Al-Quran sebagai Hidayah ummat manusia

alquran sebagai hidayah ummat manusia

Alquran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara mutawatir (bersambung) dengan perantaraan Malaikat Jibril, dan berpahala bagi orang yang membacanya. Demikianlah makna Al-quran sebagaimana dijelaskan oleh Subhi As-Salih dalam kitabnya Mabahits fi ‘Ulum Al-Qur’an dan Jalaluddin As-Suyuthi dalam Al-Itqan fi ‘Ulum Al-Qur’an, serta Manna’ al-Qattan dalam Mabahits fi ‘Ulum Al-Qur’an.

Alquran berisi tentang berbagai hal, mulai dari masalah ibadah, amaliyah (perbuatan) manusia, hari akhir, kisah-kisah umat terdahulu, kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada rasul-rasul-Nya, sejarah, serta ilmu pengetahuan.

Alquran diturunkan dalam bahasa Arab untuk memudahkan Rasul SAW dalam memahaminya dan mengajarkannya kepada seluruh umat manusia. Lihat surah Ar-Ra’du ayat 37, An-Nahl : 103, Fushshilat : 3 dan 44, Al-An’am : 156, Thaaha [20]: 113, Asy-Syu’ara : 7 dan 195, Az-Zumar : 28, Az-Zukhruf : 3, dan Al-Ahqaf : 12.

”Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Alquran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” (Ar-Ra’du [13]: 37.

Karena itulah, di dalamnya kemudian dikenal dengan berbagai jenis ilmu pengetahuan bahasa, seperti nahwu, sharaf, balaghah, mantiq, arudl, ma’ani, dan bayan.

Alquran diturunkan secara berangsur-angsur. Tujuannya agar lebih mudah dipahami, dihafal, serta diamalkan. Cara seperti ini, maka Nabi Muhammad SAW akan memudah memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang diajukan oleh umatnya maupun orang-orang kafir.

Asbab an-Nuzul
Dan di antara ayat-ayat Alquran itu, terdapat sejumlah ayat yang berkaitan dengan peristiwa atau pertanyaan dari para sahabat Rasul SAW. Di antaranya, seperti permintaan Umar bin Khathab agar Rasul SAW berdakwah secara terang-terangan, dan tidak lagi sembunyi-sembunyi. Lihat surah al-Mudatstsir, yang memerintahkan Rasul SAW untuk berdakwah secara terbuka.

Kemudian, kisah seorang buta yang meminta kepada Rasul SAW agar menerangkan tentang hukum-hukum Allah. Namun, karena sedang menerima tamu, Rasul merasa kurang senang menerangkannya dan terlihat wajahnya kurang ceria. Allah kemudian menegur Rasul dengan menurunkan surah ‘Abasa [80].

Selain kedua kisah tersebut di atas, banyak ayat Alquran lainnya yang diturunkan berkenaan dengan pertanyaan para sahabat Rasul SAW. Secara lengkap dapat dilihat dalam kitab Asbab an-Nuzul, karya Jalaluddin As-Suyuthi.

Dari beberapa surah atau ayat yang diturunkan berkaitan dengan pertanyaan atau sikap sahabat, terdapat beberapa nama sahabat yang dijamin oleh Rasul SAW sebagai penghuni surga (Asyarat al-Kiraam). Selain itu, diceritakan pula kisah beberapa sahabat yang dermawan (pengusaha), para wanita Muslim, dan lainnya. Di antara sahabat-sahabat itu, terdapat pula di antaranya orang-orang yang bukan berasal dari Arab, seperti Bilal bin Rabah (muazin Rasul SAW) dan Salman Al-Farisi.

Apakah yang menjadi sebab turunnya ayat (Asbab An-Nuzul) berkaitan dengan diri sahabat itu? Bila melihat keberadaan tokoh-tokoh itu sebagai ‘pelaku sejarah’ dari turunnya Alquran, menunjukkan bahwa para sahabat itu adalah orang-orang yang hebat, wara’, tawadlu, jujur, dan sepenuh hati mengamalkan Islam. Hal ini terbukti dengan sifat dan akhlak mereka dalam membela dan memperjuangan syiar Islam.

Menurut Ibnu Abbas RA, salah seorang sahabat dan mufassir hebat awal permulaan Islam, nama-nama sahabat yang menjadi ‘sebab turunnya’ ayat-ayat Alquran itu bertujuan untuk memudahkan Rasul SAW dalam menjelaskan dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan atau penolakan suatu pendapat yang diutarakan oleh para sahabat Nabi SAW maupun orang-orang kafir.

Menurut Syekh Muhammad Husain Ath-Thabathaba’i dalam kitabnya Al-Qur’an fi Al-Islam, mempelajari ilmu-ilmu sebab turunnya ayat (Asbab An-Nuzul) itu sangat penting dalam mempermudah seseorang dalam mengetahui ayat dan memahami makna serta kandungan yang ada di dalam Alquran, serta rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya.

Namun demikian, terdapat sejumlah ulama yang tidak menerima adanya ilmu (Asbab An-Nuzul) ini. Menurut mereka, Alquran tersebut sudah tertulis sejak di Lauh al-Mahfudz sebelum diturunkan kepada Rasulullah SAW.

Saatnya Diet Informasi

Infobesitas adalah sebuah kondisi dimana seseorang mengkonsumsi informasi dalam jumlah yang besar secara terus-menerus serta cenderung memberikan dampak negative pada tubuh.

Anda mungkin pernah membutuhkan suatu barang kemudian anda memutuskan mencari informasi dari dunia maya. Dalam benak anda, anda akan yakin mendapat informasi yang detail demi memutuskan barang yang akan dibeli dengan singkat dan tepat. Tetapi apa yang terjadi? Selama hampir berjam-jam anda hanya menikmati varian informasi barang tanpa memutuskan untuk membelinya. Anda belum dapat memutuskan pembelian barang tidak dikarenakan minimnya informasi yang anda dapat, melainkan kelebihan informasi yang anda terima. Yap, itu adalah infobesitas (infobesity) atau keberlebihan informasi (information overload).

Infobesitas adalah sebuah kondisi dimana seseorang mengkonsumsi informasi dalam jumlah yang besar secara terus-menerus serta cenderung memberikan dampak negative pada tubuh. Penyakit Infobesitas pertama kali didengungkan pada tahun 2010 oleh Rosa-Maria Koolhovens seorang pengamat trend remaja di Belanda. Pada dasarnya infobesitas dan obesitas hampir sama, jika obesitas adalah penyakit kelebihan berat badan karena konsumsi junkfood atau makanan cepat saji, maka sama halnya dengan infobesitas yang disebabkan oleh kelebihan junkinfo atau informasi yang kurang penting atau bisa dibilang tidak berguna. Namun ada perbedaan diantara kedua penyakit ini. Penderita obesitas menyadari bahwa dirinya mengalami kegemukan, namun tidak dengan penderita infobesitas. Penderita infobesitas tidak menyadari bahwa dirinya telah terjangkit penyakit yang mengerikan ini.

Penyebab infobesitas adalah menumpuknya informasi yang merupakan dampak dari penggunaan internet dan boomingnya gawai sebagai perangkat komunikasi yang bisa dimiliki hamper setiap orang, terjadi ledakan kuantitas informasi yang kemudian dikenal dengan era keberlimpahan informasi (abundance of information era). Tsunami informasi menerjang keseharian kita sehingga menjadi epidemi baru yang melanda dunia. Di samping permasalahan kualitas informasi (hoax, fake news, miss information) kuantitas informasi juga menjadi masalah, sebagaimana kemacetan lalu-lintas di banyak kota besar yang menjadi permasalahan serius saat ini karena jumlah kendaraan melebihi kemampuan-layanan prasarana jalan yang ada, demikian pula infobesitas. Jumlah informasi yang men-tsunami berlebih mengakibatkan terjadinya penyumbatan arus informasi di sana-sini, memperlambat system kognitif kita, bahkan menjadikan sistem dan metabolisme fisik terpaksa harus melakukan force-closed atau restart, dikarenakan kemampuan kognitif manusia yang belum terlatih untuk memproses sebegitu banyak jumlah informasi yang ada. Sebuah riset di Amerika menunjukkan bahwa rata-rata orang Amerika mengkonsumsi informasi sebesar 34 GB setiap harinya. Seperti halnya obesitas, sumber “makanan” informasi juga berasal dari banyak sumber semisal laporan- laporan, brosur, iklan, streaming video dan audio, e-mail, media sosial, dan sumber online lainnya. Yang cukup mengejutkan adalah, ternyata informasi yang mengalami penumpukan itu sendiri kebanyakan bukanlah informasi yang penting. Jika berkaca pada realita yang ada, banyak orang, khususnya remaja yang memanfaatkan jejaring sosial secara berlebihan entah hanya sekedar untuk update status ataupun membaca informasi yang sebenarnya tidak begitu penting baginya. Umumnya, gejala yang dialami penderita infobesitas adalah kesulitan dalam menyaring informasi, memahami isu, dan bahkan mengambil keputusan mengenai kebenaran sebuah informasi.Jadi, sebagai generasi muslim penerus bangsa perlukah kita untuk diet media sosial?*

Lomba Pidato 3 Bahasa dan Haflatu Tilawatil Qur’an

Lomba Pidato 3 Bahasa dan Haflatu Tilawatil Qur’an merupakan salah satu kegiatan sunnah yang ada di Gontor Putri Kampus 3. Kegiatan tersebut diadakan setiap tahunnya, dan pada tahun ini digelar pada hari Selasa (15/12) di Auditorium Gontor Putri Kampus 3. Lomba ini dibagi ke dalam dua bagian yaitu Lomba untuk siswi kelas 1-4 dan siswi kelas 5. Peserta berjumlah 13 orang siswi, 3 siswi dengan pidato bahasa Arab, 3 siswi dengan pidato bahasa Inggris, 3 siswi dengan pidato bahasa Indonesia dan 4 siswi peserta lomba Haflatu Tilawatil Qur’an.
Sebelum acara dimulai, para penonton dihibur oleh lantunan suara merdu dan dentungan gendang yang senada dari klub Marawis Gontor Putri Kampus 3, dilanjutkan dengan sambutan oleh bapak wakil pengasuh Gontor Putri Kampus 3 Al-Ustadz Suwarno TM. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa: “Manfaat pidato itu 1. Pembentukan mental, 2. Pembentukan Mundzirotul Qoum, 3. Peningkatan bahasa”. Sesuatu yang berbeda dari acara Lomba Pidato 3 Bahasa dan Haflatu Tilawatil Qur’an sebelumnya, pada acara kali ini para peserta memasuki ruangan dengan digandeng oleh wali kelas masing-masing. Hal tersebut dilakukan untuk menguatkan dan menyemangati peserta.
Acara ini bertujuan untuk melatih mental santriwati dalam hal berkomunikasi di depan khalayak ummat, dan demi mengembangkan bakat santriwati dalam bidang Qira’atul Qur’an yang dapat meningkatkan rasa percaya diri santriwati sehingga mampu menjadi orang-orang yang unggul nantinya.Salah satu peserta lomba pidato sedang menunjukkan kemampuan berpidatonya
Para penenonton sanagat antusias menyaksikan acara tersebut, apalagi ketika yang sedang tampil adalah kawan seangkatan, mereka memberikan semangat dengan tepukan tangan dan beberapa yeling yang mereka miliki. Dengan adanya acara ini, diharapkan seluruhnya dapat mengambil pelajaran yang bermanfaan bagi pengembangan diri masing-masing. Acara diakhiri oleh pembacaan nama-nama pemenang lomba oleh dewan juri sekaligus pembagian hadiah.
Nama-nama pemengang lomba Pidato 3 Bahasa dan Haflatu Tilawatil Qur’an:
Brilian Ajeng Pertiwi 1 Intensif F Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab
Mardina Murti Sari 3 Intensif B Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Arab
Addina Silmi Khairun Nisa 4E Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Arab
Naila Nur Azizah 1B Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris
Fatimah Nur 3 Intensif B Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Inggris
Tristania Nabila 3B Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Inggris
Wardah Chiifah Qoni’Ah 1 Intensif F Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia
Ayu Dea Nabila 1 Intensif F Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Indonesia
Fina Najma 3C Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Indonesia
Afriliyah Rously 3 Intensif B Juara 1 Lomba Haflatu Tilawatil Qur’an
Azzahra Pramenistya Putri 1 Intensif C Juara 2 Lomba Haflatu Tilawatil Qur’an
Zahrotul Hayati 4G Juara 3 Lomba Haflatu Tilawatil Qur’an

SIKAP SEORANG MUSLIM TERHADAP MUSIBAH YANG MENIMPA

Sebagai seorang muslim yang beriman, kita meyakini akan konsep takdir yang termasuk dalam Rukun Iman yang 6. Dimana maksud dari beriman kepada takdir adalah mengimani bahwa segala yang kita alami merupakan bagian dari takdir yang sudah Allah SWT. Tentukan kepada hambanya, baik itu berupa nikmat ataupun musibah yang diterima. Takdir tersebut disebut sebagai Qada’ dan Qadar. Qada’ adalah takdir yang masih bisa kita rubah berdasarkan apa yang kita pilih dalam kehidupan kita, apakah kata hidup dengan berbuat baik, ataukah kita hidup dengan berbuat buruk. Segala Qada’ yang kita dapat merupakan hasil dari apa yang talah kita lakukan. Adapun Qadar adalah takdir yang sudah Allah tentukan kepada kita dan tidak bis akita rubah. Seperti halnya kita yang dilahirkan sebagai laki-laki ataupun perempuan, atau kita terlahir dari keluarga yang kaya atau miskin.

                Lalu bagaimanakah sikap kita sebagai seorang muslim dalam menghadapi musibah yang kita dapat dalam kehidupan kita sehari-hari? Terkhusus apabila musibah tersebut berupa bencana alam yang sekarang sedang banyak terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Sebagai bentuk keimanan dan juga ketakwaan kita sebagai seorang muslim, terkhusus dalam meyakini konsep tentukan dan tetapkan kepada setiap hambanya. Maka hendaknya kita :

  1. Meyakini bahwa setiap musibah yang kita terima adalah bentuk penghapusan dari dosa-dosa yang telah kita kerjakan di masa lalu.
  2. Meyakini bahwa musibah yang kita alami sekarang suatu saat akan Allah balas dengan kenikmatan yang berlipat ganda.
  3. Menyakini bahwa tujuan Allah memberikan musibah kepada hambaNya adalah karena Allah tahu bahwa hambanya tersebut pasti mampu melewati cobaan tersebut.
  4. Meyakini bahwa musibah yang Allah berikan adalah sebuah ujian yang akan membuat kita menjadi lebih baik dari sebelumnya.
  5. Meyakini bahwa setiap yang Allah kehendaki pasti terdapat hikmah di dalamnya.

Dari sikap sikap yang sudah disebutkan tadi, dapat kita simpulkan bahwa semua yang Allah berikan kepada hambanya semata-mata bertujuan bahwa Allah ingin hamba-Nya menjadi lebih baik dari sebelumnya. Maka hendaknya kita menyikapi berbagai cobaan yang kita dapat dengan sikap berlapang dada dan niatan baru untuk menyambut hari esok dengan kualitas keimanan dana ketaqwaan yang lebih baik lagi. Sebagaimana yang telah Allah firmankan dalam kitab suci-Nya :

وَمَنْ يَتَّقِ اللهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ

Barang siapa bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengeluarkan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka (Q.S. At-Thalaq : 2-3)

HARAMKAH BERMAIN CATUR ?

“ Haramkah bermain catur dalam islam?. Catur adalah salah satu permainan yang paling popular pada abad ini. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan sangat banyaknya manfaat bermain catur. Diantaranya adlah mencerdaskan otak dan mencegah kepikunan. Tetapi bolehkah kita selaku muslim bermain catur?

            Pada tahun 2017, Arab Saudi dinobatkan menjadi tempat turnamen catur dunia untuk pertama kalinya, walaupun para ulama fundamentalis mengharamkan perbuatan tersebut.

            Tentang catur itu sendiri, ada beberapa pendapat tentang asal muasal munculnya permainan ini. Yang pertama adalah pendapat yang meyakini bahwa catur berasal dari India. Pendapat ini dikemukakan oleh H.J.R.Murray, ia kupas semua sejarah yang bersangkutan dengan catur dalam bukunya yaitu “History Of Chess”(tahun 1913). Dalam bukunya ia berujar bahwa catur berasal dari India dan mulai ada pada abad ke-6. Nama catur berasal dari “Chaturanga”, yang berarti empat unsur yang terpisah. Karena pada awalnya, buah catur hanya empat jenis. Menurut kepercayaan India kuno, catur dianggap mewakili lam semesta ini sehingga sering di hubungkan dengan empat unsur kehidupan yaitu, api,udara, tanah, dan air.

            Tetapi pendapat ini dibantah oleh Muhammad Ismail Sloan, yang mempelajari banyak sejarah catur. Menurut Sloan, Jika memang catur ditemukan di India, maka seharusnya permainan itu akan disebutkan dalam tulisan peninggalan peninggalan mereka. Tetapi pada kenyataannya, tidak ada satupun literatur di India yang menyebutkan soal permainan catur muncul sebelum abad ke-6. Justru sebaliknya, para pujangga Cina sudah menyebutkan permainan ini dalam syair-syair yang mereka buat semenjak 900 tahun sebelumnya. Setelah itu permianan ini disebarkan oleh para pedagang Muslim dari India dan Persiapada abad ke-6 masehi.

Haramkah bermain catur dalam Islam?

Konon, di zaman kekhalifahan Ali bin Abu Thalib, catur merupakan permainan yang poopuler dimainkan. Bahkan mungkin juga oleh khalifah Ali sendiri. Ada pula yang menyebutkan bahwa panglima perang Nabi Muhammad, Khaid bin Walid juga menggemari catur.

            Akan tetapi pendapat diatas tentang kemungkinan bahwa  sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a, pernah bermain catur dibantah oleh para ulama yang mendukung hadist dibawah yang menyiratkan bahwa Ali melarang bermain catur. Dari Masirah ia berkata:”Sesungguhnya Ali bin Abi Thalib r.a, pernah melintasi suatu kaum yang tengah bermain catur, maka beliau berkata:”Ini berhala – berhala apakah yang kalian tempati?”. Jelas bahwa bermain catur haram dalam islam. Akan tetapi hadist ini dinilai lemah oleh al-‘Alamah al-Muhaddist as-Sakhawy Rahimahullah dalam kitab yang ditulisnya yang berjudul “’Umdatul Muhtaj Fi Hukmisy-Syatranj, Karena didalamnya terdapat inqitha’(Periwayatannya terputus) yaitu pada Masirah Ibnu Habib.

            Tetapi pada intinya, hukum daripada permainan catur ini tergantung pada situasi dan kondisi yang meliputi orang yang memainkannya. Seperti perkataan ustadz Abdul Somad dalam klarifikasinya tentang pengharaman bermain catur, bahwa dalam 4 madzhab, semuanya menyatakan haram kecuali Imam Syadfi’I yang berpendapat itu adalah makruh. Yang menjadi sebab pengharamannya adalah kelalaian yang timbul ketika bermain catur. Karena apabila seorang muslim bermain catur dan belum menyelesaikan permainannya sampai datangnya waktu sholat, ia akan lalai untuk mengerjakan sholat tepat waktu. Padahal Allah S.W.T berfirman “Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya”.(QS.Al Ma’un:4), dan bila juga tidak memasukkan unsur judi didalamnya.

            Jadi haramkah bermain catur?, selama bermain catur tidak menyebabkan hal-hal yang dilarang oleh agama seperti yang telah di sebut diatas, menurut Yusuf al-Qardhawi catur halal untuk dimainkan. Dan tidak sampai kecanduan dalam memainkannya, juga tidak menyebabkan keributan serta perselisihan diantara orange-orang yang memainkannya. Karena sebenarnya catur dapat meningkatkan kinerja otak dengan bersaing strategi untuk mendapat kemenangan.

PUASA UNTUK KESEHATAN DALAM AL QURAN

Selain sebagai kewajiban bagi umat muslim, puasa dapat memberikan bermacam manfaat kesehatan. Salah satunya dapat menjaga kesehatan jantung.

Umat Islam menjalankan puasa Islam yaitu tidak makan, minum, merokok, dan hubungan seksual dari sahur hingga berbuka puasa. Selama sebulan penuh umat islam akan menjalankan puasa sebagai tugas wajib.
Puasa pada bulan Ramadan sering kali dikaitkan dengan beberapa gangguan kesehatan seperti sakit kepala, sakit perut, sembelit, dehidrasi, anemia dan kualitas tidur yang buruk. Beberapa cara perlu dilakukan untuk mencegah hal tersebut.

Nabi Muhammad pertama kali menyambut perintah ibadah puasa pada tahun ke 2 Hijriyah, bulan Sya’ban. Dan Rasulullah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sebanyak sembilan kali selama hidupnya. Adapun Nabi berpuasa selama Ramadhan tersebut, sebanyak 29 hari dan hanya satu kali Ramadhan saja Nabi berpuasa sebanyak 30 hari. (lihat: : al-Taqrirat al-Sadidat fi al-Masa’il al-Mufidat ditulis oleh al-Habib Hasan bin Muhammad al-Kaf, hlm.433).

Menarik sekali, karena akhir-akhir ini banyak sekali penelitian-penelitian menjelaskan bahwa  ibadah puasa memiliki manfaat yang sangat besar dalam kesehatan. Salah satunya adalah meningkatkankan daya tahan tubuh atau sitem imun. Artinya, Allah SWT tidak akan mewajibkan sesuatu perkara kecuali ada manfaat yang besar.

Pertama,  di dalam kitab Syarahal-Yaqut al-Nafis fi Mazhab Ibn Idris yang ditulis oleh Syekh al-Habib Muhammad bin Ahmad al-Syathiri halaman 447 diterangkan bahwa faedah puasa adalah ia memberikan kesehatan kepada pelaksananya, karena puasa berpengaruh besar terhadap pencernaan makanan.

Kedua, selama 12 bulan manusia selalu menikmati bermacam hal yang bersifat syahwat, mengisi dan memenuhi perutnya dengan berbagai macam makanan dan minuman. Dan tatkala seseorang berpuasa, berarti ia sedang mengistirahatkan fungsi atau peran dalam tubuhnya untuk sementara waktu seperti pencernaan dan semacamnya. Hal ini tentu berguna bagi kesehatan secara umumnya. Hal tersebut senada dengan hadits Nabi Muhammad ﷺ:

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ. بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

“Tiadalah wadah yang dipenuhi oleh manusia lebih buruk melebihi perutnya, cukup bagi manusia beberapa suapan yang menegakkan tulang punggungnya, bila tidak bisa maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Tirmidzi)

Ketiga, dalam hal bahwa ibadah puasa itu menyehatkan, secara umum juga dijelaskan dalam kitab Maqashid al-Shaum yang ditulis oleh Sulthan al-Ulama ‘Izzuddin Abdul Aziz bin Abdissalam halaman 17, bahwa rahasia atau manfaat puasa adalah menyelamatkan anggota tubuh dari berbagai penyakit dan menentramkan pikiran. Artinya puasa menyehatkan jasmani dan rohani. Karena betapa banyak penyakit berasal dari makanan dan minuman dan betapa banyak juga orang yang sakit diakibatkan oleh banyak pikiran. Hal tersebut sangat memungkinkan mengurangi imunitas tubuh seseorang, kemudian salah satu cara untuk meraih kembali kesehatan tersebut, maka salah satunya adalah dengan berpuasa. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

صُوْمُوْا تَصِحُّوْا

“Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Abi Nu’aim)

Keempatpuasa merupakan ibadah yang memiliki ikatan erat dengan kesehatan badan dan pikiran. Karena di dalam pelaksanaan puasa terdapat kesehatan untuk badan sekaligus akal, menariknya puasa juga merupakan vitamin untuk hati sebagaimana makanan memberikan vitamin kepada tubuh. (Lihat: al-Taisir bi Syarah al-Jami’ al-Shaghir karya al-Imam al-Hafidz Zainuddin Abdurro’uf al-Manawy, juz 2. Hlm.187)

Dari keterangan di dalam kitab turats tadi, jelaslah bahwa puasa secara umum sangat erat kaitannya dengan kesehatan makhluk hidup. Demikian juga mampu meningkatkan imunitas tubuh dan ketenangan jiwa serta pikiran. Bahkan ada yang menerangkan bahwa hewan dan tumbuh-tumbuhan berpuasa untuk menyelamatkan hidupnya, seperti ayam betina saat mengerami telurnya, ular saat mengganti kulit, pohon yang menggugurkan daunnya untuk menyelamatkan hidupnya. Maka puasa adalah ibadah yang sangat banyak manfaatnya, di dalam al-Qur’an Allah SWT berfirman:

وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 5).

Semoga kita bisa memahami bahwa setiap ibadah, terkhusus ibadah puasa terdapat manfaat yang sangat banyak serta rahasia-rahasia yang hanya Allah SWT sendiri mengetahuinya.

Pola Hidup Sehat Sebagai Peningkatan Imun dan Iman

Pola Hidup Sehat pada Isu kesehatan pada akhir- akhir ini tak lagi menjadi hal yang disepelekan bagi umat manusia hingga banyak pakar-pakar kesehatan ikut andil dalam meneliti perkembangan persentase kesehatan umat manusia dimuka bumi ini. Terutama pada isu Covid-19 yang merubah euforia kesehatan menjadi pesta bisnis yang berdalih kesehatan.

Pada tanggal 14 januari 2021 Pendakwah Ternama yang sering disebut sebagai bapak Tahfidz Indonesia Syeikh Ali Saleh Muhammad Ali Jaber atau yang sering kita sebut sebagai Syeikh Ali Jaber meninggal dunia di Rumah Sakit Yarsi, Jakarta. Kabar meninggalnya ini diungkapkan oleh Ustadz Yusuf Mansur melalui akun Instagramnya @yusufmansurnew.

Pada hari Jum’at tanggal 15 januari 2021, Al-ustadz Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. memberikan pesan dan nasehat pada khutbah mimbarnya mengenai kepergian Alm. Syeikh Ali jabber dan pentingnya meningkatkan ilmu, iman dan imun. Beliau mengutip hadits yang diriwayatkan oleh rosulullah SAW yaiut Diantara tanda-tanda Kiamat adalah hilangnya ilmu dan menyebarnya kebodohan. Dijelaskan dalam ash-Shahiihain dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ

Di antara tanda-tanda Kiamat adalah hilangnya ilmu dan tersebarnya kebodohan.

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا

Artinya: ‘Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain. Hr. (Bukhari).

            Entah mengapa dari isu kematian syeikh ali jabber ada beberapa kata yang sangat mencengangkan yaitu “saya tidak tau apakah dibalik kematian Syeikh Ali Jaber terdapat rencana PKI atau memang rencana Allah SWT. Wallahu a’alam” setelah penyampaiannya mengenai kematian almarhum, banyak sekali pitutur yang disampaikan oleh Al-Ustadz hamid perihal pentingnya menimba ilmu dan menjaga imunitas tubuh bagi umat muslim agar peradaban islam tak menghilang dari peradaban dunia.

ILMU, IMAN & IMUN

Apakah ilmu memiliki pengaruh yang sangat besar kepada iman seseorang? Tentu saja iya jawabannya. Karena Ilmu adalah badan dan iman sebagai baju yang menutupi badan itu. Ilmu yang dimiliki oleh manusia adalah tolak ukur keimanan manusia tersebut, sehingga kita harus meningkatkan intelektualitas pribadi masing-masing.

Lalu mengapa ilmu, iman dan imun memiliki hubungan yang berkesinambungan? Dalam proses manusia untuk berilmu membutuhkan imunitas tubuh yang mendukung seseorang dalam berproses. Seperti yang dikatakan ustadz hamid pada khutbah mimbarnya. Logika memiliki asupan-asupan yang harus dilengkapi. Contohnya adalah, makan yang banyak, istirahat yang cukup, dan selalu menunaikan ibadah wajib. Kalau kita hanya hidup sehat atau hanya hidup untuk mengikuti trend saja sangatlah sayang sekali,

Senam adalah salah satu meningkatkan pola hidup sehat

Maka pada siklus kehidupan manusia. Sangatlah harus untuk menjaga imunitas tubuh. Lalu bagaimana kita meningkatkan imunitas tubuh kita? Jawabannya sangatlah mudah. hanya dengan menerapkan Pola hidup sehat. Jika kita ingin meningkatkan imun dengan metode iman, maka naikan standar atau hal” yang berhubungan dengan ibadah yang kita bisa lakukan. karena semua ibadah dapat meningkatkan imunitas tubuh. Segala kegiatan syari’at islam membentuk puzzle-puzzle kesehatan dalam tubuh manusia karena waktu-waktu kita telah diatur oleh ibadah-ibadah fi’liyah. Seperti halnya sholat lima waktu, sholat hajat, sholat  tahajjud, membaca Al-Qur’an Dsb.

Pada gerakan sholat kita mendapatkan beberapa manfaat yang sangat menyehatkan pada tubuh kita yaitu: dapat melancarkan aliran darah pada tubuh, membuat tubuh rileks, bagus pada pergerakan sendi, baik untuk postur tubuh, dapat meregangkan tubuh, dapat mengendalikan otot perut dan baik untuk sistem pencernaan serta menjaga Pola Hidup Manusia. Sehingga manusia yang senantiasa menjaga sholatnya insya Allah memiliki kesehatan jasmani dan rohani secara utuh.

Sedikit kesimpulan yang bisa kita ambil dari Pesan dan Nasehat yang disampaikan oleh Al-Ustadz Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.A.Ed., M.Phil. Diatas adalah kita harus memaksakan diri kita untuk selalu meningkatkan imunitas tubuh, menjaga iman kita serta belajar dengan maksimal, agar kita senantiasa tetap menjaga Pola hidup sehat dengan iman yang kuat dan ilmu yang kita punya banyak juga luas serta bermanfaat bagi khalayak ramai.

Sistem: Era Globalis

Era Globalis Sistem

Sistem dan Pemahamannya

http://iqt.unida.gontor.ac.id/ Dalam sebuah sistem pemerintahan banyak sekali propaganda yang dimana orang tersebut akan melenceng dan dengan melenceng tersebut pastinya bisa bertahan lama, dalam penelusuran saya pernah saya membaca sebuah artikel dan banyak hal-hal lain. Jadi gini semakin anda lurus dalam sebuah kesisteman semakin anda terpuruk dengan sebuah kemasalahan, dan dengan agaknya melenceng tersebut kita semakin pintar agar kita terus bertahan dengan sistem yang dimana yang pintar yang menang.

Jadi menurut pemahaman saya, dimana globalis ini anti yang namanya nasianalis, yang kalau kita tahu, dinegara kita ini banyak sekali menerapkan kata nasionalis ini. Ya, kita lihat presiden kita yang pertama, kalian tahu sendiri kan kalau kenasionalisasian nya dia sangat tinggi yang dimana pada waktu itu terjadi sebuah perang dan kita dapat terbebas dari penderitaan perang tersebut dengan kenasionalisannya

Kaum Globalis

Kaum globalis ini tidak bahkan gak mau mementingkan sebuah negara ataupun sebuah kesatuan. Ya, yang kita tahu banyak sekali kaum-kaum globalis yang selalu pindah-pindah negara dan sebagainya, bagaimana tidak pindah negara?. Kan dia orang-orang yang berduit. Kalian tahu sendiri lah mereka hanya mementingkan diri sendiri yang dimana dihadapan mereka apapun itu dapat dibeli dengan uang.

Disini kita sudah melihat bagaimana sistem umumnya kaum-kaum globalis ini, kalian pasti pernah mendengar kasus-kasus sebuah pejabat yang tertipu dan sebagainya, lebih rincinya itu mereka menentang kaum-kaum globalis ini, dunia sekarang sudah sangat terikat dengan globalis ini, sebagaimana yang kita tahu, setiap negara mempunyai mata uang dan di anatara negara tersebut ada mata uang terhebat atau bisa dikatakan yang memimpin, ya, kalian pasti sudah tahu sendiri apa mata uang tersebut dan bagaimana tersebarnya mata uang tersebut dapat membuat orang terkaget-kagetkan dengan nominal ataupun nilai harganya.

Gerakan Kaum Globalis

Kita sudah tahu banyak sekali hal yang dimana kaum globalis ini sering menyerang dunia dengan cara ya…bisa dibilang susah untuk di tebak, kita lihat tahun 2020 sekarang, menuju kepada negara super power yaitu amerika mereka kemarin habis mengadakan pilpres, dan dimana saya terheran-heran ini ketika pilpres ataupun setelah itu terjadi yang namanya bencana COVID 19, dengan ini kita pastinya berfikir kalau ini itu adalah cobaan. Tapi bagi orang yang memahami tentang era ataupun jaman sekarang ini, mereka mengetahui bahwasanya kita ini sedang dikelabui oleh covid 19 ini.

Kalian pastinya tahu kalau pas covid kita tidak bisa bekerja dan sebagainya dikarenakan virus ini dapat menyebar dengan cepar, disini mereka yang telah melaksnakan atau membuat drama ini dapat dengan mudah menguasai ataupun mendapatkan hasil keuntungan dengan memberikan hal-hal yang sudah sangat siap tuk disumbangkan kepada yang terkena virus ini, adanya sumber daya dan hal-hal yang berkaitan dengan bahan pangan, mereka mengendalikan dengan baik dan sangat teliti agar disetiap negara dapat terpancing apa yang telah ditaburkan oleh orang-orang ini.

Saran

Ya, dengan ini kalian pastinya sudah menyadari kalau kita dizaman atau era ini kita sudah sangat pasti dikendalikan oleh peminat kaum-kaum globalis tersebut, kalau saya kasih saran ya saya akan menjelaskan pastinya tentang kesadaran ya bisa disebut ABC di singkat awareness before changes, ya disini kesadaran bukan hanya untuk melakukan tindakan tapi yang paling awal yaitu dengan mengetahui apa itu ero globalis dan sistem-sistemnya yang dimana sudah mendarah kepada beberapa negara.

Riba Dalam Prespektif Al Qur’an

riba merupakan salah satu dosa besar
riba merupakan salah satu dosa besar

Mengapa dilarang ?

Pada zaman ini banyak orang yang sangat sulit terhindar dari praktek ini. Bahkan mereka sangat abai tentang masalah riba ini. Contohnya dalam hal utang berbunga, mereka tidak menghiraukan masalah bunga ini. Padahal bunga adalah riba, karena bunga merupakan suatu timbal balik yang diperoleh oleh si pemberi peminjam tanpa ada upaya atau usaha apapun. Mereka si peminjam beranggapan bahwa boleh ngutang, asal bunganya kecil. Besar kecilnya bunga tetaplah riba, makanya sebisa mungkin hindari praktek ini karena islam sendiri sangat menentang keras terhadap praktek tersebut.

Mari kita pahami tentang definisi riba. Menurut Leopold Weiss seorang muallaf pada tahun 1926 dan nama islamnya, Muhammad Asad ; Secara umum dari segi bahasa kata riba merujuk kepada suatu “tambahan”, atau “peningkatan” sesuatu dari ukuran asli atau jumlah. Dalam terminologi Al Qur’an ia berarti ada penambahan secara illegal, berupa bunga, ke sejumlah uang atau barang oleh seseorang atau badan tertentu ke yang lain.

Pengertian Riba Dalam Al Qur’an

Kita beralih ke definisi dasar Al Qur’an mengenai masalah ini. Ini memberikan penjelasan yang sangat jelas karena definisi itu datangnya langsung dari ayat Al Qur’an :

Dan sesuatu (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia. maka itu tidak menambah pada sisi Allah, Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang-orang yang melipat gandakan (pahalanya)”. (QS.Ar Rum (30) : 39).

Pada saat ayat ini diturunkan, riba dipahami sebagai pinjaman yang memiliki bunga atau lebihan dari jumlah pokoknya. Ayat tersebut menyatakan bahwa penambahan tersebut diperoleh dari jerih payah orang lain. Dengan kata lain, bertambahnya hartaku melalui riba ( dalam bentuk pinjaman menguntungkan ) yang aku lakukan dengan seseorang, maka “ keuntungan aku itu “ adalah kerugian dirinya. Transakni ini tidak dibenarkan dalam Al Qur’an.

Dari interpretasi diatas pada surah Ar Rum ayat 39 dibenarkan dalam wahyu kedua mengenai subjek ini Allah SWT mengutuk orang orang Yahudi atas penindasan, atau perbuatan buruk yang telah mereka perbuat. Diantara perbuatan buruk mereka adalah mengambil bunga, meskipun telah dilarang atas mereka, dan konsekuensi tindakan  mereka mengambil riba, Allah SWT menyatakan bahwa mereka :

Artinya : Dan disebabkan mereka memakan riba, padahal sesungguhnya mereka telah dilarang daripadanya, dan karena mereka memakan harta benda orang dengan jalan yang batil. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir di antara mereka itu siksa yang pedih. ( QS An Nisa’ (4) ; 161 ).

Kesimpulan

Zaman ini sangat sulit mengenali riba, karena sudah menjadi sistem, menjadi gaya hidup sehari hari tanpa kita sadari. Menurut Professor Richard Falk dari Universitas Princeton menggunakan istilah “ Perampokan yang dihalalkan” untuk menggambarkan perpindahan kekayaan secara tidak adil. Untuk melihat merajalelanya, umat islam harus sampai pada kesadaran moral dan spiritual agar dapat melihat yang tidak mungkin terlihat sebelumnya.

Mengapa Air Liur Anjing Hukumnya Najis ?

Dalam ajaran agama Islam, umat Muslim dilarang untuk menyentuh, memegang, terutama berkaitan dengan jilatan anjing. Hal itu dikarenakan hukum Syariat dalam Islam menyatakan bahwa segala aktivitas tersebut berkaitan dengan hewan anjing hukumnya adalah najis kecuali dalam keadaan dan situasi yang sangat darurat serta tidak ada lagi suatu yang halal yang bisa diperoleh dari sekitarnya. Lantas, mengapa hukum menyentuh, memegang, dan hal berkaitan dengan jilatan anjing adalah najis? Bagaimana ajaran agama Islam membuktikan secara ilmiah dan sains dalam hal tersebut?
Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a , Rasulullah SAW. bersabda, ”Sucinya wadah seseorang saat dijilat anjing adalah dengan membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunakan tanah.”
Diriwayatkan juga dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW. bersabda, “Apabila anjing menijilat wadah seseorang, maka keriklah (bekasnya) lalu basuhlah wadah itu tujuh kali.” (HR. Muslim).
Hadis yang disabdakan oleh Rasululah SAW. diatas menunjukkan kepada dua hal :

Mengapa Air Liur Anjing Hukumnya Najis ?
  1. Menyucikan wadah bekas jilatan anjing dengan cara membasuhnya tujuh kali, salah satunya dengan menggunaka tanah
  2. Keharusan mengerik wadah yang dijilat anjin

Pembuktian Sains Hadist Rasulullah SAW.

Hikmah tujuh kali basuhan dengan tanah dalam menghilangkan najis jilatan anjing

  1. Kesimpulan para dokter yang menetapkan bahwa dalam proses membasuh wadah bekas jilatan anjing harus disertai dengan tanah merupakan penemuan ilmiah dan bukti sains dalam hadist yang telah disabdakan oleh Rasulullah SAW. Para dokter dan peneliti menjelaskan alasannya secara detail sebagai berikut:
  2. Dalam sebuah forum tentang kesehatan umum para dokter mengemukakan sebuah rahasia penting mengapa harus tanah tidak bahan lainnya. Dalam forum tersebut dijelaskan bahwa hikmahnya sebagai berikut:
    “Hikmah tujuh kali basuhan salah satunya dengan tanah dalam menghilangkan najis jilatan anjing adalah bahwa virus anjing itu sangat lembut dan kecil. Sebagaiman diketahui, semakin kecil ukuran mikroba, ia akan semakin efektif untuk menempel dan melekat pada dinding sebuah wadah. Air liur anjing yang mengandung virus berbentuk pita cair. Dalam hal ini pula, tanah berperan sebagai penyerap mikroba berikut virus – virusnya yang menempel dengan lembut pada wadah.”
  3. Bukti secara ilmiah bahwa tanah mengandung dua materi yang dapat membunuh kuman – kuman. Menurut para dokter, ilmu kedokteran modern telah menetapkan bahwa tanah mengandung dua materi: tetracycline dan tetarolite. Dua unsur ini digunakan untuk proses pembasmian (sterilisasi) beberapa kuman.
Asumsi Penelitian Dokter Sebelumnya Mengenai Tanah Berkaitan dengan Air Liur Anjing dan Penyakit
  1. Beberapa dokter peneliti dahulu memperkirakan bahwa tanah kuburan mengandung kuman – kuman tertentu yang berasal dari bangkai – bangkai mayat yang dikubur. Namun, sekarang eksperimen – eksperimen dan beberapa hipotesa telah menjelaskan bahwa tanah merupakan unsur yang efektif dalam membunuh kuman.
    Dilansir oleh himpunan dokter ahli, mereka berpendapat sebagai berikut:
    “Pada masa modern sekarang ini, para ilmuwan telah melakukan analisis terhadap tanah kuburan untuk mengetahui kuman – kuman yang terkandung di dalamnya. Mereka berkeyakinan dapat menemukan kuman – kuman yang membahayakan dalam jumlah yang banyak. Asumsi ini berdasarkan sebuah fakta bahwa banyak banyak manusia yang matinya karena penyakit yang ditularkan melalui kuman”
    Namun setelah diadakan penelitian, ternyata mereka tidak menemukan bekas apa pun dari kuman penyakit tersebut di dalam tanah.
  2. Menurut Muhammad Kamil Abd Al-Shamad, penggunaan tanah pada salah satu dari tujuh kali basuhan dalam menghilangkan najis jilatan anjing merupakan mukjizat ilmiah yang jelas sangat mendukung terhadap penelitian. Ia melansir bahwa tanah mengandung unsur yang cukup kuat menghilangkan bibit-bibit penyakit dari kuman-kuman. Hal ini berdasarkan bahwa molekul-molekul yang terkandung didalam tanah menyatu dengan kuman-kuman tersebut, sehingga mempermudah dalam proses sterilisasi kuman secara keseluruhan. Ini sebagaimana tanah juga mengandung materi –materi yang dapat mesterilikan bibit – bibit kuman tersebut.

Penilitian Ilmiah dan Ilmu Pengetahuan Modern Berkaitan dengan Kenajisan Anjing

Penilitian Ilmiah dan Ilmu Pengetahuan Modern Berkaitan dengan Kenajisan Anjing telah menemukan beberapa kesimpulan yang mencengangkan berkaitan dengan kenajisan anjing berikut ini:

dr. Al-Isma’lawi Al-Muhajir

  • dr. Al-Isma’lawi Al-Muhajir mengatakan bahwa penemuan baru dalam kedokteran menguatkan apa yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW. Ketika itu, para dokter mengingatkan untuk berhati – hati saat menyentuh anjing dan mencandainya. Begitu pula, untuk waspada jika terkena cairan – cairan yang keluar darinya berupa air liur yang dapat megnakibatkan buta. Para dokter spesialis harus hewan mengungkapkan bahwa mendidik anjing dan berinteraksi dengan cairan – cairan yang keluar darinya berupa lotoran, air kencing, dan lain sebagainya, dapat menularkan sebuah virus yang disebut “tockscharacins”. Virus ini dapat mengakibatkan kaburnya penglihatan dan kebutaan pada manusia.

dr. Ian Royt

  • Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 60 ekor anjing, dr. Ian Royt, seorang spesialis hewan di London, Inggris menyimpulkan bahwa seperempat binatang tersebut membawa telur –telur ulat di cairan – cairan yang keluar darinya. Ia menemukan 180 sel telur ulat dalam satu gram bulunya. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan yang ditemukan di lapisan unsur tanah. Seperempat lainnya membawa 71 sel telur yang mengandung jentik – jentik kuman yang tumbuh berkembang. Tiga diantaranya dapat matang cukup dengan menempelkannya pada kulit.

Inggris Daily Mirror

  • Laporan para ahli yng dipublikasikan oleh surat kabar di Inggris Daily Mirror menyatakan bahwa sel –sel telur dari ulat ini sangat lengket dengan panjang mencapai 1 milimeter. Ia akan berpindah dengan mudah saat bersentuhan dengan anjing atau mencandainya. Ia akan terus tumbuh berkembang dengan pesat pada bagian yang terletak dibelakang mata. Sebagai lagkah antisipasi, para dokter mengajurkan untuk membasuh kedua tangan dengan baik, sebelum makan dan setelah bermain dengan anjing. Ini terutama ketika data statistik di Amerika Serikat menyebutka bahwa terdapat 10 ribu orang yang tekena virus ulat tersebut. Kebanyakan adalah anak – anak.

dr. Adb Al-Hamid Mahmud Thahmaz

  • Menurut dr. Adb Al-Hamid Mahmud Thahmaz, secara ilmiah , anjing dapat menularkan berbagai macam penyakit yang menbahayaka. Karena, ada ulat – ulat yang tumbuh berkembang biak di dalam ususnya. Ulat itu mengeluarkan telur- telur besamaan dengan keluarnya kotoran anjing. Ketika anjing menjilati pantatnya, maka telur – telur ula tersebut akan berpindah padanya. Kemudian dari jilatan anjing inilah, telur – telur ulat itu akan berpindah – berpindah pada wadah, piring, dan tangan para pemiliknya. Di antaranya ada yang masuk kedalam perut, lalu menuju ke pencernaan. Kemudian kulit telur – telur ulat itu terkelupas san keluarlah anak – anak ulat yang langsung bercampur baur dengan darah dan lendir.
  • Melalui darah dan lender tersebur, ulat –ulat penyakit ini merambah pada semua bagian organ tubuh, terutama hati yang merupakan targert utama dari organ – organ yang ada didalam tubuh. Kemudian ulat – ulat itu berkembang di anggota tubuh yang dimasukinya. Ia membentuk sebuah kanting yang penuh berisi dengan embrio anak – anaknya dan cairan bersih, seperti sumber air (mata air). Kantong itu terkadang membesar, sehingga bentuknya menjadi kepala embrio. Penyakit ini dinamakan penyakit kantong cairan. Indikasinya muncul sesusai dengan anggota tubuh yang ditempatinya. Indikasi yang paling berbahaya menyerang otak dan otot jantung. Untuk menyembuhkan penyakit ini tidak ada obatnya kecuali dengan operasi.

Kesimpulan

Akhirnya, terdapat sebuah kesimpulan bahawa tanah memilki keunggulan dalam membunuh kuman yang membahayakan. Jika tidak, tentu kuman akan banyak dan menyebar dari satu tempat ke tempat lainnya. Padahal, jauh sebelum mereka menemukan kesimpulan tersebut, Rasulullah SAW. telah mengukuhkan hal itu dalam hadits – haditsnya, seperti yang tercantum di atas.

Lebih dari 1400 tahun lalu Nabi SAW. Telah menyarankan untuk tidak bersentuhan dengan anjing dan air liurnya. Karena pada setiap harinya, anjing sering menjilati tubuhnya. Inilah yang memindahkan kuman – kuman pada kulit, mulut dan air liurnya. Dengan begitu, anjing berbahaya terhadap kesehatan bagi manusia.