Al-Qur’an Sebagai Pusat Islamisasi Ilmu

 “Al-Qur’an Sebagai Pusat Islamisasi Ilmu”

Ide islamisasi ilmu lahir dikarenakan adanya perbedaan cara pandang (worldview) yang menjadi dasar keilmuan. Setiap orang   pasti memiliki sudut pandang yang berbeda dalam menyikapi berbagai keilmuan. Sehingga, cara pandang tersebut memiliki pengaruh krusial dalam mencetuskan suatu konsep ilmu.

Dalam kajiannya, Ustadz Shohibul Mujtaba’ memaparkan, bahwa ideologi dan kultur merupakan bagian dari pembentuk worldview seseorang. melalui worldview, mengantarkan manusia pada pemaknaan segala sesuatu yang ada di alam semesta, termasuk bagi ilmu pengetahuan. Jika keyakinannya mengajarkan kebaikan, maka akan muncul sebuah cara pandang yang baik. Maka, inilah letak perbedaan dari sesebuah worldview.

“sumber keilmuan islam adalah khobar shodiq yang melalui dari dua sumber otentik, yaitu Al-Qur’an dan sunnah yang berbanding terbalik dengan keilmuan barat yang hanya menggunakan pengalaman empiris saja”. jelas beliau pada kajian sore hari di Masjid.(25/09)

Seraya berkata demikian, beliau menjelaskan makna islamisasi menurut Syeikh Muhammad Naquib al-Attas yaitu membebaskan manusia yang berawal dari tradisi magis, mitologi, animistis, kultur nasional yang bertentangan dengan islam, kemudian dari belenggu paham sekuler atas pikiran dan bahasanya.

Dan dapat disimpulkan bahwa umat muslim sekarang sedang berhadapan dengan peradaban barat yang sedang mendominasi dunia pada saat ini. Hegemoni barat saat ini juga telah menyebar luas, khususnya melalui IPTEK, dan mereka tidak mempercayai dan tidak mengakui akan adanya wahyu sebagai sumber utama segala keilmuan. Dan ini sangat berbeda dengan sumber keilmuan islam yang telah di sebutkan dan mutlak kebenaran sumbernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *