Mundzirul Qoum Hari Ini : Realisasi Adab di era Modern

وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَائِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. (At-Taubah:122)

Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam Tafsir Al-Munir menjelaskan bahwa kalimat lampau dalam permulaan ayat ini digunakan sebagai bentuk celaan atas meninggalkan perkerjaan yang telah lalu dan perintah untuk masa mendatang. Tentu hal ini berkaitan dengan sebab diturunkannya ayat. Dahulu, pada masa Rasulullah SAW banyak orang yang senang pergi berperang untuk berjihad, sehingga hanya menyisakan segelintir orang yang menetap. Maka, diturunkanlah ayat yang menyatakan bahwa jihad menjadi tidak wajib jika Rasulullah SAW tidak ikut serta.

Jihad dan menuntut ilmu menjadi fardhu kifayah. Mengapa jihad dinyatakan sebagai fardhu kifayah dan bukan fardhu ain? Berdasarkan urgensi yang ada kala itu, apabila semua orang pergi berjihad, maka kepentingan umat akan terhenti. Tidak ada yang akan memegang tonggak kepemimpinan bila sang pemimpin turut pergi. Tak ada yang dapat mengadili jika sang hakim turut pergi. Tak ada yang dapat mendidik anak jika sang ayah turut pergi. Meski begitu, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, maka bagi mereka yang menetap hendaknya mendalami syariat dan mengajarkannya pada mujahidin bila mereka telah kembali.

Berjihad di zaman ini memiliki berbagai macam bentuk. Tak hanya dengan pedang bak mujahidin terdahulu, namun juga dengan pikirannya. Maka bila dari sekelompok muslim tengah mempelajari ilmu pengetahuan yang menjadi senjata andalan Barat, hendaklah sekelompok lainnya teguh mempelari ilmu agamanya dan memperingatkan muslimin lain bila tengah lalai.

Prof. Dr. H. Abdul Malik Karim Amrullah dalam Tafsir Al-Azhar terkait ayat ini menuliskan, “Apa yang diperjuangkan di garis muka, kalau tidak ada di belakang yang mengisi ruhani?”. Pernyataan ini sebanding lurus dengan kutipan Al-Ghazali dalam kitab Al-Hikam, “Yang terpenting bukannya tercapainya apa yang engkau cari, tetapi yang penting adalah engkau dilimpahi rezeki adab yang baik.” Bagi penuntut ilmu, terlebih para mundzirul qoum, adab selayaknya menjadi modal utama untuk mencapai hakikat ilmu itu sendiri. Tanpa adab, takkan mampu para pembelajar itu mencapai derajat ‘alim.

Mundzirul Qoum Hari Ini : Realisasi Adab di era Modern

Semangat mundzirul qoum sekiranya sangat sesuai dengan semangat Sumpah Pemuda yang digaungkan oleh Boedi Oetomo, Wage Roedolf Soepratman, Moh. Yamin, dan Sugondo Joyopuspito pada 28 Oktober 1928. Mereka bertekad dengan satu cita-cita, semangat yang sama melahirkan satu visi dan perjuangan bersama, yakni satu tanah air, satu bahasa dan satu bangsa yakni Indonesia. Sejarah pun terukir di kala

Menaati perintah guru adalah kunci utama. Ketika Rasulullah telah tiada, maka perpanjangan tangan beliau adalah para ulama. Penerus ilmu beliau adalah para ulama. Para ulama itulah yang akan menjadi gurunya umat muslim seluruh dunia. Menghormati ulama wajib hukumnya bagi umat muslim. Mencelanya ada laknat. Memakinya menjadi biadab. Namun apa yang terjadi hari ini. Fitnah tengah bertebaran di kalangan para ulama. Entah dari mana hal itu bermuara. Segala yang haq dan bathil menjadi bias dan cenderung kias.

Menjadi umat Muslim hari ini ‘memang sulit’. Menjadi seorang mundzirul qoum apa lagi. Sulit menjauhkan diri dari dosa, sulit mendekatkan diri dengan pahala, sulit membedakan mana yang haq dan bathil. Apakah benar sesulit itu? Iya. Jika kita tidak membekali diri dengan ilmu dan membentengi hati dengan iman.

Patut diperhatikan bahwa, tak mungkin pribadi dengan kapabilitas unggul tercapai tanpa adab yang tinggi pula. Bila adab telah dimiliki, maka hakikat ‘alim akan tercapai. Tak akan diragukan pula bila pribadi semacam itu memiliki akhlak yang indah. 

Penulis : Anugrah Suciati, S.Farm, (Alumni Farmasi UNIDA Gontor)
Editor : Ilham Habibullah, M.Ag

Atmosfer Baru Orientasi Perkenalan Fakultas Ushuluddin

          Rabu, 8 Juli 2020, manjadi sebuah hari yang memiliki atmosfer baru dalam Orientasi Perkenalan Fakultas Ushuluddin di Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri, Mantingan. Kegiatan ini dihadiri oleh para dosen dan staff  fakultas Ushuluddin UNIDA Gontor serta seluruh mahasiswi fakultas Ushuluddin termasuk semester 1 yang baru bergabung dengan keluarga besar Ushuluddin turut berpartisipasi merasakan atmosfer tersebut yang memiliki rasa kekeluargaan tinggi.

          Dalam kesempatan ini Dekan fakultas Ushuluddin, Al-Ustadz Drs.H. Syamsul Hadi Untung, M.A, M.Ls pun menyampaikan kata sambutannya yang  mencerahkan fikiran mahasiswi khususnya mengenai ‘untuk apa kita belajar di Ushuluddin’. “Ushuluddin adalah ibu dari semua fakultas. Kita harus menjadi sebaik-baik contoh untuk semua Fakultas lain karena kita adalah sumber dari semua ilmu pengetahuan,” demikian ungkapan beliau ditengah situasi yang mengharuskan mahasiswa/i bangkit demi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar di kampus bagi para penerus dakwah di masa mendatang.

          Selain perkenalan Fakultas, tentu perkenalan Prodi pun dilakukan dalam rangkaian acara tersebut. KaProdi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Al-Ustadz Ahmad Fadly Rahman Akbar, M.A beserta para dosen lainnya juga ikut andil dalam tahap perkenalan ini. Tujuannya adalah agar seluruh lapisan Mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir semakin mengenal para dosen baik secara personal maupun bidang khusus yang diampu.

Atmosfer Baru Orientasi Perkenalan Fakultas Ushuluddin

Tujuan Orientasi tersebut

          Acara kemarin bertujuan memberikan keyakinan bahwa Fakultas Ushuluddin khususnya Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir adalah titik acuan yang harus dijadikan sanggahan untuk Fakultas lain. Karena ilmu yang dipelajari bersumber dari wahyu, untuk itu dengan mempelajari Kalamullah diharapkan mendapat pengaruh pada ‘attitude’ mahasiswa/i sebab meningkatnya keimanan disamping bertambahnya wawasan yang diperoleh. Sejalan dengan visi misi prodi, selanjutnya turut dibahas mengenai perkembangan Tafsir Sains yang saat ini kian maraknya diperbincangkan dan perlu kiranya turut andil didalamnya. Tentunya tetap selaras dengan Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer yang menjadi jargon di UNIDA.

Akhir kata, semoga kita semua dapat terus bersama dalam atmosfer baru ukhuwah dan menjadi generasi Qur’ani yang senantiasa haus ilmu sehingga terus berusaha mengkaji dan mengamalkannya. Dan kami ucapkan Selamat bergabung bagi Mahasiswa Baru.

KAJIAN KITAB RISALAH NUR

Bagi mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) membaca kitab tafsir, seperti Risalah Nur, yang berbahasa Arab bukanlah suatu hal yang sulit. Hal ini dikarenakan pada umumnya kitab tafsir dicetak berjilid-jilid sehingga terbiasa bagi mereka untuk membacanya.

Namun membaca saja tidak cukup melainkan perlu adanya kajian secara intensif terutama mengkaji suatu kitab tertentu kepada pakarnya langsung ataupun muridnya dengan sanad yang sampai pada ahlinya.

Untuk itu pengurus HMP Unida Putri berkolaborasi dengan al-Ustadzah Ridani Faulika Permana dalam kajian kitab Risalah Nur karya Bediuzzaman Said Nursi

KAJIAN KITAB RISALAH NUR
Suasana Kajian Rsalah Nur oleh Mahasiswi IQT UNIDA Gontor 2020

Pada kesempatan tersebut ustadzah Ridani mengenalkan kitab al-Kalimāt dan al-Lama’āt yang termasuk dalam koleksi Risalah Nur dengan metode tafsir tematik. Diawali dengan pembahasan mengenai makna “Bismillah” dalam ‘Kalimat pertama’ yang berisi penegasan akan kekuatan Bismillah dimana segala sesuatu tidak dapat terpisahkan dari dimensi Tuhan.

Adapun semua yang bermula dengan menyebut Nama-Nya akan menjadi luar biasa. Namun atas semua nikmat itu Allah hanya menginginkan tiga hal dari manusia yaitu dzikr, fikr, syukr. Kemudian dilanjutkan dengan ‘Cahaya Pertama-Kedua’ dalam kitab al-Lama’āt mengenai munajat Nabi Yunus a.s dan Nabi Ayub a.s. Ujian yang ditimpa keduanya tidaklah lebih mengerikan dibanding dengan keadaan kita, karena keduanya merasakan ujian dalam bentuk fisik. Sedangkan manusia tidak mengetahui akan sakit maupun ikan Paus seperti apa yang mereka hadapi sesungguhnya.

Adapun tema yang paling diminati oleh peserta kajian adalah ‘Risalah Hijab’ yang terkandung dalam ‘Cahaya Kedua Puluh Empat’ dengan penekanan bahwa hijab adalah fitrah bagi wanita dan bukan menjadi penghalang maupun pembatas ruang gerak mereka. Sehingga melepasnya adalah suatu hal yang bertolak belakang dengan fitrahnya sebagai wanita.

Wabah dalam kajian Risalah Nur

Selanjutnya terkait dengan wabah yang sedang melanda berbagai negara di dunia maka dikaji lebih lanjut tentang sebuah dialog singkat seputar lalat yang terkandung di ‘Cahaya Kedua Puluh Delapan’ dimana dialog singkat tersebut bermula pada saat Bediuzzaman di dalam bui bersama muridnya yang bernama Sulayman Rusydi.

Lewat dialog singkat tersebut dapat dipahami bahwa Allah Maha Kuasa terhadap segala sesuatu, bahkan makhluk yang bentuknya lebih kecil dari manusia serta mampu melakukan hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh manusia. Dan tidak benar bagi siapapun yang menuhankan makhluk karena lalat dan sejenisnya adalah pasukan yang disiapkan oleh Allah dengan berbagai tugas yang diemban masing-masing sesuai jenisnya.

Dan yang terakhir ditutup dengan mengenal hakikat kalimat ‘Yā Bāqi anta al-Bāqi‘ dengan tidak menyertakan unsur emosi serta perasaan terlibat didalamnya dan tidak diukur dengan ukuran logika. Tema penutup ini dimaksudkan agar semua peserta senantiasa mengosongkan hati dan membersihkan kalbu serta menyadari bahwa tidak ada yang kekal selain Allah SWT.

Kajian yang diikuti oleh mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) ini dilakukan secara rutin dua pekan sekali. Kajian yang dikoordinir oleh HMP tersebut diharapkan mampu menjadi wadah bagi para mahasiswi dalam menelaah kitab tafsir tidak sebatas pada mengetahui judul dan mufasir nya.

Namun dengan kajian kitab seperti demikian rupa memiliki harapan yang jauh lebih matang tentunya yaitu mengkhatamkan setidaknya satu kitab tafsir. Semoga kedepannya tidak hanya Risalah Nur saja yang dikaji namun juga kitab tafsir lainnya. Subhānaka Lā ‘Ilma lanā illa mā ‘allamtanā innaka anta al-‘Alīm al-Ḥakīm.

PEMBUKAAN KKN (KULIAH KERJA NYATA) 2020

Mantingan – Mahasiswi semester 7 Universitas Darussalam Gontor kampus putri mengikuti Pembukaan KKN (Kuliah Kerja Nyata) pada Sabtu 18/072020. Acara ini mendapat arahan dan bimbingan dari bapak dekan Kulliyatul Banat al-Ustadz Dr. Nur Hadi Ihsan, MIRKH

PEMBUKAAN KKN (KULIAH KERJA NYATA) 2020

Pada kesempatan tersebut dijelaskan bahwa semester 7 sebagai pelaksana kegiatan Kuliah Kerja Nyata merupakan teladan, model, serta wujud maksimal dari kampus yang bertugas sebagai pengemban amanah, tanggung jawab serta ketentuan dan peraturan universitas selama masa pandemi covid-19.

Pelaksanaan KKN

Adapun pelaksanaan KKN kali ini tidaklah sama dengan biasanya dikarenakan kondisi yang kurang memungkinkan untuk bekerja di lapangan bersama masyarakat sekitar demi kesehatan dan keselamatan seluruh pihak. Namun dengan adanya wabah yang melanda tersebut tidaklah menjadikan upaya mereka surut.

Justru dengan terbatasnya keadaan mereka diharap mampu berinovasi dan mengembangkan kreatifitas. Sehingga secara praktis kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan dapat meliputi sosialisasi penanggulangan coronavirus disease serta penanganannya dalam lingkup kampus. Hal ini dapat dijadikan sebuah percontohan kampus tangguh selain adanya kota tangguh dan sekolah tangguh di lain tempat.

Upaya yang dilakukan pihak kampus bersama dengan mahasiswi semester 7 ini tidak terlepas dari pengawasan yang ketat, sikap waspada, serta tawakkal atas ketetapan Allah. Sebagaimana termaktub dalam ayat:  

قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا ۚ وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ

Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal”. (QS. At-Taubah (9): 51)

Meskipun dalam suasana pandemi covid-19 suplai nutrisi tidak hanya asupan vitamin dan makanan bergizi saja yang diperhatikan namun juga aktivitas akademik seperti kajian-kajian terkait akan tetap dijalankan demi menyuplai nutrisi fisik maupun non fisik. Karena didalam jiwa yang kuat terdapat mental yang kuat. Seluruh kegiatan tersebut direncanakan secara matang melalui majelis pembimbing sehingga tidak keluar dari apa yang hendak dicapai.

Kemudian diaplikasikan secara langsung berdasar diskusi bersama dan diakhiri dengan penulisan laporan yang berupa karya ilmiah sesuai prodi masing-masing dan akan dinilai guna menjamin kualitas dan tanggung jawab mahasiswi. Inilah yang menjadi keunikan tersendiri pada pembukaan KKN kali ini. Meskipun demikian kegiatan ini tidaklah luput dari visi misi, bahkan menghasilkan suatu kreatifitas yang sebelumnya belum dilaksanakan di kampus lain.

Akhir kata, semoga kesehatan dan keselamatan selalu mengiringi langkah kita semua dengan penguatan nutrisi fisik dan non-fisik.

Balaghah Qur’aniyyah: Antara Balaghah Arabiyyah dan Balaghah Samiyyah

Sebagai mukjizat yang diberikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, al-Qur’an mengandung keindahan bahasa dan tersusun sedemikian rupa sehingga tidak dapat ditiru oleh pakar di bidang bahasa Arab sekalipun. Bahkan di dalam al-Qur’an tercantum tantangan untuk membuat karangan yang semisal dengan al-Qur’an, seperti pada surah al-Baqarah ayat 23. Namun, tidak ada yang dapat melakukannya.

Balaghah Qur’aniyyah: Antara Balaghah Arabiyyah dan Balaghah Samiyyah

Kemukjizatan al-Qur’an dapat dilihat dari sisi balaghah atau retorika di dalamnya. Dalam bahasa Arab, al-Balaghah diartikan sebagai:

“وضع الكلام في موضعه من طول وإيجاز، وتأدية المعنى أداء واضحا بعبارة صحيحة فصيحة، لها في النفس أثر خلاب، مع ملاءمته كل كلام للمقام الذي يقال فيه، وللمخاطبين به.” [1]

“Penempatan suatu perkataan yang panjang maupun ringkas sesuai dengan letaknya, dan penyampaian maknanya dengan jelas melalui ungkapan yang benar serta fasih, sehingga dapat mempesona jiwa. Penyampaian tersebut disesuaikan dengan tempat di mana perkataan itu disampaikan dan disesuaikan pula dengan lawan bicaranya.”

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, “retorika” diartikan sebagai sebuah studi tentang pemakaian bahasa secara efektif dalam karang-mengarang.[2] 

Hampir sama dengan retorika dalam bahasa Indonesia, kata “Rhetoric” dalam bahasa Inggris berarti the art of using language in impressive way, especially to influence people in public speaking (seni menggunakan bahasa di depan umum dengan cara yang mengesankan untuk mempengaruhi orang-orang yang menyimaknya).[3]

Dari uraian makna dalam tiga bahasa tersebut dapat disimpulkan bahwa retorika berarti tata cara menggunakan bahasa dengan baik dalam bentuk perkataan maupun tulisan agar tepat sasaran dan mengesankan. Retorika dalam al-Qur’an menempati posisi tertinggi sehingga tidak ada yang dapat menandinginya.

Menurut Aqdi Rofiq Asnawi, dosen pengampu mata kuliah Balaghah Qur’aniyyah UNIDA Gontor, pembahasan mengenai balaghah di dalam al-Qur’an dapat dilakukan melalui dua pendekatan: Balaghah Arabiyyah (Retorika Arab) dan Balaghah Samiyyah (Retorika Semit).

“Keduanya mempunyai perbedaan yang signifikan. Dari sisi objek kajiannya, Balaghah Arabiyyah cenderung membahas keindahan kata atau ungkapan dalam bahasa Arab dari segi majas, metafora, perumpaan, sajak, dan lain sebagainya. Sedangkan Balaghah Samiyyah membicarakan susunan kata dalam suatu teks berdasarkan prinsip simetris.” Ungkap lulusan Diploma Tingkat Tinggi dalam bidang Sastra Arab dan Balaghah dari Universitas Islam Madinah ini.

Balaghah Arabiyah telah banyak dikenal dan dipelajari dengan disertai pembagiannya ke dalam tiga ilmu: Ilmu bayan, ilmu ma’ani, dan ilmu badi’. “Sedangkan Balaghah Samiyyah masih terasa asing di dunia akademis, padahal mampu membuktikan koherensi teks al-Qur’an dan kemukjizatannya,” lanjut Aqdi.

Dengan demikian, kemukjizatan al-Qur’an dapat dilihat dari sisi keindahan bahasa pada setiap kalimat dalam al-Qur’an melalui Balaghah Arabiyyah. Sementara itu, kemukjizatan dari segi susunan kata, kalimat, maupun ayatnya dalam diperoleh melalui Balaghah Samiyyah.


[1] ‘Ali al-Jarim, al-Bala>ghah al-Wa>d}ih}ah (Beirut: Mu’assasah al-Risa>lah, 2014), 7.  

[2] Dendy Sugono, dkk., Kamus Bahasa Indonesia (Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional, 2008), 1308.  

[3] Albert Sidney Hornby, Oxford Advanced Learner’s Dictionary (Oxford: Oxford University Press, 1995), 1008.  

RAJIN SEDEKAH, TUKANG BATU DAPAT BERKAH UMROH

“Sesungguhnya sedekah seorang muslim itu menjagakan umur dan mencegah dari mati dalam keadaan buruk (su’ul khotimah), Allah akan menghilangkan darinya sifat sombong, kaekafiran, dan sifat bangga pada diri sendiri” (HR.Thabrani)

Pada suatu  pagi Anwar Aditya bersama komunitas Laskar Sedekah Bogor tengah sibuk mendatangi beberapa rumah yang menjadi target mereka. Beberapa sembako telah disiapkan sebelumnya. Komunitas yang anggotanya datang  dari beberapa latar belakang profesi yang berbeda ini memang rutin mengadakan kegiatan  berbagi. Dokter, polisi, guru, dan pegawai peserta, semua turut dalam bagian. Termasuk Anwar, yang profesinya sebagai tukang batu alam. Semua menyatu dalam ukhuwah persaudaraan secara muslim. Dari komunitas ini,Anwar belajar  tentang arti bersyukur dan kebersamaan. “ Rosulullah bersabda : seorang muslim itu adalah saudara musli yang lain. Oleh sebab itu, janganlah mendalimi dan meremehkan dan jangan pula menyakitinya”(HARI.Ahmad, Bukhari, dan Muslim)

Seperti biasa, hari itu Anwar mendapat pesanan untuk memasang batu di masjid di kampungnya. Keterampilan itu ia dapatkan dari ayahnya sejak beberapa tahun lalu. Latar belakang pendidikannya hanyalah tamatan sekolah  menengah  pertama, dengan penghasilan yang tak seberapa. Namun semua itutak membuatnya lupa akan bersyukur, malah sebagian kecilnya ia sisihkan rutin untuk bersedekah. Bentuk-bentuk sedekah yang  disalurkan tidak hanya sembako, tapi juga Al-Qur’an, sasarannya adalah pesantren-pesantren tahfidz Al-Qur’an. Dari sini juga Anwar semakin termotivasi untuk mrnjadi seorang penghafal Qur’an, saat mendengarkan Ustadz mengakhiri sambutan pembagian Al-Qur’an , tiba-tiba Anwar dikejutkan oleh pernyataan  sang Usradz yang menyatakan bahwa dirinya mendpat hadiah umroh dari Kain Ihram  Trans7.

Suatu rezeki dari Allah yang tak pernah ia duga sebelumnya. Anwar teringat kedua orangtuanya. Berbekal restu dan ridho keduanya, Anwar pun berangkat ke Tanah suci. Labbaikallahhumma labbaik. saat berada di Tanah Suci,  Anwar menyempatkan  diri berkunjung perkampungan yang berada di pinggiran Mekah. Musfallah namanya. Wilayah ini merupakan kawasan yang dihuni bukan hanya warga Arab, tapi juga para imigran. Anwar rupanya sudah meniatkan untuk tetap menjalankan aksi tebar sedekah saat di Tanah Suci.

Ada rasa bangga dan kepuasan ketika ia mampu berbagi dan melihat senyum mereka. Perumpamaan orang-orang yang mendermakan (sodaqah) harta bendanya di jalan Allah, seperti (orang yang menanam) sebutir biji yang menumbuhkan tujuh untai dan titap-tiap untai terdapat biji, dan Allah melipatgandakan (balasan) kepada orang yang dikehendaki dan Allah Maha Luas (anugerahnya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 261)

Selain mengunjungi Musfallah, ia juga menyempatkan diri mengunjungi Masjid Sulaiman Al-Raji. Bukan tanpa sebab masjid ini dipilihnya. Ada kisah inspiratif dari Sulaiman Al-Raji, seorang ahli sedekah dan miliarder asal Arab Saudi. 

Bisnis yang dikembangkan maju pesat. Salah satunya di bidang perbankan. Bank yang dimilikinya merupakan salah satu bank terbesar di jazirah Arab. Sulaiman Al-Raji merupakan salah satu pria terkaya di dunia. Awalnya dia berasal dari keluarga yang tidak mampu tapi, berkat kegigihannya, beliau mencatatkan diri sebagai salah satu miliarder dunia. Tak seperti orang pada umumnya. Di puncak kesuksesannya, pria yang terkenal dermawan dan ahli sedekah ini mewakafkan seluruh hartanya dan kembali memilih hidup sederhana. Di usianya yang sudah di atas sembilan puluh tahun, Sulaiman lebih nyaman hidup dalam kesederhanaan. Dan masjid ini salah satu bentuk betapa beliau sangat cinta akan sedekah. Salah satu masjid termegah di Kota Mekah ini diwakafkan atas nama ibundanya, Aisah. Masjid ini tercatat diresmikan pada 2013 dan mampu menampung hingga 47.000 jemaah.

Kesan megah dan mewah tampak dari setiap detail masjid seluas 60 ribu meter persegi ini. Masya Allah. Bahwa semangat sedekah tidak akan mengurangi harta yang dimiliki. Justru dengan bersedekah akan dilapangkan rezeki dari Allah SWT.

“Apabila anak Adam wafat, terputuslah amalannya kecuali 3 hal yaitu sedekah jariyah, anak yang saleh yang memohon ampunan untuknya (ibu dan bapaknya) dan ilmu yang berguna.” (HR Abu Hurairah RA)

TIPS MENGHILANGKAN KERAGUAN

Keraguan sering menghampiri setiap manusia. tidak diragukan lagi bahwa setiap manusia memiliki keinginan untuk menghilangkan keraguan. Nah, bagaimana cara menghilangkan keraguan?

Dalam menjalani kehidupan, berbagai permasalahan akan muncul untuk mengingatkan pada setiap hamba bahwa sejatinya kehidupan itu tidak lain adalah untuk diuji oleh Allah SWT. Jika seseorang mendapat masalah, itu artinya dia masih hidup. Karena jika tidak ingin memiliki masalah, maka solusinya adalah tidak lagi hidup. Allah telah mengabarkan kepada kita bahwa setiap yang hidup akan Dia uji dengan berbagai ujian kehidupan.

TIPS MENGHILANGKAN KARAGUAN

            Berbagai ujian kehidupan bermunculan. Kegelisaan, kesedihan, ketakutan, rasa kekurangan, keraguan, dan masih banyak lagi. Semua itu tidak lain adalah bukti sayangnya Allah kepada hamba-Nya. Bukankah ketika seseorang sabar dalam menghadapi masalah dia sejatinya sedang bersama Allah.

            Dalam kesempatan ini, penulis aka coba uraikan salah satu masalah yang sangat akrab dalam kehidupan manusia. Dialah Keraguan. Datang tanpa dijemput, menyapa jiwa dalam diam dan menghentikan keyakinan dengan paksa. Itulah sedikit ciri-ciri bagaimana dia bekerja siang dan malam melabui setiap jiwa insan yang berusaha mengumpulkan pundi-pundi kebaikan.

            Apakah gerangan yang menyebabkan munculnya keraguan dalam diri manusia? Apakah karena lemahnya iman? Atau banyaknya dosa? Mari kita kupas apa penyebab dari keraguan itu berkembang biak dalam diri manusia.

Menghilangkan keraguan menurut al-Qur’an

            Di dalam Al-Qur’an surat An-Naas tertuang doa memohon perlindungan dari Kejahatan Setan yang seringkali bersembunyi dan membisikkan keraguan dalam diri manusia.

من شَرِّ الْوَسْوَاسِ الخَنَّاس (4) الذي يُوَسْوِسُ في صُدُوْرِ النَّاس (5)

Berarti keraguan itu sumber utamanya adalah Bisikan Setan. Siapa kemudian Setan-setan ini yang bekerja siang malam demi menuntaskan misi mereka untuk meruntuhkan keyakinan para Hamba Allah?

Tahukah kita wahai para pembaca yang budiman, bahwasanya di dalam kehidupan ini tidak hanya kita sebagai manusia yang memiliki nama dan misi kehidupan. Setanpun ternyata demikian. Mereka hidup dan persembunyian, memiliki misi kehidupan dan yang menariknya juga memiliki nama.

Diantaranya seperti Setan Misuth, salah satu setan yang sering bermain di pasar. Menggoda manusia untuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak bermanfaat dsb. Setan Dasim, setan yang berada di rumah. Seseorang yang masuk ke dalam rumah tanpa mengucapkan salam, maka Dasim akan bermain dengannya. Setan Walhan yang kemudian menggoda manusia dalam wudhunya. Menjadikan ia ragu apakah wudhunya batal atau tidak. Dan tak terkecuali dalam sholat yang seringkali menjadikan kita tidak khusyu adalah hadirnya Setan Khanzab untuk menggoda dan membisikkan agar kita mengingat ini dan itu saat sedang sholat sehingga tak sedikit orang sholat yang lupa sudah berapa rakaat sholat itu ditunaikan.

Rasa ragu walaupun terdengar biasa-biasa saja, namun pada sejatinya adalah suatu hal yang sangat berbahaya dan tidak boleh diremehkan. Bahkan Nabi Muhammad dalam haditsnya sangat tegas memerintahkan kepada Umatnya agar meninggalkan sesuatu yang mengandung keraguan atau Syubhat.

عن أبي محمد الحسن بن علي بن أبي طالب سبِِْط رسول الله صلى الله عليه وسلم وِريْحَانَتِهِ – رضي الله عنهما – قال : حفظت من رسول الله صلى الله عليه و سلم : ” دعْ ما يريبك إلى ما لا يريبك “ . [رواه الترمذي، والنسائي]، وقال الترمذي : “حديث حسن صحيح”.[1]

Dari Abu Muhammad, Al Hasan bin ‘Ali bin Abu Thalib, cucu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan kesayangan beliau radhiallahu ‘anhuma telah berkata: “Aku telah menghafal (sabda) Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Tinggalkanlah apa-apa yang meragukan kamu, bergantilah kepada apa yang tidak meragukan kamu“. (HR. Tirmidzi dan dia berkata: Ini adalah Hadits Hasan Shahih)

 Rasulullah memerintahkan agar setiap dari kita meninggalkan keraguan dan beralih pada hal yang tidak diragukan. Di hadits lain juga telah disebutkan bahwa ketika seseorang meninggalkan seuatu yang meragukan, maka dia seperti telah menyelamatkan Agama dan Keturunannya.

Solusi Rasulullah dalam menghilangkan keraguan

Apa kemudian solusi ketika menghadapi kondisi ragu tersebut? Kaidah Ushul Fiqh mengatakan اليقين لا يزال بالشك. Keyakinan tidak dapat digugurkan dengan keraguan. Ketika seseorang ragu, maka dia harus berusaha meyakinakan dirinya kembali. Contohnya seperti dalam Wudhu. Ketika kita ragu sah tidaknya wudhu kita, kita harus kembali meyakinkan diri kita. Adapun dalam shalat misalnya, kita harus berusaha menyempurnakan posisi kita sebelum takbir agar tidak ada cela untuk setan masuk membisikkan ini dan itu. Begitupun dalam keadaaan yang lainnya.

Ada Beberapa kaidah berlaku pada sesuatu yang belum jelas hukumnya.

فاسالوا أهل الذكر ان كنتم لا تعلمون

“Tanyakan pada orang yang lebih paham jika kita tidak mengetahui persoalan yang dimaksudkan.”

Jika dalam kondisi ragu terhadap halal atau haramnya suatu hal, maka solusinya adalah menanyakan kepada orang yang lebih tahu mengenai hal tersebut. Contoh seperti keadaan makanan ditempat-tempat makan. Jika kita ragu, maka tanyakan pada pemilik rumah makan. Bertanya bukanlah suatu aib, apalagi dalam hal kebaikan. Karena kita harus  ingat bahwa setiap Setan itu akan membuat kita ragu saat ingin melakukan kebaikan.

Jadi, sebagai muslim yang baik, hendaklah kita berhati-hati dalam melangkah dalam kehidupan. Jangan sampai setan berhasil menggelincirkan  kita yang kemudian berujung dengan menjauhkan kita dari Allah SWT. Semoga dengan tips berikut ini dapat membantu dalam menghilangkan keraguan.

Dewi Arisanti. Mahasiswi IQT UNIDA Gontor semester 3


Ujian adalah teman untuk memperbaiki diri

Iqt.Unida.Gontor.ac.id. Dewasa ini banyak terjadi bencana alam dan ujian yang menyangkut kepribadian seseorang maupun secara umumnya yang dapat kita perhatikan langsung tentunya di indonesia, dapat dikatakan seperti ini karena dengan adanya reaksi yang terlihat dengan kasat mata atau pengaruh negatif yang terlihat secara umum.

Dengan banyaknya ujian yang disadari maupun yang tidak disadari oleh manusia yang dihampiri, menjadikan manusia berlomba-lomba menimbulkan egoisme yang mereka miliki, tak banyak orang yang mengerti makna dari sebuah ujian.

Jika manusia membaca Al-Qur’an dan mentadabburinya, dan mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari, dapat dipastikan manusia dapat membentengi segala ujian yang menghampirinya dengan kesabaran dan memaknai segala hikmah yang ada didalamnya. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an, firman Allah menerangkan bahwa “tak selamanya yang terbaik dimata kita itu yang terbaik bagi Allah bahkan sebaliknya”.

Dalam surah Al-Baqarah : 216

كتب عليكم الكتاب وهو كره الكم وعشى أن تكره شيء وهو خير لكم وعشى أن تحب شيء وهو شرلكم

Sebenarnya Allah telah banyak mengingatkan kita terhadap ujian yang akan selalu datang menghampiri kita. dan jika telah dapat menciptakan kesabaran dalam diri kita maka kita akan dapat menelaah banyak hikmah yang terdapat didalamnya. Karena pada hakikatnya ujian adalah salah satu motivasi yang tepat untuk memperbaiki diri menjadi hamba yang sebenar-sebenarnya hamba di mata Sang pencipta.

Terkadang banyak faktor yang dapat mengGoyahkan bahkan dapat menggusur persahabatan manusia dengan kesabaran, diantaranya adalah pergaulan dan banyaknya tipuan dunia yaitu dengan kesenangan dunia melalui hiburan, fashion, dan makanan. dengan maksud jika manusia sudah tak dapat mengendalikan dirinya maka ia mampu mengusir sifat terbaik yang mereka miliki.

Pengaruh Dan Bukti Yang tidak memahami Ujian

Tak sedikit bukti yang kita dapatkan untuk membuktikan kebenaran yang telah dipaparkan, yaitu dengan banyaknya pemberontakan yang terjadi di lingkungan seperti tawuran dan perampokan yang tak memiliki makna yang positif, ini adalah salah satu bukti pengaruh yang dihasilkan oleh manusia yang tidak memahami arti ujian yang sesungguhnya.

Apakah ini selalu terjadi jika ujian menghampiri setiap manusia? pada hakikatnya Allah telah memberikan kita solusi yang diirsalkan kepada Rasul untuk para umatnya, akan tetapi manusia selalu menghindar dari solusi yang telah diberikan dalamAl-Qur’an, semua ini yang menjadikan penyelewengan banyak terjadi.

Banyak manusia selalu mengeluh jika menghadap ujian, jika dilihat memang sikap ini adalah sikap yang sudah sewajarnya terjadi, akan tetapi Allah telah berfirman bahwa Allah tidak akan pernah memberikan cobaan diluar batasan kekuatan para hamba-Nya

Dalam surah Al-Baqarah : 286

لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليهامااكتسبت

Jika manusia dapat mentadaburri makna dari ayat ini maka manusia akan sadar bahwa Allah Maha pengasih lagi maha penyayang, terkadang manusia seringkali mengucapkan basmallah akan tetapi tak banyak yang menyerapi maknanya lebih jauh, jika manusia selalu berpegang teguh terhadap ayat-ayat Al-Qur’an. Maka ia akan menjadi manusia yang selalu bersabar, karna sesungguhnya pertolongan Allah akan didapatkan dengan kesabaran dan menjaga shalat, dapat dikatakan demikian karna dalam Shalat pada hakikatnya adalah do’a dan dengan posisi yang paling dekat dengan Sang pencipta.

Ujian dan tantangan Orang tua

Dengan perkembangan generasi membuat para orang tua resah dengan perubahan yang di pengaruhi oleh zaman semakin modern ini meskipun banyak hal positif yang akan didapatkan. Dengan hal ini juga tidak sedikit akan tertutupi jika nilai negatif dapat menutupi semua hal positif yang telah tercipta, tanpa di sadari juga merupakan ujian yang datang kepada setiap orang tua, zaman yang semakin berkembang ini tak sedikit orang tua meneteskan air matanya dikarenakan tak mampu menanggulangi ujian tersebut.

Jika orang tua yang memiliki pengetahuan ilmu agama maka tidak akan terjadi kekecewaan yang besar yang timbul dari perasaan ornag tua,walaupun suatu kewajaran jika orang tua sempat untuk meneteskan air matanya, jika orang tua yang sudah merasa lemah dan tidak mampu, maka ini semua harus dibentengi dengan kesabaran pula dan selalu mengingat bahwasanny Allah itu dekat dan akan selalu menolong hamba-Nya walaupun tidak saat itu juga, dalam surah Al-Imran ayat 139:

ولاتهنوا ولاتحزنواوانتمالأعلون إن كنتم مؤمنين

Dengan ini Allah mengatakan janganlah manusia merasa lemah dan bersedih hati, jika manusia dapt menahan maka manusia tersebut termasuk orang orang yang mu’min.

Kesimpulan

Dengan ini dapat diambil kesimpulan bahwa berita-berita yang telah datang yang berupa ujian dapat dibentengi dengan Al-qur’an, karena Al-Qur’an lah yang diberikan Allah kepada rasul dan disampaikan kepada umatnya untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan.

Dan ujian merupakan salah satu kegelapan bagi manusia yang tak mengerti hikmah dari segala ujian. Jika menguak lebih dalam maka ini semua kembali kepada rukun Iman yang ke enam, yaitu Iman kepada taqdir Allah, maka jika manusia beriman maka Allah akan memberikan pertolongan terhadap hamba yang dikendaki-Nya.

LOCKDOWN ADALAH PENDEKATAN PREVENTIF DALAM MENGATASI PANDEMI COVID-19

Penulis : Dr. Muhammad Fajar Pramono. M.Si

Pendahuluan

Apa yang sudah dilakukan pemerintah Kabupaten Ponorogo, khususnya Dinas Kesehatan dan jajaranya sudah luar biasa. Hal ini terlihat dengan perkembangan penanganan pandemi Covid-19 dari waktu ke waktu menunjukkan progress/ kemajuan yang signifikan.

Pertanyaan apakah mungkin penyebaran Covid-19 itu dari mata rantai lain selain Asrama Haji dalam konteks Ponorogo ?

Sangat mungkin terjadi karena Ponorogo- Malaysia, Ponorogo-Hongkong dan Taiwan, Ponorogo-Cina dan negara2 zona merah tidak berbatas.

Disatu sisi tingkat pendidikan dan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan tidak merata. Inilah yg menyebabkan kapan berakhirnya pandemi Covid-19 tidak bisa dipastikan.

Terlebih biaya tes swab cukup mahal. Tidak semua pasien mampu membayar. Atau mereka mampu membayar, tapi tidak paham syarat dan prosedurnya.

Maka bisa jadi ada pasien positif Covid-19 tdk terdeteksi krn berbagai persoalan di atas.

Urgensi Kebijakan Lockdown

Maka dari itu, lockdown dianggap penting sebagai usaha preventif terhadap pasien yg sebenarnya `positif`(di luar 6 orang tsb) namun tidak terdeteksi.

Lockdown, social distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), karantina wilayah, ataumungkin masih banyak istilah lain mungkin punya konsekuensi dan implikasi yang berbeda satu sama lain.

Intinya, kesemua itu adalah upaya preventif memutus mata rantai Covid-19 melalui peran pemerintah dg kewenangan dan kekuasaan yg dimilikinya melalui bentuk kebijakan.

Implementasi Kebijakan Lockdown

Ada beberapa pendekatan implementasi dari kebijakan lockdown:


1) Pendekatan Edukatif.

Yaitu gerakan penyadaran “`akan bahaya Covid-19 dan sosialisasi karakteristik virus tsb, serta pola penyebarannya melalui kampanye, pamflet, penyuluhan, diskusi, dll.

Jika ini dipahami dg baik, tdk perlu waktu yg lama. Setiap individu melakukan lockdown secara mandiri. Insha Allah dalam waktu 14 hari pandemi Covid-19 bisa diatasi.

2) Pendekatan Pendampingan/Advokasi

Pendekatan edukatif efektif bagi masyarakat yg terdidik dan mandiri secara ekonomi. Namun bagi masyarakat kurang terdidik rasanya susah. Juga bagi masyarakat yg secara ekonomi belum mandiri.

Maka di sini perlunya kehadiran pemerintah untuk mendampingi masyarakat. Mengingatkan pentingnya di rumah, menghindari pertemuan dan kerumunan, tidak usah berinteraksi/ berjabat tangan langsung, jaga stamina tubuh dan selalu berdoa. Tapi di sisi lain pemerintah hrs konsekuen yaitu memenuhi kebutuhan masyarakat yg tidak mampu sebagaimana yg dilakukan pemerintah DKI.

Intinya, mendorong masyarat tetap di rumah dan di sisi lain memenuhi kebutuhan dalam waktu tertentu. Seharusnya 14 hari efektif. Asal dilakukan secara benar dan efektif serta perlu keteladanan dari Pimpinan.

3) Pendekatan Hukum


Pendekatan pendampingan akan efektif jika antara masyarakat dan pemerintah bisa berkomunikasi dan bekerjasama dengan baik.

Masyarakat itu ada yang mudah diedukasi dan ada yang tidak. Ada pemimpin yg konsisten dan ada yg tidak. Maka di sini perlunya pendekatan hukum, seperti, pelarangan walimah, pelarangan majelis-majelis ta’lim, dsb. Bagi yg masih ngotot, baiknya dibubarkan oleh aparat. Dan itu mestinya berlaku untuk siapapun yg abai terhadap kebijakan pemerintah dan protokol WHO. Itulah yg disebut pendekatan hukum. Tujuanya untuk kebaikan bersama.
Untuk menegakkan hukum, misalnya, dengan dicambuk rotan seperti di India, ditembak kembang api seperti di Malaysia, diberikan hukum kurungan dan sebagainya.

Kesimpulannya


Kebijakan lockdown adalah usaha preventif dari pemerintah dalam mengatasi ketidakpastianpandemiCovid-19,terlebih yg tidak terdeteksi secara kuratif.

Kebijakan ini akan lebih efektif jika adanya Kerjasama, sinergusitas dan kolaborasi semua pihak dalam mengatasi pandemi Covid-19 baik pemerintah, unsur Perguruan tinggi, tokoh masyarakat dan stakeholder lainya.

Demikian semoga bermanfaat. Dan teruslah kita bersatu bergandengan tangan dengan pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 ini.

Kurang lebihnya mohon maaf atas kekhilafan dan kekurangan saya dalam menyampaikan hal ini.

Penulis adalah Dosen UNIDA Gontor dan penulis buku Pengelolaan Bencana Longsor Kabupaten Ponorogo dari Aspek Sosiologis).

Cokromenggalan, Jumat, 17 April 2020.

Qur’anic Competition: Prodi Ilmu Al-Qur’an dan tafsir UNIDA Gontor

Qur’anic Competition adalah perlombaan yang melibatkan mahasiswi Universitas Darussalam Gontor Kampus Mantingan Program Studi Ilmu Qur’an dan Tafsir, yang mana perlombaan ini merupakan wadah untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan kekreatifan dan spiritualitas Mahasiswi dengan cara mengkaji Al-Qur’an lebih dalam dan menjadikannya pedoman di setiap aspek kehidupan. Acara ini berjalan dengan baik dan memiliki banyak sekali manfaat. Perlombaan yang dilakukan sangat membantu meningkatkan kreatifitas Mahasiswi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dan juga sebagai ajang persiapan untuk menghadapi Mahrojan Ushuluddin yang diadakan oleh Kampus Siman, Ponorogo.

Qur’anic Competition: Prodi Ilmu Al-Qur'an dan tafsir UNIDA Gontor
Qur’anic Competition: Prodi Ilmu Al-Qur’an dan tafsir UNIDA Gontor

Tema dari kegiatan ini adalah “Al- Qur’an is The Best Guide Ever: Apapun Masalahnya Al-Qur’an Jawabannya”. Dikarenakan pada hari ini banyak sekali pemuda yang khususnya memegang andil dalam perubahan dunia belum terlalu meyakini bahwa Al-Qur’an memiliki semua jawaban dari pertanyaan ataupun masalah kita terkait urusan dunia. Selain daripada itu, tujuan yang sangat ingin diwujudkan oleh pengurus HMP Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir yaitu Qur’anic Competition 2020 sebagai wadah bagi mahasiswi program studi Ilmu Qur’an dan Tafsir untuk bersama-sama mengkaji Al-Qur’an. Selain itu diharapkan dengan adanya acara ini dapat menjalin persaudaraan antar mahasiswi, dan yang terpenting ialah mengajak semua mahasiswi program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir untuk ikut berpartisipasi secara aktif dalam pengkajian Al-Qur’an.

Qur’anic Competition: Prodi Ilmu Al-Qur'an dan tafsir UNIDA Gontor
Qur’anic Competition: Prodi Ilmu Al-Qur’an dan tafsir UNIDA Gontor

Jenis jenis Lomba

          Adapun perlombaan yang diadakan oleh HMP Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir sebagai berikut :

  1. Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an
  2. Debat 3 Bahasa (Arab, Inggris, Indonesia)
  3. Pidato 3 Bahasa (Arab, Inggris, Indonesia)
  4. Lomba Cerdas Cermat
  5. Musabaqah Hifdzil Qur’an
  6. Musabaqah Tilawatil Qur’an
  7. Essay
  8. Puisi

       Perlombaan berlangsung selama beberapa hari dan di tutup dengan acara Pembagian Hadiah dan Family Gathering antara mahasiswi reguler dan dosen pengajar. Adapun hasil perlombaan :

  1. Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an

        Juara I Tiara Savana Gunawan, Syifa’ Nadia Rizka, Liana Isma Aprianti

        Juara II Obey Destine Najiha, Anggia Puspa, Ega Davanty

        Debat 3 Bahasa (Arab, Inggris, Indonesia)

        Debat Bahasa Arab    

        Juara I Asma Lathifah Wafi, Tasya Putri Nurhayat, Ega Davanty

        Juara II Nurul Gian, Nelyn Nur Chofifah,Aisyah Sa’adah

        Debat Bahasa Inggris

        Juara I Syazwani,Liana Isma Aprianti, Tiara Savana Gunawan

        Juara II Kartika Cahya, Sania Arini, Relya Aura Thayyibah

        Debat Bahasa Indonesia

        Juara I Nadia Salsabila M, Finia Khairani, Nur Hidayaturrahmah

        Juara II Evi Fatunniswah, Sri Rianti, Vani Angel

  • Pidato 3 Bahasa (Arab, Inggris, Indonesia)

        Pidato Bahasa Arab   

        Juara I Asma Latifah Wafi

        Juara II Fitriani

        Pidato Bahasa Inggris

        Juara I Luthfiatul Kamelia

        Juara II Gina Atikah Hasni

        Pidato Bahasa Indonesia       

        Juara I Euis Badriyah

        Juara II Lidya Dwiyanti

  • Lomba Cerdas Cermat

        Juara I Ulfatul Halimah, Dewi Arisanti, Vania Anasya

        Juara II Annisa Nur Afifah, Afwa Haninah, Septi Badriyah

        Juara III Anggia Puspa Pertiwi, Nur Hidayaturrohmah, Asma Latifah Wafi

  • Musabaqah Hifdzil Qur’an

        Juara I Obey Destine Najiha

        Juara II Annisa Nur Afifah

        Juara III Nur Nadiah Islamiah

  • Musabaqah Tilawatil Qur’an

        Juara I Mila Arum Zuli Setyawan

        Jara II Fina Nuqoyatul millah

Juara III Luthfiatul Kamelia

  • Essay

        Juara I Alia Nur Tafrijiyah

        Juara II Syifa’ Nadia Rizka

        Juara III Tasya Putri Nurhidayat

  • Puisi

        Juara I Ulfatul Halimah

        Juara II Aulia Zahratun

        Juara III Adinda Zayinatunnisa

          Besar harapan yang ingin dicapai oleh HMP Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir selaku pelaksana acara. Semoga diacara selanjutnya, Qur’anic Competition 2020 dapat melibatkan seluruh Mahasiswi aktif dari seluruh program studi untuk menjadi peserta dan bagian dari acara ini. Dan juga akan banyak manfaat yang akan di dapatkan apabila kita terus belajar, mengkaji serta mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari kita. Aamiin ya Rabbal’alamin

Khofifah IQT 4 Mantingan