Pesan dan Nasehat Pra-UTS Genap 2021.

Dalam kesempatan yang berbahagia ini di hari rabu malam, 13 januari 2021, Pesan dan Nasehat yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. Abdul Hafidz Zaid, M.A. bertemakan “Belajar”. Beliau mengutip dari mahfudzot atau syair yang dikatakan oleh Imam Syafi’i radiallahu anhu kepada gurunya.

قَالَ الْإِمَامُ الشَّافِعِيُّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ: شَكَوْتُ إِلَى وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِيْ # فَأَرْشَدَنِيْ إِلَى تَرْكِ الْمَعَاصِيْ # وَأَخْبَرَنِيْ بِأَنَّ الْعِلْمَ نُوْرٌ # وَنُوْرُ اللهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِيْ

Artinya:

Telah berkata Imam Syafi’i Radhiyallahu Anhu:  Aku telah mengadukan kepada Waqi’ lemahnya hafalanku, Maka beliaupun membimbingku untuk meninggalkan maksiat.  Beliau juga memberitahukan kepadaku bahwasannya ilmu itu adalah cahaya, Dan cahaya Allah itu tidaklah diberikan kepada orang yang berbuat maksiat.

Pesan dan Nasehat Pra-UTS Genap 2021.
Pesan dan Nasehat Pra-UTS Genap 2021.

Setelah membacakan syair/mahfudzot itu beliau menyampaikan harapan serta motivasi kepada kami bahwasanya kalau nanti kami mempunyai kesempatan ke Mesir, Baik itu untuk melanjutkan studi atau wisata umroh bahkan hanya main-main pun, beliau menganjurkan kepada kami untuk ke mesjid imam syafii dan berziarah ke makam waqi yang tidak jauh dari mesjid itu. kenapa begitu? Emangnya siapakah Waqi’ itu? jawabannya adalah Waqi’ merupakan guru dari Imam Syafi’i dan didalam ruangan makamnya itu terdapat kaligrafi tulisan Mahfudzot tersebut.

Oleh karena itu beliau menganjurkan kami berkesempatan kesana. Jawaban dari keluhan Imam Syafi’i itu adalah anjuran untuk meninggalkan maksiat, karena ilmu itu cahaya dan cahaya itu tidak akan masuk kepada orang yang berbuat maksiat

Ilmu dan Maksiat

Bagaimana kita meninggalkan maksiat agar mendapatkan ilmu itu? caranya adalah dengan memaksakan diri kita untuk tidak bermalas-malasan, memaksakan diri kita untuk tidak mengerjakan apapun yang bisa melalaikan kita, seperti main game, bahkan melakukan perbuatan yang melanggar syariat. Kita harus memaksakan diri kita untuk belajar, beribadah dan melakukan hal yang bermanfaat lainnya.

Kita memahami ilmu itu tidak hanya secara kontekstual. Karena apa? Karena dalam ilmu itu terdapat keberkahan yang mana keberkahan itulah yang membawa kemanfaatan bagi diri kita dan orang lain. Contohnya seperti ada seorang penceramah disebuah tempat yang mana penceramah tersebut sangat terkenal ditempat itu padahal setiap isi ceramahnya hanya menyampaikan sedikit ilmu saja akan tetapi orang banyak terpukau dan bisa mengamalkan apa yang ia sampaikan.

Sedikit kesimpulan yang bisa kita ambil dari Pesan dan Nasehat yang disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. Abdul Hafidz Zaid, M.A. Diatas adalah kita harus memaksakan diri kita untuk meninggalkan maksiat dan belajar dengan maksimal, agar ilmu yang kita punya banyak dan luas serta bermanfaat bagi khalayak ramai.

Studi Akademik Ke Jombang

Objek kedua dari studi akademik Program Sudi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester 2 angkatan 2019 UNIDA Gontor Ke PonPes Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur, Indonesia.

Pondok Pesantren Darul Ulum


Pondok Darul Ulum Jombang ( ustad Dr. Afifuddin dimyathi M.A )
Kami tiba di lokasi Pondok Darul Ulum pada pukul 13:30 dan kami stop di depan Akper Darul Ulum dan kemudian kami berjalan jalan menuju Pondok Darul Ulum yang tidak jauh dari Akper Darul Ulum dan memasuki kawasan ASRAMA HQ dan kami berkumpul di salah satu aula pertemuan setelah Sampai kami menunju Ustad Afifuddin datang untuk mengisi kajian Balaghah Qur’aniyah dan ulumul Qur’an.

Hikmah Al-Qur’an

Dalam Al-Qur’an ada hikmah dengan diturunkannya dalam bahasa Al-Qur’an, tidak semua orang yang membaca alquran pasti faham, sebelum membaca perlu adanya pemahaman terlebih dahulu sebelum dapat membacnya. Seperti firman Allah “Wakallamallahu Musa Taklima”, bahwa Allah benar-benar mengajak bicara nabi musa akan tetapi mukatazilah yang menafikkan sifat Allah membaca dengan Wakallamalloha Musa Taklima, dan masih banyak lainnya, sehingga perlu adanya pemahaman terlebih dahulu. Dengan diturunkannya Al-Qur’an dalam bahasa arab hal ini sangat memudahkan manusia dalam membaca memahami menghafal.

Keindahan Bahasa Al-Qur’an

Dalam penelitian bahasa arab memiliki kosa kata lebih banyak dari bahasa lainnya, sehingga kata bahasa Al-Qur’an memiliki makna detail yang lebih jelas, sehingga tiap katanya memiliki arti yang sangat luas sehingga dengan bahasa arab Al-Qur’an lebih singkat dari pada bahsa lain. Banyak hal yang hanya bisa di jelaskan dengan lebih dari satu kata dalam bahasa lain akan tetapi dalam bahasa arab hal itu cukup dijelaskan dalam satu kata. Akan tetapi meski diturunkan dalam bahasa arab orang kafir asli arab bahkan yang ahli syair pun tidak bisa menandingi Al-Qur’an, terutama Keindahan-keindahan bahasa dalam Al-Qur’an.

Keindahan kata – penggunaan kata yang jarang digunakan seperti penggunaan kata Itsaqoltum, dalam pengucapannya akan terasa berat karena begitu pula maknanya akan merasa beratnya orang-orang munafik,
Penggunaan kata Lamallayubattianna.. setiap orang yang membaca ayat ini pasti akan memelankan bacaannya karena kalau dibaca cepat pasti akan sulit diucapkan begitu pula maknanya memperlambat.
Keserasian kata-
Keserasian kata dan makna-
Keserasian kata dengan kata sebelumnya-

Kajian ilmu al-ma’ani (Kajian alquran dari maknanya)

Kajian al-bayan
Penyampaian makna dengan cara yang menyentuh.
Dengan belajar balaghoh kita harus semakin yakin bahwa alquran tidak dibuat oleh manusia.
Selain itu kita bisa belajar adab interaksi pada alloh seperti pada surat al-fatihah.

I’jaz lughowi hanya salah satu dari i’jaz alquran , dan i’jaz lughowi arahnya pada balaghoh.

IQT Camp: Rutinitas Tahunan Prodi Ilmu Qur’an dan Tafsir

IQT Camp merupakan sesi akhir penutupan dari rentetan acara IQT Week, dimana kegiatan ini merupakan program tahunan. Yang diselanggarakan oleh prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, dengan tujuan untuk meningkatkan keilmuan dalam kajian, dan meningkatkan hafalan Qur’an Mahasiswa serta kegiatan Tadabbur Alam.

Malam api unggun gembira

Acara ini di adakan selama 4 hari berturut-turut dan akhirnya di tutup dengan acara kemah (camp) yang diadakan di Pantai Mutiara Trenggalek. Adapun Rentetan acara ini. Sejak hari pertama dibuka dengan Forum kajian  Tafsir bersama syaikh dari Yaman yang bernama Dr. Rashed Mansoor Mohammed Al-Sabahi, dihari kedua diisi dengan kajian bersama ustad Dr. Khalid Muslih, lalu di sore harinya diisi dengan pertandingan futsal antar semester, dan terakhir pada hari keempat yaitu diisi dengan acara Kemah (ngecamp) di Pantai Mutiara Trenggalek.

Pada kegiatan ini dikuti segenap civitas akademika yang teridiri seluruh mahasiswa dari prodi IQT, seluruh dosen Prodi dan bebarapa dosen fakultas ushuluddin.

Rentetan acara IQT Camp

Rentetan acara ini dimulai dengan pelepasan yang dilepas oleh pak dekan Fakultas Ushuluddin. Yang mana dalam sambutan beliau “Segenap mahasiswa agar selalu ingat dengan tujuan awal yaitu belajar, belajar berinteraksi langsung dengan alam yang merupakan bagian dari pendidikan. Yang namanya rekreasi ialah ketika kita bisa melihat, mendengar akan lingkungan sekitar yang dilewati selama dalam perjalanan, dan selalu agar mempersiapkan serta memeriksa peralatan yang akan dibawa sampai transportasi yang digunakan.”tegasnya.

Sesampainya dilokasi para mahasiswa mendirikan tenda dipinggir pantai, tenda mahasiswa dan Dosen, dan menjelang malamnya tepatnya setelah sholat, di isi dengan acara Sharing ilmu dari Mahasiswa yg Berprestasi dan beberapa dari Dosen. Selanjutnya makan bersama dengan menu seafood cumi dan tenggiri bakar, dimakan dengan bersama diiringi oleh suara ombak dan angin pantai yang begitu sejuk dan ramah dikala malam itu.

Ketika sedang menikmati makan malam dengan sensasi yang baru di tepi pantai serta dinanti oleh susunan kayu yang siap di bakar untuk acara api unggun dan bakar jagung sehabis shalat isya nanti.

Pada subuh harinya di mulai dengan shalat berjamaah dan setoran tahfidz bersama para dosen serta diskusi tentang keilmuan seputar Ilmu Pendidikan islam. sehabis acara ini lomba dan foto bareng menyusul untuk seluruh dosen dan mahasiswa.

semoga acara ini kedepannya dapat meriah dan berjalan dengan lancar kembali di destinasi selanjutnya serta kajian dan diskusi yang semakin mendalam lagi untuk seluruh keluarga besar Program Studi Ilmu Qur’an dan Tafsir dengan memupuk rasa kekeluargaan yang lebih dekat dan harmonis,

Kompetisi Futsal se-Karesidenan Madiun 2019

Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yang mewakili Fakultas Ushuluddin mendapatkan juara 2 dalam Kompetisi Futsal se-Karesidenan Madiun yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Ponorogo. Pertandingan yang di panitiai oleh UKM Bola (unit kegiatan mahasiswa) Universitas Muhammadiyah Ponorogo ini diselenggarakan di Gor Batorokatong di Jalan Baru kabupaten ponorogo kota. Pertandingan ini diadakan untuk memupuk rasa persahabatan antar kampus di Ponorogo-madiun ini.

Kompetisi Futsal se-Karesidenan Madiun 2019
pemain menggiring bola

Acara yang di beri nama Kompetisi Futsal se-Karesidenan Madiun ini dilaksanakan selama 4 hari, dari hari rabu hingga hari sabtu malam. Dihitung dari tanggal 11 sampai tanggal 14 september 2019.

Pertandingan ini dari awal hingga akhir acara dimulai di Gelanggang olahraga remaja Batarokatong Ponorogo, yang bertepatan di jalan Jl. Pramuka No.6, Sultanagung, Nologaten, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63411.

Adanya pertandingan ini dapat melatih skill dan mental mahasiswa dalam berprestasi secara nyata. Disamping untuk meraih prestasi itu mahasiswa juga dapat meningkatkan jiwa sosialnya dengan menambah relasi pertemanan dengan mahasiswa antar kampus yang berbeda di ponorogo ini.

Peserta Pertandingan

Dalam pertandingan ini ada sebanyak 16 tim yang ikut berpartisipasi dalam pertandingan futsal ini yang berasal dari berbagai kampus yang berbeda. Alhamdulillah pada kesempatan ini Tim Ushuluddin dari UNIDA Gontor yang beranggotakan 10 mahasiswa, terdiri dari 9 mahasiswa dari Prodi IQT (Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir) dan 1 dari Prodi AFI (Akidah Filsafat Islam). Dengan pemain sebagai berikut:

Semester 3 IQT diikuti oleh Alvian Bhakti, Ichsan Nur Falah, M. Nur Haqim, Ahnaf Gilang, M. Fadli, Zulfadli, Fandi Erdiansyah, Abdul Majid. dari semester 1 IQT diikuti oleh Ahmad Sayuti, dan semester 3 AFI diikuti oleh Rifqi inani.

Alhamdulillah pada kesempatan lomba ini dapat Meraih Juara 2. dengan Prestasi ini kita mendapatkan 1 Trophy, Sertifikat dan Uang tunai sebesar Rp 750.000.

Kompetisi Futsal se-Karesidenan Madiun 2019
sesi akhir pembagian hadiah

Semoga dengan terselenggaranya pertandingan ini dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik dapat menumbuhkan Semangat mahasiswa UNIDA Gontor dan khususnya mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir untuk kedepannya dalam Berprestasi di segala macam bidang, akademis maupun non-akademis.

Futsal Cup Unida 2019

Kali ini ada yang seru dengan keikutsertaan IQT dalam Futsal Cup Unida kali ini, nah, bagaimana keseruan pertandingan ini? dan sejauh mana mahasiswa IQT ikut andil dalam acara ini, yuk kita simak!

Internal cup adalah pertandingan futsal antar warga Universitas Darussalam Gontor baik yang mewakili dosen, staf, mahasiswa hingga karyawan yang mana mereka mewakili daerah, prodi ataupun hanya kelompok kecil yang mereka buat sendiri.  Internal cup diadakan oleh dewan mahasiswa (DEMA) sebagai acara rutin tahunan di universitas Darussalam gontor.

Pada acara internal cup yang diadakan dari tanggal 4 sampai tanggal 9 juli 2019. Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir mempunyai utusan dari semester 3 yg bernama Jalalain FC, yang mana Jalalain FC tersebut dapat memenangkan juara 3 setelah 5 kali berlaga dari pertandingan tersebut.

Seperti yang di sampaikan oleh Ustadz Indrayana Nugroho bahwasanya “Internal cup adalah ajang untuk kita berlaga di bidang futsal yang mana acara ini diadakan untuk menjalin silaturahim antar sesama warga UNIDA Gontor agar lebih erat dan saling kenal, oleh karena itu Pertandingan ini sangat menjunjung tinggi nilai-nilai sportifitas” Imbuh ketua internal cup tersebut.

Siapakah para pemenangnya?

Alhamdulillah dari pertandingan ini mendapatkan tiga tim pemenang yang unggul dari laga ini, yang pertama dimenangkan oleh tim bernama “Plat AG” yg mana Plat AG tersebut adalah sekumpulan mahasiswa yang berasal dari Kampungnya pak Soekarno yakni Blitar.

Futsal Cup Unida 2019
Futsal Cup Unida 2019
Penyerahan Trophy kepada Kepala Prodi

Tim yang dapat merebut juara dua adalah “Sunrise” yang mana tim ini berasal dari sekelompok mahasiswa dari alumni Gontor 5 Darul Muttaqin. Lalu, juara 3 dapat dimenangkan oleh tim “Jalalain FC” yang berasal dari mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semester 3.

Itulah 3 tim yang unggul dalam pertandingan yang berjumlah 30 tim yang berlaga. Juara 1 mendapatkan Trophy + Sertifikat dan 3 Ekor Ayam Bakar. Juara 2 mendapatkan Trophy + Sertifikat dan  2 Ekor Ayam Bakar. Dan juara 1 mendapatkan Thropy + Sertifikat dan 1 Ekor Ayam Bakar. Semoga tiga tim yang unggul dapat meningkatkan prestasinya lagi untuk ajang pertandingan di masa yang akan datang.