Bukti Analisis Tentang Ruh Dalam Tafsir

Iqt.Unida.Gontor.ac.id Kali ini penulis akan mencoba memberikan bukti analisis dengan menjelaskan makna ruh. Term mengenai ruh sendiri memiliki makna beragam dengan ditinjau dari berbagai sudut pandang. Dalam ilmu semantik sendiri memiliki dua cara dalam pendekatan makna, yaitu makna dasar dan makna relasional. Makna dasar ruh yang ada dalam Al-Qur’an ada 6 makna, yaitu wahyu, Jibril, rahmat, Isa, malik, dan hidup. Sedangkan makna dasarnya adalah ruh, angin, dan nyaman. Apabila dikaitkan semua makna tersebut akan menjadi sebuah pengertian, bahwa ruh itu adalah sesuatu yang ghoib, hidup, bersih, dan suci dari segala keburukan, dan menjadikan manusia itu hidup, sehingga dia dapat melakukan kebajikan.

Ruh Menurut Ibnu Ma’dzum

Ibnu Ma’dzum dalam kitabnya mengatakan bahwa Ruh berarti tiupan. dinamakan tiupan karena didalam ruh itu seperti angin, yaitu dzat yang lembut dan bersih yang ada dalam diri manusia. Ruh itu sendiri merupakan dasar kehidupan manusia. Ketika kita membicarakan tentang ruh itu sendiri, kita tidak akan dapat menemukan jawaban yang tepat atau jawaban yang pastitentang ruh itu sendiri. Hal itu dikarenakan bahwasannya ruh tidak dapat dilihat atau dirasakan oleh panca indra. Ruh merupakan ilmu yang tidak mampu dipelajari oleh manusia, seperti yang telah disebutkan dalam Al-Qur’an tentang ruh:

وَ يَسْأَلُونَكَ عَنِ الرُوْحُ قُلِ الرُوْحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّي وَ ما أُوتِيْتُمْ منَ الْعِلْمِ إِلَّا قَلِيْلاً

Memahami makna Ruh

Bukti analisis bahwa Ruh diartikan sebagai wahyu, karena wahyu merupakan sebuah kabar atau berita yang Allah turunkan kepada para Nabi untuk menegakkan kalimat Allah di dunia. Wahyu merupakan sebuah hal yang dikatakan didalam Mu’jam Wasit bahwasannya wahyu berbentuk seperti sebuah suara yang disampaikan oleh Allah SWT lewat Jibril.

Ruh diartikan sebagai sebagai Jibril karena Jibril merupakan salah satu nama malaikat. Dalam agama Nasrani, Jibril disebut sebagai salah satu ketua dari para malaikat. Dalam Islam, Jibril merupakan malaikat yang paling dekat dengan Rasul. Jibril mempunyai pengaruh besar dalam hal sampainya wahyu kepada Rasulullah SAW.

Ruh diartikan sebagai rahmat, karena rahmat merupakan sebuah hadiah atau pemberian dari Allah kepada hambanya. Rahmat artinya adalah kebaikan dan nikmat. Hubungan antara ruh dan rahmat adalah bahwa ruh merupakan perintah dari Allah. Dan rahmat merupakan nikmat dan kebaikan dari Allah. Semua itu menyebabkan pada pergerakan dalam diri manusia.

Ruh diartikan sebagai Isa, karena Isa merupakan salah satu Nabi yang dikirim oleh Allah kepada orang-orang Nasrani. Ketika itu manusia sedang dalam keadaan melenceng, tidak berada pada jalan yang lurus, maka Allah menunjuk Nabi Isa untuk menuntun mereka ke jalan yang lurus. Nabi Isa membawa kitab Injil kepada manusia sebagai wahyu dari Allah.

Ruh diartikan sebagai malik. Malik merupakan salah satu makhluk ciptaan Allah yang terkenal dengan ketaatan nya kepada Allah SWT. malik merupakan jamak dari dari malaikat.

Ruh diartikan sebagai kehidupan. Kehidupan merupakan sebab hadirnya manusia didunia ini. Kehidupan merupakan kebalikan  dari kematian. Kehidupan merupakan sesuatu yang berbicara. Dan ruh merupakan suatu hal yang menyebabkan sebuah makhluk dapat hidup. Wallahu’Alam Bissawab. (Pen.Sarah IQT Mantingan/Ed.Husein)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *