Al-Qur`an dan Isu-isu Kontemporer

Al-Qur’an dan isu-isu kontemporer banyak dikaji di PTAIN di Indonesia “Bukan hanya di dalam kelas, diluar kelaspun lingkungan keilmuan harus dibentuk dan ditingkatkan”.

Rabu, 10 Juli 2019, Mahasiswa IQT UNIDA Gontor mengadakan Kajian Fassir dengan tema

Al-Qur`an dan Isu-isu Kontemporer di Gedung Pusat Siroh UNIDA Gontor. Nah, apa yang menarik dari kajian ini?

Kajian Prodi ini merupakan kegiatan wajib bagi seluruh mahasiswa IQT untuk memperkuat keilmuan

khususnya dalam bidang Tafsir Al-Quran. Namun begitu kegiatan ini selalu mendapatkan antusias besar dari para mahasiswa.

Al-Qur`an dan Isu-isu Kontemporer
Mahasiswa IQT Unida mengikuti kajian Fassir dengan tema al-Qur’an dan Isu-isu kontemporer

Kajian malam hari ini diisi oleh dosen Program Studi Ilmu al-Qur’an dan Tafsir lulusan UIM (Universitas Islam Madinah). Beliau memaparkan perihal Al-Qur`an dan Isu-isu Kontemporer. Pembukaan kajian kali ini dihadiri langsung oleh kaprodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir dan Ustadz. Mahmud Rifaanudin, M.Ag.

Apa poin penting dalam kajian ini?

Ustadz Muhammad Aqdi Asnawi menyampaikan isu kontemporer dalam Al-Quran yang di buat oleh barat, seperti isu mengenai teks dalam Al-Quran,

atau Al-Quran yang disebut sebagai buatan budaya itu semua yang dibuat oleh para kaum orientalis. Dimana hal tersebut sangat menyalahi hakikat dan sejarah Al-Quran itu sendiri.

Beliau juga menjelaskan bahwa banyak dari kaum orientalis yang ingin mengambil alih penafsiran Al-Qur’an

Maksudnya disini mereka ingin menafsirkan Al-Quran, padahal seorang mufassir harus menguasai berbagai macam ilmu

diantaranya ilmu bahasa Arab, ilmu Fiqh, ilmu hadits, hafal hadits, hafal Al-Quran dan memiliki akhlak yang mulia.

Kemuadian beliau juga memperdengarkan kepada para mahasiswa sedikit bacaan mengenai Qiroah Sab’ah dari matan As-Syathibi. “Al-Quran dari sejak dulu menggunakan bahasa Arab

tidak pernah ada Al-Quran dengan menggunakan bahasa selain Arab menurut dosen prodi IQT Alumni Universitas Islam Madinah ini.

Acara berjalan dengan baik dan lancar, para mahasiswa sangat antusias dalam bertanya dan berdiskusi. Kemudian diakhiri dengan pengambilan kesimpulan oleh pemateri

dan para peserta mendapatkan hadiah dari pemateri bagi yang bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan. Wallahu A’lam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *