Al-Quran sebagai Hidayah ummat manusia

alquran sebagai hidayah ummat manusia

Alquran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara mutawatir (bersambung) dengan perantaraan Malaikat Jibril, dan berpahala bagi orang yang membacanya. Demikianlah makna Al-quran sebagaimana dijelaskan oleh Subhi As-Salih dalam kitabnya Mabahits fi ‘Ulum Al-Qur’an dan Jalaluddin As-Suyuthi dalam Al-Itqan fi ‘Ulum Al-Qur’an, serta Manna’ al-Qattan dalam Mabahits fi ‘Ulum Al-Qur’an.

Alquran berisi tentang berbagai hal, mulai dari masalah ibadah, amaliyah (perbuatan) manusia, hari akhir, kisah-kisah umat terdahulu, kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada rasul-rasul-Nya, sejarah, serta ilmu pengetahuan.

Alquran diturunkan dalam bahasa Arab untuk memudahkan Rasul SAW dalam memahaminya dan mengajarkannya kepada seluruh umat manusia. Lihat surah Ar-Ra’du ayat 37, An-Nahl : 103, Fushshilat : 3 dan 44, Al-An’am : 156, Thaaha [20]: 113, Asy-Syu’ara : 7 dan 195, Az-Zumar : 28, Az-Zukhruf : 3, dan Al-Ahqaf : 12.

”Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Alquran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” (Ar-Ra’du [13]: 37.

Karena itulah, di dalamnya kemudian dikenal dengan berbagai jenis ilmu pengetahuan bahasa, seperti nahwu, sharaf, balaghah, mantiq, arudl, ma’ani, dan bayan.

Alquran diturunkan secara berangsur-angsur. Tujuannya agar lebih mudah dipahami, dihafal, serta diamalkan. Cara seperti ini, maka Nabi Muhammad SAW akan memudah memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang diajukan oleh umatnya maupun orang-orang kafir.

Asbab an-Nuzul
Dan di antara ayat-ayat Alquran itu, terdapat sejumlah ayat yang berkaitan dengan peristiwa atau pertanyaan dari para sahabat Rasul SAW. Di antaranya, seperti permintaan Umar bin Khathab agar Rasul SAW berdakwah secara terang-terangan, dan tidak lagi sembunyi-sembunyi. Lihat surah al-Mudatstsir, yang memerintahkan Rasul SAW untuk berdakwah secara terbuka.

Kemudian, kisah seorang buta yang meminta kepada Rasul SAW agar menerangkan tentang hukum-hukum Allah. Namun, karena sedang menerima tamu, Rasul merasa kurang senang menerangkannya dan terlihat wajahnya kurang ceria. Allah kemudian menegur Rasul dengan menurunkan surah ‘Abasa [80].

Selain kedua kisah tersebut di atas, banyak ayat Alquran lainnya yang diturunkan berkenaan dengan pertanyaan para sahabat Rasul SAW. Secara lengkap dapat dilihat dalam kitab Asbab an-Nuzul, karya Jalaluddin As-Suyuthi.

Dari beberapa surah atau ayat yang diturunkan berkaitan dengan pertanyaan atau sikap sahabat, terdapat beberapa nama sahabat yang dijamin oleh Rasul SAW sebagai penghuni surga (Asyarat al-Kiraam). Selain itu, diceritakan pula kisah beberapa sahabat yang dermawan (pengusaha), para wanita Muslim, dan lainnya. Di antara sahabat-sahabat itu, terdapat pula di antaranya orang-orang yang bukan berasal dari Arab, seperti Bilal bin Rabah (muazin Rasul SAW) dan Salman Al-Farisi.

Apakah yang menjadi sebab turunnya ayat (Asbab An-Nuzul) berkaitan dengan diri sahabat itu? Bila melihat keberadaan tokoh-tokoh itu sebagai ‘pelaku sejarah’ dari turunnya Alquran, menunjukkan bahwa para sahabat itu adalah orang-orang yang hebat, wara’, tawadlu, jujur, dan sepenuh hati mengamalkan Islam. Hal ini terbukti dengan sifat dan akhlak mereka dalam membela dan memperjuangan syiar Islam.

Menurut Ibnu Abbas RA, salah seorang sahabat dan mufassir hebat awal permulaan Islam, nama-nama sahabat yang menjadi ‘sebab turunnya’ ayat-ayat Alquran itu bertujuan untuk memudahkan Rasul SAW dalam menjelaskan dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan atau penolakan suatu pendapat yang diutarakan oleh para sahabat Nabi SAW maupun orang-orang kafir.

Menurut Syekh Muhammad Husain Ath-Thabathaba’i dalam kitabnya Al-Qur’an fi Al-Islam, mempelajari ilmu-ilmu sebab turunnya ayat (Asbab An-Nuzul) itu sangat penting dalam mempermudah seseorang dalam mengetahui ayat dan memahami makna serta kandungan yang ada di dalam Alquran, serta rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya.

Namun demikian, terdapat sejumlah ulama yang tidak menerima adanya ilmu (Asbab An-Nuzul) ini. Menurut mereka, Alquran tersebut sudah tertulis sejak di Lauh al-Mahfudz sebelum diturunkan kepada Rasulullah SAW.

Sejarah Balai Pertemuan Pondok Modern

Balai Pertemuan Lama yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut dibangun sejak tahun 1933 sampai dengan tahun 1934 dengan nama Balai Pertemuan Kaum Muslimin (BPKM), dan setelah Pondok Modern terkenal, namanya berubah menjadi Balai Pertemuan Pondok Modern ( BPPM).
Bentuk BPPM ini seperti ruangan lebar yang memanjang, tetapi dengan struktur bangunan yang belum permanen yang terdiri dari rumah yang lebih besar dan tinggi di tengah-tengahnya. Sebelah kanan dan kirinnya ditambah rumah srotongan kecil dan belakang rumah kecil tersebut dijadikan beberapa kamar. Muka bangunan ini dibangun lebih menonjol melebihi rumah yang besar dan Di tengah-tengahnya lantai berderet 3 baris tiang. Sebelah utaranya BPPM ini dibuat kamar-kamar untuk tamu dan untuk Bapak Kiyai atau Bapak Guru dan disebelah selatannya lagi ada lapangan sepak bola yang dipisah dari halaman depan dengan jalan.
Sebagian kerangka dari Bangunan ini dibuat dari kayu jati, rusuknya dari kayu kelapa dan rengnya dari bambu. Lantainya dari batu bata tidak pelester,dan tidak tegel, ada tembok dari lumpur tanah Pondasinya tinggi hampir satu meter. Dimukanya merupakan halaman yang ditinggikan juga, kurang sedikit dari pondasi utamanya. Paling selatan baru ada enpat jenjang (undak-undakan). Jadi kelihatan bentuk tempat megah. Dimukanya ditanami trembesi. Pada waktu sepuluh tahunan Pondok, trembesi itu sudah besar dan merupakan tempat berteduhnya para santri.
BPPM dulunya dipergunakan sebagai tempat para murid TA dan TI belajar. Selain itu juga BPPM ini pernah dijadikan sebagai tempat penerimaan tamu dan pertunjukan-pertunjukan seperti drama dan lain-lainnya. Saat Pondok merayakan sepuluh tahunan dan seperempat abad, BPPM ini menjadi tempat perayaan resepsi acara tersebut. Selain itu, Pada saat Masyarakat kota Ponorogo mengungsi keluar kota, BPPM ini dipinjam untuk belajar para siswa dan siswi SMP Negeri Ponorogo. Presiden R.I. pertama yaitu Bung Karno juga pernah berkunjung ke Pondok Modern pada tahun 1946 yang mana BPPM lah menjadi tempat penerimaannya.
Pada tahun 1955, Syeikh Awadh Syahbal dari Solo mengusahakan adanya kunjungan Menteri Wakaf Mesir, Syeikh Hasan Al-Baquri dan Duta Besar Mesir, Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi ke Pondok Modern Darussalam Gontor saat Beliau semua datang ke Indonesia. Mereka disambut di BPPM tersebut. Ketika itu sudah disambut dengan pertemuan dalam Bahasa Arab termasuk protokolnya juga berbahasa Arab. Rombongan tersebut datang ke Pondok Modern bertepatan pada bulan Puasa, sehingga para santri tidak terlalu banyak. Meskipun dalam tempat dan keadaan yang sangat sederhana itu, pertemuan itu sangat mengesankan bagi Syeikh Hasan Al-Baquri dan Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi.
Sepulangnya dari Pondok Modern Darussalam Gontor dan Indonesia, Syeikh Hasan Al-Baquri masih terkesan dengan penerimaan pondok terhadap beliau saat berkunjung ke PMDG. Dan kesannya itu Beliau tulis dalam Majalah di Mesir tentang eratnya hubungan Indonesia dan Mesir dalam faktor agama dan bahasa Arab. Adapun Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi, setelah kunjungan tersebut beliau selalu mengatakan bahwa Pondok inilah tempat pendidikan yang terbaik.

PANGGUNG GEMBIRA 695 GONTOR KAMPUS 2

KAMPUNG DAMAI-Panggung Gembira 695 sukses digelar pada kamis malam(17/12). Acar ini menjadi puncak dari rentetan kegiatan pekan perkenalan Khutbatu-l-‘arsy. Kesuksesan acara ini menyusul kesuksesan pagelaran seni sebelumnya, Drama Arena yang dipanitiai siswa kelas 5 KMI. Keberhasilan pangguang gembira ini tak lepas dari cuaca cerah sepanjang penyelenggaran. Walaupun sempat turun hujan pada kamis pagi, tapi berkat doa seluruh pihak, cuaca sangat bersahabat pada malam tadi.
Penampilan hadroh menjadi pembuka rentetan penampilan, dimana seluruh pesertanya merupakan siswa kelas dua. Pembawa acara lantas menjelaskan isi dan tujuan pagelaran seni ini dengan tiga Bahasa rapi dan apik. Setelah pembacaan ayat suci al-qur’an, Al-Ustadz Hudaya memberi sambutannya. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa semua pihak memiliki andil besar dalam penyuksesan panggung kali ini. Bapak pimpinan pondok K.H Akrim Mariyat lantas memberi sambutan singkat yang disusul dengan pembukaan acara secara resmi “tak berbeda jauh dari DA, acara ini mengandung unsur pendidikan dan sama sama menumbuhkan ukhuwah Islamiyah”.
Grand opening berlangsung atraktif, bermula dari penampilan perbeda disusul dengan taruan yang diiukuti seluruh peserta acara membuat panggung terkesan warna warni. Paduan suara dan puisi berisi nasehat para pendahulu agar selalu taat akan perintah allah membuat diri semakin bersyukur ditempatkan di kampung damai ditengah keadaan dunia yang tak jelas arahnya.
Drama kolosal juga menmpilkan acting terbaik, mengisahkan sultan agung tirtayasa yang berjuang keras untuk merebut Batavia, perjuangannya emang belum mebuahkan hasil, tapi kemudian beliau memerintahkan seluruh adipatinya untuk mengajarkan generasi penerus di kerajaan mataram, ia tak ingin generasi setelnya dibodoh bodohi para penjajah.
Tarian daerah lantas unjuk kebolehan, tari aceh tampil dengan ciri khasnya, kekompakan dalam gerakan tangan yang tak kalah apik dari pentas drama arena. Tari Sumatra, reog,jaranan bali dan malulo menyusul setelahnya. Semuanya menari dengan lentur dan penuh kegembiraan. Untuk campursari, ada inovasi baru tahun ini. Dimana penampilan wayang yang sering dianggap membosankan dikemas rapi dengan laju jawa setelahnya. Lagu los dol yang dibawakan Al-Akh Raka Al-Akh Rizal, rafa dan fathir sukses menghibur hadirin dan mengubah pola piker mereka terhadap acara wayang.

ISTANA MEGAH DI TENGAH SINTESA

Acara kemudian berlanjut dengan penampi;an dangdut, kali ini Al-Ustadz Hudaya unjuk gigi dalam membawakn lagu Rhoma Irama.”lagu kehilangan dan malapetaka sengaja saya bawakan mengingat jasa orang yang mendahului kita, sekalgus tanggapan atas apa yang terjadi di luar sana”. Vicky Irama, salah satu anak Rhoma Irama mengapresiasi Al-Ustadz hudaya yang seri membawakan lagu ayahnya. “terimakasih ustadz karena sudah sering melantunkan lagu dari sonata” ujar anak raja dangdut tersebut pada vidio yang dipertayangkan langsung dipertengahan acara.
Tak sampai disitu saja, beberapa tarian modern juga tampil pada acara yang dipanitiai kelas enam sendiri. Dan tak terpaku pada tarian tarian, pagelaran seni malam tadi juga mementaskan virtuous band dengan lagu monokrom ditambah lagi aksi acrobat yang hebat serta drama cabaret yang menghibur dan mendidik sukses mengisi bagian akhir acara. Al-Alh Nasrohan Pulungan memerankan sosok marco dengan baik.
Ost panggung gembirapun menutup seluruh rangkaian acara. Setelah itu mereka duduk rapi di panggujng sambil mendengarkan evaluasi dan penilaian langsung dari bapak wakil pengasuh. Beliau berkata bahwasanya malam tadi merupakan malam yang spektakuler, dimana cuaca bersahabat, penampilan semuanya berjalan meriah dan semua ini tak akan terwujud tanpa adanya kerjasama seluruh pihak. “untuk panggung yang megah ini,dan penampilan yang spektakuler, saya beri predikat excellent mumtaz, nilanya 9.85” ujar beliau.untuk konsep panggung beliau mengapresiaisi lebih karena berhasil membuat panggung yang luas tapi tidak kosong begitu juga dengan hiasan hiasan yang sarat akan kesan walimatul-‘ursy. Begitu juga dengan tatanan taman yang enak dipandang. “untuk taman kali ini melebihi DA kemarin” ucap beliau pada sesi penilaian.
Spirit qiyam islamiya,memperkokoh identitas gontory,mewujudkan khoiru ummah menjadi motto panggung gembira kali ini. Tak pelak lagi bahwasnya virtuous generation menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam setiap perbuatan.
Predikat mumtaz yang diberikan tak didapatkan dengan mudah semua itu dimulai pada bulan ramdhan saat pemilihan ketua acara panggung gembira yang sepakat menunjuk al-akh choirunnas, al akh astono dan al-akh aflah sebgai ketua. Ketiganya lantas membentuk kepanitiaan, mengonsep panggung dan acara hingga akhirnya dapat memukau seluruh penonton .

Lomba Pidato 3 Bahasa dan Haflatu Tilawatil Qur’an

Lomba Pidato 3 Bahasa dan Haflatu Tilawatil Qur’an merupakan salah satu kegiatan sunnah yang ada di Gontor Putri Kampus 3. Kegiatan tersebut diadakan setiap tahunnya, dan pada tahun ini digelar pada hari Selasa (15/12) di Auditorium Gontor Putri Kampus 3. Lomba ini dibagi ke dalam dua bagian yaitu Lomba untuk siswi kelas 1-4 dan siswi kelas 5. Peserta berjumlah 13 orang siswi, 3 siswi dengan pidato bahasa Arab, 3 siswi dengan pidato bahasa Inggris, 3 siswi dengan pidato bahasa Indonesia dan 4 siswi peserta lomba Haflatu Tilawatil Qur’an.
Sebelum acara dimulai, para penonton dihibur oleh lantunan suara merdu dan dentungan gendang yang senada dari klub Marawis Gontor Putri Kampus 3, dilanjutkan dengan sambutan oleh bapak wakil pengasuh Gontor Putri Kampus 3 Al-Ustadz Suwarno TM. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa: “Manfaat pidato itu 1. Pembentukan mental, 2. Pembentukan Mundzirotul Qoum, 3. Peningkatan bahasa”. Sesuatu yang berbeda dari acara Lomba Pidato 3 Bahasa dan Haflatu Tilawatil Qur’an sebelumnya, pada acara kali ini para peserta memasuki ruangan dengan digandeng oleh wali kelas masing-masing. Hal tersebut dilakukan untuk menguatkan dan menyemangati peserta.
Acara ini bertujuan untuk melatih mental santriwati dalam hal berkomunikasi di depan khalayak ummat, dan demi mengembangkan bakat santriwati dalam bidang Qira’atul Qur’an yang dapat meningkatkan rasa percaya diri santriwati sehingga mampu menjadi orang-orang yang unggul nantinya.Salah satu peserta lomba pidato sedang menunjukkan kemampuan berpidatonya
Para penenonton sanagat antusias menyaksikan acara tersebut, apalagi ketika yang sedang tampil adalah kawan seangkatan, mereka memberikan semangat dengan tepukan tangan dan beberapa yeling yang mereka miliki. Dengan adanya acara ini, diharapkan seluruhnya dapat mengambil pelajaran yang bermanfaan bagi pengembangan diri masing-masing. Acara diakhiri oleh pembacaan nama-nama pemenang lomba oleh dewan juri sekaligus pembagian hadiah.
Nama-nama pemengang lomba Pidato 3 Bahasa dan Haflatu Tilawatil Qur’an:
Brilian Ajeng Pertiwi 1 Intensif F Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab
Mardina Murti Sari 3 Intensif B Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Arab
Addina Silmi Khairun Nisa 4E Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Arab
Naila Nur Azizah 1B Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris
Fatimah Nur 3 Intensif B Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Inggris
Tristania Nabila 3B Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Inggris
Wardah Chiifah Qoni’Ah 1 Intensif F Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia
Ayu Dea Nabila 1 Intensif F Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Indonesia
Fina Najma 3C Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Indonesia
Afriliyah Rously 3 Intensif B Juara 1 Lomba Haflatu Tilawatil Qur’an
Azzahra Pramenistya Putri 1 Intensif C Juara 2 Lomba Haflatu Tilawatil Qur’an
Zahrotul Hayati 4G Juara 3 Lomba Haflatu Tilawatil Qur’an

PONDOK MODEREN DARUSSALAM GONTOR PUTRI 1

Pesantren Putri Pondok Modern Darussalam Gontor, terletak lebih kurang 100 km dari Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo atau 32 km sebelah barat kota Ngawi, tepatnya di desa Sambirejo Kec. Mantingan Kab. Ngawi. Aktifitas santriwati Gontor Putri yang mempunyai luas 6 ha. ini diorientasikan pada pembentukan sosok wanita muslimah, sholihah dan wanita serba teladan.

Sejarah Berdiri dan Perkembangannya.

Berdasarkan amanat TRIMURTI Pondok Modern Darussalam Gontor dan keputusan Sidang Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor dalam sidangnya yang ke-25 pada tanggal 7 – 8 Rabiul Awwal 1411, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor membuka Pesantren Putri mulai tahun ajaran 1410 – 1411 di desa Sambirejo, Mantingan, Ngawi , Jawa Timur. Pendirian pesantren ini juga didukung oleh adanya usulan para peserta silaturrahim Kyai Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dalam sidangnya pada bulan Muharram 1410, dan usulan Musyawarah Besar (MUBES) IKPM V di Pondok Modern Darussalam Gontor pada tanggal 16 – 17 Rabiul Tsani 1409 H.
Sebagai persiapan pembukaan pesantren putri tersebut diadakanlah beberapa kegiatan, antara lain: pembangunan gedung dan sarana yang diperlukan, dimulai tanggal 26 September 1988, penyelenggaraan pesantren kilat bekerja sama dengan Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat (PLMPM) bagi para siswa SLTP/SLTA, tanggal 24 – 31 Desember 1989, penetapan Direktur Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI), para pendidik dan pengajarnya, pengadaan Pesantren Ramadan Khusus Putri pada tahun 1410, dan terakhir adalah pembukaan pendaftaran santri baru pada bulan Syawal 1410. Pada tanggal 6Dzulqo’dah 1410 / 31 Mei 1990, Pesantren Putri Pondok Modern Darussalam Gontor diresmikan pembukaannya oleh Menteri Agama Republik Indonesia, H. Munawir Syadzali, M.A. Dalam acara peresmian tersebut turut hadir Duta Besar Republik Arab Mesir, Atase Kebudayaan Mesir, Direktur LIPIA Jakarta, para undangan dari jajaran Departemen Agama R.I., pejabat pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat dan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor.
Tepat tanggal 10 Syawwal 1410, pendaftaran santriwati baru mulai dibuka. Pada awal berdirinya, Pesantren Putri Pondok Modern Darussalam Gontor menerima santriwati sebanyak 298 siswi dari 308 pedaftar, dan melibatkan 18 tenaga pengajar yang berfungsi sekaligus sebagai pengasuh dan pembimbing di dalam asrama pondok. Dalam perkembangan selanjutnya Pondok Pesantren Putri membutuhkan tambahan bangunan untuk asrama dan kelas sehingga mampu menerima jumlah santriwati yang lebih banyak pada tahun-tahun berikutnya. Seluruh kebijaksanaan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri mengacu kepada kebijaksanaan di Pondok Modern Darussalam Gontor secara penuh. Namun, itu tidak berarti menutup kemungkinan wujudnya kreatifitas dan inovasi yang muncul dari pengelolanya, terutama berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis-praktis, bukan prinsip.

Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI)

Sistem pendidikan di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor Putri sepenuhnya mengacu kepada sistem pendidikan KMI Pondok Modern Darussalam Gontor; baik dalam jenjang pendidikan maupun kurikulumnya, demikian pula berbagai aktivitas dan program-programnya. Direktur KMI putri yang pertama adalah KH. Sutadji Tajuddin, MA. Setelah melalui banyak pergantian, kini, Wakil Direktur KMI di Gontor Putri Kampus 1 adalah Dr. H. Fairuz Subakir, M.A.

Pengasuhan Santriwati

Di luar kelas santriwati mendapat bimbingan, pengajaran, dan pengembangan diri secara intensif oleh Pengasuhan Santriwati yang bertanggungjawab menangani berbagai aktivitas ekstrakurikuler yang meliputi keorganisasian, kepramukaan, bahasa, disiplin, olahraga, ketrampilan, kesenian, akhlak, ibadah, nisaiyat, dan berbagai aktifitas keputrian lainnya. Bagian ini ditangani oleh seorang Wakil Pengasuh, yaitu H. Ahmad Suharto, M.Pd. dibantu oleh beberapa staf yang terdiri dari guru-guru KMI. Berbagai aktivitas ini, dengan beberapa modifikasi dan inovasi, juga mengacu kepada aktivitas yang diselenggarakan oleh Pengasuhan Santri di Pondok Modern Darussalam Gontor, tentu saja dengan beberapa penyesuaian untuk santri putri.

PANGGUNG GEMBIRA 695 GONTOR KAMPUS 2

KAMPUNG DAMAI-Panggung Gembira 695 sukses digelar pada kamis malam(17/12). Acar ini menjadi puncak dari rentetan kegiatan pekan perkenalan Khutbatu-l-‘arsy. Kesuksesan acara ini menyusul kesuksesan pagelaran seni sebelumnya, Drama Arena yang dipanitiai siswa kelas 5 KMI. Keberhasilan pangguang gembira ini tak lepas dari cuaca cerah sepanjang penyelenggaran. Walaupun sempat turun hujan pada kamis pagi, tapi berkat doa seluruh pihak, cuaca sangat bersahabat pada malam tadi.
Penampilan hadroh menjadi pembuka rentetan penampilan, dimana seluruh pesertanya merupakan siswa kelas dua. Pembawa acara lantas menjelaskan isi dan tujuan pagelaran seni ini dengan tiga Bahasa rapi dan apik. Setelah pembacaan ayat suci al-qur’an, Al-Ustadz Hudaya memberi sambutannya. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa semua pihak memiliki andil besar dalam penyuksesan panggung kali ini. Bapak pimpinan pondok K.H Akrim Mariyat lantas memberi sambutan singkat yang disusul dengan pembukaan acara secara resmi “tak berbeda jauh dari DA, acara ini mengandung unsur pendidikan dan sama sama menumbuhkan ukhuwah Islamiyah”.
Grand opening berlangsung atraktif, bermula dari penampilan perbeda disusul dengan taruan yang diiukuti seluruh peserta acara membuat panggung terkesan warna warni. Paduan suara dan puisi berisi nasehat para pendahulu agar selalu taat akan perintah allah membuat diri semakin bersyukur ditempatkan di kampung damai ditengah keadaan dunia yang tak jelas arahnya.
Drama kolosal juga menmpilkan acting terbaik, mengisahkan sultan agung tirtayasa yang berjuang keras untuk merebut Batavia, perjuangannya emang belum mebuahkan hasil, tapi kemudian beliau memerintahkan seluruh adipatinya untuk mengajarkan generasi penerus di kerajaan mataram, ia tak ingin generasi setelnya dibodoh bodohi para penjajah.
Tarian daerah lantas unjuk kebolehan, tari aceh tampil dengan ciri khasnya, kekompakan dalam gerakan tangan yang tak kalah apik dari pentas drama arena. Tari Sumatra, reog,jaranan bali dan malulo menyusul setelahnya. Semuanya menari dengan lentur dan penuh kegembiraan. Untuk campursari, ada inovasi baru tahun ini. Dimana penampilan wayang yang sering dianggap membosankan dikemas rapi dengan laju jawa setelahnya. Lagu los dol yang dibawakan Al-Akh Raka Al-Akh Rizal, rafa dan fathir sukses menghibur hadirin dan mengubah pola piker mereka terhadap acara wayang.

ISTANA MEGAH DI TENGAH SINTESA

Acara kemudian berlanjut dengan penampi;an dangdut, kali ini Al-Ustadz Hudaya unjuk gigi dalam membawakn lagu Rhoma Irama.”lagu kehilangan dan malapetaka sengaja saya bawakan mengingat jasa orang yang mendahului kita, sekalgus tanggapan atas apa yang terjadi di luar sana”. Vicky Irama, salah satu anak Rhoma Irama mengapresiasi Al-Ustadz hudaya yang seri membawakan lagu ayahnya. “terimakasih ustadz karena sudah sering melantunkan lagu dari sonata” ujar anak raja dangdut tersebut pada vidio yang dipertayangkan langsung dipertengahan acara.
Tak sampai disitu saja, beberapa tarian modern juga tampil pada acara yang dipanitiai kelas enam sendiri. Dan tak terpaku pada tarian tarian, pagelaran seni malam tadi juga mementaskan virtuous band dengan lagu monokrom ditambah lagi aksi acrobat yang hebat serta drama cabaret yang menghibur dan mendidik sukses mengisi bagian akhir acara. Al-Alh Nasrohan Pulungan memerankan sosok marco dengan baik.
Ost panggung gembirapun menutup seluruh rangkaian acara. Setelah itu mereka duduk rapi di panggujng sambil mendengarkan evaluasi dan penilaian langsung dari bapak wakil pengasuh. Beliau berkata bahwasanya malam tadi merupakan malam yang spektakuler, dimana cuaca bersahabat, penampilan semuanya berjalan meriah dan semua ini tak akan terwujud tanpa adanya kerjasama seluruh pihak. “untuk panggung yang megah ini,dan penampilan yang spektakuler, saya beri predikat excellent mumtaz, nilanya 9.85” ujar beliau.untuk konsep panggung beliau mengapresiaisi lebih karena berhasil membuat panggung yang luas tapi tidak kosong begitu juga dengan hiasan hiasan yang sarat akan kesan walimatul-‘ursy. Begitu juga dengan tatanan taman yang enak dipandang. “untuk taman kali ini melebihi DA kemarin” ucap beliau pada sesi penilaian.
Spirit qiyam islamiya,memperkokoh identitas gontory,mewujudkan khoiru ummah menjadi motto panggung gembira kali ini. Tak pelak lagi bahwasnya virtuous generation menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam setiap perbuatan.
Predikat mumtaz yang diberikan tak didapatkan dengan mudah semua itu dimulai pada bulan ramdhan saat pemilihan ketua acara panggung gembira yang sepakat menunjuk al-akh choirunnas, al akh astono dan al-akh aflah sebgai ketua. Ketiganya lantas membentuk kepanitiaan, mengonsep panggung dan acara hingga akhirnya dapat memukau seluruh penonton .

Sejarah Balai Pertemuan Pondok Modern

Balai Pertemuan Lama yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut dibangun sejak tahun 1933 sampai dengan tahun 1934 dengan nama Balai Pertemuan Kaum Muslimin (BPKM), dan setelah Pondok Modern terkenal, namanya berubah menjadi Balai Pertemuan Pondok Modern ( BPPM).
Bentuk BPPM ini seperti ruangan lebar yang memanjang, tetapi dengan struktur bangunan yang belum permanen yang terdiri dari rumah yang lebih besar dan tinggi di tengah-tengahnya. Sebelah kanan dan kirinnya ditambah rumah srotongan kecil dan belakang rumah kecil tersebut dijadikan beberapa kamar. Muka bangunan ini dibangun lebih menonjol melebihi rumah yang besar dan Di tengah-tengahnya lantai berderet 3 baris tiang. Sebelah utaranya BPPM ini dibuat kamar-kamar untuk tamu dan untuk Bapak Kiyai atau Bapak Guru dan disebelah selatannya lagi ada lapangan sepak bola yang dipisah dari halaman depan dengan jalan.
Sebagian kerangka dari Bangunan ini dibuat dari kayu jati, rusuknya dari kayu kelapa dan rengnya dari bambu. Lantainya dari batu bata tidak pelester,dan tidak tegel, ada tembok dari lumpur tanah Pondasinya tinggi hampir satu meter. Dimukanya merupakan halaman yang ditinggikan juga, kurang sedikit dari pondasi utamanya. Paling selatan baru ada enpat jenjang (undak-undakan). Jadi kelihatan bentuk tempat megah. Dimukanya ditanami trembesi. Pada waktu sepuluh tahunan Pondok, trembesi itu sudah besar dan merupakan tempat berteduhnya para santri.
BPPM dulunya dipergunakan sebagai tempat para murid TA dan TI belajar. Selain itu juga BPPM ini pernah dijadikan sebagai tempat penerimaan tamu dan pertunjukan-pertunjukan seperti drama dan lain-lainnya. Saat Pondok merayakan sepuluh tahunan dan seperempat abad, BPPM ini menjadi tempat perayaan resepsi acara tersebut. Selain itu, Pada saat Masyarakat kota Ponorogo mengungsi keluar kota, BPPM ini dipinjam untuk belajar para siswa dan siswi SMP Negeri Ponorogo. Presiden R.I. pertama yaitu Bung Karno juga pernah berkunjung ke Pondok Modern pada tahun 1946 yang mana BPPM lah menjadi tempat penerimaannya.
Pada tahun 1955, Syeikh Awadh Syahbal dari Solo mengusahakan adanya kunjungan Menteri Wakaf Mesir, Syeikh Hasan Al-Baquri dan Duta Besar Mesir, Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi ke Pondok Modern Darussalam Gontor saat Beliau semua datang ke Indonesia. Mereka disambut di BPPM tersebut. Ketika itu sudah disambut dengan pertemuan dalam Bahasa Arab termasuk protokolnya juga berbahasa Arab. Rombongan tersebut datang ke Pondok Modern bertepatan pada bulan Puasa, sehingga para santri tidak terlalu banyak. Meskipun dalam tempat dan keadaan yang sangat sederhana itu, pertemuan itu sangat mengesankan bagi Syeikh Hasan Al-Baquri dan Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi.
Sepulangnya dari Pondok Modern Darussalam Gontor dan Indonesia, Syeikh Hasan Al-Baquri masih terkesan dengan penerimaan pondok terhadap beliau saat berkunjung ke PMDG. Dan kesannya itu Beliau tulis dalam Majalah di Mesir tentang eratnya hubungan Indonesia dan Mesir dalam faktor agama dan bahasa Arab. Adapun Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi, setelah kunjungan tersebut beliau selalu mengatakan bahwa Pondok inilah tempat pendidikan yang terbaik.

PUASA UNTUK KESEHATAN DALAM AL QURAN

Selain sebagai kewajiban bagi umat muslim, puasa dapat memberikan bermacam manfaat kesehatan. Salah satunya dapat menjaga kesehatan jantung.

Umat Islam menjalankan puasa Islam yaitu tidak makan, minum, merokok, dan hubungan seksual dari sahur hingga berbuka puasa. Selama sebulan penuh umat islam akan menjalankan puasa sebagai tugas wajib.
Puasa pada bulan Ramadan sering kali dikaitkan dengan beberapa gangguan kesehatan seperti sakit kepala, sakit perut, sembelit, dehidrasi, anemia dan kualitas tidur yang buruk. Beberapa cara perlu dilakukan untuk mencegah hal tersebut.

Nabi Muhammad pertama kali menyambut perintah ibadah puasa pada tahun ke 2 Hijriyah, bulan Sya’ban. Dan Rasulullah melaksanakan ibadah puasa Ramadhan sebanyak sembilan kali selama hidupnya. Adapun Nabi berpuasa selama Ramadhan tersebut, sebanyak 29 hari dan hanya satu kali Ramadhan saja Nabi berpuasa sebanyak 30 hari. (lihat: : al-Taqrirat al-Sadidat fi al-Masa’il al-Mufidat ditulis oleh al-Habib Hasan bin Muhammad al-Kaf, hlm.433).

Menarik sekali, karena akhir-akhir ini banyak sekali penelitian-penelitian menjelaskan bahwa  ibadah puasa memiliki manfaat yang sangat besar dalam kesehatan. Salah satunya adalah meningkatkankan daya tahan tubuh atau sitem imun. Artinya, Allah SWT tidak akan mewajibkan sesuatu perkara kecuali ada manfaat yang besar.

Pertama,  di dalam kitab Syarahal-Yaqut al-Nafis fi Mazhab Ibn Idris yang ditulis oleh Syekh al-Habib Muhammad bin Ahmad al-Syathiri halaman 447 diterangkan bahwa faedah puasa adalah ia memberikan kesehatan kepada pelaksananya, karena puasa berpengaruh besar terhadap pencernaan makanan.

Kedua, selama 12 bulan manusia selalu menikmati bermacam hal yang bersifat syahwat, mengisi dan memenuhi perutnya dengan berbagai macam makanan dan minuman. Dan tatkala seseorang berpuasa, berarti ia sedang mengistirahatkan fungsi atau peran dalam tubuhnya untuk sementara waktu seperti pencernaan dan semacamnya. Hal ini tentu berguna bagi kesehatan secara umumnya. Hal tersebut senada dengan hadits Nabi Muhammad ﷺ:

مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ. بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ

“Tiadalah wadah yang dipenuhi oleh manusia lebih buruk melebihi perutnya, cukup bagi manusia beberapa suapan yang menegakkan tulang punggungnya, bila tidak bisa maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Tirmidzi)

Ketiga, dalam hal bahwa ibadah puasa itu menyehatkan, secara umum juga dijelaskan dalam kitab Maqashid al-Shaum yang ditulis oleh Sulthan al-Ulama ‘Izzuddin Abdul Aziz bin Abdissalam halaman 17, bahwa rahasia atau manfaat puasa adalah menyelamatkan anggota tubuh dari berbagai penyakit dan menentramkan pikiran. Artinya puasa menyehatkan jasmani dan rohani. Karena betapa banyak penyakit berasal dari makanan dan minuman dan betapa banyak juga orang yang sakit diakibatkan oleh banyak pikiran. Hal tersebut sangat memungkinkan mengurangi imunitas tubuh seseorang, kemudian salah satu cara untuk meraih kembali kesehatan tersebut, maka salah satunya adalah dengan berpuasa. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

صُوْمُوْا تَصِحُّوْا

“Berpuasalah kalian, niscaya kalian akan sehat.” (HR. Abi Nu’aim)

Keempatpuasa merupakan ibadah yang memiliki ikatan erat dengan kesehatan badan dan pikiran. Karena di dalam pelaksanaan puasa terdapat kesehatan untuk badan sekaligus akal, menariknya puasa juga merupakan vitamin untuk hati sebagaimana makanan memberikan vitamin kepada tubuh. (Lihat: al-Taisir bi Syarah al-Jami’ al-Shaghir karya al-Imam al-Hafidz Zainuddin Abdurro’uf al-Manawy, juz 2. Hlm.187)

Dari keterangan di dalam kitab turats tadi, jelaslah bahwa puasa secara umum sangat erat kaitannya dengan kesehatan makhluk hidup. Demikian juga mampu meningkatkan imunitas tubuh dan ketenangan jiwa serta pikiran. Bahkan ada yang menerangkan bahwa hewan dan tumbuh-tumbuhan berpuasa untuk menyelamatkan hidupnya, seperti ayam betina saat mengerami telurnya, ular saat mengganti kulit, pohon yang menggugurkan daunnya untuk menyelamatkan hidupnya. Maka puasa adalah ibadah yang sangat banyak manfaatnya, di dalam al-Qur’an Allah SWT berfirman:

وَأَن تَصُومُواْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2]: 5).

Semoga kita bisa memahami bahwa setiap ibadah, terkhusus ibadah puasa terdapat manfaat yang sangat banyak serta rahasia-rahasia yang hanya Allah SWT sendiri mengetahuinya.

perseteruan Etnis Burma dengan Muslim Rohingya.

perseteruan etnis Muslim Rohingya dan Cikal-bakal kelompok Rohingya terlacak pada awal abad ke-15. Pada 1404, pasukan dari Ava, ibukota kerajaan Burma kala itu, menyerang kerajaan Arakan yang membuat Raja Narameikhla mengungsi ke negeri Bengali (kini Bangladesh). Dua puluh empat tahun kemudian, bersama bala bantuan dari Sultan Bengali, dia kembali untuk merebut Arakan.

perseteruan etnis Burma dengan Muslim Rohingya.

Pada 1784, Bodawphaya, raja Burma dari Dinasti Konbaung, mengerahkan tentara untuk menginvasi wilayah Arakan. Ribuan orang tewas dan ditawan. “Setidaknya 20.000 tawanan termasuk simpatisan Muslim, seniman, dan ilmuwan digelandang menuju pusat Burma melintasi bukit Arakan. Ratusan di antaranya tewas selama di perjalanan,” tulis sejarawan Inggris G. E. Harvey dalam .[2]

Merasa andil dalam memenangkan Inggris, orang-orang Rohingya menuntut imbalan berupa kemerdekaan di sebuah wilayah bernama Maungdaw di Arakan. Permintaan ini dikabulkan. Para pengungsi Rohingya, yang terusir ke Bengali dalam kerusuhan tahun 1942, akhirnya kembali ke kampungnya. Untuk mengamankan kekuasaan, mereka tak memberikan jabatan-jabatan strategis kepada orang-orang Budha; suatu keadaan yang memperdalam sentimen kebencian.

Upaya “Burmanisasi”, meleburkan ajaran Islam dan menghilangkan identitasnya dalam masyarakat Budha. Umat Islam diusir dari kampung halaman mereka. Tanah-tanah dan kebun-kebun pertanian mereka dirampas.Bagi mereka yang menolak, maka tebusannya adalah nyawa dan menjadi perseteruan etnis Muslim Rohingya dengan budha . Inilah militer fasis yang tidak mengenal belas kasihan.

Pandangan islam dan Al quran.[3]

Islam sangat menjunjung tinggi rasa persaudaraan meski dengan non-Muslim. Dalam Islam, banyak sekali ajaran dan anjuran untuk menjaga hubungan baik dengan umat agama lain. Ajaran Islam, khususnya yang bersumber dari al-Qur’an sangat menjunjung tinggi etika kebebasan beragama, etika menghormati agama lain, dan etika persaudaraan. Makalah ini hendak memaparkan ketiganya yang merupakan cerminan etika al-Qur’an dalam menyikapi pluralitas umat beragama.

  1. Prinsip Kebebasan Beragama

Dalam Surat al-Baqarah ayat 256, Allah mengajarkan Umat Islam untuk menjunjung tinggi prinsip kebebasan beragama. Ayat tersebut merupakan larangan pemaksaan terhadap orang lain agar memeluk Islam. Ayat tersebut berbunyi :

لَا إِكْرَاهَ فِي الدِّينِ ۖ قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Prinsip Menghormati Agama Lain

Prinsip menghormati agama lain ini bukan berarti mendukung dan menyetujui praktik agama tersebut. Prinsip menghormati adalah sikap toleransi beragama tanpa adanya cacian dan hinaan. Ini sebagaimana tergambar dalam surah Al An’am 108 :

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan”.

Prinsip Persaudaraan

Secara tegas ayat ini mengajarkan kepada Kaum Muslim untuk dapat memelihara kesucian agamanya, menciptakan rasa aman, dan menjaga hubungan harmonis antar umat beragama. Manusia sangat mudah terpancing emosinya bila agama dan kepercayaannya disinggung. Ini adalah tabiat manusia, apapun kedudukan sosial dan tingkat pengetahuannya. Hal ini karena agama bersemi di dalam hati penganutnya, sedangkan hati adalah sumber emosi. Berbeda dengan pengetahuan, yang mengandalkan akal dan pikiran. Seseorang dengan mudah mengubah pendapat ilmiahnya, tetapi sangat sulit mengubah kepercayaannya meskipun bukti-bukti kekeliruan akan kepercayaan yang dianutnya telah nyata di hadapannya.[4]

kesimpulan

Demikianlah bagaimana sikap kita sebagai umat islam dalam menanggapi perseteruan Muslim Rohingya dengan permasalahan diatas. Allah SWT mengajarkan kepada hambanya untuk menjunjung tinggi prinsip kebebasan beragama, prinsip menghormati agama lain, dan prinsip persaudaraan.Telah menjadi ketentuan Allah bahwa manusia ini diciptakan dari satu rahim, dan juga diciptakan berbeda-beda. Adanya pluralitas, keanekaragaman, ataupun perbedaan-perbedaan yang ada bukan dimaksudkan untuk menunjukkan superioritas masing-masing terhadap yang lain, melainkan untuk saling mengenal, bersatu, dan bersaudara.

Konsep ini tidak hanya terdapat dalam teks saja, tapi juga diterapkan dalam kehidupan dakwah Nabi SAW dan Umat Islam lainnya. Pada awal Islam, suku-suku di Jazirah Arab memeluk Islam secara sukarela, karena argumentasi, kagum terhadap pribadi Nabi SAW, karena konsep tauhid dalam Islam, dan lain sebagainya.

penulis : adyaksa


Webinar Nasional “Al-Qur’an dan Generasi Muda”

Mantingan – Minggu 3 januari 2020, Himpunan Mahasiswi IQT periode 2020/2021 mengadakan Webinar Nasional  dengan tema “Al-Qur’an dan Generasi Muda”. Tema ini diangkat melihat generasi muda yang kini telah jauh dari Al-Qur’an

Mantingan – Minggu 3 januari 2020, Himpunan Mahasiswi IQT periode 2020/2021 mengadakan Webinar Nasional  dengan tema “Al-Qur’an dan Generasi Muda”. Tema ini diangkat melihat generasi muda yang kini telah jauh dari Al-Qur’an. Padahal sejatinya, Al-Qur’an merupakan solusi di setiap problematika yang dihadapi manusia. Maka dari itu, problem yang dihadapi generasi muda saat ini memerlukan justifikasi, injeksi, suplemen dan nutrisi dari Al-Qur’an sehingga generasi muda benar benar tunduk dengan nilai-nilai Al-Qur’an yang luar biasa. Dari Webinar Nasional ini diharapkan agar generasi muda dapat mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam kehidupan sehari-hari agar terwujudnya masyarakat yang selalu perpegang teguh dengan ajaran Al-qur’an. Acara ini diadakan pada pukul 08.00 WIB dan bertepatkan di aula pascasarjana UNIDA Gontor Kampus Putri.

Seminar yang berdurasi 3 jam ini menghadirkan pemateri Ilham Habibbullah, M. Ag, dosen prodi IQT UNIDA Gontor yang juga merupakan kepala Pondok pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Ihsan dan juga Tsani Liziah, S.Hum, Dipl, alumni Gontor Putri Kampus 1 yang kini menjadi salah satu kandidat Master Liga Arab University Cairo, Mesir dan dibuka oleh Dr. Asif Trisnani, Lc, M.Ag selaku wakil dekan fakultas Ushuluddin.

Acara ini disambut meriah oleh para peserta seminar, terlebih terdapat beberapa mahasiswi yang berasal dari luar fakultas Ushuluddin yang juga ikut berpartisipasi dengan sangat baik. Dalam seminar ini, Ilham Habibbullah, M. Ag menyampaikan kehebatan Rasulullah dalam mendidik para shohabah hingga para shohabah menjadi orang-orang yang luar biasa. Salah satunya adalah Abdullah bin Mas’ud atau yang lebih sering dikenal dengan nama Ibnu Mas’ud, seorang shoohabah yang sangat bagus budi perkertinya untuk ditiru karena ia memiliki akhlak, karakter dan sifat yang menyamai Rasulullah. Ibnu Mas’ud dikenal dengan sebutan Sang pemegang Rahasia Rasulullah (shohibus Sirri Rasulillah), disebut demikian karena beliau merupakan salah satu shohabah yang sangat dipercaya oleh Rasulullah.

Dijelaskan bahwa Ibnu Mas’ud merupakan seorang hafidz, qori dan mufassir yang selalu menyertai Rasulullah kemana pun beliau pergi. Ia juga merupakan salah seorang yang membacakan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW dan orang yang paling banyak menafsirkan Al-Qur’an.

Sedangkan materi kedua diisi oleh Tsani Liziah, S.Hum, Dipl yang menyampaikan langsung via zoom dari Alexandria. Pada kesempatan kali ini, beliau menyampaikan manfaat-manfaat dan kelebihan Al-Qur’an jika al-Qur’an diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, beliau juga bercerita tentang salah satu manusia yang masuk surga sedang amalannya sama seperti orang-orang mukmin sediakala, namun terdapat satu kelebihan dalam dirinya, yaitu memaafkan semua kesalahan orang lain terhadapnya sebelum tidur dan meminta ampunan kepada Allah agar semua kesalahanya baik sengaja ataupun tidak disengaja diampuni, sehingga orang ini tidak mempunyai penyakit di hatinya. Dalam penjelasannya, beliau menekankan bahwa penyakit hati lebih dahsyat dari penyakit fisik dan penyembuhnya adalah Syifaa, yaitu Al-Qur’an.

Seminar ditutup dengan hamdalah yang menandakan lancarnya Webinar Nasional ini dengan baik tanpa ada hambatan yang tak terkendali, sesuai dengan rencana. Acara yang selesai pada pukul 12.00 WIB ini membuat panitia bersyukur sekaligus menarik nafas karena 1 kegiatan telah terlewati dan akan memulai kegiatan selanjutnya.

Seminar ini merupakan start kegiatan El-Furqon yang akan diadakan selama 5 hari , dimulai dari 3 januari hingga 8 januari, El-Furqon sendiri adalah kegiatan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswi IQT untuk seluruh warga UNIDA kampus putri, dalam kegiatan ini mahasiswi bukan hanya diharapkan untuk olahraga, namun juga olahrasa, olahdzikir, dan olahpikir. Lomba-lomba yang diadakan bermacam-macam seperti, Man Tasra’ atau perlombaan mengetik dalam bahasa arab, Mash Up Sholawat atau perlombaan Mash up / remix lagu bertajukan sholawat, Aksi Akademi Unida atau perlombaan pidato, Qur’anic Cross Campus atau perlombaan croos campus yang akan mengerjakan kuis sepanjang jalan tentang Ilmu tajwid, sambung ayat dan menyanyikan sholawat, dan tidak lupa dengan perlombaan LKTI, Essay, HTQ dan MHQ.

(Suvi Inayah, Relya Aulia/ Ed. Nindhya Ayomi)