Konsep dasar Keimanan : Hal Terpenting dalam Berislam

            “Berislam tanpa alasan”, inilah kalimat yang tepat untuk diungkapkan ketika melihat suatu kemurtadan. Melihat dari kenyataan yang telah terjadi sekarang ini, ternyata banyak sekali orang Islam yang murtad, baik dari kalangan awam hingga kalangan intelektual. Mengapa bisa terjadi demikian? Hal ini berkaitan dengan konsep keimanan yang akan saya jelaskan.

Konsep Keimanan

            Pada dasarnya orang murtad adalah mereka yang dulunya beriman / masuk Islam dengan Alasan . kemurtadannya disebabkan oleh beberapa keadaan:

  1. Saya berislam karena saya lahir dari keluarga muslim,
  2. Saya berislam karena saya menikah dengan orang Islam,
  3. Saya berislam karena orang yang membiayai saya kuliah adalah orang islam.

Bantahan dari hal tersebut yaitu :

  1. Saya tidak berislam karena saya lahir dari keluarga Kristen,
  2. Saya murtad karena suami saya sudah meninggal dan sekarang saya menikah dengan orang Kristen,
  3. Saya murtad karena yang membiayai saya sudah meninggal dunia.

            Dari ketiga konsep diatas dapat diisyaratkan, ketika banyak orang-orang pintar, bahkan sampai tingkatan intelektual, mudah sekali murtad dari agama Islam, dikarenakan mereka berislam dengan ‘alasan’ sebagaimana yang telah saya paparkan sebelumnya.

Intisari ayat

Mari kita pahami ayat 208 dalam surah Al- baqarah yang berbunyi:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

            Pada ayat tersebut, Allah memerintahkan kepada orang-orang beriman agar berislam secara kaffah (sempurna) dalam artian, kita berislam harus dengan ilmu pengetahuan sehingga tidak ada lagi alasan yang dapat mengarahkan kita kepada pemurtadan. Kita ketahui bahwasannya, tidak ada kitab yang bisa menyerupai Al-Qur’an sama sekali. Buktinya sudah sangat jelas, bahkan Allah Swt menantang makhluknya dari golongan jin dan manusia untuk membuat semisal al-Qur’an. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat al-Huud:13 yang berbunyi:

Intisari ayat

اَمْ يَقُوْلُوْنَ افْتَرٰىهُ ۗقُلْ فَأْتُوْا بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهٖ مُفْتَرَيٰتٍ وَّادْعُوْا مَنِ اسْتَطَعْتُمْ مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

            Yang artinya : Bahkan mereka mengatakan, “Dia (Muhammad) telah membuat-buat Al-Qur’an itu.” Katakanlah, “(Kalau demikian), datangkanlah sepuluh surah semisal dengannya (Al-Qur’an) yang dibuat-buat, dan ajaklah siapa saja di antara kamu yang sanggup selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar.”

            Kembali pada surat al-Baqarah ayat 208 pada kalimat berikut, وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ (janganlah mengikuti keinginan setan) keinginan setan pada ayat tersebut adalah ‘alasan’, setan mengajarkan kita beralasan untuk meninggalkan suatu kebaikan dan hidayah dari Allah Swt.

Apa Itu Hidayah?

            Lahir dari keluarga Muslim merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi kita, lahir sebagai seorang muslim bagian dari anugerah/rahmat paling indah, apalagi dari orang tua memang yang pada dasarnya sudah kuat keislamannya, dan semua ini tidak terlepas dari yang namanya Hidayah.

            Dalam kamus bahasa Inggris, hidayah diartikan dengan guidance, dalam bahasa Arab Hidayah adalah bimbingan untuk mencapai suatu tujuan. Sedangkan dalam pandangan umum masyarakat Islam hidayah lebih dikhususkan sebagai petunjuk dari yang maha pemberi petunjuk (al-Hadi) yang tidak lain adalah Allah SWT

Apa Itu Kafir?

            Perlu kita ketahui terlebih dahulu makna Kafir sebelum kata hidayah supaya jelas maksudnya. Kafir sendiri dalam bahasa Arab adalah كفر yang artinya adalah menutupi atau tertutup, sebenarnya kata Kafir ini adalah kata paling lembut yang disampaikan oleh Al-Qur’an terhadap orang Non-Muslim yaitu orang yang tertutup /orang yang menutupi dirinya dari datangnya Hidayah dalam artian orang kafir adalah orang yang menutupi dirinya dari kebenaran.

            Sebagaimana contohnya tentang penciptaan bumi dan langit. Ada yang bertanya manakah terlebih dahulu diciptakan? Apakah Qolam (pena), apakah Arsy? ataukah Air? Terdapat sedikit perselisihan tentang penciptaan Alam semesta, namun dapat kita temui jawabannya dari Al-Quran sendiri didalam Surah Hud:7, berbunyi :

وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِن بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا إِنْ هَٰذَا إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ

Yang artinya adalah :

            Dan dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.

            Allah mengatakan وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ dapat diartikan bahwa Allah menjelaskan bahwa air itu diciptakan terlebih dahulu sebelum ars-Nya, kemudian baru dari air tersebut diciptakanlah makhluk, dan sebagainya. Sebagian ulama berpendapat bahwasannya qolam terlebih dahulu, sebelum segala sesuatu qolam-lah yang menuliskan taqdir awal dan akhir, wallahu’alam.

Pembahasan ayat

            Yang ingin saya tunjukkan disini adalah letak Hidayah tersebut, ketika kita mencari suatu kebenaran, misalkan seperti penciptaan Alam Semesta tadi, maka disitulah Allah Swt akan memunculkan Hidayah-Nya. Apa bukti bahwasannya Allah memberikan Hidayah-Nya kepada kita? Hati kita akan merasakan suatu Kebenaran, ada ilmu pengetahuan yang baru, yang membuat kita menjadi semakin penasaran dan terus menerus mencari Kebenaran (Hidayah) tersebut. Ada Basyiroh (kabar gembira) yang Allah berikan kepada hati hambanya yang selalu mencari kebenaran, Itulah Hidayah.

            Lantas apakah hidayah itu turun kepada setiap makhluknya? Hidayah akan datang kepada kita ketika kita mencari kebenaran. Rambut kita akan tetap gondrong apabila kita tidak datang ke tukang cukur, rambut kita tidak akan dipotong apabila kita tidak meminta untuk dipotong. Seperti itu juga Hidayah, tidak akan datang apabila tidak dicari, dan tidak akan tersadarkan apabila hidayah tersebut diabaikan.

            Hidayah itu tidak turun hanya sekali, melainkan berkali kali, selama kita selalu mencari kebenaran maka disitulah ada hidayah, namun terkadang juga hidayah bisa datang secara tiba tiba kepada manusia, namun semua ini tidak luput dari kehendak Allah Swt.

            Lalu bagaimana dengan orang Muslim yang Murtad? Sebagaimana yang telah saya jelaskan  sebelumnya, bahwasannya berislam juga diperlukan intelektualitas, karena orang Islam yang paham Islam saja tidak cukup, dan harus didasari dengan Ilmu Akidah sebagaimana kita berislam didasari dengan bukti bukan alasan, sebagaimana yang telah difirmankan Allah Swt. Bahwa sesungguhnya agama disisi Allah adalah agama Islam إن الدين عند الله الإسلام dan Allah tidak menerima Agama selain agama Islam ومن يبتغ غيرالإسلام دينا فلن يقبل منه وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ Dan harus disertakan dengan bukti- bukti I’jaz Al-qur’an.

Author_ Faiz Alauddin

Mengenal SEO dan Manfaatnya Pada Website

Iqt.Unida.Gontor.ac.id Sebelum kita mengenal Apa itu SEO Search Engine Optimization, tentunya setiap pengelola website atau blog justru sedikit banyaknya sudah memahami betul dengan apa yang dimaksud dengan SEO. Karena SEO dalam pengoptimalan website atau blog sangat berperan penting. Disamping itu, walaupun sebaik-baiknya website yang disertakan dengan konten atau artikel yang bagus tetapi minim dari para pengunjung (visitor) akan menjadi tidak ada artinya bahkan belum bisa menebar kemanfaatan kepada sesama. Oleh karenanya, melalui tulisan sederhana ini anda para pembaca yang budiman akan diajak untuk mengenal apa yang dimaksud dengan SEO? dan apa manfaat SEO pada website?…

Mengenal SEO dan Manfaatnya Pada Website
Www.Iqt.Unida.Gontor.ac.id
Pengertian Singkat SEO

SEO merupakan kepanjangan dari Search Engine Optimization yaitu pengoptimalan mesin telusur. Secara sederhananya adalah usaha mengoptimalkan website atau blog untuk meraih peringkat rangking tertinggi pada posisi teratas di hasil mesin pencarian Google. Hal ini sesuai dengan pengalaman penulis dalam mengoperasikan SEO di website wordprees yang digambarkan seperti lampu lalu lintas beserta emoticon wajah seperti Merah (Nilainya Masih kurang ditandai dengan emoticon sedih), kuning (Nilainya lumayan dengan emoticon sedikit bahagia) dan hijau (Nilainya Sangat bagus dengan emoticon ceria) sebagai penilaian. Sehingga dengan hasil tertinggi tadi dapat meningkatkan potensi trafik yaitu Quantity Traffic dan Organic Traffic.

Kuantitas atau kualitas trafik (Quantity Traffic) sangat banyak digunakan dalam menghitung jumlah trafik berdasarkan jumlah pengunjung (visitor) yang masuk dan mengakses link situs website. Biasanya perhitungan semacam ini sudah didukung dengan menggunakan Google Analytics. Sedangkan trafik organik (Organic Traffic) juga mampu menghadirkan lebih banyak pengunjung situs secara gratis. Misalnya saja para pengguna internet cukup dengan mengetikkan kata kunci keyword pada mesin telusur, kemudian mengklik link situs website yang ditampilkan. Dari dua jenis trafik yang telah penulis sebutkan tentu tidak sulit, namun anda harus selalu memperhatikan dan menerapkan praktik SEO agar mendapat hasil yang maksimal.

Manfaat SEO (Search Engine Optimization)

Ketika kita membuat situs website bahkan jika anda mempunyai website atau blog mestinya tidak lain sebagai media berbagi kepada para pengguna internet. Begitupun SEO yang mempunyai manfaat besar bagi situs website atau blog anda. Nah berikut ini adalah manfaat SEO yaitu:

  • Memberikan informasi yang relevan
  • Mempromosikan konten online di Google penelusuran
  • Menjadikan mesin penelusuran Google sebagai sumber yang dapat dipercaya
  • Memperbaiki kualitas konten hingga menempatkan pada rangking tertinggi.

Sahabat para pembaca yang budiman, mungkin itulah beberapa hal-hal berkaitan dengan SEO Search Engine Optimization yang dapat penulis sampaikan. Semoga bermanfaat Wallahu ‘Alam Bissawab. (Ed.Husein)

6 Proposal PKM Mahasiswa IQT lolos Pendanaan Internal

iqt.unida.gontor.ac.id– Setiap tahun, Universitas Darussalam Gontor mengadakan kompetisi Penulisan karya ilmiah dan menyalurkan dana hibah internal kepada proposal PKM yang terpilih. Pada kompetisi di tahun 2021 ini telah terpilih 26 proposal PKM untuk mendapat dana hibah internal PKM. Dan alhamdulillah atas berkah doa, usah dan atas izin Allah dari 8 proposal yang diajukan oleh perwakilan mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir diantaranya 6 Proposal PKM Mahasiswa IQT lolos Pendanaan Internal unida tahun 2021, dan mejadi prodi dengan jumlah proposal terbanyak lolos pendanaan internal PKM tahun 2021.

adapun 6 Proposal PKM Mahasiswa IQT lolos Pendanaan Internal sebagai berikut

No Skema Ketua Judul
1 PKM-K M. Rafli Rofiki “KOACH”, Produk herbal Celup dengan Pengemasan Kertas Filter Food Grade yang Praktis
2 PKM-K Muhammad Abdi Kurniawan “KORO”, Kripik Lamtoro
3 PKM-GFK Muhammad Khoerul Rizal Ekowisata Gunung Kapur Sampung Ponorogo
4 PKM-KC Ahmad Maulana Akbar Aplikasi Al-Qur’an Tani Informasi Integrasi Al-Qur’an dan Pertanian di Era Sekarang
5 PKM-KC Muhammad Sayuti Kit Edukasi Laboratorium Sains Qur’an “LABSAQU” Sebagai Inovasi Media Pembelajaran Berbasis Integrasi Al-Qur’an, Sains dan laboratorium
6 PKM-KC Fahmi Akhyar Al-Farabi IoT ( Internet of Things) AQUAPONIK : “Implementasi Abasa Dalam Inovasi di Bidang Pertanian dan Perikanan”

Alhamdulillah Atas izin Allah Prestasi-Prestasi mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir kian waktu kian bertambah. Harapan kedepannya geliat aktivitas penelitian di UNIDA agar lebih hidup dan produktif.

Setiap Prestasi yang ditorehkan tak lain adalah bukti kebermanfaatan serta peran nyata mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam berkontribusi untuk bangsa dan agama, ilmu yang tak berhenti hanya pada ranah kelas dan nilai angka tapi juga bermanfaat bagi sesama.

Al-Quran sebagai Hidayah ummat manusia

alquran sebagai hidayah ummat manusia

Alquran adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW secara mutawatir (bersambung) dengan perantaraan Malaikat Jibril, dan berpahala bagi orang yang membacanya. Demikianlah makna Al-quran sebagaimana dijelaskan oleh Subhi As-Salih dalam kitabnya Mabahits fi ‘Ulum Al-Qur’an dan Jalaluddin As-Suyuthi dalam Al-Itqan fi ‘Ulum Al-Qur’an, serta Manna’ al-Qattan dalam Mabahits fi ‘Ulum Al-Qur’an.

Alquran berisi tentang berbagai hal, mulai dari masalah ibadah, amaliyah (perbuatan) manusia, hari akhir, kisah-kisah umat terdahulu, kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada rasul-rasul-Nya, sejarah, serta ilmu pengetahuan.

Alquran diturunkan dalam bahasa Arab untuk memudahkan Rasul SAW dalam memahaminya dan mengajarkannya kepada seluruh umat manusia. Lihat surah Ar-Ra’du ayat 37, An-Nahl : 103, Fushshilat : 3 dan 44, Al-An’am : 156, Thaaha [20]: 113, Asy-Syu’ara : 7 dan 195, Az-Zumar : 28, Az-Zukhruf : 3, dan Al-Ahqaf : 12.

”Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Alquran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.” (Ar-Ra’du [13]: 37.

Karena itulah, di dalamnya kemudian dikenal dengan berbagai jenis ilmu pengetahuan bahasa, seperti nahwu, sharaf, balaghah, mantiq, arudl, ma’ani, dan bayan.

Alquran diturunkan secara berangsur-angsur. Tujuannya agar lebih mudah dipahami, dihafal, serta diamalkan. Cara seperti ini, maka Nabi Muhammad SAW akan memudah memberikan jawaban atas berbagai pertanyaan yang diajukan oleh umatnya maupun orang-orang kafir.

Asbab an-Nuzul
Dan di antara ayat-ayat Alquran itu, terdapat sejumlah ayat yang berkaitan dengan peristiwa atau pertanyaan dari para sahabat Rasul SAW. Di antaranya, seperti permintaan Umar bin Khathab agar Rasul SAW berdakwah secara terang-terangan, dan tidak lagi sembunyi-sembunyi. Lihat surah al-Mudatstsir, yang memerintahkan Rasul SAW untuk berdakwah secara terbuka.

Kemudian, kisah seorang buta yang meminta kepada Rasul SAW agar menerangkan tentang hukum-hukum Allah. Namun, karena sedang menerima tamu, Rasul merasa kurang senang menerangkannya dan terlihat wajahnya kurang ceria. Allah kemudian menegur Rasul dengan menurunkan surah ‘Abasa [80].

Selain kedua kisah tersebut di atas, banyak ayat Alquran lainnya yang diturunkan berkenaan dengan pertanyaan para sahabat Rasul SAW. Secara lengkap dapat dilihat dalam kitab Asbab an-Nuzul, karya Jalaluddin As-Suyuthi.

Dari beberapa surah atau ayat yang diturunkan berkaitan dengan pertanyaan atau sikap sahabat, terdapat beberapa nama sahabat yang dijamin oleh Rasul SAW sebagai penghuni surga (Asyarat al-Kiraam). Selain itu, diceritakan pula kisah beberapa sahabat yang dermawan (pengusaha), para wanita Muslim, dan lainnya. Di antara sahabat-sahabat itu, terdapat pula di antaranya orang-orang yang bukan berasal dari Arab, seperti Bilal bin Rabah (muazin Rasul SAW) dan Salman Al-Farisi.

Apakah yang menjadi sebab turunnya ayat (Asbab An-Nuzul) berkaitan dengan diri sahabat itu? Bila melihat keberadaan tokoh-tokoh itu sebagai ‘pelaku sejarah’ dari turunnya Alquran, menunjukkan bahwa para sahabat itu adalah orang-orang yang hebat, wara’, tawadlu, jujur, dan sepenuh hati mengamalkan Islam. Hal ini terbukti dengan sifat dan akhlak mereka dalam membela dan memperjuangan syiar Islam.

Menurut Ibnu Abbas RA, salah seorang sahabat dan mufassir hebat awal permulaan Islam, nama-nama sahabat yang menjadi ‘sebab turunnya’ ayat-ayat Alquran itu bertujuan untuk memudahkan Rasul SAW dalam menjelaskan dan memberikan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan atau penolakan suatu pendapat yang diutarakan oleh para sahabat Nabi SAW maupun orang-orang kafir.

Menurut Syekh Muhammad Husain Ath-Thabathaba’i dalam kitabnya Al-Qur’an fi Al-Islam, mempelajari ilmu-ilmu sebab turunnya ayat (Asbab An-Nuzul) itu sangat penting dalam mempermudah seseorang dalam mengetahui ayat dan memahami makna serta kandungan yang ada di dalam Alquran, serta rahasia-rahasia yang terkandung di dalamnya.

Namun demikian, terdapat sejumlah ulama yang tidak menerima adanya ilmu (Asbab An-Nuzul) ini. Menurut mereka, Alquran tersebut sudah tertulis sejak di Lauh al-Mahfudz sebelum diturunkan kepada Rasulullah SAW.

Sejarah Balai Pertemuan Pondok Modern

Balai Pertemuan Lama yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut dibangun sejak tahun 1933 sampai dengan tahun 1934 dengan nama Balai Pertemuan Kaum Muslimin (BPKM), dan setelah Pondok Modern terkenal, namanya berubah menjadi Balai Pertemuan Pondok Modern ( BPPM).
Bentuk BPPM ini seperti ruangan lebar yang memanjang, tetapi dengan struktur bangunan yang belum permanen yang terdiri dari rumah yang lebih besar dan tinggi di tengah-tengahnya. Sebelah kanan dan kirinnya ditambah rumah srotongan kecil dan belakang rumah kecil tersebut dijadikan beberapa kamar. Muka bangunan ini dibangun lebih menonjol melebihi rumah yang besar dan Di tengah-tengahnya lantai berderet 3 baris tiang. Sebelah utaranya BPPM ini dibuat kamar-kamar untuk tamu dan untuk Bapak Kiyai atau Bapak Guru dan disebelah selatannya lagi ada lapangan sepak bola yang dipisah dari halaman depan dengan jalan.
Sebagian kerangka dari Bangunan ini dibuat dari kayu jati, rusuknya dari kayu kelapa dan rengnya dari bambu. Lantainya dari batu bata tidak pelester,dan tidak tegel, ada tembok dari lumpur tanah Pondasinya tinggi hampir satu meter. Dimukanya merupakan halaman yang ditinggikan juga, kurang sedikit dari pondasi utamanya. Paling selatan baru ada enpat jenjang (undak-undakan). Jadi kelihatan bentuk tempat megah. Dimukanya ditanami trembesi. Pada waktu sepuluh tahunan Pondok, trembesi itu sudah besar dan merupakan tempat berteduhnya para santri.
BPPM dulunya dipergunakan sebagai tempat para murid TA dan TI belajar. Selain itu juga BPPM ini pernah dijadikan sebagai tempat penerimaan tamu dan pertunjukan-pertunjukan seperti drama dan lain-lainnya. Saat Pondok merayakan sepuluh tahunan dan seperempat abad, BPPM ini menjadi tempat perayaan resepsi acara tersebut. Selain itu, Pada saat Masyarakat kota Ponorogo mengungsi keluar kota, BPPM ini dipinjam untuk belajar para siswa dan siswi SMP Negeri Ponorogo. Presiden R.I. pertama yaitu Bung Karno juga pernah berkunjung ke Pondok Modern pada tahun 1946 yang mana BPPM lah menjadi tempat penerimaannya.
Pada tahun 1955, Syeikh Awadh Syahbal dari Solo mengusahakan adanya kunjungan Menteri Wakaf Mesir, Syeikh Hasan Al-Baquri dan Duta Besar Mesir, Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi ke Pondok Modern Darussalam Gontor saat Beliau semua datang ke Indonesia. Mereka disambut di BPPM tersebut. Ketika itu sudah disambut dengan pertemuan dalam Bahasa Arab termasuk protokolnya juga berbahasa Arab. Rombongan tersebut datang ke Pondok Modern bertepatan pada bulan Puasa, sehingga para santri tidak terlalu banyak. Meskipun dalam tempat dan keadaan yang sangat sederhana itu, pertemuan itu sangat mengesankan bagi Syeikh Hasan Al-Baquri dan Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi.
Sepulangnya dari Pondok Modern Darussalam Gontor dan Indonesia, Syeikh Hasan Al-Baquri masih terkesan dengan penerimaan pondok terhadap beliau saat berkunjung ke PMDG. Dan kesannya itu Beliau tulis dalam Majalah di Mesir tentang eratnya hubungan Indonesia dan Mesir dalam faktor agama dan bahasa Arab. Adapun Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi, setelah kunjungan tersebut beliau selalu mengatakan bahwa Pondok inilah tempat pendidikan yang terbaik.

Saatnya Diet Informasi

Infobesitas adalah sebuah kondisi dimana seseorang mengkonsumsi informasi dalam jumlah yang besar secara terus-menerus serta cenderung memberikan dampak negative pada tubuh.

Anda mungkin pernah membutuhkan suatu barang kemudian anda memutuskan mencari informasi dari dunia maya. Dalam benak anda, anda akan yakin mendapat informasi yang detail demi memutuskan barang yang akan dibeli dengan singkat dan tepat. Tetapi apa yang terjadi? Selama hampir berjam-jam anda hanya menikmati varian informasi barang tanpa memutuskan untuk membelinya. Anda belum dapat memutuskan pembelian barang tidak dikarenakan minimnya informasi yang anda dapat, melainkan kelebihan informasi yang anda terima. Yap, itu adalah infobesitas (infobesity) atau keberlebihan informasi (information overload).

Infobesitas adalah sebuah kondisi dimana seseorang mengkonsumsi informasi dalam jumlah yang besar secara terus-menerus serta cenderung memberikan dampak negative pada tubuh. Penyakit Infobesitas pertama kali didengungkan pada tahun 2010 oleh Rosa-Maria Koolhovens seorang pengamat trend remaja di Belanda. Pada dasarnya infobesitas dan obesitas hampir sama, jika obesitas adalah penyakit kelebihan berat badan karena konsumsi junkfood atau makanan cepat saji, maka sama halnya dengan infobesitas yang disebabkan oleh kelebihan junkinfo atau informasi yang kurang penting atau bisa dibilang tidak berguna. Namun ada perbedaan diantara kedua penyakit ini. Penderita obesitas menyadari bahwa dirinya mengalami kegemukan, namun tidak dengan penderita infobesitas. Penderita infobesitas tidak menyadari bahwa dirinya telah terjangkit penyakit yang mengerikan ini.

Penyebab infobesitas adalah menumpuknya informasi yang merupakan dampak dari penggunaan internet dan boomingnya gawai sebagai perangkat komunikasi yang bisa dimiliki hamper setiap orang, terjadi ledakan kuantitas informasi yang kemudian dikenal dengan era keberlimpahan informasi (abundance of information era). Tsunami informasi menerjang keseharian kita sehingga menjadi epidemi baru yang melanda dunia. Di samping permasalahan kualitas informasi (hoax, fake news, miss information) kuantitas informasi juga menjadi masalah, sebagaimana kemacetan lalu-lintas di banyak kota besar yang menjadi permasalahan serius saat ini karena jumlah kendaraan melebihi kemampuan-layanan prasarana jalan yang ada, demikian pula infobesitas. Jumlah informasi yang men-tsunami berlebih mengakibatkan terjadinya penyumbatan arus informasi di sana-sini, memperlambat system kognitif kita, bahkan menjadikan sistem dan metabolisme fisik terpaksa harus melakukan force-closed atau restart, dikarenakan kemampuan kognitif manusia yang belum terlatih untuk memproses sebegitu banyak jumlah informasi yang ada. Sebuah riset di Amerika menunjukkan bahwa rata-rata orang Amerika mengkonsumsi informasi sebesar 34 GB setiap harinya. Seperti halnya obesitas, sumber “makanan” informasi juga berasal dari banyak sumber semisal laporan- laporan, brosur, iklan, streaming video dan audio, e-mail, media sosial, dan sumber online lainnya. Yang cukup mengejutkan adalah, ternyata informasi yang mengalami penumpukan itu sendiri kebanyakan bukanlah informasi yang penting. Jika berkaca pada realita yang ada, banyak orang, khususnya remaja yang memanfaatkan jejaring sosial secara berlebihan entah hanya sekedar untuk update status ataupun membaca informasi yang sebenarnya tidak begitu penting baginya. Umumnya, gejala yang dialami penderita infobesitas adalah kesulitan dalam menyaring informasi, memahami isu, dan bahkan mengambil keputusan mengenai kebenaran sebuah informasi.Jadi, sebagai generasi muslim penerus bangsa perlukah kita untuk diet media sosial?*

