Bencana Alam Dalam Perspektif Al-Qur’an

Iqt.Unida.Gontor.ac.id Ketika terjadi bencana alam, ada tiga analisa yang sering diajukan untuk mencari penyebab terjadinya bencana tersebut. Pertama azab dari Allah karena banyak perlakuan yang menyeleweng dari agama. Kedua, sebagai ujian dari-Nya. Ketiga, Sunnatullah dalam arti gejala aam atau hukum alam yang biasa terjadi. Untuk Indonesia sendiri tiga analisa tersebut semuanya memiliki kemungkinan yang sama besarnya.

Memasuki tahun baru sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia khususnya warga di dataran rendah atau daerah sungai juga rawa-rawa dalam menangani banjir. Pasalnya saat musim hujan tiba dengan curah yang tinggi, tak jarang air sungai meluap hingga membanjiri daerah setempat.

Bencana Alam Dalam Perspektif Al-Qur'an
Photo Ilustration Bencana Alam Banjir
Kisah Dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an yang turun berabad-abad lalu sudah membicarakan perihal masalah ini. Dalam beberapa kisah dalam Al-Qur’an banjir sudah menelan negeri Saba’, kaum Ad, dan kaum Nabi Nuh. Secara teologis banjir yang terjadi saat itu akibat pembangkangan umat manusia terhadap ajaran yang dibawa oleh para Nabi sebagai Utusan-Nya. Namun secara ekologis bencana tersebut bisa diakibatkan ketidakseimbangan dan disorientasi manusia ketika memperlakukan alam sekitar.

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَٰكِنْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ۖ فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ لَمَّا جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ

Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka. (Q.S Hud: 101)

Dr. Muhammad Sulaiman Al-Asyqar, mudarris tafsir di Universitas Islam Madinah pada karya tafsirnya menyatakan penafsiran dari tafsir ini adalah “Dan Kami tidaklah zalim dengan membinasakan mereka tanpa sebab dosa, namun mereka menzalimi diri sendiri dengan berbuat kekafiran dan kezaliman. Tuhan-tuhan mereka yaitu berhala-berhala yang mereka sembah tidak berguna bagi mereka untuk menyelamatkan dari azab, melainkan membuat mereka semakin menderita ketika telah datang perintah Tuhanmu untuk mengazab mereka. Berhala-berhala yang mereka sembah tidak memberikan apapun selain kehancuran dan kerugian.

Sebab dan Akibat

Banjir adalah sebuah tatanan kejadian sebab akibat yang dibuat oleh manusia sendiri, selain curah hujan yang tinggi, salah satu faktor banjir adalah ulah manusia karena membuang sampah sembarangan. Upaya-upaya dalam membasmi banjir sudah dilaksanakan, dari lembaga kepemerintahan hingga lembaga-lembaga pergerakan indie yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Namun tetap saja sampah-sampah yang membuat tersumbatnya aliran sungai belum juga lenyap. Maka memang semuanya bukanlah hanya upaya dari pemerintah dalam membasmi sampah di sungai, namun seluruh bangsa Indonesia harus sadar atas kepentingan pengelolaan sampah.

Pemberdayaan sampah-sampah di Indonesia khususnya di kota-kota besar seharusnya sudah menjadi gerakan yang didukung oleh segala aspek kehidupan karena hasilnya juga untuk semua kalangan masyarakat. Segenap bangsa Indonesia ikut turun dalam upaya mengurangi sampah demi mewujudkan Indonesia bersih sampah.

Allah sudah memperingatkan manusia untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi, apalagi hingga merusak keteraturan alam yang sudah diatur oleh-Nya. Karena jika keteraturan itu berubah alam ini sudah pasti rusak dan kacau.

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (Q.S Al-A’raf: 56)

Dalam tafsir Jalalayn, yang dimaksud berbuat kerusakan adalah dengan melakukan kemusyrikan dan perbuatan-perbuatan maksiat sedangkan Allah memperbaikinya dengan cara mengutus rasul-rasul, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut terhadap siksaan-Nya dan dengan penuh harap terhadap rahmat-Nya. Sesungguhnya rahmat Allah dekat kepada orang-orang yang berbuat baik yakni orang-orang yang berbuat taat.

Dalam ayat ini juga Allah menyuruh kita berdoa dengan perasaan takut akan tidak diterima dan penuuh harapan agar dikabulkan oleh Allah SWT. (tafsir mukhtashar).

Hikmah dan Pesan Moral

Pada setiap bencana yang menimpa manusia mengandung pesan moral, antara lain, pertama sebagai tanda peringatan Tuhan, bukankah manusia sering lengah dan lupa ? Maka dengan bencana sebenarnya manusia diingatkan agar kembali ke jalan yang lurus. Kedua, sebagai bahan evaluasi diri (muhasabah). Bencana mengandung pesan agar manusia mau melakukan introspeksi diri. Apa yang salah selama ini, jangan-jangan terdapat pandangan yang keliru tentang kehidupan yang fana ini. Manusia begitu cinta terhadap dunia, hingga lupa akan kehidupan akhirat. Padahal dunia ini sesungguhnya fana dan tidak abadi. Betapa ketika terjadi bencana gempa bumi atau tsunami misalnya hamper seluruh bangunan dan harta benda bisa lenyap dan luluh lantak seketika. Itu dapat dijadikan introspeksi agar manusia menyadari bahwa kehidupan dunia ini sementara dan fana.

Ketiga, bencana mengandung pesan tanda kekuasaan Allah yang luar biasa. Manusia tidak boleh sombong dan pongah atas segala prestasi yang dicapainya dalam pentas kehidupan dunia ini. Mestinya manusia semakin tunduk dan tawadlu’ di hadapan Tuhannya, dan semakin pandai bersyukur atas segala fasilitas di dunia ini yang disediakan Tuhan. Namun seringkali ketika manusia telah sukses, ia cenderung sombong.Tuhan tidak rela kalau baju kesombongnNya diambil alih oleh manusia, sehingga bagi orang beriman, bencana dapat dimaknai sebagai pesan bahwa kekuasaan Allah sangat hebat. Dunia ini benar-benar dalam genggaman-Nya. Wa allahu a’alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *