Bencana Alam Dalam Perspektif Al-Qur’an

Iqt.Unida.Gontor.ac.id Ketika terjadi bencana alam, ada tiga analisa yang sering diajukan untuk mencari penyebab terjadinya bencana tersebut. Pertama azab dari Allah karena banyak perlakuan yang menyeleweng dari agama. Kedua, sebagai ujian dari-Nya. Ketiga, Sunnatullah dalam arti gejala aam atau hukum alam yang biasa terjadi. Untuk Indonesia sendiri tiga analisa tersebut semuanya memiliki kemungkinan yang sama besarnya.

Memasuki tahun baru sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia khususnya warga di dataran rendah atau daerah sungai juga rawa-rawa dalam menangani banjir. Pasalnya saat musim hujan tiba dengan curah yang tinggi, tak jarang air sungai meluap hingga membanjiri daerah setempat.

Bencana Alam Dalam Perspektif Al-Qur'an
Photo Ilustration Bencana Alam Banjir
Kisah Dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an yang turun berabad-abad lalu sudah membicarakan perihal masalah ini. Dalam beberapa kisah dalam Al-Qur’an banjir sudah menelan negeri Saba’, kaum Ad, dan kaum Nabi Nuh. Secara teologis banjir yang terjadi saat itu akibat pembangkangan umat manusia terhadap ajaran yang dibawa oleh para Nabi sebagai Utusan-Nya. Namun secara ekologis bencana tersebut bisa diakibatkan ketidakseimbangan dan disorientasi manusia ketika memperlakukan alam sekitar.

وَمَا ظَلَمْنَاهُمْ وَلَٰكِنْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ۖ فَمَا أَغْنَتْ عَنْهُمْ آلِهَتُهُمُ الَّتِي يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ لَمَّا جَاءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ

Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri, karena itu tiadalah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka. (Q.S Hud: 101)

Dr. Muhammad Sulaiman Al-Asyqar, mudarris tafsir di Universitas Islam Madinah pada karya tafsirnya menyatakan penafsiran dari tafsir ini adalah “Dan Kami tidaklah zalim dengan membinasakan mereka tanpa sebab dosa, namun mereka menzalimi diri sendiri dengan berbuat kekafiran dan kezaliman. Tuhan-tuhan mereka yaitu berhala-berhala yang mereka sembah tidak berguna bagi mereka untuk menyelamatkan dari azab, melainkan membuat mereka semakin menderita ketika telah datang perintah Tuhanmu untuk mengazab mereka. Berhala-berhala yang mereka sembah tidak memberikan apapun selain kehancuran dan kerugian.

Sebab dan Akibat

Banjir adalah sebuah tatanan kejadian sebab akibat yang dibuat oleh manusia sendiri, selain curah hujan yang tinggi, salah satu faktor banjir adalah ulah manusia karena membuang sampah sembarangan. Upaya-upaya dalam membasmi banjir sudah dilaksanakan, dari lembaga kepemerintahan hingga lembaga-lembaga pergerakan indie yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Namun tetap saja sampah-sampah yang membuat tersumbatnya aliran sungai belum juga lenyap. Maka memang semuanya bukanlah hanya upaya dari pemerintah dalam membasmi sampah di sungai, namun seluruh bangsa Indonesia harus sadar atas kepentingan pengelolaan sampah.

Pemberdayaan sampah-sampah di Indonesia khususnya di kota-kota besar seharusnya sudah menjadi gerakan yang didukung oleh segala aspek kehidupan karena hasilnya juga untuk semua kalangan masyarakat. Segenap bangsa Indonesia ikut turun dalam upaya mengurangi sampah demi mewujudkan Indonesia bersih sampah.

Allah sudah memperingatkan manusia untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi, apalagi hingga merusak keteraturan alam yang sudah diatur oleh-Nya. Karena jika keteraturan itu berubah alam ini sudah pasti rusak dan kacau.

وَلَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ

Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (Q.S Al-A’raf: 56)

Dalam tafsir Jalalayn, yang dimaksud berbuat kerusakan adalah dengan melakukan kemusyrikan dan perbuatan-perbuatan maksiat sedangkan Allah memperbaikinya dengan cara mengutus rasul-rasul, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut terhadap siksaan-Nya dan dengan penuh harap terhadap rahmat-Nya. Sesungguhnya rahmat Allah dekat kepada orang-orang yang berbuat baik yakni orang-orang yang berbuat taat.

Dalam ayat ini juga Allah menyuruh kita berdoa dengan perasaan takut akan tidak diterima dan penuuh harapan agar dikabulkan oleh Allah SWT. (tafsir mukhtashar).

Hikmah dan Pesan Moral

Pada setiap bencana yang menimpa manusia mengandung pesan moral, antara lain, pertama sebagai tanda peringatan Tuhan, bukankah manusia sering lengah dan lupa ? Maka dengan bencana sebenarnya manusia diingatkan agar kembali ke jalan yang lurus. Kedua, sebagai bahan evaluasi diri (muhasabah). Bencana mengandung pesan agar manusia mau melakukan introspeksi diri. Apa yang salah selama ini, jangan-jangan terdapat pandangan yang keliru tentang kehidupan yang fana ini. Manusia begitu cinta terhadap dunia, hingga lupa akan kehidupan akhirat. Padahal dunia ini sesungguhnya fana dan tidak abadi. Betapa ketika terjadi bencana gempa bumi atau tsunami misalnya hamper seluruh bangunan dan harta benda bisa lenyap dan luluh lantak seketika. Itu dapat dijadikan introspeksi agar manusia menyadari bahwa kehidupan dunia ini sementara dan fana.

Ketiga, bencana mengandung pesan tanda kekuasaan Allah yang luar biasa. Manusia tidak boleh sombong dan pongah atas segala prestasi yang dicapainya dalam pentas kehidupan dunia ini. Mestinya manusia semakin tunduk dan tawadlu’ di hadapan Tuhannya, dan semakin pandai bersyukur atas segala fasilitas di dunia ini yang disediakan Tuhan. Namun seringkali ketika manusia telah sukses, ia cenderung sombong.Tuhan tidak rela kalau baju kesombongnNya diambil alih oleh manusia, sehingga bagi orang beriman, bencana dapat dimaknai sebagai pesan bahwa kekuasaan Allah sangat hebat. Dunia ini benar-benar dalam genggaman-Nya. Wa allahu a’alam.

Arti Pendidikan Selama 6 Tahun di Pondok Modern Gontor!

Pondok Modern Darussalam Gontor mendidik para santrinya untuk menjadi seorang yang ‘alim, mu’alim, mufakkir, mujahid, dan muharrik. Inilah merupakan tujuan dari arti sebuah pendidikan selama 6 tahun digontor yang memiliki arti tersendiri. Karena tidak semua yang ‘alim itu mujahid, tidak semua yang muharrik itu ‘alim dan tidak semua yang mu’alim itu mufakkir.

Arti pendidikan selama 6 tahun di Gontor
silaturrahim bersama ikpm malaysia

Yang membuat Gontor bertahan hingga saat ini adalah filosofinya

Gontor bertahan hingga saat ini dikarenakan segala sesuatu didalamnya berfilosofi, filosofi yang merupakan asas dasar pendidikan juga tentu terdapat sebuah arti dari pendidikan selama 6 tahun digontor. Salah satunya adalah pelajaran yang dipelajari oleh santri Gontor dari kelas 1 sampai kelas 6. Pada kelas 1-2 para santri dididik untuk menjadi Mu’min, muslim dan Muhsin. Sedangkan kelas 3-4 para santri dididik untuk menjadi ulama, dan pada kelas 5-6 para santri dididik untuk menjadi Khalifah (pemimpin).

Berbagai macam pengetahun baru tentang Gontor telah didapatkan oleh para Mahasiswi program studi ilmu Al Qur’an dan Tafsir semester 5 dari IKPM Malaysia khususnya Ustadz Arifin Ismail. Inilah Gontor, sebuah Pondok Pesantren yang berusaha melahirkan para mujahid Islam fisabilillah.

Curiculum Vitae sebagai takaran hidup

Curiculum Vitae (CV) sebagai takaran hidup. beranjak dari sinilah mahasiswi UNIDA Gontor ketika silaturrahim bersama IKPM malaysia diarahkan kepada penulisan Curiculum Vitae yang merupakan bagian dari penulisan perjalanan hidup, yang mana bentuk dari rekaman jejak seseorang dalam berjuang meraih impian didalam karir selama hidupannya.

Curiculum Vitae sebagai takaran hidup
Mahasiswi program studi ilmu Al Qur’an dan Tafsir sedang melakukan kajian bersama ustadz Rohmad, ustadz Ali serta para IKPM Malaysia

Setiap orang punya cerita dan setiap cerita memiliki kelebihan masing-masing

Kata-kata mutiara yang disampaikan oleh Ustadz Rohmad sebagai motivasi dalam penulisan Curiculum Vitae bagi para mahasiswi

Ustadz Rohmad selaku pembimbing ilmu Al Qur’an dan Tafsir dalam nasehatnya berkata bahwa ” penulisan Curiculum Vitae sangat penting khususnya bagi para mahasiswa dan mahasiswi”. Mengapa?

Karena dengan menulis Curiculum Vitae sebagai takaran hidup seseorang dapat mengetahui takaran hidupnya sebagai perjalanan hidup, sehingga dapat menambah semangat dalam menuntut ilmu bahkan mencari pengalaman baru didalam kehidupan.

Bayangankan, sudah berapa lama kita hidup di dunia? Sudah berapa banyak pengalaman yang telah kita dapatkan? Dan sudah berapa banyak prestasi yang kita raih?

Dengan demikian maka tulislah rekaman jejak perjuanganmu dalam bentuk Curiculum Vitae (CV). Karena seperti pepatah mengatakan hanya dengan menulis dunia akan mengenangmu.

Presentasi Makalah di USIM dipersembahkan oleh Dua Mahasiswi UNIDA

Presentasi makalah oleh dua mahasiswi UNIDA di USIM (Universitas Sains Islam Malaysia) Dengan judul Integrasi antara Al Qur’an dan Sains (Pengertian, perdebatan ulama, aspek positif dan negatifnya), dalam acara Seminar Integrasi dan Sains, yang dipresentasikan oleh Hasya An Umillah Lathifah dan Muyassaroh mahasiswi Universitas Darussalam Gontor Program Studi Al Qur’an dan Tafsir semester 5.

Presentasi Makalah di USIM dipersembahkan oleh Dua Mahasiswi UNIDA

” experience is the best teacher, itulah alasan saya memberanikan diri untuk presentasi makalah di USIM. Walau dengan kurangnya persiapan, saya cukup yakin Allah akan bantu. Atas segalanya saya ucap syukur dan terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan” perasaan yang ungkapkan oleh Muyassaroh setelah mempresentasikan makalahnya di Universitas Sains Islam Malaysia.

Keberanian, percaya diri dan berfikir positif adalah awal dari langkah menuju kesuksesan

Itulah pesan yang disampaikan oleh Hasya An Umillah Lathifah, bahwasannya kita harus yakin dan percaya bahwa kita bisa. Karena apa yang kita fikirkan akan berpengaruh dengan apa yang kita lakukan.

Pengalaman ini dapat dijadikan motivasi untuk para mahasiswa dan mahasiswi. Karena sesungguhnya setiap orang memiliki potensi dan kelebihan masing-masing, sisanya adalah bagaimana usaha kita untuk menggali potensi tersebut.

Perhatian Pemerintah Malaysia dalam Percetakan Al Qur’an

Assalamualaikum, Sahabat-sahabat sekalian para civitas akademika UNIDA Gontor, kembali lagi bersama kami peserta SPL Malaysia. Pada hari Selasa, 10 September 2019 kami beserta dosen pembimbing dan ditemani oleh para asatidz IKPM Malaysia mengunjungi tempat Percetakan Al Qur’an terbesar ke dua di dunia. Tempat ini digunakan sebagai perhatian pemerintah Malaysia dalam Percetakan Al Qur’an.

Perhatian Pemerintah Malaysia dalam Percetakan Al Qur'an
Mahasiswi IQT mengunjungi Percetakan Al-Qur’an Malaysia yang terbesar kedua di dunia

Percetakan ini sudah berdiri sejak tahun 1987, dan mulai beroperasi pada tahun 1990. Mulai tahun ini lah yayasan percetakan ini melatih dan mendidik anak-anak muda Malaysia untuk mempelajari dan menyalin Al Qur’an yang mana mereka menekuni pembelajaran mushaf Al Qur’an, lalu setelah itu mereka akan memulai menulis Al Qur’an dan kemudian dicetak

Tahukah kalian, berapa lama Qur’an itu dicetak hingga bisa ke tangan kita?

Al Qur’an memiliki proses yang lumayan lama, sampai memakan waktu bertahun-tahun, lebih tepatnya 5 tahun. Dan inilah proses-prosesnya :

1. Pembuatan ornamen pada Al Qur’an dengan unsur makhluk hidup seperti buah, tumbuhan, dan juga hewan.

2. Selanjutnya adalah memasukan ornamen tadi ke grafis komputer

3. Lalu mulailah dirancang warnanya

4. Setelah itu diberi garis pada ornamen tersebut

5. Dan kemudian proses pewarnaan secara menyeluruh. Proses ini memakan waktu 5-6 bulan

6. Proses selanjutnya adalah proses penulisan khat

7. Lalu kemudian tulisan Al Qur’an ditashih kepada Dewan Pentashih

8. Kemudian tulisan itu dikomputerisasi

9. Dan yang terakhir adalah proses percetakan

Penulis Al Qur’an disini berjumlah 5 orang, mereka akan dibagi bagi dalam penulisan Al Qur’an. Tetapi walaupun dalam satu Al Qur’an ada 5 penulis, tetapi tulisan ini tidak ada perbedaan karena para kaatib belajar dari guru yang sama

Dan tahukan kalian, apakah alat yang digunakan kaatib untuk menulis khat Al Qur’an?

1. Qalam yang diambil dari kulit landak dan juga batang bambu

2. Tinta yang digunakan berasal dari minyak soya dan minyak kelapa sawit

Nah, itulah proses-proses yang dilakukan percetakan ini hingga dapat sampai ke tangan pembaca Al Qur’an di Malaysia bahkan percetakan ini juga mengirimkan Al Qur’an sampai ke negeri-negeri minoritas muslim seperti Kamboja atau bahkan Rohingia. Semoga setelah kita mengetahui proses percetakan Al Qur’an sebagai perhatian Pemerintah Malaysia dalam mendapat kencitaan kita terhadap Al Qur’an. Terimakasih, salam dari Malaysia

Wassalualaikum wr.wb

Melacak filosofi Gontor bersama IKPM Malaysia

Dalam melacak filosofi gontor, ada sebuah pertanyaan yang menggelitik. Apakah yang telah diubah oleh santri Gontor dalam dirinya, tanpa ia sadari? “Jawabannya adalah MENTAL, tanpa santri Gontor sadari, Gontor telah mengubah mentalnya yang kerupuk menjadi mental baja” Gontor mendidik santrinya dengan kedisiplinan, kemandirian, bahkan kepemimpinan sehingga mental anak Gontor adalah mental baja, menjadi sang Pejuang fisabilillah

Melacak filosofi Gontor bersama IKPM Malaysia
Kunjungan Mahasiswi IQT ke Al-Ustadz Arifin Ismail

Selama di Gontor, santri belajar selama 6 tahun. Gontor berusaha melahirkan para Khalifah di bumi sesuai dengan firman Allah pada surat Al Baqarah ayat 30

Maka, selama santri 6 tahun di pondok, tahun 1-2 santri dididik menjadi Mu’min yang baik, tahun 3-4 santri dididik untuk menjadi ulama yang baik dan pada tingkat akhir kelas 5-6 santri dididik untuk menjadi Khalifah yang baik.

Berbagai macam pengetahuan dalam melacak filosofi gontor telah didapatkan oleh mahasiswi ilmu Al Qur’an dan Tafsir dari Al Ustadz Arifin Ismail beliau adalah alumni Gontor Putra 1 pada tahun 1979.

Metode Dakwah yang Unik

Islam adalah agama yang membawa kebenaran. Berdakwah, mengajak setiap manusia menuju jalan yang benar adalah tugas bagi seorang muslim dan muslimah. Sehingga diperlukan metode dakwah yang baik

Metode Dakwah yang Unik
Mahasiswi IQT Berpose di depan Museum Kesenian Islam Malaysia

Mahasiswi Program Studi Ilmu Al Qur’an dan Tafsir semester 5 mendapatkan metode berdakwah yang unik setelah mengunjungi Islamic Art Museum, Malaysia yaitu berdakwah dengan seni Islam. Islamic Art Museum Malaysia adalah Museum Sejarah Islam terbesar se Asia Tenggara.

Berbagai macam seni Islam dapat kita temukan disana seperti, masjid, Al Qur’an, galeri perhiasan yang berasal dari seluruh dunia. Syed Muhammad Al-Bukhary ingin menyebarkan agama Islam dengan seni maka didirikanlah Islamic Art Museum di Malaysia.

Dalam hal ini dapat kita simpulkan bahwa metode dakwah tidak harus dengan ceramah, menulis, mengajar namun berdakwah dapat menggunakan seni Islam salah satunya adalah kaligrafi. Janganlah putus asa wahai muslim dan muslimah, tetaplah berkaya untuk jihad fii sabilillah.

Inilah ciri khas terunik di Malaysia, yang harus kamu ketahui !

Yang dipertuan Agong adalah gelar untuk raja di Malaysia. Sistem pemerintahan Negara Jiran ini adalah pemerintahan beraja. Raja Malaysia yang sekarang adalah Al Musthafa Billah Shah Ibnu Sultan Haji Ahmad Shah Alam Musta’in Billah, kediaman raja Malaysia berada di istana-istana. Salah satunya adalah Istana Negara Malaysia. Inilah ciri khas terunik di Malaysia

Inilah ciri khas terunik di Malaysia, yang harus kamu ketahui !
Mahasiswi IQT berpose di depan Istana Negara Malaysia

Istana Negara Malaysia adalah kompleks kerajaan yang terletak di jalan duta Kuala Lumpur Malaysia. Istana ini diresmikan pada tanggal 15 November 2011, sedangkan Istana Negara yang berada di jalan istana dijadikan museum Kerajaan Malaysia

Inilah ciri khas terunik dan terpenting di Negara Malaysia. Malaysia adalah salah satu negara yang masih menggunakan pemerintahan kerajaan, bahkan menurut Tun Muhammad Saleh Abbas “Pemerintahan beraja merupakan salah satu unsur tradisional dalam perkembangan Malaysia”. Maka, tak heran apabila tempat ini sangat banyak dikunjungi oleh para turis karena selain mendapatkan view yang bagus kita juga dapat memahami kerajaan lebih mendalam.

Menara Petronas wujud kesuksesan guru dalam mendidik

Kuala Lumpur, Malaysia- 37 peserta Studi Pengayaan Lapangan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UNIDA Gontor melakukan kunjungan ke KLCC (Kuala Lumpur City Centre), Menara Petronas ini mulai dibangun pada awal Maret 1993 dan diresmikan pada tahun 1999.

Menara Petronas wujud kesuksesan guru dalam mendidik
Mahasiswi IQT UNIDA berpose di menara kembar petronas

Menara ini dibangun dengan ketinggian 452m diatas permukaan tanah dengan pondasi sedalam 120 m. Gedung kembar ini adalah pusat perkantoran Petronas dan cabang2 perusahaannya, juga terdapat Suria KLCC dilantai dasar, dan juga Dewan Filharmonic Malaysia.

Simbol Perekonomian Malaysia

Gedung kembar ini menjadi simbol perekonomian Malaysia yang berkelas dan bertaraf Internasional. Pada masa peresmiannya gedung ini menjadi gedung tertinggi di dunia sebelum dikalahkan oleh Taipei 101 dan Burj Khalifa di Dubai.

Petronas adalah perusahaan minyak dan gas terbesar yang paling menguntungkan ke-13 di dunia dan pertama di Asia dipimpin oleh Tan Sri Shamsul Azhar bin Abbas selaku CEO Petronas, Petronas didirikan pada 17 Agustus 1974.

Tahukah kalian ? Dua dekade yang lalu Petronas bertandang ke Indonesia dan menjadi murid Pertamina (Perusahaan minyak dan gas milik Indonesia) untuk belajar pengelolaan minyak dan gas ke Pertamina.