PANGGUNG GEMBIRA 695 GONTOR KAMPUS 2

KAMPUNG DAMAI-Panggung Gembira 695 sukses digelar pada kamis malam(17/12). Acar ini menjadi puncak dari rentetan kegiatan pekan perkenalan Khutbatu-l-‘arsy. Kesuksesan acara ini menyusul kesuksesan pagelaran seni sebelumnya, Drama Arena yang dipanitiai siswa kelas 5 KMI. Keberhasilan pangguang gembira ini tak lepas dari cuaca cerah sepanjang penyelenggaran. Walaupun sempat turun hujan pada kamis pagi, tapi berkat doa seluruh pihak, cuaca sangat bersahabat pada malam tadi.
Penampilan hadroh menjadi pembuka rentetan penampilan, dimana seluruh pesertanya merupakan siswa kelas dua. Pembawa acara lantas menjelaskan isi dan tujuan pagelaran seni ini dengan tiga Bahasa rapi dan apik. Setelah pembacaan ayat suci al-qur’an, Al-Ustadz Hudaya memberi sambutannya. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa semua pihak memiliki andil besar dalam penyuksesan panggung kali ini. Bapak pimpinan pondok K.H Akrim Mariyat lantas memberi sambutan singkat yang disusul dengan pembukaan acara secara resmi “tak berbeda jauh dari DA, acara ini mengandung unsur pendidikan dan sama sama menumbuhkan ukhuwah Islamiyah”.
Grand opening berlangsung atraktif, bermula dari penampilan perbeda disusul dengan taruan yang diiukuti seluruh peserta acara membuat panggung terkesan warna warni. Paduan suara dan puisi berisi nasehat para pendahulu agar selalu taat akan perintah allah membuat diri semakin bersyukur ditempatkan di kampung damai ditengah keadaan dunia yang tak jelas arahnya.
Drama kolosal juga menmpilkan acting terbaik, mengisahkan sultan agung tirtayasa yang berjuang keras untuk merebut Batavia, perjuangannya emang belum mebuahkan hasil, tapi kemudian beliau memerintahkan seluruh adipatinya untuk mengajarkan generasi penerus di kerajaan mataram, ia tak ingin generasi setelnya dibodoh bodohi para penjajah.
Tarian daerah lantas unjuk kebolehan, tari aceh tampil dengan ciri khasnya, kekompakan dalam gerakan tangan yang tak kalah apik dari pentas drama arena. Tari Sumatra, reog,jaranan bali dan malulo menyusul setelahnya. Semuanya menari dengan lentur dan penuh kegembiraan. Untuk campursari, ada inovasi baru tahun ini. Dimana penampilan wayang yang sering dianggap membosankan dikemas rapi dengan laju jawa setelahnya. Lagu los dol yang dibawakan Al-Akh Raka Al-Akh Rizal, rafa dan fathir sukses menghibur hadirin dan mengubah pola piker mereka terhadap acara wayang.

ISTANA MEGAH DI TENGAH SINTESA

Acara kemudian berlanjut dengan penampi;an dangdut, kali ini Al-Ustadz Hudaya unjuk gigi dalam membawakn lagu Rhoma Irama.”lagu kehilangan dan malapetaka sengaja saya bawakan mengingat jasa orang yang mendahului kita, sekalgus tanggapan atas apa yang terjadi di luar sana”. Vicky Irama, salah satu anak Rhoma Irama mengapresiasi Al-Ustadz hudaya yang seri membawakan lagu ayahnya. “terimakasih ustadz karena sudah sering melantunkan lagu dari sonata” ujar anak raja dangdut tersebut pada vidio yang dipertayangkan langsung dipertengahan acara.
Tak sampai disitu saja, beberapa tarian modern juga tampil pada acara yang dipanitiai kelas enam sendiri. Dan tak terpaku pada tarian tarian, pagelaran seni malam tadi juga mementaskan virtuous band dengan lagu monokrom ditambah lagi aksi acrobat yang hebat serta drama cabaret yang menghibur dan mendidik sukses mengisi bagian akhir acara. Al-Alh Nasrohan Pulungan memerankan sosok marco dengan baik.
Ost panggung gembirapun menutup seluruh rangkaian acara. Setelah itu mereka duduk rapi di panggujng sambil mendengarkan evaluasi dan penilaian langsung dari bapak wakil pengasuh. Beliau berkata bahwasanya malam tadi merupakan malam yang spektakuler, dimana cuaca bersahabat, penampilan semuanya berjalan meriah dan semua ini tak akan terwujud tanpa adanya kerjasama seluruh pihak. “untuk panggung yang megah ini,dan penampilan yang spektakuler, saya beri predikat excellent mumtaz, nilanya 9.85” ujar beliau.untuk konsep panggung beliau mengapresiaisi lebih karena berhasil membuat panggung yang luas tapi tidak kosong begitu juga dengan hiasan hiasan yang sarat akan kesan walimatul-‘ursy. Begitu juga dengan tatanan taman yang enak dipandang. “untuk taman kali ini melebihi DA kemarin” ucap beliau pada sesi penilaian.
Spirit qiyam islamiya,memperkokoh identitas gontory,mewujudkan khoiru ummah menjadi motto panggung gembira kali ini. Tak pelak lagi bahwasnya virtuous generation menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam setiap perbuatan.
Predikat mumtaz yang diberikan tak didapatkan dengan mudah semua itu dimulai pada bulan ramdhan saat pemilihan ketua acara panggung gembira yang sepakat menunjuk al-akh choirunnas, al akh astono dan al-akh aflah sebgai ketua. Ketiganya lantas membentuk kepanitiaan, mengonsep panggung dan acara hingga akhirnya dapat memukau seluruh penonton .

Lomba Pidato 3 Bahasa dan Haflatu Tilawatil Qur’an

Lomba Pidato 3 Bahasa dan Haflatu Tilawatil Qur’an merupakan salah satu kegiatan sunnah yang ada di Gontor Putri Kampus 3. Kegiatan tersebut diadakan setiap tahunnya, dan pada tahun ini digelar pada hari Selasa (15/12) di Auditorium Gontor Putri Kampus 3. Lomba ini dibagi ke dalam dua bagian yaitu Lomba untuk siswi kelas 1-4 dan siswi kelas 5. Peserta berjumlah 13 orang siswi, 3 siswi dengan pidato bahasa Arab, 3 siswi dengan pidato bahasa Inggris, 3 siswi dengan pidato bahasa Indonesia dan 4 siswi peserta lomba Haflatu Tilawatil Qur’an.
Sebelum acara dimulai, para penonton dihibur oleh lantunan suara merdu dan dentungan gendang yang senada dari klub Marawis Gontor Putri Kampus 3, dilanjutkan dengan sambutan oleh bapak wakil pengasuh Gontor Putri Kampus 3 Al-Ustadz Suwarno TM. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa: “Manfaat pidato itu 1. Pembentukan mental, 2. Pembentukan Mundzirotul Qoum, 3. Peningkatan bahasa”. Sesuatu yang berbeda dari acara Lomba Pidato 3 Bahasa dan Haflatu Tilawatil Qur’an sebelumnya, pada acara kali ini para peserta memasuki ruangan dengan digandeng oleh wali kelas masing-masing. Hal tersebut dilakukan untuk menguatkan dan menyemangati peserta.
Acara ini bertujuan untuk melatih mental santriwati dalam hal berkomunikasi di depan khalayak ummat, dan demi mengembangkan bakat santriwati dalam bidang Qira’atul Qur’an yang dapat meningkatkan rasa percaya diri santriwati sehingga mampu menjadi orang-orang yang unggul nantinya.Salah satu peserta lomba pidato sedang menunjukkan kemampuan berpidatonya
Para penenonton sanagat antusias menyaksikan acara tersebut, apalagi ketika yang sedang tampil adalah kawan seangkatan, mereka memberikan semangat dengan tepukan tangan dan beberapa yeling yang mereka miliki. Dengan adanya acara ini, diharapkan seluruhnya dapat mengambil pelajaran yang bermanfaan bagi pengembangan diri masing-masing. Acara diakhiri oleh pembacaan nama-nama pemenang lomba oleh dewan juri sekaligus pembagian hadiah.
Nama-nama pemengang lomba Pidato 3 Bahasa dan Haflatu Tilawatil Qur’an:
Brilian Ajeng Pertiwi 1 Intensif F Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Arab
Mardina Murti Sari 3 Intensif B Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Arab
Addina Silmi Khairun Nisa 4E Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Arab
Naila Nur Azizah 1B Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Inggris
Fatimah Nur 3 Intensif B Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Inggris
Tristania Nabila 3B Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Inggris
Wardah Chiifah Qoni’Ah 1 Intensif F Juara 1 Lomba Pidato Bahasa Indonesia
Ayu Dea Nabila 1 Intensif F Juara 2 Lomba Pidato Bahasa Indonesia
Fina Najma 3C Juara 3 Lomba Pidato Bahasa Indonesia
Afriliyah Rously 3 Intensif B Juara 1 Lomba Haflatu Tilawatil Qur’an
Azzahra Pramenistya Putri 1 Intensif C Juara 2 Lomba Haflatu Tilawatil Qur’an
Zahrotul Hayati 4G Juara 3 Lomba Haflatu Tilawatil Qur’an

Pergantian Pengurus Gugus Depan 15089-15 Di Pondok Modern Darussalam Gontor

Pergantian Pengurus Gugus Depan 15089-15

Di Pondok Modern Darussalam Gontor

          Pondok Modern Darusslam Gontor, yang biasa disingkat dengan PMDG berdiri pada tanggal 19 September 1926 telah menelurkan banyak alumni yang berkualitas dan mengabdi kepada masyarakat. Tentunya semua itu tidak lepas dari pendidikan yang diberikan oleh pondok kepada para alumni tesebut. Dengan penugasan yang diberikan oleh pondok, para santri terdidik dalam segala hal. Salah satu penugasan itu adalah menjadi pengurus salah satu gugus depan di PMDG, yaitu Gugus Depan 15089-15.

            Pergantian pengurus gugus depan di PMDG dilaksanakan pada hari Kamis, 7 Januari 2021. Untuk Gugus Depan 15089-15 bertempat di sebelah barat kantor bapak pimpinan PMDG dan acara berjalan dengan lancar, meskipun diguyur sedikit dengan air hujan. Acara dimulai pukul 13.45 dan selesai pada pukul 14.45 kemudian dilanjutkan dengan acara perfotoan bersama. Sesi foto bersama seperti acara ini telah ada semenjak Pondok Gontor berdiri.

            Yang menjadi pengurus baru di Gugus Depan adalah adika (anak didik pramuka) yang telah masuk menjadi Pasus (Pasukan Khusus) dan yang duduk di kelas 3 KMI (Kulliyyatu-l Mu’allimin Al-Islamiyyah). Mereka tidak menyiapkan dan melaksanakan acara tersebut seorang diri, tetapi juga dibantu adik kelas, yaitu kelas dua, kakak kelas mereka, yaitu kelas 3 intensif  kelas 4, dan seorang Bindep (Pembimbing Gugus Depan), serta dari para Mabigus (Majlis pembimbing Gugus Depan).

Description: D:\Kuliah\Smester 6\ust. Ilham Habibullah\20210107_140549.jpg

             Acara tersebut dimulai dengan bacaan Al-Qur’an kemudian dilanjutkan dengan laporan pengurus lama, pelantikan pengurus baru, pergantian tempat, tanda tangan surat mandat, pembacaan surat mandat, sambautan pengurus baru, sambutan dari Mabigus, dan diakhiri dengan Kaffaratu-l Majlis.

            Dalam penugasan ini, pertama dalam menyiapkan acara pergantian, para santri terdidik dalam segala hal. Bagaimana adika-adika pasus menyiapkan acara dari jauh-jauh hari samapai hari H. Mereka berkorban harta, tenaga, dan fikiran untuk menghidangkan acara terbaik. Kemudian ketika sudah resmi dilantik menjadi pengurus baru, mereka berlatih kepemimpinan. Bagaimana menyikapi anggota yang susah diatur, berbicara di depan banyak orang, melatih anggota dengan skil massing-masing.

            Para pengurus baru melatih anggota dengan sungguh-sungguh serta dengan penuh tanggungjawab, karena mereka sudah membaca syahadat dan janji suci di depan banyak orang serta mereka khawatir dan takut kalau generasi setelah mereka menjadi generasi yang jelek dan lemah daripada tahun sebelumnya. Seperti yang difirmankan oleh Allah SWT :           

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْ تَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعٰفًا خَافُوْا عَلَيْهِمْۖ فَلْيَتَّقُوا اللّٰهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا (النساء: 9)

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan)nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” ( An-Niisa’ : 9)

            Itulah semua proses pergantian pengurus Gugus Depan 15089-15 dan amanat yang diemban oleh pengurus baru. Dengan penugasan seperti yang dijelaskan di atas, maka para alumni PMDG telah mendapat banyak pendidikan dan pengalaman yang banyak dan siap untuk terjun dan berjuang di masyarakat.

PONDOK MODEREN DARUSSALAM GONTOR PUTRI 1

Pesantren Putri Pondok Modern Darussalam Gontor, terletak lebih kurang 100 km dari Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo atau 32 km sebelah barat kota Ngawi, tepatnya di desa Sambirejo Kec. Mantingan Kab. Ngawi. Aktifitas santriwati Gontor Putri yang mempunyai luas 6 ha. ini diorientasikan pada pembentukan sosok wanita muslimah, sholihah dan wanita serba teladan.

Sejarah Berdiri dan Perkembangannya.

Berdasarkan amanat TRIMURTI Pondok Modern Darussalam Gontor dan keputusan Sidang Badan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor dalam sidangnya yang ke-25 pada tanggal 7 – 8 Rabiul Awwal 1411, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor membuka Pesantren Putri mulai tahun ajaran 1410 – 1411 di desa Sambirejo, Mantingan, Ngawi , Jawa Timur. Pendirian pesantren ini juga didukung oleh adanya usulan para peserta silaturrahim Kyai Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor dalam sidangnya pada bulan Muharram 1410, dan usulan Musyawarah Besar (MUBES) IKPM V di Pondok Modern Darussalam Gontor pada tanggal 16 – 17 Rabiul Tsani 1409 H.
Sebagai persiapan pembukaan pesantren putri tersebut diadakanlah beberapa kegiatan, antara lain: pembangunan gedung dan sarana yang diperlukan, dimulai tanggal 26 September 1988, penyelenggaraan pesantren kilat bekerja sama dengan Pusat Latihan Manajemen dan Pengembangan Masyarakat (PLMPM) bagi para siswa SLTP/SLTA, tanggal 24 – 31 Desember 1989, penetapan Direktur Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyah (KMI), para pendidik dan pengajarnya, pengadaan Pesantren Ramadan Khusus Putri pada tahun 1410, dan terakhir adalah pembukaan pendaftaran santri baru pada bulan Syawal 1410. Pada tanggal 6Dzulqo’dah 1410 / 31 Mei 1990, Pesantren Putri Pondok Modern Darussalam Gontor diresmikan pembukaannya oleh Menteri Agama Republik Indonesia, H. Munawir Syadzali, M.A. Dalam acara peresmian tersebut turut hadir Duta Besar Republik Arab Mesir, Atase Kebudayaan Mesir, Direktur LIPIA Jakarta, para undangan dari jajaran Departemen Agama R.I., pejabat pemerintah, tokoh-tokoh masyarakat dan keluarga besar Pondok Modern Darussalam Gontor.
Tepat tanggal 10 Syawwal 1410, pendaftaran santriwati baru mulai dibuka. Pada awal berdirinya, Pesantren Putri Pondok Modern Darussalam Gontor menerima santriwati sebanyak 298 siswi dari 308 pedaftar, dan melibatkan 18 tenaga pengajar yang berfungsi sekaligus sebagai pengasuh dan pembimbing di dalam asrama pondok. Dalam perkembangan selanjutnya Pondok Pesantren Putri membutuhkan tambahan bangunan untuk asrama dan kelas sehingga mampu menerima jumlah santriwati yang lebih banyak pada tahun-tahun berikutnya. Seluruh kebijaksanaan di Pondok Modern Darussalam Gontor Putri mengacu kepada kebijaksanaan di Pondok Modern Darussalam Gontor secara penuh. Namun, itu tidak berarti menutup kemungkinan wujudnya kreatifitas dan inovasi yang muncul dari pengelolanya, terutama berkaitan dengan hal-hal yang bersifat teknis-praktis, bukan prinsip.

Kulliyatul Mu’allimat Al-Islamiyyah (KMI)

Sistem pendidikan di KMI Pondok Modern Darussalam Gontor Putri sepenuhnya mengacu kepada sistem pendidikan KMI Pondok Modern Darussalam Gontor; baik dalam jenjang pendidikan maupun kurikulumnya, demikian pula berbagai aktivitas dan program-programnya. Direktur KMI putri yang pertama adalah KH. Sutadji Tajuddin, MA. Setelah melalui banyak pergantian, kini, Wakil Direktur KMI di Gontor Putri Kampus 1 adalah Dr. H. Fairuz Subakir, M.A.

Pengasuhan Santriwati

Di luar kelas santriwati mendapat bimbingan, pengajaran, dan pengembangan diri secara intensif oleh Pengasuhan Santriwati yang bertanggungjawab menangani berbagai aktivitas ekstrakurikuler yang meliputi keorganisasian, kepramukaan, bahasa, disiplin, olahraga, ketrampilan, kesenian, akhlak, ibadah, nisaiyat, dan berbagai aktifitas keputrian lainnya. Bagian ini ditangani oleh seorang Wakil Pengasuh, yaitu H. Ahmad Suharto, M.Pd. dibantu oleh beberapa staf yang terdiri dari guru-guru KMI. Berbagai aktivitas ini, dengan beberapa modifikasi dan inovasi, juga mengacu kepada aktivitas yang diselenggarakan oleh Pengasuhan Santri di Pondok Modern Darussalam Gontor, tentu saja dengan beberapa penyesuaian untuk santri putri.

PANGGUNG GEMBIRA 695 GONTOR KAMPUS 2

KAMPUNG DAMAI-Panggung Gembira 695 sukses digelar pada kamis malam(17/12). Acar ini menjadi puncak dari rentetan kegiatan pekan perkenalan Khutbatu-l-‘arsy. Kesuksesan acara ini menyusul kesuksesan pagelaran seni sebelumnya, Drama Arena yang dipanitiai siswa kelas 5 KMI. Keberhasilan pangguang gembira ini tak lepas dari cuaca cerah sepanjang penyelenggaran. Walaupun sempat turun hujan pada kamis pagi, tapi berkat doa seluruh pihak, cuaca sangat bersahabat pada malam tadi.
Penampilan hadroh menjadi pembuka rentetan penampilan, dimana seluruh pesertanya merupakan siswa kelas dua. Pembawa acara lantas menjelaskan isi dan tujuan pagelaran seni ini dengan tiga Bahasa rapi dan apik. Setelah pembacaan ayat suci al-qur’an, Al-Ustadz Hudaya memberi sambutannya. Dalam pidatonya, beliau menyampaikan bahwa semua pihak memiliki andil besar dalam penyuksesan panggung kali ini. Bapak pimpinan pondok K.H Akrim Mariyat lantas memberi sambutan singkat yang disusul dengan pembukaan acara secara resmi “tak berbeda jauh dari DA, acara ini mengandung unsur pendidikan dan sama sama menumbuhkan ukhuwah Islamiyah”.
Grand opening berlangsung atraktif, bermula dari penampilan perbeda disusul dengan taruan yang diiukuti seluruh peserta acara membuat panggung terkesan warna warni. Paduan suara dan puisi berisi nasehat para pendahulu agar selalu taat akan perintah allah membuat diri semakin bersyukur ditempatkan di kampung damai ditengah keadaan dunia yang tak jelas arahnya.
Drama kolosal juga menmpilkan acting terbaik, mengisahkan sultan agung tirtayasa yang berjuang keras untuk merebut Batavia, perjuangannya emang belum mebuahkan hasil, tapi kemudian beliau memerintahkan seluruh adipatinya untuk mengajarkan generasi penerus di kerajaan mataram, ia tak ingin generasi setelnya dibodoh bodohi para penjajah.
Tarian daerah lantas unjuk kebolehan, tari aceh tampil dengan ciri khasnya, kekompakan dalam gerakan tangan yang tak kalah apik dari pentas drama arena. Tari Sumatra, reog,jaranan bali dan malulo menyusul setelahnya. Semuanya menari dengan lentur dan penuh kegembiraan. Untuk campursari, ada inovasi baru tahun ini. Dimana penampilan wayang yang sering dianggap membosankan dikemas rapi dengan laju jawa setelahnya. Lagu los dol yang dibawakan Al-Akh Raka Al-Akh Rizal, rafa dan fathir sukses menghibur hadirin dan mengubah pola piker mereka terhadap acara wayang.

ISTANA MEGAH DI TENGAH SINTESA

Acara kemudian berlanjut dengan penampi;an dangdut, kali ini Al-Ustadz Hudaya unjuk gigi dalam membawakn lagu Rhoma Irama.”lagu kehilangan dan malapetaka sengaja saya bawakan mengingat jasa orang yang mendahului kita, sekalgus tanggapan atas apa yang terjadi di luar sana”. Vicky Irama, salah satu anak Rhoma Irama mengapresiasi Al-Ustadz hudaya yang seri membawakan lagu ayahnya. “terimakasih ustadz karena sudah sering melantunkan lagu dari sonata” ujar anak raja dangdut tersebut pada vidio yang dipertayangkan langsung dipertengahan acara.
Tak sampai disitu saja, beberapa tarian modern juga tampil pada acara yang dipanitiai kelas enam sendiri. Dan tak terpaku pada tarian tarian, pagelaran seni malam tadi juga mementaskan virtuous band dengan lagu monokrom ditambah lagi aksi acrobat yang hebat serta drama cabaret yang menghibur dan mendidik sukses mengisi bagian akhir acara. Al-Alh Nasrohan Pulungan memerankan sosok marco dengan baik.
Ost panggung gembirapun menutup seluruh rangkaian acara. Setelah itu mereka duduk rapi di panggujng sambil mendengarkan evaluasi dan penilaian langsung dari bapak wakil pengasuh. Beliau berkata bahwasanya malam tadi merupakan malam yang spektakuler, dimana cuaca bersahabat, penampilan semuanya berjalan meriah dan semua ini tak akan terwujud tanpa adanya kerjasama seluruh pihak. “untuk panggung yang megah ini,dan penampilan yang spektakuler, saya beri predikat excellent mumtaz, nilanya 9.85” ujar beliau.untuk konsep panggung beliau mengapresiaisi lebih karena berhasil membuat panggung yang luas tapi tidak kosong begitu juga dengan hiasan hiasan yang sarat akan kesan walimatul-‘ursy. Begitu juga dengan tatanan taman yang enak dipandang. “untuk taman kali ini melebihi DA kemarin” ucap beliau pada sesi penilaian.
Spirit qiyam islamiya,memperkokoh identitas gontory,mewujudkan khoiru ummah menjadi motto panggung gembira kali ini. Tak pelak lagi bahwasnya virtuous generation menjunjung tinggi akhlakul karimah dalam setiap perbuatan.
Predikat mumtaz yang diberikan tak didapatkan dengan mudah semua itu dimulai pada bulan ramdhan saat pemilihan ketua acara panggung gembira yang sepakat menunjuk al-akh choirunnas, al akh astono dan al-akh aflah sebgai ketua. Ketiganya lantas membentuk kepanitiaan, mengonsep panggung dan acara hingga akhirnya dapat memukau seluruh penonton .

Sejarah Balai Pertemuan Pondok Modern

Balai Pertemuan Lama yang ada di Pondok Modern Darussalam Gontor tersebut dibangun sejak tahun 1933 sampai dengan tahun 1934 dengan nama Balai Pertemuan Kaum Muslimin (BPKM), dan setelah Pondok Modern terkenal, namanya berubah menjadi Balai Pertemuan Pondok Modern ( BPPM).
Bentuk BPPM ini seperti ruangan lebar yang memanjang, tetapi dengan struktur bangunan yang belum permanen yang terdiri dari rumah yang lebih besar dan tinggi di tengah-tengahnya. Sebelah kanan dan kirinnya ditambah rumah srotongan kecil dan belakang rumah kecil tersebut dijadikan beberapa kamar. Muka bangunan ini dibangun lebih menonjol melebihi rumah yang besar dan Di tengah-tengahnya lantai berderet 3 baris tiang. Sebelah utaranya BPPM ini dibuat kamar-kamar untuk tamu dan untuk Bapak Kiyai atau Bapak Guru dan disebelah selatannya lagi ada lapangan sepak bola yang dipisah dari halaman depan dengan jalan.
Sebagian kerangka dari Bangunan ini dibuat dari kayu jati, rusuknya dari kayu kelapa dan rengnya dari bambu. Lantainya dari batu bata tidak pelester,dan tidak tegel, ada tembok dari lumpur tanah Pondasinya tinggi hampir satu meter. Dimukanya merupakan halaman yang ditinggikan juga, kurang sedikit dari pondasi utamanya. Paling selatan baru ada enpat jenjang (undak-undakan). Jadi kelihatan bentuk tempat megah. Dimukanya ditanami trembesi. Pada waktu sepuluh tahunan Pondok, trembesi itu sudah besar dan merupakan tempat berteduhnya para santri.
BPPM dulunya dipergunakan sebagai tempat para murid TA dan TI belajar. Selain itu juga BPPM ini pernah dijadikan sebagai tempat penerimaan tamu dan pertunjukan-pertunjukan seperti drama dan lain-lainnya. Saat Pondok merayakan sepuluh tahunan dan seperempat abad, BPPM ini menjadi tempat perayaan resepsi acara tersebut. Selain itu, Pada saat Masyarakat kota Ponorogo mengungsi keluar kota, BPPM ini dipinjam untuk belajar para siswa dan siswi SMP Negeri Ponorogo. Presiden R.I. pertama yaitu Bung Karno juga pernah berkunjung ke Pondok Modern pada tahun 1946 yang mana BPPM lah menjadi tempat penerimaannya.
Pada tahun 1955, Syeikh Awadh Syahbal dari Solo mengusahakan adanya kunjungan Menteri Wakaf Mesir, Syeikh Hasan Al-Baquri dan Duta Besar Mesir, Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi ke Pondok Modern Darussalam Gontor saat Beliau semua datang ke Indonesia. Mereka disambut di BPPM tersebut. Ketika itu sudah disambut dengan pertemuan dalam Bahasa Arab termasuk protokolnya juga berbahasa Arab. Rombongan tersebut datang ke Pondok Modern bertepatan pada bulan Puasa, sehingga para santri tidak terlalu banyak. Meskipun dalam tempat dan keadaan yang sangat sederhana itu, pertemuan itu sangat mengesankan bagi Syeikh Hasan Al-Baquri dan Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi.
Sepulangnya dari Pondok Modern Darussalam Gontor dan Indonesia, Syeikh Hasan Al-Baquri masih terkesan dengan penerimaan pondok terhadap beliau saat berkunjung ke PMDG. Dan kesannya itu Beliau tulis dalam Majalah di Mesir tentang eratnya hubungan Indonesia dan Mesir dalam faktor agama dan bahasa Arab. Adapun Dr. Ali Fahmi Al-Amrusyi, setelah kunjungan tersebut beliau selalu mengatakan bahwa Pondok inilah tempat pendidikan yang terbaik.