Cara menghilangkan perasaan Galau Menurut Al-Qur’an

Iqt.unida.gontor.ac.id Setiap permasalahan pasti ada jalan keluar dengan berbagai cara penyelesaian bagi setiap individu yang menghadapinya. Hal ini senada dengan perasaan galau yang tak sedikit mampir kepada kehidupan manusia sehingga terkurung rasa gundah gulana. Dan terkadang hampir membuat seluruh manusia berkeluh kesah hingga tak jarang ada yang gantung diri atau bunuh diri. Oleh karenanya Maha benar Al-Quran sebagai jalan yang lurus (Solusi) dan tali Allah yang kokoh.

Barangsiapa yang berpegang teguh pada Al-Qur’an maka ia telah berpegang teguh pada tali yang kuat dan tidak akan putus. Maka dapat di pahami bahwa Al-Qur’an bukan hanya petunjuk hidup manusia, melainkan juga sebagai problem solving terhadap seluruh problematika kehidupan.

Sesungguhnya, jika setiap permasalahan dikembalikan kepada Allah, maka hati akan menjadi lapang. Sebagaimana dalam Firman Allah Swt berikut:

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berdzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram. (Qs. Al-Ra’du: 28).

Di antara ajaran Al-Qur’an dan Sunnah yang dapat kita implementasikan dalam mengatasi kesulitan kehidupan salah satunya cara menghilangkan perasaan galau adalah sebagai berikut:

Bersabar dan shalat

Bersabar dalam menghadapi musibah atau tantangan, artinya terus menerus berusaha merubah nasib atau keadaan dengan penuh optimis, tidak mengenal lelah putus asa, dan menyerah sampai masalahnya dapat terselesaikan atau terpecahkan. Sebab dunia tidak akan peduli dengan kesedihan kita, sampai kita sendiri yang bangkit dari kedukaan atau keterpurukan. Sebagaimana Allah Swt berfirman:

Artinya: “Sesungguhnya Allah tidak merohah Keadaan sesuatu kaum sehingga merelai meroboh keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (Q.S Ar-Ro’du: 11)

Sedekah

Cara lain yang mujarab untuk mengatasi kesulitan adalah dengan bersedekah. Apabila kita ingin dimudahkan segala urusan, maka cara yang paling ampuh adalah bersedekah seawal mungkin, sebelum kita memulai urusan tersebut. Melalui wasilah (perantara) sedekah, maka bantuan Allah akan segera turun menuntaskan segala urusan, menghalau segala bala’, mempermudah segala yang sulit, mengurai semua kerumitan, menghasilkan segala maksud dan mewujudkan semua harapan.

Memudahkan urusan orang

Mereka yang suka memudahkan urusan orang lain, maka urusannya pun akan dimudahkan lagi oleh Allah. Siapa saja yang selalu menolong sesama, maka ia pun akan ditolong lagi oleh Yang Maha Kuasa dengan berbagai cara yang dikehendakiNya. Allah Swt berfirman:

Artinya: ”Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, Maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri.”(Q.S.Al-lsra : 7)

Sadarilah bahwa lebih banyak kemudahan yang kita nikmati dari pada kesusahan yang kita derita

Salah satu bukti kasih sayang Allah kepada hamba-hambaNya adalah mengkaruniai lebih banyak nikmat daripada cobaan. Orang lebih panjang mengalami masa sehat daripada masa sakit. Lebih lama merasakan masa jaya daripada masa kejatuhan. Lebih sering untung daripada ruginya. Lebih banyak sukanya daripada dukanya Karenanya janganlah kita melupakan kebaikan-kebaikan Allah begitu saja, hanya lantaran sedang dicoba dengan suatu musibah.

Yakinlah bahwa Allah tidak akan menimpakan musibah atau cobaan di luar batas kesanggupan seseorang. 

Allah Yang Maha Bijaksana sudah pasti lebih mengetahui batas-batas kemampuan tiap hambaNya dalam menanggung musibah atau cobaan. Karena itu setiap musibah tidak akan ditimpakan begitu saja tanpa kadar yang bisa dipikul oleh hamba yang ingin dicintaiNya. Maka janganlah kita berburuk sangka sedikit pun kepada Allah atas musibah yang menimpa kita.

Al-Qur’an menegaskan dalam ayatnya yaitu: “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (Q.S. Al-Baqarah : 286).

Hakikat Ujian Dan Cobaan

Cobaan yang ditimpakan kepada seorang hamba yang saleh bukaniah karena Allah membencinya, sebaliknya justru Allah sedang mencintainya.

Nabi Muhammad SAW bersabda :“Jika Allah mencintai seorang hamba, maka Pia akan menguji hamba tersebut dengan aneka cobaan demi mendengar curahan hatinya.” (H.R Al-Baihaqy dan Ad-dailamy).

Berdo’a

Do’a adalah senjata orang yang beriman, tiangnya agama, dan cahaya yang mencerahkan langit dan bumi (H.R. Al-Hakim dan Abu Ya’la). Allah Swt juga menyuruh hamba-hambaNya agar banyak berdoa. Dalam berdo’a tersimpan harapan besar tanpa akan pertolongan dan kasih sayang Allah Yang Maha Kuasa sekaligus penegasan atas kedho’ifan (kelemahan) manusia sebagai hamba yang tiada daya dan upaya untuk meraih manfaat atau menolak madharat (bahaya) tanpa izin dan pertolongan Allah Swt.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *