link dan kategorisasi subjek.

Direktori Open Access Jurnal (DOAJ) adalah salah satu dari daftar jurnal yang paling terkenal. indeks umum yang berguna untuk orang-orang yang melakukan pencarian luas untuk konten penelitian yang dicari. Indeks lain melangkah lebih jauh, dan tidak hanya mencakup daftar judul, tetapi juga memungkinkan untuk mencari artikel individu. Indeks digunakan untuk pencarian yang lebih tepat, sering didasarkan pada kata kunci atau istilah subjek. Web of Science (WOS) adalah contoh yang baik dari layanan pengindeksan utama. Hal ini penting untuk mengetahui bahwa beberapa indeks yang tersedia secara bebas di web (seperti DOAJ), dan bahwa orang lain (seperti wos) tidak, dan memerlukan biaya untuk menggunakan (atau harus diakses melalui perpustakaan setempat, yang membayar biaya untuk).

Selain itu, beberapa indeks sebagai indikator keberhasilan daripada journal yang lain, dan sebagai ukuran yang mencerminkan kualitas publikasi. Semoga pengelolaan Jurnal Studia Quranika semakin baik.