Mereka ingin mencontoh kesuksesan pertamina yang pada tahun 1980-1990an mencapai 1,5juta barel per hari. Prestasi Indonesia di bidang ini memang patut di banggakan, belom genap 20 tahun sejak kemerdekaan saja Indonesia sudah masuk di Organisasi Negara Pengekspor Minyak Dunia (OPEC), berdiri sejajar dengan negara Arab Saudi, Qatar, dan Venezuela.

Tak hanya sekedar anggota, bahkan Indonesia memiliki peran sangat penting dalam menentukan kebijakan pasar dunia. Tak heran, begitu diluncurkan Petronas menyasar Indonesia sebagai tempat berguru dalam pengelolaan minyak.

Menara Petronas yang dikenal sebagai Menara Kembar ini dapat dikunjungi setiap hari kecuali hari Senin, guna perawatan gedung. Liftnya beroprasi dari pukul 09.00 pagi sampai 19.00, pembelian tiket harus dibeli langsung di tempat dengan kuota tertentu setiap harinya.

Sebelumnya, menara ini bebas dikunjungi siapapun, dan kapanpun. Namun seiring berjalannya waktu pemeliharaan sangat dibutuhkan demi memaksimalkan perawatan gedung indah itu.

“dapat melihat twin tower secara langsung sangat mengesankan, mengingatkan saya bahwa menuntut ilmu bisa dimana saja dan kapan saja, Tinggal pengimplementasiannya direalisasikan sesuai dengan bidang masing-masing” Ujar Muyassaroh, salah satu mahasiswi IQT 5

Pembelajaran Tafsir Metode SACASAQU (Smart Card Sains Qur’an)

Keinginan umat Islam untuk mengkaji dan mendalami al-Qur`an begitu besar. sehingga banyak metode pembelajaran tafsir yang ditawarkan. Nah, kali ini akan kami tawarkan metode yang innovatif. yaitu metode SACASAQU. Nah apa yang dimaksud dengan metode tersebut dan bagaimana penerapannya?

SACASAQU “Smart Card Sains Qur’an” Inovasi Media Pembelajaran Tafsir Ilmi yang Universal, merupakan sebuah media pembelajaran tafsir ilmi terbaru untuk mensosialisasikan tafsir ilmi klik disini bagi masyarakat luas demi terwujudnya literasi Al-Qur’an di Indonesia.

Gambar Produk SACASAQU yang digagas oleh 3 mahasiswa IQT

Produk ini digagas oleh Maryam Arrosikha (IQT7), Hanifah Amini (IQT5), Afifah Adz-Dzakiyah Bukhori (IQT5) mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Universitas Darussalam Gontor dalam ajang Program Kreatifitas Mahasiswa pada bidang Karsa Cipta yang secara rutin diadakan oleh KEMENRISTEKDIKTI.

SACASAQU ini dikemas dalam bentuk flash card didampingi modul pembelajaran. Setiap 1 paket sacasaqu terdiri dari 25 kartu dengan 5 tema dan diwarnai sesuai tema; Biru untuk Langit, Coklat untuk Bumi, Merah untuk Manusia, HIjau untuk Flora dan Oren untuk  Fauna.

Produk ini akan dipresentasikan pada hari Senin, 24 Juni 2019 di Universitas Negeri Surabaya dalam acara monitoring evaluasi penyelenggaraan PKM. Universitas Darussalam Gontor sendiri menjadi salah satu kontingen yang mengirim 3 kelompok pada acara Program Kreatifitas Mahasiswa tahun ini, untuk bidang yang berbeda-beda.

“Produk ini sebagai jawaban demi terselenggaranya literasi Al-Qur’an di Indonesia, agar masyarakat sadar akan keagungan Al-Qur’an dan Islam sebagai agama Rahmatan Lil ‘Alamin” klik disini ujar sang-ketua PKM SACASAQU Maryam Arrosikha.

“diharapkan adanya produk ini dapat membantu pelajar Muslim dalam memahami dan mendalami makna Al-Qur’an serta mengkaji lebih lanjut ilmu-ilmu kontemporer yang terkandung di dalamnya” sambung Afifah Adz-Dzakiyah rekan di PKMnya.